NovelToon NovelToon
Darah Naga Dan Cahaya Bulan

Darah Naga Dan Cahaya Bulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Kutukan / Fantasi Timur / Fantasi Wanita / Demon Slayer / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:54
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Novel ini menceritakan kisah Putri Mahkota Lyra ael Alar dari Kerajaan Elara, seorang penyihir Moon Magic (Sihir Bulan) yang kuat namun terikat oleh sebuah misteri kuno. Di tengah ancaman perang dari Kerajaan Utara Drakonia, Lyra dipaksa menjadi alat politik melalui pernikahan damai. Ironisnya, ia menemukan bahwa kutukan keluarga kuno menyatakan ia ditakdirkan untuk menghancurkan kerajaannya sendiri pada ulang tahun ke-25, kecuali ia menikah dengan "Darah Naga" yang murni.
​Calon suaminya adalah Pangeran Kaelen Varrus, Pangeran Perang Drakonia, seorang Shadow Wyrm (Naga Bayangan) yang dingin, sinis, dan tertutup, yang percaya bahwa emosi adalah kelemahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Rahasia di Perpustakaan Kristal

​Setelah latihan fisik yang menguras tenaga, tubuh Aethela terasa seperti baru saja dihantam oleh bongkahan es. Namun, pikirannya jauh dari kata tenang. Penglihatan sekilas tentang emosi Valerius di arena tadi terus menghantuinya. Ia perlu tahu lebih banyak—bukan dari bibir pria itu yang selalu terkatup rapat, melainkan dari catatan sejarah yang tidak bisa berbohong.

​Malam itu, dengan memanfaatkan statusnya sebagai calon permaisuri yang "ingin belajar etiket Obsidiana", Aethela berhasil membujuk pengawalnya untuk membawanya ke Perpustakaan Kristal.

​Emosi Aethela: Ia merasa seperti seorang penyusup di rumahnya sendiri. Perpustakaan ini tidak seperti perpustakaan di Solaria yang hangat dengan aroma kayu manis dan kertas. Tempat ini berada di perut gunung, sebuah aula raksasa yang dindingnya terbuat dari kristal transparan yang menyimpan cahaya biru redup. Rak-rak bukunya terbuat dari batu obsidian, dan buku-bukunya tidak terbuat dari kertas, melainkan lempengan logam tipis dan kristal memori yang berisi rekaman masa lalu.

​"Kau punya waktu satu jam, Putri," ujar pengawalnya sebelum berdiri kaku di depan pintu besar.

​Aethela melangkah masuk. Suara langkah sepatunya bergema di lantai kristal. Ia merasa terpukau sekaligus ngeri. Di sini, sejarah ribuan tahun ras Naga disimpan. Ia mulai menyentuh lempengan-lempengan logam, mencari catatan tentang perang besar antara Solaria dan Obsidiana yang terjadi seratus tahun lalu—perang yang selama ini ia pelajari dari sudut pandang manusia sebagai "Pertahanan terhadap Teror Naga".

​Perspektif: Aethela Vespera

​Ia menemukan sebuah kristal memori berwarna merah darah. Saat ia menyentuhnya dengan sihir bulannya, sebuah proyeksi cahaya muncul di udara. Aethela terengah-engah. Apa yang ia lihat bukan naga yang menyerang tanpa alasan.

​Ia melihat kota-kota naga yang dibakar oleh "Cahaya Suci" Solaria. Ia melihat bagaimana leluhurnya—para penyihir Vespera terdahulu—menggunakan sihir bulan untuk meracuni sumber air di pegunungan, menyebabkan ribuan telur naga gagal menetas. Perang itu bukan tentang pertahanan diri; itu adalah genosida yang terencana untuk menghapuskan ras Naga dari muka bumi karena ketakutan manusia akan kekuatan mereka.

​Emosi Aethela: Rasa bersalah yang amat sangat menghantamnya. Ia jatuh terduduk di kursi batu yang dingin. Seluruh hidupnya, ia diberitahu bahwa bangsanya adalah pembawa cahaya dan Naga adalah bayangan jahat. Namun, kristal ini menunjukkan bahwa manusialah yang pertama kali membawa kegelapan ke pegunungan ini.

​Pantas saja mereka membenciku, pikirnya. Aku adalah keturunan dari orang-orang yang mencoba memusnahkan mereka.

​Ia terus mencari hingga menemukan catatan tentang garis keturunan Nightshade. Ia membaca tentang kutukan Shadow Magic yang diderita Valerius. Ternyata, sihir bayangan yang tidak stabil itu bukanlah bawaan lahir, melainkan efek dari racun sihir yang ditinggalkan leluhur Aethela di jantung gunung. Valerius bukan hanya seorang prajurit; dia adalah korban dari dosa-dosa keluarga Aethela.

​Perspektif: Valerius Nightshade

​Valerius berdiri di ambang pintu perpustakaan, tersembunyi dalam bayangan. Ia sudah mengawasi Aethela sejak wanita itu masuk. Ia mengira Aethela akan mencari cara untuk melarikan diri, namun ia justru melihat wanita itu menangis di depan kristal memori perang.

​Emosi Valerius: Ia merasakan kepahitan yang dalam, namun juga sedikit kelembutan yang asing. Ia tahu kebenaran sejarah itu menyakitkan bagi siapa pun yang berasal dari Solaria. Ia memutuskan untuk menampakkan diri.

​"Sekarang kau tahu kenapa rakyatku menatapmu seolah kau adalah wabah," suara Valerius memecah kesunyian.

​Aethela tersentak, dengan cepat menghapus air matanya dan berdiri. "Kenapa kalian tidak pernah memberitahu dunia? Kenapa membiarkan sejarah menulis bahwa kalian adalah monsternya?"

​"Karena monster tidak peduli pada pendapat mangsanya," jawab Valerius, melangkah mendekat hingga cahaya biru kristal menyinari wajahnya yang keras. "Dan karena bagi kami, bertahan hidup lebih penting daripada kebenaran sejarah. Kebenaran tidak akan menetaskan telur-telur kami yang membeku."

​Ketegangan Romantis: Aethela menatap Valerius dengan pandangan yang benar-benar baru. Ia melihat beban yang dipikul pria itu bukan hanya sebagai pemimpin, tapi sebagai penebus dosa masa lalu. Tanpa sadar, Aethela melangkah mendekat, tangannya gemetar ingin menyentuh lengan zirah Valerius.

​"Valerius... aku tidak tahu. Jika aku bisa melakukan sesuatu untuk mengubah ini..."

​"Kau sudah melakukannya," potong Valerius, suaranya sedikit parau. Ia menatap mata ungu Aethela yang kini tidak lagi memancarkan kebencian, melainkan empati yang tulus. "Kehadiranmu di sini, kesediaanmu untuk menyatukan sihirmu dengan sihirku... itu adalah satu-satunya cara untuk memurnikan racun di jantung gunung ini. Kau adalah harapan terakhir bagi mereka yang ingin kau benci."

​Konflik Batin Valerius: Ia ingin menarik Aethela ke dalam pelukannya, ingin memberitahunya bahwa ia tidak menyalahkannya atas perbuatan nenek moyangnya. Namun, dinding di hatinya terlalu tebal. Ia hanya bisa berdiri diam, membiarkan sihir mereka beresonansi dengan pelan di ruangan kristal itu.

​Perspektif: Aethela Vespera

​Aethela merasakan perubahan atmosfer di antara mereka. Keheningan di perpustakaan ini tidak lagi terasa mengancam. Ada rasa saling pengertian yang tumbuh dari reruntuhan sejarah yang kelam.

​"Aku akan membantumu, Valerius," janji Aethela, suaranya mantap. "Bukan karena perjanjian itu, tapi karena ini adalah hutang yang harus dibayar oleh namaku. Aku akan menyembuhkan jantung gunungmu, meski itu berarti aku harus memberikan seluruh sihirku."

​Valerius menatapnya lama, seolah sedang mencari kebohongan di matanya. Saat ia tidak menemukannya, rahangnya sedikit mengendur.

​"Berhati-hatilah dengan janjimu, Putri Bulan," bisik Valerius. "Gunung ini bisa meminta lebih dari sekadar sihir. Ia bisa meminta jiwamu."

​"Maka biarlah ia mengambilnya," jawab Aethela. "Asalkan kegelapan ini berakhir."

​Emosi Akhir: Malam itu, Aethela meninggalkan perpustakaan bukan sebagai seorang tawanan yang mencari jalan keluar, melainkan sebagai seorang wanita yang memiliki tujuan. Ia menyadari bahwa cintanya pada tanah airnya kini telah berubah menjadi rasa tanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan yang telah mereka buat. Dan di sampingnya, Valerius berjalan dengan langkah yang sedikit lebih ringan, menyadari bahwa ia mungkin baru saja menemukan satu-satunya manusia yang benar-benar bisa ia percayai.

...****************...

Bersambung....

Terima kasih telah membaca📖

Jangan lupa bantu like komen dan share❣️

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!