NovelToon NovelToon
Kembar Beda Sifat

Kembar Beda Sifat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / CEO
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ropha M.P

Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.

Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kilat Belati di Balik Kegelapan

Terlihat kumpulan orang-orang seperti pasukan dan suara tawa seseorang memenuhi ruangan.

" Hahaha tidak ada yang bisa menghalangi keinginan ku " Ucap seseorang sebut saja pemimpin pasukan tersebut

Sedangkan Arkana yang lainnya masih memantau, sebenarnya Arkana bisa saja melawan mereka namun sekarang karena ada Elzia di sisinya jadi sangat sulit untuk ia tinggalkan apalagi perempuan

Sedangkan Elzia, ia sangat gugup karena hanya mereka berdua apalagi Arkana menggenggam tangannya. Ia sedikit salah tingkah dengan perlakuan Arkana

Disisi lain tempat Ruangan yang sama Eliza menatap dingin sekumpulan orang didepannya

Sebenarnya bisa saja ia menghabisi mereka namun karena ada ayahnya dan yang lain jadi ia memilih untuk diam saja karena identitasnya tidak ada yang tau.

Dor.. Dor.. Dor...

" Kita harus cepat bertindak sebelum terjadi sesuatu yang tidak di inginkan " Ucap Deon lewat alat komunikasi

"Pengawal telah tiba lebih baik kita keluar dari tempat persembunyian" Ucap Rayan kenapa mereka menunggu para pengawal sebab mereka tak ada yang membawa senjata

Arkana dan yang lainnya keluar dari tempat persembunyian termasuk Elzia dan Eliza

" Heh ternyata masih ada orang " Ucap laki-laki tua sambil menggunakan topeng merah

" Kenapa pak tua apakah kau kaget karena kami tidak seperti yang lainnya " Ucap Dimas sinis

" HEIII JAGA UCAPAN MU SI*LAN AKU MASIH BELUM SETUA ITU BA*GSAT " Maki pria itu sambil menunjuk kearah dimas

" Jangan teriak-teriak pak tua nanti kau bisa serangan jantung tiba-tiba dan langsung meninggal di tempat kan tidak lucu, karena disini tidak ada keluarga mu" Ucap Dava dengan senyum mengejek

" Cih aku tak berpenyakit yang kau ucapkan " Ucapnya Remeh lalu ia tak sengaja menatap Elzia dan Eliza yang berada di samping Arkana

" Wah-wah ternyata disini juga ada wanita cantik aku tak menyadari bahwa ada dua gadis cantik " Ucapnya menatap Eliza dan Elzia penuh nafsu

" Jaga pandangan mu" Dingin Eliza cukup membuat pria itu terkejut saat bersitatap langsung dengan Eliza

" Hahaha bagaimana kalo kita main bersama nona-nona " Ucap pria itu sambil menjilati bibirnya yang cukup menjijikkan dimata Elzia sedangkan Eliza semakin menatap dingin pria itu

"Kurasa kau sudah bosan dengan matamu" Ucap Eliza dingin dengan tangannya berada dikantung celananya sedangkan Arkana dan yang lainnya hanya diam saja menonton perdebatan pria tua itu dan Eliza, bukan karena mereka tak ingin membantu hanya saja menunggu waktu yang pas untuk bergerak.

" Hahaha nona cantik kau tak perlu marah-marah bagaimana kalo kita bermain supaya kau tidak marah lagi " Ucap pria tua itu sambil menatap tubuh Elzia dan Eliza padahal baju kedua gadis itu tidak ada yang terbuka keduanya sama-sama menggunakan Gaun yang tertutup

wush

Jelbbb

"AAKKHHHHH MATAKU!!"

terikan cukup melengking ditelinga mereka masing-masing, mereka melihat pria yang tadi begitu sombong kini sudah menutupi kedua matanya dengan tangan nya dan berbarangan juga darah yang mengalir keluar dari matanya.

Sedangkan Arkana dan yang lainnya cukup terkejut dan melirik ke arah Eliza yang tenang dan tak ada ekspresi tegang diwajahnya.

' Gerakan yang sangat cepat ' batin kelima pemuda melirik ke arah Eliza yang masih menepuk-nepuk tangannya seolah tangan berdebu.

" TUNGGU APALAGI SERANG MEREKA TERUTAMA GADIS SI*LAN ITU AAKKKHHHH MATAKU " Teriaknya sambil menutup matanya. Sedangkan pasukan yang bersama pria tua itu tadi mereka mulai menyerang Arkana dan yang lainnya

Bug! Bug! Bug!

Krek... krek... krek...

Dor! Dor! Dor!

Pasukan tersebut mulai tumbang satu per satu.

Beberapa menit kemudian

Suara napas terengah-engah dan rintihan kesakitan menjadi musik latar di ruangan yang kini kacau balau itu. Puluhan musuh sudah terkapar tak berdaya di lantai, sementara Arkana hanya berdiri tenang sembari merapikan jam tangan atau kerah jaketnya yang sedikit bergeser. Tidak ada luka berarti di tubuhnya.

Pandangan tajam cowok itu beralih pada pria tua yang kini gemetar di sudut ruangan, terkunci oleh tatapan mematikan Arkana.

"Bawa pria tua ini ke markas," perintah Arkana dingin pada para pengawal yang dikirim oleh ayahnya.

"Baik!" sahut mereka serempak, langsung bergerak cepat menyeret target tanpa ampun.

Sedangkan orang-orang yang pingsan tadi sudah mulai sadar

" Lebih baik kalian semua pulanglah untuk beristirahat dan acaranya akan dilanjutkan besok " Ucap MC memberi pengarahan pada orang-orang

Arkana dan yang lainnya masih berunding masalah yang tadi sedangkan untuk Eliza, Elzia dan ayahnya sudah pulang ke hotel untuk beristirahat

" Kami akan membantu membersihkan kekacauan ini " Ucap Deon mewakili yang lainnya

" Terima kasih para tuan muda yang sangat ingin membantu tapi lebih baik para tuan muda pulang lah saja untuk beristirahat lagi pula para tuan muda pasti sangat kelelahan karena perkelahian tadi " Ucap salah satu pelayan laki-laki disana

" Ya tuan muda lagi pula kami di sini sangat banyak jadi para tuan muda tak perlu khawatir tentang ini" Ucap satu pelayan laki-laki lagi

" Baiklah kalo begitu kami akan kembali ke penginapan jika memang tidak ada masalah yang serius " UCap Dava sedangkan pelayan itu hanya mengangguk

Arkana dkk meninggalkan gedung pesta itu menuju penginapan lagi pula mereka mulai mengantuk

 

Pagi hari nya Elzia masih saja di dalam mimpinya tanpa menghiraukan sekitar

Sedangkan Eliza ia sudah bangun sejak tadi sekarang ia hanya duduk di balkon tempat penginapan sambil meminum secangkir kopi ea kopi wkwk lanjut.

" Sampai kapan dia menyembunyikan semuanya " Guman Eliza dingin sambil menatap ke arah luar

" Apa yang menyembunyikan? " Tanya Elzia khas orang bangun tidur

" Tidak ada "jawabnya sedangkan Elzia mendengus kesal lalu ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri

__________________________________

Jarum jam baru menunjukkan pukul tujuh pagi, namun Arkana dan keempat sahabatnya sudah bersiap dengan setelan rapi mereka. Pesta pertemuan konglomerat yang sempat kacau balau tadi malam terpaksa dijadwalkan ulang pagi ini. Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keamanan, mereka tidak boleh kecolongan untuk kedua kalinya.

Setibanya di lokasi, atmosfer mewah langsung menyambut mereka. Alih-alih Mengantre seperti tamu biasa, kelimanya melangkah tegap melewati barisan ketat petugas keamanan. Tanpa pemeriksaan, tanpa interogasi. Para penjaga justru menunduk hormat, membukakan pintu lebar-lebar karena sudah sangat mengenali siapa Arkana dan kawan-kawannya.

Begitu kaki mereka melangkah masuk ke dalam aula megah itu, pandangan tajam kelimanya langsung menyebar, memindai setiap sudut ruangan yang mulai dipenuhi para petinggi bisnis.

" Apakah pagi ini akan ada kekacauan lagi? " Tanya Dava di sela perjalanan

" Kurasa tidak sejak kapan penjahat mainnya siang bolong yang ada dia akan ketahuan kecuali dia membayar orang lain untuk menjalankan kejahatannya " Jawab Deon seadanya

Sedangkan yang lain hanya mengangguk paham

Disisi Arkana ia terlihat sedang senyum-senyum sendiri tapi senyum tipis jadi tak terlalu keliatan. Entah apa yang membuat kulkas satu ini bisa tersenyum sendiri

" Selamat datang kembali para tuan muda " Ucap para pelayan menyambut kedatangan mereka. Sedangkan arkana dan yang lainnya hanya mengangguk

Beberapa jam kemudian...

Pesta itu sudah berakhir dan Arkana serta para sahabatnya sudah mulai siap-siap untuk pulang ke Indonesia begitu juga dengan Elzia mereka akan melakukan penerbangan ke Indonesia

_________________________________________

Kini mereka sudah sampai di Indonesia Elzia dan keluarganya juga langsung menuju mansion karena beberapa hari lagi akan ada acara pernikahan Bara dan Arumi

Elzia langsung menuju kamarnya setelah selesai membersihkan diri ia melihat chattan dari dua sahabat nya

" Hari minggu pernikahan papa akan dilaksanakan gak sabar banget " Guman Elzia lalu langsung tidur menuju alam mimpi

Berbeda dengan Eliza saat ini gadis itu sedang melihat laptopnya entah apa yang terlihat di sana. Setelah beberapa menit mengamati sesuatu yang di laptopnya ia berdiri dari kasurnya kemudian mengambil jaket kulitnya kemudian berjalan keluar dari kamar jam sudah menunjukan pukul 00:45 ia berjalan menuju garasi kemudian mengambil motornya dan mendorong nya supaya tidak terlalu berisik setelah keluar dari pagar ia langsung melajukan kesuatu tempat. Memang gak ada capeknya yak wkwkw

1
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Ropha M.P: terimakasih kak telah menyempatkan diri membaca cerita aku, jangan lupa di like ya kak biar makin semangat nih buat cerita nya😍
total 1 replies
aytysz
Semangat yaa kak! kalau kakaknya ada waktu luang, boleh dong berkunjung ke profil ku .. di sana ada cerita sederhana yang mungkin kakaknya suka ♡
anggita
like👍 iklan☝, tiap bab cukup panjang juga🤔.👌oke lah😊.
Ropha M.P: hehe Terima kasih Kak, jangan lupa like ya kak biar makin semangat aku Update😍🙏
total 1 replies
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!