NovelToon NovelToon
Negosiasi Di Ranjang Musuh

Negosiasi Di Ranjang Musuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Selingkuh / Menikah dengan Musuhku / Romansa
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: chrisytells

​Alicia Valero adalah ratu properti Madrid yang tak tersentuh—hingga ia mencium aroma pengkhianatan di balik kemeja suaminya, Santiago. Alih-alih meratap, Alicia memilih jalur yang lebih panas: balas dendam total. Ia akan merebut kerajaan Solera Luxury Homes dan menghancurkan Santiago.
​Namun, demi memenangkan perang ini, Alicia harus bersekutu dengan iblis: Rafael Montenegro.
​Rafael, pesaing suaminya yang kejam dan memikat, adalah bayangan gelap yang selalu mengincar kehancuran Solera. Ia memiliki tatapan yang menjanjikan dosa dan sentuhan yang bisa membakar segalanya.
​Alicia Valero kini menari di antara dewan direksi yang kejam dan pelukan rahasia yang terlarang. Persekutuan berbahaya ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi tentang gairah yang menyala di atas tumpukan pengkhianatan.
​Dalam permainan kekuasaan, siapa yang akan menjadi korban? Apakah Alicia bisa mengendalikan serigala itu, ataukah ia akan menjadi mangsa berikutnya dalam kehancuran yang paling manis dan mematikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chrisytells, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12 : Tarian Publik dan Harga Keterpurukan

Acara amal tahunan di Museo del Prado malam itu adalah perhelatan paling penting di kalender sosial elite Madrid. Ini bukan hanya tentang seni; ini adalah panggung kekuasaan.

Alicia Valero melangkah masuk, bergandengan tangan dengan Rafael Montenegro. Gaun haute couture Alicia berwarna hijau zamrud, kontras sempurna dengan setelan tuksedo hitam Rafael. Tetapi yang paling menarik perhatian adalah kilauan dingin cincin warisan Montenegro di jari Alicia, yang menjadi bintang utama tabloid malam itu.

Mereka adalah pasangan yang tak terhindarkan, sepasang predator yang telah mengklaim wilayah mereka. Keintiman yang mereka tunjukkan di depan umum terasa sangat nyata, hasil dari negosiasi gairah yang intens di belakang pintu tertutup.

Seorang reporter mendekati mereka. “Nyonya Valero, apakah pertunangan Anda dengan Tuan Montenegro memperkuat sinergi Solera dan Montenegro Group?”

Alicia tersenyum, menyandarkan kepalanya sedikit ke bahu Rafael—sebuah gerakan yang meluluhkan hati para penonton.

“Pertunangan ini memperkuat masa depan, bukan hanya sinergi, Nona. Kami adalah satu visi. Kami tidak punya waktu untuk drama murahan atau tuduhan tak berdasar. Kami disibukkan dengan pembangunan perumahan sosial dan Proyek Ibiza.”

Rafael menambahkan, suaranya dalam dan penuh janji. “Kisah kami bukan tentang drama masa lalu, tetapi tentang fondasi yang kuat. Kami ingin masyarakat Spanyol tahu: bahwa kami serius. Dalam bisnis, dan hidup kami."

Narasi yang mereka bangun berhasil: mereka adalah pasangan yang ambisius, stabil, dan jauh melampaui drama Gardenia Putih yang disajikan Isabel.

Di sudut ruangan yang remang-remang, Santiago dan Isabel berdiri, diasingkan oleh lingkaran sosial yang kini memilih untuk memihak pada kekuasaan baru. Mereka tidak diundang secara resmi, tetapi Don Mateo, yang masih menyimpan dendam, berhasil menyusupkan mereka.

Isabel mengenakan gaun yang dulu mewah, tetapi kini terasa putus asa. Ia menyaksikan tarian publik Alicia dan Rafael dengan mata membara.

“Lihatlah dia, Santiago,” bisik Isabel, mencengkeram lengan Santiago erat-erat. “Dia terlihat sangat bahagia. Aku tahu itu palsu! Itu semua bohong! Mereka tidak saling mencintai! Mereka hanya mencintai panggung dan sorotan kamera!”

Santiago menatap Alicia. Kehancuran menghantamnya dengan keras. Alicia tidak hanya tampak bahagia; ia kini tampak hidup. Gairah yang diisyaratkan cincin itu adalah pengkhianatan terbesar.

“Namun dia berhasil, Isabel. Dia mengubah cincin itu menjadi senjata yang lebih kuat daripada Yayasanmu,” kata Santiago, suaranya serak.

“Tapi aku yang bicara tentang ancaman kehamilan! Itu harusnya membuat publik melawannya!” protes Isabel, merasa putus asa.

Saat itu, seorang kolumnis sosial terkenal, Clara, mendekati mereka. Clara adalah corong yang biasanya berpihak pada moralitas.

“Nona Isabel,” sapa Clara, nadanya dingin dan tidak ramah. “Aku baru saja menerima laporan, media kini membalik narasi. Kami mendapatkan banyak laporan dari sumber anonim tentang rekam jejak Anda. Mereka mempertanyakan mengapa Anda begitu gigih menolak Cielo Alto, padahal Alicia Valero menjanjikan 50% keuntungan untuk perumahan sosial. Klaim kehamilan yang belum terbukti itu kini terlihat seperti drama murahan untuk menutupi niat Anda yang sebenarnya.”

Pukulan itu telak. Isabel tidak hanya kalah secara emosional; ia kini kehilangan status sebagai 'santa' di depan media.

“Itu bohong! Alicia yang menyebarkan itu!” seru Isabel, air mata sudah menggenang.

“Mungkin benar. Tetapi Nyonya Valero dan Tuan Montenegro sedang sibuk berinvestasi jutaan. Sementara Anda, Anda dituduh melakukan pencurian data dan menyebarkan rumor kehamilan palsu. Mana yang lebih mudah dipercaya, Nona Isabel? Kejahatan yang didanai dengan baik, atau drama yang didanai dengan keputusasaan?” Clara pergi, meninggalkan Isabel dan Santiago dalam kekalahan total.

Isabel ambruk, mengatur napasnya yang kini terasa berat. “Aku tidak bisa lagi, Santiago! Aku tidak bisa menghadapi ini! Aku benci dia! Aku benci ja**ng itu!!”

“Dia memenangkan perang ini, Isabel. Bukan dengan uang, tapi dengan kedisiplinan,” bisik Santiago. “Dia adalah wanita yang tidak akan pernah kau mengerti.”

Santiago menatap kembali ke arah Alicia, yang tertawa lepas di samping Rafael. Untuk pertama kalinya, Santiago tidak merasakan amarah, melainkan penyesalan yang mendalam. Ia tidak kehilangan istrinya; ia kehilangan masa depannya.

Di tengah keramaian, Alicia merasakan tatapan Santiago. Ia tahu pesan telah tersampaikan.

“Kau melihat wajahnya, Rafael?” bisik Alicia.

“Wajah Santiago? Dia terlihat seperti mayat yang baru saja menyadari bahwa ia sudah meninggal,” jawab Rafael.

“Dan wanita gardenia putih?”

“Maksudmu, Isabel? Terlihat seperti pahlawan drama yang gagal mendapatkan penonton. Kau telah menghancurkannya, Alicia. Kemenangan ini adalah milikmu.”

Rafael meraih tangan Alicia di bawah meja, ibu jarinya membelai cincin itu.

“Aku harus bertanya, Alicia. Apakah semua power-play ini—cincin, acara amal, tawa ini—membuatmu merasa lebih hidup?” tanya Rafael, suaranya serius, hanya untuk didengar Alicia.

Alicia mendongak, matanya bertemu dengan mata Rafael. Ia melihat gairah yang ia kenal, tetapi juga kerentanan yang jarang terlihat—kekhawatiran bahwa ia mungkin hanya menggunakan Rafael sebagai alat.

“Aku merasa hidup,” aku Alicia, berbisik. “Aku merasa kuat. Tapi aku juga merasa lelah, Rafael. Aku lelah menjadi CEO yang kejam di depan mereka, dan kemudian mencoba menjadi sesuatu yang lain di depanmu.”

“Kau tidak perlu menjadi sesuatu yang lain. Kau hanya perlu menjadi jujur di depanku,” balas Rafael. “Kau kejam di sini, dan kau liar di ranjang. Keduanya adalah dirimu. Jangan pernah memisahkannya.”

Rafael memimpin Alicia menjauh dari kerumunan, menuju koridor yang sepi.

“Aku merasa bersalah,” bisik Alicia, bersandar ke dinding. “Aku menggunakan cincin ini, dan aku berbohong tentang perasaan kita, tetapi saat aku melihat kehancuran mereka, aku merasa… puas. Apakah itu buruk?”

“Itu manusiawi. Kau wanita yang membalas rasa sakit hatimu, bukan seorang malaikat. Aku mencintai pembalas dendam yang kejam. Jangan pernah meminta maaf untuk itu,” kata Rafael, tangannya membelai pipi Alicia.

Rafael menciumnya, bukan ciuman pertunjukan yang menuntut perhatian publik, tetapi ciuman yang mendalam, pribadi, dan meyakinkan. Ciuman yang mengatakan: Aku adalah tempat amanmu, bahkan dari kekejamanmu sendiri.

“Kita harus menjaga penampilan. Karena mulai sekarang, kita bukan hanya partner bisnis, tetapi kita adalah sepasang kekasih dimata masyarakat Spanyol. Tapi aku butuh janji, Rafael,” kata Alicia, napasnya terengah.

“Janji apa?”

“Jika kau menciumku di depan umum seperti itu, jangan tinggalkan aku dengan perasaan setengah-setengah. Malam ini, aku ingin kau membuatku lupa bagaimana rasanya menjadi CEO selama enam jam ke depan. Aku ingin kekejamanmu hanya tertuju padaku, sebagai bentuk cinta.”

Rafael tersenyum, matanya gelap dengan hasrat. “Tuntutan yang tinggi. Tapi aku suka negosiator yang tahu apa yang mereka inginkan.”

Mereka meninggalkan acara lebih awal, meninggalkan desas-desus. Mobil Rafael membawa mereka kembali ke suite Ritz.

Di dalam, Alicia dengan cepat melepas gaun zamrudnya. Ia tidak ingin lagi memainkan peran. Ia ingin menjadi wanita yang liar, yang hanya dikenal oleh Rafael.

“Aku sudah terlalu lama berada di bawah kendali,” bisik Alicia, matanya menantang Rafael. “Aku ingin kau mengambilnya. Tunjukkan padaku bahwa aku aman di tanganmu.”

Rafael merespons dengan dominasi yang intens, tetapi di dalamnya ada kelembutan yang hanya ia tunjukkan kepada Alicia. Ciuman mereka adalah klaim, tuntutan, dan pemujaan. Mereka menggunakan gairah untuk membersihkan semua ketegangan, drama, dan kebohongan yang mereka mainkan sepanjang hari.

Saat power-play mereka mencapai klimaks, Alicia menjerit, namanya Rafael terucap.

“Aku bukan CEO sekarang!” seru Alicia, berjuang melawan sentuhan Rafael yang membuatnya menyerah.

“Tidak, kau adalah ratu malam ini,” balas Rafael, suaranya serak. “Dan aku adalah abdimu yang paling setia.”

Keesokan paginya, saat Alicia terbangun, cincin itu masih ada di jarinya. Ia melihat Rafael tertidur di sampingnya, damai, tetapi memancarkan kekuatan.

Alicia tahu, ia kini berada di tengah Kontrak Ganda: di depan publik, ia adalah CEO yang bertunangan; di depan Rafael, ia adalah mitra yang setara dalam gairah. Dan kemenangan atas Santiago, terasa manis dan panas.

1
🦊 Ara Aurora 🦊
Kk mampir yuk 😁
🦊 Ara Aurora 🦊
Alicia kasihnya 😢😢
(Panda%Sya)💸☘️
Semangat terus ya thor💪
🟡nadinta
oh my god, Alicia. Perempuan mahallll
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
cerita bagus gini yg nge like kok cm sdkt ya. minim typo, aq suka. semangat thor 💪💪💪
chrisytells: Makasih, kakak🙏
Harapan aku, makin banyak lagi yg baca karya aku🤗
Kalau boleh aku minta bantu promosi juga, wkwk 🤭😄
Rajin² tinggalkan komentar ya, kak😍
total 1 replies
BiruLotus
lanjut thor
d_midah
Rafael, pilis jangan jadi pria jahat😭
d_midah
jangan gitu dong Rel🥲
Tulisan_nic
Pembalasan yang elegan sekali Alicia,aku suka tipe wanita sepertimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!