NovelToon NovelToon
Ketulusan Yang Nyata

Ketulusan Yang Nyata

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:202
Nilai: 5
Nama Author: dtf_firiya

Freya Rodriguez seorang wanita cantik anggun dan dewasa dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria misterius yang dingin bahkan tak seorangpun tau kehidupannya dengan jelas. Pria itu bernama Pablo Xander seorang pria yang hidup sendirian setelah kakeknya meninggal, kakeknya menjodohkan dia dengan freya yang mau tak mau harus menurut karena kakeknya adalah kesayanganya.

_
Tanpa disadari mereka berdua telah saling mencintai satu sama lain setelah pertemuan pertama. Freya yang menerima semua kekurangan Pablo begitupun sebaliknya membuat mereka berdua sangat bahagia dengan keluarga kecilnya bersama dengan anak Pablo yang selama ini di rahasiakan dari publik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

True Love

Malam itu, New York seolah meredup demi memberikan ruang bagi keheningan di sayap utara mansion Xander. Dua hari telah berlalu sejak Freya resmi memindahkan seluruh hidupnya ke kediaman Pablo. Aroma cat baru yang samar di kamar Nael telah digantikan oleh wangi lilin aromaterapi sandalwood dan jasmine pilihan Freya yang kini meresap ke dalam dinding-dinding.

Malam kedua ini terasa berbeda. Jika malam pertama diisi dengan kelelahan setelah proses pindahan, malam ini atmosfer di dalam kamar utama terasa lebih intim, lebih berat oleh kesadaran bahwa mereka kini adalah satu kesatuan yang sah.

Freya berdiri di balkon kamar mereka, mengenakan jubah sutra panjang berwarna putih tulang yang jatuh lembut di lekuk tubuhnya. Ia menatap lampu-lampu kota yang berkelap-kelip di kejauhan, namun pikirannya tertuju pada pantulan bayangan Pablo di kaca pintu balkon.

Pablo baru saja selesai mandi. Ia keluar dengan hanya mengenakan celana kain hitam, rambutnya yang gelap masih setengah basah, menyisakan butiran air yang mengalir di dadanya yang bidang. Ia tidak langsung menghampiri Freya, melainkan berdiri sejenak di ambang pintu, memperhatikan istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara pemujaan, rasa tidak percaya, dan gairah yang tertahan.

"Kau akan kedinginan di luar sana," suara rendah Pablo memecah keheningan. Suaranya tidak keras, namun getarannya terasa hingga ke ulu hati Freya.

Freya berbalik, memberikan senyum tipis yang memikat. "Udara New York sedang baik malam ini, Pablo. Atau mungkin, aku hanya terlalu bersemangat untuk menyadari suhunya."

Pablo melangkah maju, langkah kakinya tidak bersuara di atas karpet tebal. Ia berdiri tepat di belakang Freya, jarak yang begitu dekat hingga Freya bisa merasakan panas tubuh suaminya. Pablo tidak langsung menyentuhnya; ia hanya menghirup aroma rambut Freya yang wangi seperti mawar liar.

"Dua hari," bisik Pablo di dekat telinga Freya. "Dua hari sejak kau resmi menjadi milikku sepenuhnya di rumah ini. Rasanya masih seperti mimpi yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan."

Freya berbalik dalam lingkaran lengan Pablo yang kini memagarinya di pagar balkon. Ia mendongak, menatap mata kelabu pria itu yang biasanya dingin dan tak tersentuh, namun kini melunak seperti lilin yang terbakar.

"Ini bukan mimpi, Pablo Xander," kata Freya lembut, tangannya naik untuk membelai rahang tegas Pablo yang kasar oleh sedikit jambang. "Aku di sini. Nael ada di kamar sebelah, tidur dengan nyenyak. Kita adalah keluarga sekarang."

Pablo menangkap tangan Freya, mengecup telapak tangannya dengan perlahan, seolah Freya adalah porselen yang bisa retak kapan saja. "Aku menghabiskan bertahun-tahun membangun dinding di sekelilingku, Freya. Untuk melindungi diriku, untuk melindungi Nael. Tapi kau... kau masuk tanpa mengetuk dan meruntuhkan semuanya hanya dengan satu senyuman."

"Karena aku tahu ada pria yang luar biasa di balik dinding itu," balas Freya. "Pria yang mencintai anaknya lebih dari nyawanya sendiri. Pria yang membuatku merasa aman meski seluruh dunia menentang kita."

Pablo menarik Freya lebih dekat, menyatukan kening mereka. Napas mereka memburu, bersatu dalam udara malam yang sejuk. "Malam ini, Hanya ada kau dan aku."

Pablo membimbing Freya kembali ke dalam kamar, menutup pintu kaca balkon dan menguncinya, seolah ingin memutus hubungan dengan dunia luar sepenuhnya. Pencahayaan di kamar itu temaram, hanya berasal dari lampu meja yang memberikan rona keemasan pada kulit mereka.

Ia membantu Freya melepaskan jubah sutranya, gerakannya sangat hati-hati dan penuh hormat. Saat sutra itu jatuh ke lantai, Pablo terpaku menatap istrinya. Bagi Pablo, keindahan Freya bukan hanya pada parasnya, tapi pada keberaniannya untuk menerima pria dengan masa lalu yang rumit sepertinya.

"Kau sangat cantik," gumam Pablo, suaranya kini serak oleh emosi.

Freya menarik tengkuk Pablo, memangkas jarak di antara mereka hingga bibir mereka bertemu. Itu bukan ciuman yang terburu-buru, melainkan ciuman yang dalam dan penuh kerinduan yang telah mereka pendam selama berbulan-bulan di bawah tekanan perjodohan dan rahasia keluarga.

Setiap sentuhan Pablo adalah sebuah janji. Sebuah janji bahwa ia tidak akan pernah membiarkan Freya merasa sendirian. Sebuah janji bahwa di dalam rumah ini, Freya adalah ratu yang sesungguhnya.

Kehangatan Sebuah Kepemilikan

Di atas tempat tidur besar yang kini terasa lebih hangat, mereka berbagi lebih dari sekadar kedekatan fisik.

Ada percakapan-percakapan kecil yang diselipkan di antara cumbuan—tentang harapan mereka untuk Nael, tentang rasa takut mereka, dan tentang betapa melegakannya perasaan tidak perlu lagi bersembunyi.

"Aku sempat berpikir kita tidak akan pernah sampai di titik ini," bisik Freya di sela napasnya, kepalanya bersandar di bahu Pablo yang kuat.

Pablo mengelus rambut Freya, jari-jarinya menelusuri garis punggung istrinya. "Aku akan membakar seluruh New York sebelum membiarkan seseorang membawamu pergi dariku, Freya. Kau adalah rumahku sekarang."

Malam itu, di bawah selimut sutra yang mewah, mereka menemukan satu sama lain kembali. Pablo menyadari bahwa selama ini ia hanya bertahan hidup, tapi bersama Freya, ia mulai benar-benar hidup. Freya pun merasakan hal yang sama; kekangan, banyak musuh keluarga Rodriguez tidak pernah memberinya rasa damai seperti yang diberikan oleh pelukan Pablo.

Menjelang dini hari, saat cahaya biru fajar mulai mengintip dari balik tirai, Freya tertidur lelap di dada Pablo. Pablo sendiri tidak tidur; ia terjaga hanya untuk memperhatikan ritme napas istrinya. Ia merasa sangat protektif.

Dia tahu bahwa esok hari pasti tantangan baru akan datang. Seperti persaingan bisnis, kehadiran Nael yabg tercium publik dan musuh dan juga Musuh yang mengincar Nael dan juga istri kesayangannya Freya.

Ia mengecup puncak kepala Freya dengan sangat lembut agar tidak membangunkannya. Di kamar sebelah, putra yang ia cintai sedang bermimpi indah, dan di pelukannya, wanita yang ia puja telah memberikan hatinya sepenuhnya.

Malam pertama yang sesungguhnya di mansion Xander bukanlah tentang kemewahan properti itu, melainkan tentang penemuan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kesederhanaan sebuah cinta yang jujur.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!