NovelToon NovelToon
Dekapan Bayang

Dekapan Bayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / CEO / Cintapertama
Popularitas:150
Nilai: 5
Nama Author: Queenca04

Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

"Abang aku mau home schooling aja," seru Anggie lemah. Semua terkejut saat mendengar suara Anggie.

"Sayang."

"Adek."

Ketiga orang itu berlari mendekati ranjang tempat Anggie tidur.

"Kamu udah bangun sayang?" tanya ibunya sambil membelai rambut Anggie.

Anggie hanya membalas dengan anggukan.

"Kenapa mau home schooling? Sekolah lebih banyak teman dek," seru Angga.

"Aku takut..."

"Takut apa dek?" selidik Angkasa.

"Takut..."

"Iya sudah nanti Abang urus semuanya."

"Aku juga gak mau ada yang tahu aku sakit dan aku home schooling."

"Kenapa sayang?" Anggie hanya menggeleng pelan.

Keesokan harinya Zian yang biasa menjemput Anggie sekolah kini sudah sampai di rumah Anggie. Tapi rumahnya tampak sepi seperti tidak ada siapapun. Zian pun bertanya kepada tetangganya tapi tidak ada yang tahu dimana Anggie dan keluarganya. Zian pun akhirnya pergi ke sekolah sendiri.

Hari ini jadwal turnamen basket yang diadakan di sekolah. Zian tadinya berharap Anggie datang untuk memberikan semangat ketika ia main tapi harapannya pupus karena Anggie sang pujaan hati tidak ada.

Zian pun terlihat lesu tidak bersemangat. Hingga Samuel pun bingung dengan keadaan Zian yang seperti itu.

"Zian lo kenapa? Sakit?" tanya Samuel.

"Gue gak apa-apa kok."

"Tapi dari tadi pagi gue lihat lo kayak gak bersemangat gitu, lesu aja keliatannya."

"Iya zi biasanya lo yang paling semangat kalau ada turnamen kayak gini," Frans menimpali.

"Gue tahu Zian kenapa? Pasti gara-gara Anggie ya," celetuk Gio.

"Iya gue juga gak ngeliat lo bareng sama Anggie Zi, emang Anggie kemana?" timpal Frans.

"Gue juga gak tahu dan tetangga rumahnya juga gak ada yang tahu Anggie kemana," Zian frustasi karena tidak menemukan Anggie.

"Pantesan lo galau kayak gini ternyata sang pujaan hati gak ada," seru Gio sambil cengengesan.

"Kak di panggil Pak Agus buat ke lapangan segera," seru adik kelasnya yang memang ikut basket juga.

Dilapangan sudah berkumpul murid-murid untuk memberikan dukungan dan semangat. Nia juga tak ketinggalan ada di sana sambil duduk paling depan.

Permainan pun di mulai perlawanan yang sengit ditunjukkan oleh pihak lawan. Zian dan teman-temannya sempat kewalahan menghadapi tim lawan tapi Zian dan teman-temannya masih bisa menghadapinya. Akhirnya kemenangan yang didapatkan oleh tim Zian. Semua pendukung besorak ketika melihat tim kesayangan mereka menang.

Di sisi lapangan Zian dan timnya sedang istirahat. Nia yang dengan percaya dirinya datang mendekati Zian sambil memberikan air dan handuk.

"Kak ini buat kakak," Nia sambil menyodorkan air minum dan handuk.

Zian yang tadinya posisi duduk langsung berdiri lalu pergi tanpa menoleh sedikitpun kepada Nia.

"Sini buat gue aja daripada lo bawa lagi kan sayang," Gio mengambil air minum yang diberikan Nia. Dan ia hanya bisa mengangguk dan tersenyum saja ketika air minumnya di ambil Gio.

"Makasih ya air minumnya, kenalin gue Gio. Nama lo siapa?"

"Aku Nia kak anak kelas sepuluh, maaf ya kak aku permisi dulu," Nia pun pergi.

Nia yang duduk di kelasnya setelah air minum yang untuk Zian di ambil Gio memilih untuk pergi ke kelasnya karena ia merasa malu karena Zian sudah menolaknya.

"Gue gak boleh nyerah pokoknya kak Zian harus jadi milik gue," gumam Nia.

"Ternyata lo di sini Nia, gue nyariin gak ketemu," seru Silvi.

"Tadi lo ngasih air minum buat Kak Zian?" tanya Desi dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Nia.

"Berani banget kamu ngasih sesuatu sama kak Zian padahal gak ada yang berani. Waktu itu pernah ada yang ngasih tapi kak Zian buang," terang Desi. Gak tahu aja kalau nasibnya sama seperti Nia barusan.

"Tadi kak Zian di ambil gak air yang lo kasih?"

"Di ambil," bohong Nia.

Ke tiga temannya terkejut saat Nia mengatakan kalau Zian mengambil air yang ia berikan.

"Waaaah beneran diambil?" Desi tak percaya tapi Nia mencoba meyakinkan dengan mengangguk.

"Itu tandanya Kak Zian suka sama lo, selamat ya."

Ketiga temannya pun langsung memberikan selamat karena Nia bisa meluluhkan Zian.

Hari demi hari berganti Zian yang hampir setiap hari datang ke rumah Anggie tapi tidak pernah mendapatkan informasi apapun tentang Anggie dan keluarganya.

Sahabat Anggie Ria dan Dika pun tidak tahu Anggie pergi kemana karena mereka juga tidak diberi kabar oleh Anggie. Nomor Anggie pun tidak bisa dihubungi.

Di sekolah Nia semakin hari semakin gencar mendekati Zian karena dia merasa semesta mendukungnya dengan tidak ada Anggie. Seperti sekarang saat jam istirahat semua siswa sibuk di kantin untuk mengisi perutnya.

Zian yang sudah duduk bersama teman-temannya menunggu pesanan mereka datang. Hingga akhirnya Nia datang mendekati meja Zian sambil membawa nampan berisi makanan yang Zian pesan.

"Ini Kak pesanan Kakak," seru Nia sambil memberikan makanan. Tapi lagi-lagi Zian pergi tanpa memakan sedikit pun makanan yang dibawa Nia.

"Gak usah khawatir biar gue aja yang makan semua ini," seru Gio yang memang si mata keranjang.

Nia pun memilih pergi setelah memberikan pesanan Zian tadi karena takut teman-temannya curiga kalau dia gagal.

Nia pun memilih bergabung kembali dengan teman-temannya untuk makan.

"Gimana dimakan sama kak Zian?" Tanya Desi.

"Tapi tadi Kak Zian kok pergi buru-buru gitu," seru Rika.

"Tadi Kak Zian mendadak sakit perut katanya tapi dia juga mau balik lagi kok secara dia kan belum makan juga," kilah Nia.

"Ternyata benar ya ini fix kak Zian emang suka sama lo."

"Kalian gak tahu aja kalau orang tua kita sudah menjodohkan gue sama kak Zian."

"Terus Kak Zian sama Anggie gimana?"

"ngomong-ngomong soal Anggie kok gue gak lihat Anggie ya akhir-akhir ini, kemana dia?" seru Rika.

"Iya gue juga gak lihat lagi kak Zian boncengan sama Anggie," tambah Desi.

"Kan sekarang kak Zian lagi deket sama Nia jadi gak mungkin kak Zian deketin Anggie lagi, iya kan Nia?" Nia hanya tersenyum.

"Kalau lo udah dekat sama kak Zian kenapa lo pernah dibonceng sama kak Zian," selidik Desi.

"Rumah kita gak searah makanya Zian gak bisa bareng sama aku," Nia mencari alasan supaya mereka percaya.

"Seharusnya kalau emang kak Zian suka apalagi lo udah dijodohin sama kak Zian apapun akan di hadapi tapi kok malah karena alesan gak searah aja lo pergi sendiri-sendiri, gimana sih."

Nia takut kalau kebohongannya akan terbongkar oleh teman-temannya hingga Nia pun pergi dengan alasan mau pergi ke toilet.

"Gue mau ke toilet dulu ya," Nia pun pergi ke toilet menghindari pertanyaan dari teman-temannya agar tidak curiga dengan semua kebohongan Nia selama ini.

1
Abah Pnd
pasti jatuh miskin anggoro
Queen: pantas ya buat seorang tukang selingkuh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!