Ada apa dengan istriku?
Tak seperti biasanya istriku terlihat diam tak banyak bicara lagi, seolah bukan orang yang kukenal selama ini.
Diam bukan berarti tak mengerti apapun - Luna.
Maafkan, sungguh diriku menyesali semua itu - Akbar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MS.Tika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Pesawat yang ditumpangi oleh Akbar telah mendarat dengan sempurna, Akbar dan asistennya turun dan berjalan kearah mobil yang sudah menunggu sedari tadi. Tak jauh dari tempat Akbar berdiri sudah ada wanita cantik tentu saja Dita yang sudah menunggu lebih dulu disana.
"Sayang.., akhirnya kamu disini juga"ucap Dita
"Kenapa kamu menunggu disini?"tanya Akbar.
"Tadi aku udah mengirim pesan padamu sebelumnya kalau akan kutunggu dibandara lebih dulu."kata Dita
"Maaf, enggak liat ponsel aku dari tadi jadi enggak tau kalau ada pesan masuk darimu."ucap balas Akbar.
"it's okay, sekarang kamu udah disini aku udah seneng. Ayo makan bersama sayang."ajak Dita pada kekasiihnya.
"Baiklah.."kata Akbar.
Akbar dan Dita berjalan bersama menuju mobil yang sudah menunggu dan pergi kesalah satu restoran tempat biasa mereka untuk makan bersama.
"Apa kamu kemarin kerumah menemani mama?"tanya Akbar
"Iya kemarin kerumahmu sesuai dengan apa yang kamu minta."ucap balas Dita.
"Terima kasih Dit udah bantu aku jaga mama kemarin."kata Akbar melihat kekasihnya yang duduk disebelahnya.
"Iya sama sama sayang, aku senang juga mamamu orangnya seru."kata Dita.
Direngkuh pinggang kekasihnya dan dikecup kening Dita dengan lembut oleh Akbar.
- -
Luna, Adam dan Edward menghabiskan waktu seharian dengan bersenang-senang mereka banyak melakukan kegiatan dihari itu seperti berenang, main dipantai dan masih banyak lagi.
"Kak, udahan yuk mainnya aku udah capek sekali."ucap Luna
"Ayo, kasihan Luna udah lusuh semua itu berantakan dirinya coba kamu liah adam."kata Edward
"Ih kakak, awas ya kamu.."kata Luna merengek
"Hahaha, lucu Luna dirimu itu coba liat tampangmu sekarang bagaimana sekarang?"jahil Adam.
Edward dan Adam menertawakan tingkah absurd Luna yang terlihat menggemaskan dan lucu dimata mereka berdua.
"Wah..wah.. kamu juga Dam. Awas saja kalian berdua tunggu pembalasanku."cibir Luna
Luna berlari menjauh dari mereka berdua dan masuk kedalam villa tempat mereka bertiga menghabiskan waktu bersama hari ini.
"Ayo Dam, princess kita sedang merajuk rupanya."ucap Edward sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Adam dan Edward menyusul masuk kembali menghampiri Luna yang sedang marah pada mereka.
"Luna sudah dong jangan cemberut begitu, sini kakak belikan sesuatu untukmu."ucap Edward
"Yakin membelikan aku sesuatu, aku ingin tas model terbaru yang akan launching bulan depan."ucap santai Luna.
"Iya..iya kakak akan belikan apa yang kamu mau, tapi kakak liat hubungan suami istrimu seperti ada masalah apa benar?"tanya Edward sambil mengelus kepala Luna.
"Hemm, ya begitulah jangan bahas dia. Aku lagi gak mood buat bahas masalah tentang dirinya."ucap malas Luna.
"Baiklah, kakak ingatkan jangan lama-lama marahan dengan suami itu tak benar Luna."kataa Edward.
"Iya kak.."kata Luna.
- -
Hari menjelang malam, suasana hiruk pikuk jakarta mulai ramai membuat pasangan kekasih seperti Akbar dan Dita menikmati waktunya berdua seperti lupa akan permasalahan yang terjadi Akbar dengan istrinya saat ini.
Kring..
Ponsel Dita berbunyi. Ponsel keluaran terbaru itu berdering tak henti minta di angkat. Dita seolah mengabaikan bunyi ponsel itu yang serasa mengganggunya apalagi disebelah dirinya masih ada Akbar. Seperti tak tahan dengan berdering ponselnya.
"Sebentar sayang, aku mau angkat telpon ini dari rumah sepertinya."kata Dita
Dita pun keluar dari ruangan itu dan mengangkat panggilan ponselnya.
"Halo..berisik" sapa Dita ketus
"Kamu melupakanku?"ucap seseorang pada panggilan itu
"Ada apa telpon aku? kalau enggak penting aku matikan saja!"ketus Dita.
"Aku kangen sama kamu! Acara kita belum selesai. Aku masih pengen."ucap balas panggilan itu.
"Jangan gila kamu! ketahuan Akbar bisa tamat kita. Kita ketemu besok aja ditempat biasanya."ucap balas Dita.
"Tapi aku mash pengen, ada stok engga buat aku?"tanya seseorang dipanggilan itu.
"Stok? cari sendiri emangnya aku germo!"ucap Dita.
"Duh yang cemburu! gara-gara semalam kelewat banyak minum obat kuat. Efeknya sampai sekarang. Maunya gitu terusan ini."
"Gila!! Malam ini aku enggak berani keluar ada Akbar masih sama aku sekarang!"ucap Dita.
"Awas aja besok kamu enggak kemari, aku bongkar semua kelicikanmu pada Akbar."kata seseorang dipanggilan itu.
Panggilan ponsel pun terputus sepihak, tangan kanan mengepal kuat sambil memegang ponselnya. Dita terlihat sangat marah disana.
"Enggak akan ku biarka, rencana yang telah kususun dibongkar begitu aja sama cecunguk satu itu."ketus Dita.
Dita masuk kedalam ruangan dan bersama Akbar menikmati makan malamnya ditempat itu.
"Maaf sayang lama menunggunya, ayo lanjut makannya aku masih laper ini."kata Dita sambil mengecup pipi Akbar.
"Baiklah.."ucap balas Akbar.
Berbeda dengan yang dilakukan Dita, Akbar disana masih dengan suasana yang canggung. Masih merasa mulai tak nyaman hubungannya dengan Dita akan tetapi Dita merupakan wanita cinta pertamanya sekaligus sahabatnya.
"Dit, apa urusan kantor disini selama aku tinggal ada masalah?"tanya Akbar.
"Enggak ada,, kerjasama yang kita ajukan pada perusahaan Golden sudah mencapai kesepakatan jadi tak banyak masalah yang terjadi masih bisa dihandle."ucap balas Dita.
"Baguslah, besok aku akan kekantor seperti biasanya."kata Akbar.
Hari mulai larut Akbar mengantar kembali Dita menuju apartemennya setelah itu langsung balik pulang kerumahnya.
{Pulang kapan kamu Luna?}pesan Akbar.
Yah, Akbar udah tak tahan untuk mengirim pesan meskipun dirinya tau pesan itu akan tidak balas oleh Luna.
"Apa-apaan ini, tumben sekali kamu menanyakan kapan aku pulang biasanya tak pernah."gumam Luna setelah melihat pesan masuk diponselnya.
"Sedang apa Lun?"tanya Adam yang duduk disebelah Luna.
"Enggak ada, sudah bikin makan malam aku lapar sekarang."ucap Luna mengalihkan pembicaraan enggak mau memberitahu kalau suaminya mengirim pesan untuknya.
"Sudah itu dimeja makan, ayo kalau kamu udah lapar. Panggilin kak Edward sekalian."kata Adam.
Luna berdiri bergegas menuju kamar kakaknya untuk mengajak makan malam bersama.
Tok..tok...tok..
"Kak..kak Edward.."teriak Luna didepan kamar Edward.
"Iya sebentar, ada apa?"jawab Edward dari dalam kamar.
"Ayo makan malam bersama, Adam sudah masak untuk kita kak."kata Luna
"Iya duluan aja kalian, kakak nanti menyusul kesana."ucap Edward.
"Baiklah kak.."kata Luna.
Luna kembali dan menuju meja makan yang sudah ada Adam duduk disana.
"Ayo makan duluan aja, kak Edward sepertinya masih sibuk nanti dirinya menyusul katanya kita disuruh makan malam lebih dulu."kata Luna.
"Oke, aku juga udah laper ini."kata Adam.
Akhirnya Adam dan Luna makan lebih dulu dan tak menunggu Edward.
"Kapan kamu pulang Lun?"tanya Adam disela-sela makan.
"Sepertinya besok aku pulang Dam."jawab Luna.
"Besok ku pesankan tiket, kita sekalian pulang bersama aja."ucap santai Adam.
se BADAS apa kamu luna
apa mau berbagi lendir dengan mereka lun OMG
biar kamu ga sama Kaya yg lain cuma mewek doang 🤦