NovelToon NovelToon
Bos Hyper Itu Mantanku

Bos Hyper Itu Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Kehidupan di Kantor / CEO / Romantis / Mantan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kinamira

"Jika Bos mengajak kamu berhubungan apa kamu bersedia?" "Berhubungan?""Berhubungan intim. Itu adalah salah satu syarat diterima kerja di sini.""Hah?" Lily Gabriella tak pernah menyangka tempat ia melamar pekerjaan karyawan kecil dan bergaji besar tak ada bedanya dengan orang-orang yang dibayar menyenangkan pelanggannya.
Meski tau persyaratan itu, mau tak mau ia harus menerima demi biaya pengobatan ibunya. Namun dalam sekejap ia langsung menyesal saat tau mantan kekasihnya Axton Fernando adalah bos Hyper itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinamira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Setelah beberapa menit. Lily yang telah rapi dengan pakaiannya. Meski bukan lagi seragam kebersihan. Namun, wanita itu kembali bekerja, membersihkan sofa tempat Axton menghabisinya tadi.

Tidak ada satu lembar tisu pun di sana. Karena semua ditumpahkan pada pakaian dan tubuhnya. Hanya beberapa bercak cairan di sofa yang berusaha dibersihkan.

Axton hanya diam, memangku wajahnya memperhatikan setiap gerak-gerik Lily.

Satu hal terakhir, Lily membawa kantung sampah ke troli alat kebersihannya.

Wanita itu kemudian berbalik menatap Axton. "Semuanya sudah selesai, Pak! Saya pamit dulu," ucap Lily dengan formal, layaknya atasan dan bawahan.

Axton tak menjawab, membuat Lily berbalik dan hendak pergi. Namun, baru saja ia menyentuh troli. Axton mengeluarkan suara.

"Kamu marah?"

Lily mencengkram troli, hembusan nafasnya kasar menandakan emosi. Wanita itu kemudian berbalik, melihat tatapan tenang dan lembut Axton.

"Aku mau marah, tapi itu hanya buang tenaga. Aku tidak bisa melawanmu," ucapnya.

"Aku marah, karena aku tidak mau berhubungan apapun lagi denganmu. Dan aku bertahan di sini, demi uang, demi memenuhi kebutuhan keluargaku."

Lily mengambil nafas lalu menghembuskan nya dengan helaan panjang. Lalu melanjutkan, "sekali lagi Axton. Tidak ada alasan untuk membuatku tetap mencintaimu. Hatiku terlalu hancur."

Lily kembali terdiam beberapa saat, melihat ekspresi Axton yang mulai tak tenang, dan menahan emosi. Ia lalu menyampirkan anak rambutnya ke belakang telinga, melirik sekilas tempat mereka tadi.

"Aku memang menikmati setuhanmu tadi. Tapi, bukan karena masih ada cinta. Tapi, karena aku wanita dewasa. Siapapun laki-laki itu, pasti aku merasakan hal yang sama," ucap Lily menatap Axton yang bola matanya sudah bergetar, dan memerah.

Namun, ekspresi Axton yang sudah berubah tak enak itu, tak menghentikannya untuk tidak berucap. "Jika itu terjadi lagi. Itu hanyalah formalitas tanpa perasaan!" sahut Lily penuh penekanan.

Setelah mengatakan itu, Lily kembali berbalik, dan melanjutkan mendorong trolinya tanpa ada panggilan dari bosnya sekaligus mantan kekasihnya itu.

Axton menatap kepergian Lily, hingga punggungnya menghilang dari pandangan. Hembusan nafasnya keluar kasar.

"Aku yang terlalu berharap," gumamnya kemudian memukul meja, sebagai pelampiasan sesaatnya.

**

Lily mendorong troli melewati puluhan karyawan yang sedang bekerja. Saat-saat ia melangkah, salah satu karyawan memanggil.

"Eh Hay, cleaning service, tempat sampahku sudah penuh. Tolong di ganti," pintanya.

Lily menoleh, langsung mengangguk. Ia menarik selembar kantung sampah yang baru. Lalu mengambil sampah yang sudah penuh.

Baru saja memasang kantung sampah yang baru. Tiba-tiba rambutnya dicengkeram kuat membuat Lily meringis.

"Dasar. Dari mana saja kau menghilang tiga jam hah!" bentak Maria menarik rambut Lily hingga wanita itu mendongak menatapnya.

"Lepaskan!" sentak Lily menepis tangan Maria dengan pukulan kuat.

"Aww ...." Ringis Maria.

"Berani sekali kau memukulku!" Lanjut Maria dengan suara menyentak.

"Kau yang memulai!" balas Lily sewot.

Maria membulatkan mata menatapnya tajam. "Itu karena kau hilang tiga jam bodoh!" Maki Maria berkacak pinggang.

Lily terdiam, dengan mata membulat kaget. "Tiga jam? Artinya dua jam lebih ... akh, Axton sialan!" batin Lily menggeram, tak menyadari waktu yang dihabiskan sia-sia.

"Pantas saja tubuhku rasanya hancur," batin Lily.

"Malah diam. Apa mulutmu itu tidak berguna!" Lanjut Maria memaki, lalu tatapannya tertuju pada leher Lily yang penuh dengan tanda hisapan, membuatnya membulatkan mata tak terima.

"Dengan siapa kamu menghabiskan waktu hah? Pak Axton? Kau menggodanya hah!" bentak Maria langsung mendorong tubuh Lily hingga tersungkur di lantai.

Seseorang menyahut, memberikan teguran pada Maria. "Bisa tidak sih, bicaranya santai saja, dan jangan main kasar begitu."

Maria langsung menatapnya dengan tajam, dengan suara menyentak ia membalas. "Apa hah?! Berani menegurku! Lupa siapa aku hah!" ucapnya sembari berkacak pinggang.

"Hanya salah satu diantara tumpukan wanitanya Pak Axton sudah sombong. Dasar," ucap yang lainnya sinis, membuat Maria semakin naik pitam.

"Tunggu saja kau. Tunggu aku adukan ke Pak Axton!" teriak Maria menunjuk karyawan itu.

Lily menepis tangan Maria membuat wanita itu menatapnya penuh amarah.

"Kau berani melawanku hah?" ucapnya.

Lily bersedekap dada, menatap Maria dengan delikan jengkel. "Apa sih kau yang banggakan sudah tidur dengannya? Merasa statusmu naik? Padahal kau hanya salah satu boneka yang ia mainkan," sahutnya dengan sinis.

"Sialan!" teriak Maria mengangkat tangannya, mengayunkan ingin memukul namun segera ditepis Lily, kemudian Lily mengayunkan tangan lainnya, mendaratkan di pipi Maria dengan kencang.

Maria menyentuh pipinya. Matanya membulat menatap Lily. "Kau berani menamparku?"

"Tentu saja, untuk orang arogan sepertimu. Lagi pula itu balasan kamu sudah mendorongku!" Ucap Lily dengan tegas.

"Uhhuuyy, gas terus," celetuk karyawan yang menyaksikan.

"Hajar, biar nggak sombong lagi. Mumpung kalian sama-sama wanita pak Axton," celetuk yang lainnya, membuat Maria menatap mereka dengan emosi.

Lily menanggapi. "Aku bukan wanitanya. Hanya orang bodoh yang ingin bersama dengan pria yang tidur banyak wanita," sahut Lily tegas yang membuat suasana seketika hening.

"Wow, berani sekali bilang begitu, seolah kau tidak tidur dengannya," sahut Chloe berdiri dari tempat kerjanya, berjalan ke arah Lily dan Maria berada.

Lily menyinggung senyumnya. "Aku tidur dengannya, tidak untuk bersamanya. Dan aku tidak bangga sama sekali!"

"Oh wow," ucap Chloe bertepuk tangan, namun memperlihatkan senyum mengejek.

"Kau hanya cleaning service dilirik oleh Pak Axton, bos besar kita yang bisa mendapatkan puluhan miliar dalam setahun yang tak akan pernah kau capai seumur hidup. Kau tidak bangga pernah memadu kasih dengannya? Kau tidak tertarik? Wow ... munafik sekali," tutur Chloe sinis.

"Hey, sudahlah. Tidak semua orang seperti kita yang menginginkan Pak Axton," celetuk Ciara ikut menampakkan diri dari obrolan itu.

"Diam saja Ciara. Kamu mah enak setiap hari dipanggil Pak Axton," sahut Chloe dengan ketus.

Ciara mengedikkan bahu santai. Memangku wajahnya menatap Lily. "Tapi, aku rasa melawan Lily itu salah, sangat salah," ucapnya membuat Lily menoleh padanya.

Ciara tersenyum manis, menarik alisnya menatap Lily.

"Salah? Dia hanya orang rendahan. Jangan terlalu memujinya Ciara," sahut Chloe sinis.

Lily menghela nafas kasar, menatap Chloe dan Maria yang memberinya tatapan sinis.

"Aku tidak tertarik dengannya. Jangan memasukkan aku ke dalam list saingan kalian," ucap Lily dengan tegas.

"Benar-benar minta dipukul!" dengkus Maria.

"Kau baru satu kali, dan bisa saja tidak akan pernah lagi. Untuk apa kami memasukkanmu dalam list saingan," balas Chloe ketus.

"Baguslah," tanggap Lily, kemudian membungkuk mengambil sampah yang berceceran.

Saat ia sedang memungutinya, tiba-tiba kaki Chloe bergerak cepat menginjak jemarinya.

"Aww!" ringis Lily.

Chloe menggesek kakinya, membuat Lily semakin menjerit, dengan santai Chloe menyahut. "Maka dari itu, aku tidak takut menghabisimu, dan Pak Axton tidak akan masalah."

1
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki nya masih terbungkus rapat, kek nasi uduk karet dua🤣🤣🤣🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
gemeesshh sama lily, ga mau jujurrrr
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
see maria.. masih yakin kah kamu yg ada di hati axton😒🤭
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
yg ada lily tambah jijik ax liat kamu sama ciwik2 murahan itu😒
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
rencana mu salah ax.. pertama2 tuh cari tau ada apa dgn lily di masa lalu, kedua singkirkan manusia yg kt nya ayah mu itu, karena dy biang korek eehh kerok nya😒 baru kamu kejar lagi cinta lily, bukan kamu yg memaksa lily utk tunduk sama kamu 😤😤😤
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki baru😓
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
iisshhh lanjut ga thooorr 😒🔨🔨🔨🔨
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
ada apa dgn klrga axton n masa lalu axton lily ya🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
wkwkkk.. poor chloe.. senjata makan tuan
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
masih bertanya-tanya, siapa leon🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
apa ini ya, kok ambigu🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!