Freen yatim piatu, sangat cantik kehidupannya mengalami perubahan sejak pertemuannya dengan keluarga Cankimha.
sebagai rasa hormat dan berterimakasih kepada orang tua angkatnya, akhirnya freen bersedia di jodohkan dengan Becky amstrong, seorang terlahir special atau futa.
sementara Becky amstrong mau menerima perjodohan karena tidak ingin fasilitas yang di miliki di tarik oleh orang tuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ImFireGo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 01 Kenyataan yang menyakitkan
Mansion Mewah Becky
Terlihat pergerakan dari seseorang yang berada diatas tempat tidur, perlahan-lahan matanya mulai terbuka dan mengedarkan pandangannya kesegala penjuru.
pandangannya mulai jelas dan berhenti pada seseorang yang berdiri dengan kedua tangannya di lipat kedepan pandangan tajam dan terlihat telah siap untuk membunuh.
"Lain kali jika ingin mengakhiri hidupmu, lakukanlah ditempat yang jauh dan tidak terlihat oleh siapapun!".
"Jangan melakukannya didepan umum, itu sangat memalukan dan dapat menghancurkan reputasiku".
"Tidak perlu bertindak bodoh untuk menarik perhatianku, karena itu sama sekali tidak akan berpengaruh padaku". ucap tuan muda Becky amstrong tanpa perasaan
Freen mengerutkan alisnya, ia merasa suaminya saat ini sedang salah paham, sejak kapan dia ingin mengakhiri hidupnya?.
Bahkan terfikir pun tidak sama sekali, tetapi mengapa suaminya justru menuduhnya demikian?
Saat freen ingin menjelaskan pada suaminya, pelayan datang ke kamarnya.
Melihat kedatangan pelayan Becky memutuskan untuk keluar dari kamar freen dan masuk kedalam ruang kerjanya.
Bibi Maria terlihat bahagia saat nyonya mudanya sudah sadar.
"Nyonya muda, akhirnya anda sudah bangun, saatnya minum obat anda nyonya muda tetapi sebaiknya anda makan terlebih dahulu". ucap bibi maria
Freen segera bangun, dengan cepat bibi Maria membantunya.
"Terimakasih bi". ucap freen dengan suara yang lembut
" sama-sama nyonya muda, kenapa harus berterimakasih,ini sudah tugas dan kewajiban saya membantu Anda nyonya muda". jawab bibi Maria
"bibi...bolehkah aku bertanya sesutu hal padamu? ". tanya freen
"Tentu saja boleh nyonya muda, tidak ada hukum yang melarang nya". jawab bibi Maria sedikit bercanda
awalnya freen sangat ragu untuk bertanya, tetapi melihat suaminya yang tiba-tiba marah membuat freen jadi ingin tahu kejadian yang sebenarnya.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi padaku bi?". tanya freen serius
Bibi Maria terkejut dengan pertanyaan freen padanya, ia kemudian menghentikan aktivitas nya dan melihat sejenak kearah nyonya muda nya.
" kenapa bibi ragu untuk bicara? katakan saja apa adanya karena aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi". ucap freen
"sebenarnya nyonya muda...anda melompat dari tebing kedalaman 10 meter yang berada di danau, dan untung saja ada nona Jennie yang melihat aksi anda, sehingga nona jennie segera memberitahukan pada tuan muda". jawab bibi maria
"Apaa...aku melompat? ". tanya freen berharap ia salah dengar ucapan bibi maria
" benar nyonya muda, karena nona jennie yang memberitahukan sehingga anda segera di selamatkan". jawab bibi maria
"ya Tuhan...licik sekali perempuan itu,
jelas-jelas dia yang ingin mencelakai aku dengan mendorongku dari atas tebing saat aku sedang menyendiri dan menikmati keindahan alam di area danau". Bathin freen
"dan sekarang sepertinya dia mengarang cerita seakan-akan aku yang ingin mengakhiri hidupku". Ucap freen dalam hatinya
Bibi Maria kemudian mendekati nyonya muda, dengan membawa mangkok yang berisi bubur.
"Anda harus makan dulu nyonya muda, setelah itu anda harus minum obat yang dokter berikan".
Freen melihat bibi Maria dan mengangguk kecil.
"Terimakasih bibi...aku ingin makan sendiri saja dan anda boleh melanjutkan pekerjaan yang lainnya". ucap freen kemudian mengambil mangkok yang di pegang oleh bibi maria
Bibi Maria menahannya dan kemudian menggeleng.
" saya saja nyonya muda, anda masih lemah, biarkan saya yang merawat anda". ucapnya tulus
"it's okay bibi...biar aku saja yang melakukannya". jawab freen
"Apa anda yakin nyonya muda, sebaiknya saya saja dan saya akan menemani anda disini". bibi maria tidak tega jika membiarkan nyonya muda mengurus dirinya sendiri
"Tidak perlu bi, saya bisa melakukannya sendiri". tegas freen membuat bibi maria tidak dapat melakukan apapun
Bibi Maria mengerti dan akhirnya menyerah.
"Kalau begitu saya akan kembali melanjutkan pekerjaan saya nyonya". ucap bibi maria dan freen tersenyum padanya
Setelah itu bibi Maria berjalan ke arah pintu tapi langkahnya terhenti saat panggilan freen padanya.
"Bibi...apakah anda dapat menceritakan semuanya padaku?". tanya freen sebab dia merasa masih ada yang mengganjal di hatinya
Bibi Maria kembali menghampiri nyonya muda dan menempatkan diri di samping tempat tidur nyonya muda.
Freen melihat bibi maria dan menggenggam tangannya.
"Aku ingin mengetahui semuanya secara detail bi, apakah kau bisa membantuku? ". tanya freen
Bibi Maria kemudian mengangguk, dan mulai menarik nafasnya dan membuangnya secara perlahan
"Saat itu anda menjatuhkan diri dari tebing yang sangat tinggi nyonya dan beruntunglah ada nona Jennie yang melihat". bibi maria mulai menceritakan
"Jennie....". ulang freen
" benar nyonya". jawab bibi maria
Flashback on
Tidak ada siapapun yang menemani freen saat ia berjalan keluar dari gedung menuju kearah tebing untuk menghindari kedekatan jennie dengan Becky.
freen tidak ingin terbakar cemburu dan terluka dengan interaksi mereka berdua.
Bahkan dalam acara penting ini kehadirannya yang selalu menempel pada suaminya membuat freen sangat cemburu tentunya.
Jennie melihat kepergian freen dan mengikutinya dari belakang, lalu menghampiri freen yang sedang berdiri menutup matanya di pinggir tebing.
"Kalau aku jadi kamu lebih baik pergi dari pada kehadiranku tidak di anggap ada oleh tuan muda". jennie memprovokasi freen
Freen membuka matanya, karena merasa terganggu dengan kehadiran seseorang
"Untuk apa kamu mengikuti aku, pergilah aku tidak ingin di ganggu olehmu, dan satu lagi berhentilah mengganggu ku nona jennie". ucap freen dingin
Jennie tersenyum dan melangkah mendekati freen.
"Apa kau fikir semudah itu mengusirku freen, nyonya muda yang malang". jawab jennie
Freen melihat kearah Jennie dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Kalau begitu biar aku saja yang pergi". ucap freen melangkah pergi
Jennie menahan dan menghalangi langkah freen dengan senyum smirk
Freen melihatnya dengan kesal, karena sebenarnya freen sudah sangat muak menghadapi Jennie.
"Apalagi yang kau mau jennie? Katakan padaku tidak puaskah kamu selalu memfitnahku atas segala yang tidak pernah aku lakukan". tanya freen dengan sedikit meninggikan suaranya
Jennie tersenyum pada freen dan mendekat tepat di telinga kiri freen.
"Sebenarnya cukup mudah saja freen, pergilah dan menjauh dari hadapanku tuan muda Becky amstrong". jawab Jennie
Freen sudah dapat menebaknya, karena dari awal keberadaan Jennie tentu freen merasakan aura kegelapan.
"Kenapa aku harus menjauh dari suamiku? Becky amstrong secara sah adalah suamiku dan kamu ada hak apa memerintahku? ". jawab freen
"Bukankah selama ini kamu yang selalu datang dan mengusikku bukan? jadi sangat jelas siapa yang harus pergi".tegas freen
" nona Jennie...aku tahu selama ini kamu mencintai Becky suamiku dan menginginkannya bukan?".ucap freen to the point
" Karena itu kamu selalu mengusik pernikahan kami dengan cara seolah-olah aku yang ingin mencelakai kamu, agar Becky membenciku". amarah freen memuncah seketika
Jennie tertawa terbahak-bahak, tentu saja mentertawakan freen.
"Pernikahan...HAHAHA...
apakah Becky menganggapmu sebagai istri? jangankan menganggap istri, keberadaanmu saja tidak di inginkannya". jawab Jennie
"Bahkan waktunya tuan muda selalu dia habiskan bersamaku". ucap Jennie bangga
Freen menelan ludahnya, ia kemudian menarik nafas dan mulai berbicara lagi pada Jennie.
" memang aku akui kami di jodohkan, dan perlakuan tuan muda Becky amstrong padaku memang kasar, itu karena kamu yang jadi pemicunya". ucap freen
"dengar nona Jennie...mungkin dulu aku memang bodoh dan takut untuk menunjukkan kebenaran, sehingga kau bebas menindasku".
" tetapi sekarang dan detik ini juga aku katakan padamu bahwa kau tidak bisa lagi mengprovokasi aku lagi".
"Jika kamu ingin tuan muda Becky amstrong mencintaimu dan menikah denganmu, buatlah dia menceraikan aku bukan malah memfitnahku". ucap freen pelan namun dalam
"Aku sudah tidak mencintai Becky lagi dan tidak ingin mempertahankan pernikahan kami, tetapi tidak mudah untuk melakukannya dan kamu tahu kan bagaimana keluarga besar Chankimha dan Amstrong menginginkan pernikahan ini?".
"JADI BERHENTI MENCELAKAI DIRIMU HANYA UNTUK MEMBUAT BECKY MEMBENCIKU, SEOLAH-OLAH AKU YANG JAHAT PADAMU". Teriak freen tepat di mukanya Jennie
Jennie yang merasa bahwa freen sudah mulai pintar dan memahami situasi sulit, yang dulu terjadi padanya dan di ciptakan oleh Jennie.
Dengan sengaja jennie mendorong freen dari tebing dengan ketinggian sepuluh meter berharap freen tidak akan bisa selamat
Freen yang tidak menyadari pergerakan Jennie yang tiba-tiba sehingga tidak dapat menghindarinya.
sehingga tubuhnya terdorong dan terjun bebas dari atas tebing, freen pasrah dan menutup matanya.
Bug!
Ackhhhhh
Tubuh freen jatuh dan membentur batu-batu besar dibawah dan terpental hingga kedalam laut.
Freen masih sedikit memiliki kesadaran sehingga ia dapat merasakan tubuhnya yang sakit akibat benturan keras tersebut.
Saat terseret air laut freen berusaha untuk bertahan dan mencoba berenang.
Tetapi tubuhnya terlalu lemah, freen perlahan menutup matanya dan menerima takdirnya.
Freen mengingat sangat jelas bahwa Jennie yang melakukan ini padanya.
Saat freen membuka matanya ia mendapati sebuah ruangan yang tertata dengan rapih dan elegan serta dihadapannya ada seseorang yang menatapnya dengan dingin.
"Lain kali jika ingin mengakhiri hidupmu, lakukanlah ditempat yang jauh dan tidak terlihat oleh siapapun!".
"Jangan lakukan didepan umum, itu sangat memalukan dan menghancurkan reputasiku".
"Tidak perlu bertindak bodoh untuk menarik perhatianku, karena itu sama sekali tidak akan berpengaruh padaku". ucap Becky tajam tanpa mendengarkan penjelasan freen
Flashback off
______________
Next Bab--->>>