NovelToon NovelToon
Impoten Sang Singa Madrid

Impoten Sang Singa Madrid

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Action
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Leonardo De Luca adalah penguasa Madrid yang memiliki segalanya, kecuali masa depan. Di balik kemegahan tahtanya, ia menyimpan rahasia kelam tentang infertilitas yang membuatnya merasa seperti tanah gersang tanpa harapan akan pewaris. Baginya, garis keturunan De Luca telah menemui jalan buntu.
Hingga ia bertemu Olivia, seorang gadis penjual bunga yang hidup di antara harum kelopak dan ketabahan akar. Di mata Olivia, Leonardo bukanlah singa yang menakutkan, melainkan jiwa yang haus akan kehidupan. Pertemuan ini adalah awal dari sebuah keajaiban; tentang bagaimana cinta seorang penjual bunga mampu menumbuhkan benih kehidupan di celah batu karang yang paling keras sekalipun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkurung dalam kemurkaan

Pintu kamar utama terbanting menutup, suaranya bergema seperti vonis mati di lorong mansion yang sunyi. Leonardo tidak melepaskan cengkeramannya pada lengan Olivia hingga mereka berada di tengah ruangan. Amarah pria itu terasa nyata, menyebar seperti hawa panas yang menyesakkan.

"Duduk," perintah Leonardo. Suaranya rendah, namun mengandung otoritas yang tidak bisa dibantah.

Olivia tetap berdiri, menentang tatapan suaminya meski kakinya gemetar. "Aku bukan anjing penjagamu, Leonardo! Aku hanya pergi ke rumah kaca. Isabella juga ada di sana bersama pengawal!"

Leonardo melangkah maju, memangkas jarak hingga dada bidangnya bersentuhan dengan bahu Olivia. Ia merenggut dagu istrinya, memaksa mata biru itu menatap kegelapan di matanya. "Isabella sudah tua, dan pengawal bisa dibayar. Kau tahu apa yang ditemukan Marco di gudang yang terbakar itu? Sebuah foto. Fotomu saat sedang menyiram mawar pagi ini, diambil dari jarak jauh melalui lensa bidik penembak jitu."

Olivia terkesiap. Darahnya seolah membeku.

"Mereka tidak membakar gudang untuk uang, Olivia. Mereka memancingku keluar agar kau merasa aman dan melangkah keluar dari zona perlindunganmu," Leonardo mencengkeram rahang Olivia lebih erat, namun jemarinya gemetar karena kombinasi rasa takut kehilangan dan amarah yang meledak. "Jika aku tidak kembali lebih cepat karena firasat buruk, mungkin sekarang aku sedang mengumpulkan potongan tubuhmu di rumah kaca itu!"

Ketakutan mulai merayap di wajah Olivia, namun Leonardo tidak berhenti di situ. Posesifitasnya yang sudah di luar batas kini berubah menjadi obsesi untuk mengontrol setiap jengkal pergerakan istrinya.

"Karena kau tidak bisa menghargai nyawamu sendiri, aku yang akan menjaganya untukmu," ucap Leonardo lugas. Ia mendorong Olivia ke arah ranjang besar mereka. "Kau ingin kebebasan? Kebebasanmu berakhir di pintu kamar ini mulai detik ini. Kau tidak akan keluar, kau tidak akan menyentuh bunga, dan kau tidak akan melihat matahari kecuali aku yang membukakan gordennya."

"Kau gila! Ini penjara!" teriak Olivia, air mata mulai mengalir di pipinya.

"Ini keselamatan, Olivia!" balas Leonardo dengan teriakan yang lebih keras. Ia mulai melepaskan kemejanya yang terkena jelaga, melemparkannya ke lantai dengan kasar. Matanya menyisir tubuh Olivia dengan lapar—sebuah cara untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa wanita ini masih hidup, masih bernapas, dan masih miliknya.

Leonardo naik ke atas ranjang, mengurung Olivia di bawah tekanan tubuhnya yang berat. Ia mengabaikan tangisan istrinya. Baginya, cara terbaik untuk memastikan Olivia "patuh" dan tetap berada di tempatnya adalah dengan menguras seluruh energinya hingga gadis itu tidak sanggup lagi berpikir untuk melarikan diri.

Malam itu, Leonardo memperlakukan Olivia dengan intensitas yang lebih brutal daripada malam pengantin mereka. Bukan karena ia ingin menyakiti, tapi karena ia ingin menanamkan rasa kepemilikan yang absolut. Setiap sentuhan dan setiap klaim yang ia buat adalah cara Leonardo untuk berkata bahwa dunia luar adalah kematian, dan hanya di dalam pelukannya Olivia akan tetap hidup.

Olivia hanya bisa pasrah. Ia merasakan lemas yang luar biasa menjalar kembali ke seluruh sendinya. Leonardo tidak memberinya ruang untuk bernapas, terus menuntut hingga fajar hampir menyingsing.

Pagi yang Sunyi

Pagi harinya, Olivia benar-benar tidak bisa menggerakkan jari kakinya. Ia terbaring lemas, menatap kosong ke arah jendela yang tertutup rapat oleh gorden beludru hitam. Leonardo sudah bangun, duduk di tepi ranjang sambil mengenakan celana panjangnya. Punggungnya yang penuh bekas luka tampak tegap, memancarkan aura kemenangan yang suram.

Ia menoleh, menatap Olivia yang tampak hancur di atas seprai sutra yang berantakan.

"Pelayan akan membawakan sarapan dan air mandi ke sini. Kau tidak perlu turun," ucap Leonardo dingin. Ia membungkuk, mencium kening Olivia dengan lembut seolah kejadian semalam tidak pernah terjadi. "Aku akan pergi ke markas untuk mencari siapa yang mengambil foto itu. Jangan coba-coba bicara dengan Isabella atau siapa pun untuk keluar."

Leonardo berdiri, mengenakan jam tangan mewahnya. "Pintu ini akan dikunci dari luar. Marco dan empat orang terbaikku akan berdiri di depan pintu ini. Jika kau butuh sesuatu, tekan bel panggil."

"Kau menghancurkanku, Leonardo," bisik Olivia parau, suaranya hampir tidak terdengar.

Leonardo berhenti di ambang pintu. Ia tidak menoleh. "Lebih baik aku menghancurkan perasaanmu daripada aku harus melihatmu terkubur di bawah tanah. Istirahatlah, mi amor. Kau akan membutuhkannya untuk nanti malam."

Klik. Suara kunci pintu berputar dari luar. Olivia memejamkan mata, menyadari bahwa mawar Inggris yang ia bawa dari London kini benar-benar telah layu di dalam sangkar emas sang Singa Madrid.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Ani Jumadi
terlalu berlebihan sih bisa ga jangan terlalu mengekang
chiara azmi fauziah
aku kasih gift ya thor😍
Isti Mariella Ahmad: makasih😍
total 1 replies
chiara azmi fauziah
mantap thor ceritanya mau dong di cintai ugal-ugalan 🤣🤣🤣
falea sezi
lanjut q ksih bunga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!