NovelToon NovelToon
Terjerat Benang Merah

Terjerat Benang Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa / Cintapertama / Konflik etika
Popularitas:70.7k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.

Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.

Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.

Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.

"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -

Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?

Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Niat Kevin untuk Bianca

"Bianca!"

Baru saja Bianca keluar dari tempat kerjanya, dia sudah dikejutkan dengan keberadaan Kevin di sana. Pria itu melambaikan tangannya pada Bianca dari kejauhan.

Sudah berhari-hari lalu, ternyata pria itu kembali datang menemuinya. Sebenarnya Bianca merasa enggan untuk berhubungan lagi dengan Kevin karena pria itu teman dekat Elgard.

"Hay!" Senyum Kevin terlihat merekah ketika sudah ada di hadapan Bianca.

"Kau kenapa ada di sini Kak?"

"Emm, aku menunggumu!" Jawab Kevin dengan menggaruk tengkuknya seperti orang yang sedang gugup.

"Menungguku?"

"Hmm, aku ingin makan berdua lagi denganmu karena aku tidak ada teman!"

"Tapi Kak, aku.."

"Sudahlah ayo.." Kevin menarik Bianca begitu saja hingga Bianca tak kuasa menolak. Lagipula, Bianca masih punya rasa sungkan pada Kevin karena dulu pria itu sempat membantunya.

Kevin membawa Bianca ke sebuah restoran untuk makan malam, tapi Kevin sengaja memilih tempat yang biasa saja karena ingin membuat Bianca lebih nyaman.

"Aku senang bisa bertemu denganmu lagi Bianca!"

"Kenapa begitu Kak?"

"Karena dulu aku sempat merasa bersalah karena tidak bisa membantumu sampai kau harus dikeluarkan dari Universitas!"

"Tidak papa Kak, itu bukan salahmu. Lagi pula, aku juga tidak bisa tetap bertahan di sana kalau semua orang terus mencemoohku seperti itu!" Bianca tersenyum kecil mengingat bagaimana dulu dia dicemooh oleh semua orang. Menganggapnya seperti kotoran yang menjijikkan karena kasus korupsi Ayahnya yang sebenrnya belum tentu benar.

"Memang benar, tapi aku heran kenapa semua orang justru menyalahkanmu. Padahal kau sendiri tentu tidak tau menau tentang apa yang Ayahmu lakukan!"

"Mereka tidak bisa melampiaskan kemarahannya pada Ayahku, makanya aku yang menjadi sasaran mereka. Tapi, semua itu sudah berakhir Kak. Tidak usah diungkit lagi!"

"Maafkan aku!" Kevin mengangguk sungkan.

Mereka terlibat obrolan ringan sembari menikmati makan malam mereka. Kevin senang karena nyatanya Bianca mau terbuka kepadanya, berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Elgard.

"Terima kasih untuk makan malamnya Kak!"

"Sama-sama. Aku akan mengantarmu pulang!"

"Tidak usah Kak, aku akan pulang sendiri!"

"Aku tidak mungkin membiarkanmu pulang sendiri! Ayo!" Kevin menarik Bianca masuk ke dalam mobilnya.

Bianca tak kuasa lagi menolak paksaan dari Kevin. Tapi sebenarnya kalau dia menjauh dan menghindar dari Kevin itu tidak benar karena Kevin tidak ada salah padanya sama sekali. Kevin tidak ada sangkut pautnya dengan masalahnya dengan Elgard. Tapi alasan Bianca mejaga jarak Kevin hanyalah untuk menghindari Elgard.

"Emm, bagaimana hubunganmu dengan Elgard sebenarnya?" Tanya Kevin ketika di dalam mobil.

"Hubungan apa?"

"Maksudku, kalian kembali bertemu setelah sekian lama. Apa kalian baik-baik saja, atau.."

"Kami sudah berakhir sejak dulu. Yang namanya berakhir tentu sudah tidak apa-apa!" Jawab Bianca dengan cepat dan sudah langsung menjelaskan semuanya.

"Jadi, kau sudah tidak mencintainya lagi seperti dulu?"

"Tidak!"

Jawaban singkat dan cukup ketus itu membuat Kevin agak merasa bersalah karena banyak tanya.

"Maaf kalau aku lancang karena aku hanya ingin memastikan sesuatu"

"Memangnya untuk apa Kak?"

"Bianca, mungkin ini terlalu cepat karena kita baru dua kali bertemu. Tapi terus terang, aku ingin mengejarmu!"

Kejujuran Kevin membuat Bianca menoleh, dia cukup terkejut dengan niat Kevin itu.

"Aku tau kau terkejut, tapi jujur saja, dulu aku sempat mempunyai niat untuk mengejarmu tapi aku mengurungkan niatku karena hubunganmu dengan Elgard. Tapi sekarang kau dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi aku menyampaikan niatku. Atau mungkin, kau sebenarnya sudah punya kekasih?"

"Tidak ada!" Jawab Bianca dengan jujur.

"Syukurlah kalau begitu, lalu bagaimana dengan niatku ini Bianca? Kau mau memberiku kesempatan?"

Bianca merasa sikit berada di situasi saat ini. Dalam benaknya, sama sekali tidak ada niat untuk mejalin hubungan dengan siapapun saat ini apalagi dengan Kevin dan di saat yang begitu singkat setelah mereka bertemu.

"Kak, maafkan aku. Tapi..." Bianca merasa sungkan melanjutkan ucapannya.

"Tidak papa, aku paham. Kau pasti bingung dan juga belum siap kan? Aku tidak akan memaksa, yang penting aku sudah menyampaikan niatku ini. Kita jalani dulu semua ini, mungkin sebagai teman dekat, boleh?"

Bianca terpaksa mengangguk dengan pelan. Lagipula Kevin sendiri mengatakan jika dia tidak akan memaksa.

"Terima kasih sudah mengantarku!" Ucap Bianca setelah mobil Kevin sampai di dekat apartemennya.

"Hmm, istirahatlah!"

Bianca menunggu sampai mobil Kevin menghilang dari pandangannya. Dalam diamnya, Bianca berpikir hubungannya dengan Kevin saat ini akan bermasalah di kemudian hari atau tidak mengingat keadaan dirinya saat ini.

Di jalanan yang sepi dengan penerangan yang begitu kurang itu, Bianca membelah heningnya malam sendirian. Bukan hantu atau semacamnya yang membuat Bianca terkadang merasa takut, tapi dia khawatir kalau para rentenir yang selalu mengejarnya tiba-tiba datang dan kembali mengganggunya.

"Hubungan kalian semakin dekat ternyata!"

Sontak saja Bianca berhenti menatap pria yang sedang bersandar pada dinding apartemennya. Cahaya yang temaram mambuat Bianca tak bisa melihat dengan jelas wajah pria itu. Namun dari suara dan tinggi badannya yang menjulang, Bianca sudah bisa menebak siapa pria itu.

Bianca merasa tak ada kewajiban menjawab pertanyaan Elgard, dia memilih terus berjalan bahkan sengaja mempercepat langkahnya untuk menghindari pria itu.

"Tunggu Bee!"

"Ada urusan apa anda datang kemari?!" Bianca menoleh dan menghempaskan tangan Elgard dengan kuat.

"Aku hanya ingin memperingatkan padamu kalau jangan terlalu dekat dengan Kevin!"

"Itu bukan urusan anda Tuan!"

"Cukup Bee!!" Elgard meninggikan suaranya.

"Berhentilah bersikap seolah kita tidak pernah saling mengenal sebelumnya! Aku minta maaf untuk semua kesalahanku dulu, tapi tidak bisakah sekarang kita menjalin hubungan baik Bee?" Suara Elgard perlahan mulai terdengar lembut bahkan seperti berbisik.

Bianca menatap mata Elgard yang terlihat mengkilap meski cahaya di sana tidak cukup terang.

"Untuk apa semua itu? Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, semuanya sudah selesai, tidak menjadi relasi kerja, menjadi teman juga tidak ada untungnya, lalu untuk apa?!"

Elgard tertegun, baru kali ini Bianca meninggikan suara kepadanya. Dulu saat mereka bertunangan pun, Bianca tidak pernah marah sampai meninggikan suaranya. Dulu Bianca hanya bersikap manja, marah pun hanya mengeluarkan rengekan manjanya. Waktu bertemu beberapa kali setelah sekian lama pun, Bianca hanya bersikap dingin kepadanya dengan suaranya yang rendah itu.

"Sudahlah El, jangan lagi muncul dihadapanku. Aku sudah sangat muak dengan sikapmu itu!"

Elgard kembali dibuat terkejut karena Bianca menyebut namanya dan juga tak seformal biasanya.

"T-tidak bisa, kau masih punya hutang kepadaku!"

Bianca hanya bisa mendengus karena ternyata Elgard yang katanya membantunya dengan tulus justru mengungkit hal itu.

"Kau sendiri yang mengatakan kalau menganggap semua bantuan dariku itu adalah hutang!" Lanjut Elgard karena melihat reaksi Bianca tadi.

"Tenang saja, aku tetap akan membayarnya!"

"Kalau begitu bayar sekarang juga!"

Bianca sampai terperangah karena Elgard menagih hutangnya saat ini.

"Kau tidak bisa membayarnya sekarang?"

"Jangan gila El!" Bianca ingin sekali menimpuk wajah Elgard yang menyeringai kepdanya itu dengan dengan batu.

"Kalau begitu, aku lapar. Buatkan aku sesuatu!" Titah Elgard.

"Kau tau aku tidak punya uang tapi kau memintaku untuk membuatkanmu makanan?"

"Tenang saja kalau soal itu!"

Bianca masih terpaku menatap Elgard yang kini berjalan menjauh entah apa yang ingin dia lakukan saat ini.

1
Herman Lim
yg jelas El ingin bee punya karya sdr tanpa pake nama org
rinny
nggak apa apa Bianca, terima bantuan dari eigard . mungkin itu akan menjadi jalanmu menuju kesuksesan
Cahaya
lanjut
Tyara Inasti
wah Thor dari awal baca smpe sini udh keren dan udh seseru ni mantap
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
bagus thor, bianca berkata jujur buar el tau
Hanima
👍👍
Nureliya Yajid
semangat thor
Ari Atik
ok...
lanjut....
Nureliya Yajid
semangat thor
Nureliya Yajid
lanjut thor
Agnezz
wah visi Elgard jauh ke depan ya, agar Bee parfum Bee punya nama sendiri. Tapi apakah Roy mau tersaingin Bee. Dengan mengajari Bee, bukan tidak mungkin kelak parfum Bee lebih terkenal.
Esther Lestari
semangat Bee.
baguslah kamu sudah menceritakan kelakuan Meriana ke Elgard dengan jujur
Ikaaa1605
Semangat up mba othor
🌷Vnyjkb🌷
ell benar, klu berkolaborasi , bee hya dompleng nama meski itu racikan bee, tp klu bee bljar lg dan siapin smua dr awal d atas kaki sendiri dan d mentorin, maka bee pya hak paten sendiri👍👍💪💪💪💪😍😍
🌷Vnyjkb🌷
yesssss💪💪💪💪langkah suksesssss,,semangatttt bee😍 jg Siapin amunisimu u menghadapi Tagihan elll🤭🤣🤣
🌷Vnyjkb🌷
👍👍ini br cerita seruuu, hrs terBuka, ngapain d sembunyiin klakuan buruk meri anak bebek tu
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
semangat Bee💪💪💪
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bagus,jangan ada yang disembunyikan..
Aprisya
eeeehhh jalang teriak jalang
Agnezz
pasti si Meriana, udah acuhkan saja lebih baik Bee pergi menemui ahli peracik parfum. Gak penting meladeni si Meriana.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!