NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:260
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raungan tengah malam

Nun jauh dari tempat Mahendra berada hiduplah dua pasang kumpul kebo Maya Diana dan Anton Nugroho, setelah surat cerainya keluar dan masa Iddah nya usai ternyata Anton sang mantan partner kerja Mahendra yang laknat yang telah merebut istrinya itu tak juga menikahi Maya, tetapi hidup bersama tanpa ikatan nun jauh di kota kecil di Jawa Timur, dikota Patria ini keduanya ternyata membuka showroom mobil, termasuk mewah juga, dan ternyata si Anton ini licik sekali, modal yang dulu hutang di bank diatas namakan Mahendra ternyata itu bukan semata atas inisiatif mantan istrinya, Anton biang keladinya dan karena si Maya sudah di butakan oleh cinta dan janji janji manisnya akhirnya mereka bersekongkol menipu Mahendra.

Dan disinilah saat ini Maya yang seorang sarjana itu bekerja di sebuah kantor notaris sebagai seorang HRD yang gajinya juga cukup lumayan, dan pasangannya mempunyai showroom mewah bukankah jika di lihat sekilas mereka pasangan yang sangat sempurna?

Itu hanya anggapan orang, setelah cukup lama Maya jalani hidup bersama orang yang di pilihnya, ternyata lelaki berkulit putih dengan mata sipit ini yang di banggakan Maya karena status dan derajatnya lebih tinggi dari pria lokal, dia adalah seorang materialistis kelas kakap, dewa uang yang pelitnya tujuh turunan suka kdrt dan kasar, sungguh terbalik 180 derajat dari waktu perkenalan dulu yang lembut penuh perhatian dan tulus mencintai Maya, semuanya ternyata prettt.

Maya merenung dalam kantornya, titik airmata jatuh satu persatu, kerja kerasnya pun selama ini tak bisa masuk ke rekeningnya, semua harus masuk ke rekening suaminya dengan Maya yang hanya di jatah uang bensin bahkan untuk makan siang pun mentang mentang dikantornya sudah di sediakan makan siang Maya tak di jatah untuk hanya sekedar uang makan, tiba tiba dia ingat sang mantan, ternyata bedanya jauh sekali dia yang biasa dengan kenyamanan sekarang harus rela hidup di manfaatkan sampai separah ini, semua gara gara rasa yang tidak pernah bersyukur.

"Checill, apa kabar kamu nak, mas Hendra dimana kalian berada saat ini?" sesak sekali dada Maya, dan inilah hasil dari sebuah penghianatan.

Sore hari setelah Maya pulang dari kerja, di rumah kerjaan masih menumpuk, lelaki yang dulu Maya anggap seperti dewa Amor ini ternyata harus dilayani bak seorang raja, mandi harus air hangat makan harus di siapkan dan pasangannya pun harus siap menerima caci makinya, Maya masih kuat bertahan tapi entah sampai kapan?

Seperti sore itu Maya yang lagi capek²nya masih harus melayani sang raja yang baru bangun tidur siangnya di sore hampir magrib, dengan segala keberaniannya Maya menanyakan kapan dia akan ni nikahi dan di jadikan istri syahnya, dan hasilnya keributan besar dan ancaman yang paling menyakitkan bahwa dia mengatakan pernikahan itu tak pernah ada dan jika Maya sampai lari darinya maka semua foto² seronok Maya dan vidio mesum nya akan di unggah di internet.

"Aku punya kuasa dan aku punya uang aku punya bekingan orang penting, dan kamu? Apa kuasamu, jaman sekarang duit yang bicara, kamu benar tapi kamu miskin maka kamu tak akan menang". Ancamnya.

Sementara kehidupan Mahendra dan putrinya kini benar benar mulai stabil, dia di pecat dari PNS nya nggak masalah, rumahnya di sita bank demi membayar hutang mantan istrinya yang ternyata telah bersekongkol dengan selingkuhannya, sudah dia lupakan, nyatanya Allah masih memberikan jalan lain untuk bertahan hidup dan mencari rezeki selama kita sabar dan tawakal, dan sore ini tiba tiba ada utusan dari ustadz Khoiri yang meminta seseorang untuk sambung silaturahmi dan sang pemuka agama yang ternyata adalah Abi nya Zahira itu menghendaki Mahendra jadi menantunya, meskipun duda dengan anak satu sang ustadz tidak memasalahkan tentu saja itu atas permintaan Zahira karena kemarin dia melihat ada seorang gadis cantik kaya raya yang nyamperin rumah Mahendra, ternyata Zahira cemburu juga padahal si Kiara hanya anak kecil yang niatnya sama sekali bukan nyamperin Mahendra tetapi nyamperin Checil sahabat kecilnya.

Hendra bingung harus berkata apa, karena saat ini dia memang benar benar belum ingin memikirkan tentang perkawinan, traumanya sungguh dalam dan hampir tak pernah percaya lagi dengan yang namanya komitmen perkawinan.

Seorang wanita yang lugu polos di biayai sejak SMP sampai sarjana dengan berdarah darah kerja tak kenal siang malam saja tak mau berterimakasih dan mengkhianati nya apalagi anak seorang kyai besar dan masih gadis cantik jelita, tentu saja Hendra disamping tahu diri juga sangat minder, dia tidak akan pernah mengharapkan rembulan jatuh di tangannya, itu sangat mustahil.

Dengan segenap penyesalan dan perkataan yang sesopan mungkin Hendra menolak lamaran untuk dirinya, memakai bahasa yang sangat elegan agar mereka tidak kecewa akhirnya ustad Khoiri dan Zahira bisa menerima keputusan Mahendra.

"Maaf kan saya yang sebesar besarnya ustadzah Zahira, saya mohon dengan keadaan ini tetap izinkanlah putri saya diajar oleh ustadzah yang baik hati ini, karena mengingat si Checil sudah sangat cocok dengan cara ustadzah mengajar, jangan jadikan masalah ini sebagai pemutus tali silaturrahmi". Ucap Hendra suatu hari ketika Zahira mengantarkan Checil pulang sekolah.

"Saya tak akan picik seperti itu mas, saya akan bedakan mana urusan pribadi dan urusan profesionalisme, saya tahu mungkin masnya masih punya trauma masa lalu, tak semua orang mampu melupakan masa lalu mas, dan ku dengar dari checill mas telah di khianati oleh mamanya checill, tentu saja itu sangat sakit, makan saya yang malah terlalu impulsif menyatakan perasaan saya yang memang telah lama terpendam". Jawab si ustadzah cantik sambil tersenyum di balik masker nya.

Mahendra kaget dengan jawaban sang ustazah,si checill kok bisanya ngomong begitu, jawaban anak umur lima tahun yang sudah faham kata di 'khianati' darimana coba dia mendapatkan kosa kata itu, nanti Mahendra berjanji akan bicara dari hati ke hati dengan putrinya.

Tiba tiba Mahendra mendapat panggilan dari nomor yang tidak di kenal.

"Nomor siapa ini, takutnya spam atau nomor penipu, dijawab nggak ya, takutnya penting". Mahendra ragu atas panggilan itu, tapi karena merasa penasaran akhirnya panggilan itu di terimanya dengan mengucap salam.

"Hallo assalamualaikum, bicara dengan siapa ya dan ada sesuatu yang bisa di bantu?" kata Mahendra dia masih berfikir positif mungkin seorang klien yang perlu bantuan? Secara malam malam begini telephon padahal waktunya orang istirahat.

"Hallo" ulang Mahendra tetapi tidak ada jawaban padahal terdengar dari seberang telpon itu masih dalam keadaan on, berarti si penelpon masih dalam keadaan mendengarnya.

Mahendra ikut terdiam tak bersuara tapi tak juga menutup teleponnya, tiba tiba ada suara isakan tangis makin lama Masin intens dan akhirnya tangisan itu jadi meraung raung, Mahendra jadi takut sendiri, dia tak berfikir dengan nalarnya tapi malah berfikir apa mungkin kuntilanak malam malam telephone, Mahendra segera menutup sambungan teleponnya sambil merinding ngeri.

"apa mungkin kuntilanak mau melahirkan minta bantuan?" Mahendra jadi merinding sebadan badan.

😊😊😊😊

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!