NovelToon NovelToon
Di Bawah Kuasa Mantan Suami

Di Bawah Kuasa Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:27.3k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13
Subscribe YT @NovelLalaaa

Tiga tahun lalu, Safira Angela memilih berpisah dari Gavin Alvaro Abraham dengan alasan palsu yaitu dia mengaku telah berselingkuh. Padahal, itu hanyalah kebohongan yang terpaksa dibuatnya agar Gavin dan keluarga besar Abraham tidak terseret dalam masalah pelik yang sedang menimpa keluarganya.

Setelah resmi bercerai, Safira pun memilih menghilang demi melindungi pria yang sangat-sangat dia cintai.

Namun, takdir berkata lain. Tiga tahun kemudian, perusahaan tempat Safira bekerja diakuisisi oleh Abraham Group.

Mengetahui keberadaan sang mantan istri, Gavin langsung memerintahkan agar Safira dimutasi ke kantor pusat.

Di sana, Safira terpaksa bekerja di bawah pengawasan langsung mantan suaminya yang kini telah berubah menjadi CEO dingin, penuh kebencian, dan menyimpan dendam mendalam akibat masa lalu.

BAGAIMANA KELANJUTAN CERITANYA????
JANGAN LUPA DI BACA YAAAAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penuh Ancaman Mutlak

Deg.

Waktu seolah berhenti berputar di detik itu juga. Seluruh dentuman musik yang memekakkan telinga mendadak lenyap dari pendengaran Safira, digantikan oleh suara detak jantungnya sendiri yang bertalu dahsyat dengan irama yang menyakitkan.

Di sana, di dalam remang cahaya ungu yang misterius, Gavin Alvaro Abraham sedang menatapnya.

Bukan hanya Safira yang membeku. Gerakan tangan Gavin yang sedang memutar korek api emas pun langsung berhenti seketika. Sepasang mata elang pria itu menyipit tajam, mengunci manik mata jernih Safira dengan intensitas yang begitu kuat hingga mampu membuat siapa pun merasa tercekik. Kilatan amarah yang dahsyat, rasa tidak percaya, dan luka masa lalu yang membeku mendadak meledak di dalam bola mata gelap Gavin.

Suasana di dalam bilik VIP itu seketika berubah menjadi tegang dan diam membisu. Radit, Erlangga, dan Bastian yang menyadari perubahan drastis pada atmosfer di sekitar mereka langsung menghentikan obrolan. Mata ketiga sahabat itu terbelalak lebar ketika menatap wajah pelayan wanita yang sedang berlutut di depan meja mereka.

"Sa-Safira?" bisik Radit tertahan, menatap tidak percaya pada wanita yang pagi tadi baru saja dibahas di audit SDM kantor pusat.

Safira merasa seluruh badannya mendadak kaku bak batu. Keringat dingin mengucur deras di tengkuknya, dan seluruh persendiannya terasa lemas. Ketakutan yang amat sangat merayap naik, mencengkeram ulu hatinya hingga memicu rasa mual.

'Mengapa dia ada di sini? Bagaimana bisa takdir sekejam ini mempertemukan kami di tempat menjijikkan seperti ini?' batin Safira berteriak histeris, namun wajah lembutnya tetap dipaksa untuk mempertahankan ketenangan yang rapuh.

Gavin perlahan memajukan tubuhnya. Gerakannya lambat, konstan, namun memancarkan aura intimidasi yang luar biasa pekat bak seorang predator yang sedang menyudutkan mangsanya di ujung jurang.

Dia meletakkan kedua lengannya di atas meja, menatap lurus ke arah Safira yang masih berlutut di bawahnya. Sebuah senyuman tipis yaitu senyuman sinis, kejam, dan penuh dengan cemoohan terukir di wajah tampannya yang sedingin es.

"Siapa yang menyangka..." suara Gavin memecah keheningan. Suaranya rendah, berat, dan bergema begitu dingin, mengirimkan sensasi merinding yang nyata ke seluruh tubuh Safira.

"Staf senior administrasi data yang begitu pintar dan anggun di ruang rapat pagi tadi... ternyata memiliki pekerjaan sampingan yang sangat menarik di malam hari." serunya lagi dengan nada sindiran.

Safira menelan ludah dengan susah payah, tenggorokannya terasa teramat kering. Dia meremas pinggiran baki peraknya hingga buku-buku jarinya memutih, mencoba mengumpulkan sisa-sisa harga dirinya yang tersisa.

"Maaf, Tuan Gavin," ucap Safira, suaranya bergetar tipis namun dia berusaha keras menahannya agar tetap terdengar formal.

"Saya hanya menjalankan tugas saya untuk mengantarkan minuman. Jika ada kekurangan dalam pelayanan saya, saya mohon maaf." tutur Safira berusaha untuk kuat dan tegar.

"Pelayanan?" Gavin terkekeh rendah yaitu sebuah tawa tanpa kebahagiaan yang terdengar begitu mengerikan di telinga para sahabatnya.

Gavin mengulurkan tangannya yang besar, mengambil salah satu gelas kristal kosong, lalu menjatuhkannya kembali ke atas meja marmer hingga menimbulkan suara dentingan yang nyaring.

"Tiga tahun lalu kamu pergi meninggalkanku dengan alasan ingin mencari kebebasan dan kehidupan yang lebih baik bersama pria lain, Safira." bisik Gavin, nadanya merendah namun sarat akan penekanan yang menusuk langsung ke jantung Safira.

"Dan sekarang... aku menemukanmu di sini, berlutut di bawah kakiku, melayani pria-pria hidung belang di tempat kumuh ini demi selembar uang receh? Di mana harga dirimu yang dulu begitu tinggi?" serunya dengan amarah yang mencoba Gavin tahan.

Kata-kata Gavin yang kejam itu bagai sembilu yang mengoyak hati Safira hingga berkeping-keping. Rasa sakit dan sesak di dadanya begitu hebat hingga air mata hampir saja merebak di sudut mata jernihnya.

Dia ingin berteriak, dia ingin membela diri dan mengatakan bahwa semua ini dia lakukan demi membayar utang peninggalan keluarganya agar tidak membawa petaka bagi orang lain. Namun, mengingat rahasia besar yang harus tetap ia jaga demi keselamatan Gavin sendiri, Safira memilih untuk menelan seluruh kepahitan itu bulat-bulat.

"Pekerjaan apa pun yang saya lakukan selama itu halal, tidak ada hubungannya dengan masa lalu, Tuan Gavin." jawab Safira lirih, kepalanya kembali menunduk, tidak sanggup lagi menahan tusukan tatapan mata elang sang mantan suami.

"Halal?" Gavin menyipitkan matanya, kilatan amarah di dalam dirinya semakin membubung melihat sikap pasrah dan kelembutan Safira yang ia anggap sebagai kepura-puraan. Gavin berdiri dari duduknya, tinggi badannya yang menjulang membuat aura dominasi di dalam ruangan itu semakin mencekam.

"Berdiri!" perintah Gavin dingin tanpa kompromi.

Safira ragu sejenak, namun cengkeraman ketakutan memaksa tubuhnya untuk patuh. Dia berdiri dengan perlahan, memegang baki peraknya di depan dada sebagai perisai pelindung diri yang rapuh.

Gavin melangkah memutari meja kaca, berjalan mendekati Safira hingga jarak di antara mereka hanya tersisa beberapa puluh sentimeter. Safira bisa mencium dengan jelas perpaduan aroma whiskey mahal dan parfum cedarwood maskulin dari tubuh Gavin yaitu aroma yang dulu selalu membuatnya merasa aman, namun kini aroma itu terasa seperti aroma kematian yang mengintimidasinya.

Gavin mencondongkan wajah tampannya ke dekat telinga Safira, mengembuskan napas hangat yang terasa sedingin es di kulit leher Safira yang meremang.

"Dengarkan aku baik-baik, Staf Safira Angela," bisik Gavin dengan nada suara yang teramat kejam dan penuh ancaman mutlak.

"Mulai besok jam delapan pagi, wajahmu sudah harus terlihat di lantai dua puluh sembilan gedung pusatku. Dan jika aku mendengar atau melihatmu menginjakkan kaki lagi di kelab malam ini untuk bekerja... aku pastikan seluruh proses akuisisi perusahaan lamamu akan kubatalkan sepihak, dan aku akan memastikan tidak ada satu pun perusahaan di negara ini yang sudi menerimamu bekerja bahkan sebagai petugas kebersihan sekalipun." ancam Gavin dengan menahan amarahnya.

Mendengar ancaman yang begitu ekstrem itu, tubuh Safira gemetar hebat. Dia mendongak, menatap mata elang Gavin dengan pandangan mata yang dipenuhi rasa takut, luka, dan permohonan yang teramat dalam.

'Kenapa dia begitu kejam? Kenapa dia ingin menutup seluruh jalan hidupku?' batinnya meronta ingin menolak karena ini salah satu penghasilan besar selain pekerjaan utamanya.

Gavin tidak memedulikan tatapan terluka itu. Dia memundurkan tubuhnya, lalu melemparkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu ke atas baki perak Safira dengan gerakan yang sangat merendahkan.

"Ambil uang tip itu, selesaikan tugasmu malam ini, dan pergi dari hadapanku sekarang juga. Aku tidak suka melihat pelayan yang tidak kompeten di mejaku," ketus Gavin, lalu berbalik memunggungi Safira dan kembali duduk di sofanya dengan sikap angkuh.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Lusi Hariyani
ya ampun safira yg kuat ya...tp sekuat2 y perempuan pasti akn tumbang jg
Rahma Inayah
gregetan ..bcnya knp Fira km GK jujur aja toh skrg km SDH ceria juga akn lbh baik jujur biar Gavin GK slh fatham klu dia TDK percaya y SDH biar Gavin cr tau sendri kebenarnya .
Asni Mariati
lanjuttt
Fitra Sari
lanjutttttt
imel
bilang aja khawatir 🤭
Lusi Hariyani
yahhh kecewa pembaca dech...gavin blm blh disadarkan ternyata ntar klo safira dh diambang kematian br disadarkan gavin y
imel
terkadang hati yang sudah tertutup kebencian tidak akan pernah bisa melihat apapun di depannya bahkan jika itu adalah kebenaran
Oma Gavin
kupikir Gavin sadar lihat safira hampir mati ternyata dendam nya sudah mendarah daging sehingga ego nya lebih memilih untuk balas dendam
Eliermswati
thor kpn gavin sdr nya kahn fira hrs menderita sendiri😭😭 cerita nya menguras esmosi aj thor soalnya ceo nya terlalu angkuh g mau nyari bukti dlu
Asni Mariati
sedihhhh kali kak
kasian ny safira😭😭😭😭
irma hidayat
kamu kejam gavin
Sastri Dalila
🙄🙄
Eliermswati
ayo loh gavin tanggung jawab smpe bkn fira menderita, cb km telusuri knp fira menceraikan mu cri tau biar g mkn nyesel km gavin😂😭smngt thor up nya
Oma Gavin
semoga kamu ngga nyesel gavin setelah tau kebenarannya dan lepaskan safira biarkan dia hidup tanpa tekanan
𝐈𝐬𝐭𝐲
ceritanya sangat menarik dan bikin nagih, semangat thor... 😍💪🏻
Lala_Syalala: Terima kasih Kak sudah baca ceritanya,, semoga selalu suka dan support terus author yaaa🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
segera cari tahu tentang Safira, Gavin.... sebelum semuanya terlambat dan kamu akan menyesalinya.
Rahma Inayah
klu km tau alasan knp Safira sampai menceraikan mu km akan tmbh menyesal .ayo Gavin selidiki apa yg terjadi 3 THN lalu biar km tau dan puas SDH menyiksa bathin safira
Lusi Hariyani
cari tahu ttg safira dong vin
Yuliana Tunru
gmn gavin sedih kan lihat tubuh x yg bisa kau lihat bahwa hudup safira benar2 menyedihkan cari tau 😭
Fitra Sari
lanjutt lagi thorr doubel upp donkk🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!