"Aku yang menghancurkan keluargaku sendiri."
"Aku yang membuat semua orang mengetahui tentang hubungan gelap kalian."
"Aku yang membuatmu berlutut meminta ampun saat ini."
Fransisca menikahi seorang milyarder yang mengalami cacat mental hanya untuk membalaskan dendam kematian ibunya. Menganggap lebih baik hidup sebagai pengasuh pria cacat, tapi mendapatkan kekuasaan mutlak.
Karena cinta baginya hanya... Bullshit!
Tapi mungkin tanpa disadarinya mata pria yang dianggapnya mengalami cacat mental itu hanya tertuju padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cantik
"Tentu saja aku ingin lebih dekat dengan wanita secantik Fransisca." Ucap Rendi lebih senyuman menggoda. Walaupun tidak semenggoda Arkan Zoya dalam mimpinya. Mengingat bagaimana Arkan Zoya yang dalam keadaan normal begitu dingin dan tajam. Tapi kenapa malah dalam mimpi gilanya dirinya hampir melakukan hal itu dengan Arkan Zoya?
Tidak! Arkan hanya anak kecil berusia 5 tahun saat ini.
Fransisca menyipitkan matanya, mengamati pria ini. Seseorang yang akan dengan mudah dikendalikan? Tidak! Apa tujuan orang ini mendekatinya?
Perlahan dirinya duduk di kursi cafe dekat kantor. Rendi menarik kursi untuk dirinya.
"Rendi sungguh pria paling tampan dan lembut yang pernah aku temui." Puji Fransisca, mengambil daftar menu.
"Terimakasih... Fransisca juga, begitu lembut dan cantik. Sungguh beruntung pria yang mendapatkan seorang Fransisca sebagai istri." Rendi menghela napas.
"Dasar wanita, begitu mudah tergoda." Itulah yang ada dalam otak Rendi, menatap ke arah wanita yang begitu indah ini. Wanita murahan yang sejatinya sama saja.
Seperti pion yang...
"Aku pesan dua beef steak medium rare. Dan dua orange juice." Ucap Fransisca kala seorang pelayan menghampirinya untuk mencatat pesanan."Tidak apa-apa kan kalau aku yang memesan?"
Rendi hanya tersenyum."Tidak apa-apa kita punya selera yang sama..."
"Iya... selera yang sama..." Fransisca hanya tersenyum. Lebih tepatnya menatap pria ini begitu mendamba. Walaupun sejatinya wajah Arkan Zoya tetap nomor 1.
Kala makanan tiba, Rendi kembali memulai pembicaraan."Kamu lulusan mana?"
"UI..." Kali ini Fransisca menjawab lebih singkat menikmati tomato cherry.
"Oh... berarti kamu sangat pintar ya?" Tanya Rendi mengernyitkan keningnya, berusaha untuk tersenyum.
"Rendi... sebenarnya aku tidak begitu mengerti tentang laporan keuangan." Fransisca meraba jemari tangan Rendi.
"Ti... tidak mengerti bagaimana?" Tanya Rendi pelan.
Fransisca menghela napas kemudian berucap pelan."Aku sebenarnya adalah istri Arkan Zoya. Suamiku mengalami cacat mental karena kecelakaan. Hi... hidupku di keluarga suamiku begitu sulit. Me... mereka bahkan menganggap aku benalu, karena itu aku mulai bekerja." Air matanya mengalir, tapi dengan cepat mengambil tissue.
"Benarkah?" Tanya Rendi mulai sedikit peduli. Hanya sedikit! Ingat! Hanya sedikit, mengingat tujuannya mendekati wanita ini.
"Tentu saja tidak goblok!" Batin Fransisca, ingin rasanya mengigit kepala pria bunglon ini.
Fransisca mengangguk pelan."A...aku tidak tau nasibku selanjutnya. Harus hidup memiliki suami, tapi seperti janda."
"Ka...kamu tenang ya?" Rendi menghela napas tidak tahu harus bagaimana.
Perlahan wanita itu terlihat lebih tenang. Kemudian melepaskan jam tangan yang digunakannya."Ini hadiah untuk Rendi karena sudah mau menjadi teman bicaraku."
Mata pria matrealistis itu tertuju pada jam tangan bernilai puluhan juta rupiah."Kamu teman baikku... tetaplah menjadi teman baikku. Karena selama aku ada aku akan mendukungmu."
Rendi menelan ludah, hari pertama kenal orang ini sudah memberikan jam tangan rolex senilai sekitar 40 juta rupiah. Sedangkan Sela hanya memberikan 20 juta untuk mendekati dan memata-matai gadis ini. Benar-benar pelit...
Tapi...jika Fransisca yang pada akhirnya berkuasa. Bukankah dirinya akan mendapatkan lebih banyak?
"Tapi...apa Rendi tau apa yang paling Fransisca benci? Fransisca paling membenci pengkhianat dan pembohong." Kalimat penuh senyuman dari wanita yang kembali mengiris daging. Daging yang mengeluarkan cairan merah bagaikan darah.
Rendi menelan ludahnya, kala Fransisca meletakkan potongan daging ke atas piringnya."Rendi tidak mungkin mengkhianati Fransisca bukan? Karena Fransisca memiliki banyak uang untuk membeli beberapa pisau. Cukup pintar untuk melarutkan tubuh manusia ke dalam zat kimia. Karena itu... Rendi harus terus terang pada Fransisca."
Wanita ini tidak main-main. Tiba-tiba mengancam untuk membunuhnya. Dalam hatinya Rendi ingin berteriak, aku kira cupu, ternyata suhu. Aku kira wanita lemah, ternyata kulitivator mode imortal.
"Fransisca... sebenarnya Sela membayar ku untuk mendekatimu. Menjadikanmu sebagai kekasihku." Ucap pemuda itu gugup.
"Sela? Sela siapa?" Tanya Fransisca.
"Salah satu direktur di perusahaan. Aku tidak memiliki kekuasaan untuk menolak sama sekali. Lebih baik mengambil pekerja kotor dari bos, agar tetap bisa bertahan di perusahaan. Ta...tapi aku tidak bermaksud menjadi musuhmu. Mengingat kamu begitu baik hati, aku adalah tipikal teman yang se...setia." Rendi tersenyum garing.
Fransisca tersenyum puas. Kemudian menyerahkan sebuah kartu ATM pada Rendi."Kita berpura-pura menjadi sepasang kekasih. Tapi hanya di hadapan umum, aku akan menjadi wanita br*engsek yang berselingkuh dari suaminya. Setiap bulan aku akan mengirimkan uang 15 juta rupiah ke dalam rekening ini. Tugasmu adalah menjadi mata-mata ganda."
"Mata-mata ganda?" Tanya Rendi tidak mengerti sama sekali.
"Di hadapan Sela berpura-puralah jika misimu berhasil. Kirimkan informasi palsu padanya sesuai perintahku. Itu baru tugas pokok. Bonus akan didapatkan jika kamu berhasil mendapatkan berkas-berkas lama, baik itu bukti korupsi maupun kegiatan memalukan lainnya. Intinya di hadapan mereka kamu adalah pria yang berhasil mengekang leherku. Tapi di belakang mereka, curi semua informasi." Kalimat penuh senyuman dari Fransisca.
"Ta...tapi apa rencanamu?" Tanya Rendi ragu.
"Menurunkan posisi CEO. Aku akan menjadi pemimpin baru red Lily Group. Banyangkan saja kamu dapat menaikkan posisimu di perusahaan." Kalimat pelan dari Fransisca.
Rendi menelan ludahnya, melawan otoritas kekuasaan Sela dan Johan bukan merupakan hal mudah. Tapi...jika dirinya berpihak pada Sela, cepat atau lambat wanita kaya ini akan mengirim orang untuk membunuhnya.
Menelan ludah."Aku akan mendukungmu sepenuh hati menjadi mata-mata ganda!" Pada akhirnya dirinya mengambil keputusan, memasukkan kartu tersebut ke dalam sakunya.
"Jadi...siapa Sela?" Tanya Fransisca lagi.
"Direktur divisi marketing. Wanita yang lumayan cantik walaupun usianya sudah diatas 50 tahun." Kalimat yang diucapkan Rendi kala Fransisca kembali meletakkan kentang berlumuran saus tomat ke atas piring Rendi
"Lalu?" Tanya Fransisca lagi.
Rasa tegang menghinggapi dirinya. Wanita ini tersenyum tapi mengeluarkan aura bagaikan tukang jagal. Entah dimana wanita lemah lembut yang membawanya kemari.
Kala Fransisca menancapkan garpu pada daging hendak menyuapi dirinya sendiri. Kalimat itu membuatnya terdiam.
"Se...sela...Bu Sela adalah selingkuhan pak Johan."
Sungguh kenyataan yang membuatnya tidak dapat berkata-kata. Ternyata sifat Doni menurun dari ayahnya sendiri. Memang dasar buaya buntung, selalu mencari untung, tidak sadar tampang mereka seperti tung-tung sahur. Bergerak kesana-kemari seperti belatung.
"Selingkuhan, ada lagi? Ceritakan semuanya. Majikanmu ini ingin tau. Benar-benar ingin tau." Ucap Fransisca tersenyum manis penuh harap. Terlihat ganjil seperti boneka Annabelle? Entahlah tapi aura membunuh masih terasa.
Rendi meminum minuman dingin miliknya. Rasa tegang menyapa. Dari lubuk hatinya yang paling dalam berkata...ini akan menjadi akhir hidupnya karena bergosip tentang majikannya.
"Karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun pernah berkata. Sela pernah hamil dulu, anaknya entah masih hidup atau sudah meninggal."