"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar
kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta
tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya
bagaimana kelanjutan ceritanya???
mari kita simak........
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Sekarang gadis itu sudah berdiri tegak di depan gerbang yang menjulang tinggi, di tengah perjalanan tadi diri nya memang sengaja memasang masker agar tidak di kenali oleh Baskara
Halaman sekolah kini sudah mulai di padati oleh beberapa siswa siswi yang baru saja datang dengan kendaraan pribadi masing-masing
Mayoritas anak di sini semua nya memiliki mobil, hanya Viona lah yang pulang pergi naik angkot, meskipun begitu, ia tak pernah merasa iri, karena Viona yakin jika takdir Tuhan pasti jauh lebih baik dari apa yang ia inginkan
Di ujung koridor, Viona melihat Kayla sedang mondar-mandir dengan wajah yang di penuhi kegelisahan
"Kay! Kayla!" Panggil Viona dengan suara yang amat kecil
Awal nya Kayla tak memperdulikan panggilan itu, hingga ia menyadari sebuah tas yang Kayla yakini bahwa itu milik teman sebangku nya
"E-lo Viona?" Tanya nya tak percaya
"Iya aku Viona, kenapa sih kok kamu kaget begitu?"
Viona berjalan mendekati teman nya itu, ia menatap lekat mata Kayla yang terus memandang nya tanpa berkedip
"Tumben banget kuciran elo setinggi harapan gitu? Biasa nya juga di kepang dua?"
Penampilan Viona yang seperti itu membuat Kayla tidak mengenali nya
"Hehehe, lagi pengen di kuncir aja, kamu disini lagi nunggu siapa?" Tanya Viona
"Ya gue nungguin elo, dari tadi Baskara tuh nyariin elo terus, ada masalah apa sama dia?"
jantung Viona kini berdetak tak menentu, ia sangat takut jika Baskara marah tentang masalah dia yang pindah tanpa memberitahu laki-laki itu
"Nyariin nya sambil marah-marah apa enggak?"
"Iya, sambil emosi gitu nyari nya, emang ada masalah apaan sih? Perasaan selama ini elo gak pernah deket sama dia?" Kayla bertanya dengan nada penasaran
Viona menarik tangan teman nya itu untuk ia bawa ke dalam kelas agar tak terlihat oleh Baskara, karena Viona yakin jika laki-laki itu sedang berkeliling halaman sekolah untuk mencari keberadaan nya
"Aku bakal cerita, tapi kamu janji dulu jangan kasih tau siapa-siapa"
Gadis itu memberikan jari kelingking nya yang di sambut hangat oleh Kayla
Ia mulai menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan nya secara perlahan, sebelum memulai pembicaraan nya, Viona menatap Kayla dengan sangat lekat
"Sebenernya aku itu jadi pem_
Brakkk...
Suara meja jatuh terdengar sangat jelas, kini wajah Baskara sudah terpampang jelas di depan papan tulis, laki-laki itu menatap Viona seperti hewan buas yang menemukan mangsa nya
Kayla sendiri bergetar ketakutan melihat wajah Baskara yang sangat menyeramkan itu
"S-ana maju, tuh orang nya udah dateng" Ucap nya sembari mendorong pelan tubuh Viona
"Viona! Ikut gue sekarang juga!" Titah Baskara dengan dada naik turun
Bisik-bisik pun mulai terdengar, semua orang kini menatap ke arah Viona dengan pandangan berbeda-beda
Mereka juga baru menyadari jika gadis yang biasa nya berkepang dua kini sudah berani menampilkan leher jenjang nya
"Itu beneran Viona? Kok beda banget ya?"
"Mungkin ada yang lagi di incer kali, maka nya dandan nya begitu"
"Tapi ngomong-ngomong, emang ada ya, yang mau sama anak miskin? Mana pulang pergi naik angkot terus"
Gelak tawa mulai terdengar sampai di telinga laki-laki itu, dengan emosi yang memuncak, kini Baskara kembali menendang meja yang ada di depan nya hingga terbelah menjadi dua bagian
Brakkkkk.....
"Diem kalian! Punya mulut itu di jaga!" Bentak nya dengan nada tinggi
Viona sendiri sangat ketakutan melihat Baskara yang berubah seperti orang kerasukan, keringat dingin mulai menghampiri tubuh gadis itu, beberapa kali ia membuang nafas nya agar wajah nya terlihat lebih tenang
Tangan Baskara meraih tangan Viona dan menggenggam nya dengan lembut, laki-laki itu membawa Viona keluar kelas
"Mau di apain ya si culun itu?" Tanya cewek berambut sebahu
"Paling juga di suruh ngebabu, kayak gak tau Baskara aja, dia kan ilfeel sama orang miskin" Jawab teman nya dengan yakin
Kayla berdoa agar teman nya itu selamat dari amukan laki-laki yang terkenal sedikit kejam itu, hati gadis itu menjadi gelisah dan juga gak kenal, kala melihat gadis nya di bawa paksa oleh Baskara
"Moga aja elo gak di apa-apain sama dia" Pinta nya di dalam hati
Baskara membawa Viona ke rooftop, di sana ada Cakra dan Radit yang terkejut dengan kehadiran dua sejoli itu
"Loh? Kenapa elo bawa dia kesini?" Tanya Radit
"Kalian turun!" Titah Baskara dengan suara tinggi
Kedua teman nya itu tak banyak bicara, mereka bangkit dari duduk dan berjalan ke arah pintu keluar
Kini tinggal lah Baskara dan Viona, kedua nya sama-sama terdiam hanyut dalam fikiran masing-masing
Baskara sendiri sedang mengontrol emosi nya agar tidak menyakiti Viona, berulang kali laki-laki itu mencoba mengambil nafas dan membuang nya secara perlahan
Setelah di rasa emosi nya perlahan hilang, kini Baskara membawa Viona untuk duduk di bawah pohon rindang
Tangan nya terulur untuk menyentuh dagu Viona dan membawa nya untuk lebih dekat dengan wajah laki-laki itu
Bau aroma maskulin dari tubuh Baskara begitu menyengat di indra penciuman Viona, kedua tangan nya reflek menahan di depan dada laki-laki itu guna untuk memberi kan jarak untuk kedua nya
Mata Baskara terlihat begitu indah jika di lihat dari jarak sedekat ini, alis yang tebal dan bulu mata lebat nya mampu menghipnotis mata Viona
"Kenapa elo pindah dari rumah gue?" Tanya nya sembari terus mengelus dagu Viona
Gerakan tangan itu membuat tubuh Viona menjadi sangat lemah tak berdaya, bibir nya pun enggan terbuka yang membuat Baskara menampilkan senyum smirk nya
"Kenapa diem? Terpesona sama ketampanan gue?"
Ucapan itu membuat Viona sadar sepenuh nya, dengan cepat gadis itu mendorong tubuh Baskara agar menjauh, tetapi sayang nya tangan laki-laki itu lebih dulu menahan pinggang Viona yang menyebabkan ia tak bisa bergerak
*j-angan kayak gini, nanti ada yang liat" pinta Viona dengan wajah memerah
"gak akan ada yang tau, sekarang jawab dulu pertanyaan gue, kenapa elo pindah dari rumah? mana gak pamitan dulu, enak aja main keluar masuk rumah orang"
wajah Baskara terlihat sangat kesal jika mengingat hal itu, ketika ia turun untuk mencari keberadaan Viona, tiba-tiba gadis itu sudah tidak ada, rumah itu kosong dan sunyi
"nanti aku jelasin" ucap Viona yang masih mengan kedua tangan nya didepan dada laki-laki itu
"gue mau nya sekarang! galo enggak?" Baskara menggantung kan kalimat itu sembari mengelus bibir Viona dengan pelan
gadis itu hanya bisa meneguk air ludah nya dengan kasar, mengapa Baskara berubah menjadi se mesum ini? padahal dulu nya ia sangat anti dengan perempuan, Viona tidak bisa punya waktu untuk memikirkan hal itu, yang terpenting adalah harus menjelaskan dengan hati-hati mengapa ia bisa pindah dari rumah Baskara