NovelToon NovelToon
Taktik Cantik Sang Tunangan

Taktik Cantik Sang Tunangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Wanita Karir / Pelakor jahat / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Fantasi Wanita
Popularitas:151
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Fiora Gabriela adalah definisi nyata dari kesempurnaan. Sebagai putri tunggal dari dinasti bisnis raksasa, kecantikan dan kekuasaannya adalah mutlak. Namun, ada satu hal yang belum bisa ia taklukkan: hati Galang Dirgantara, pria dingin yang menjadi tunangannya demi aliansi bisnis keluarga mereka.
Bagi Galang, Fiora hanyalah wanita arogan yang terbiasa mendapatkan apa pun dengan uang. Ia menutup hati rapat-rapat, sampai akhirnya ia bertemu dengan Mira—seorang gadis dari kalangan bawah dengan hidup penuh kemalangan. Sosok Mira yang rapuh membangkitkan sisi protektif Galang yang belum pernah terlihat sebelumnya. Galang mulai berpaling, membiarkan rasa iba itu tumbuh menjadi cinta yang mengancam status Fiora.
Namun, Galang lupa satu hal. Fiora Gabriela bukanlah wanita yang akan menyerah begitu saja dan menangis dalam diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

makan malam dan kejadian tak terduga

Fiora mengemudikan mobilnya membelah jalanan Jakarta dengan perasaan yang luar biasa ringan. Radio mobil yang biasanya memutar lagu galau, kini berganti menjadi lagu cinta yang ceria.

Sesampainya di rumah, ia melangkah masuk dengan senyum yang tidak luntur sedikit pun.

"Behhh... Cece sumringah banget!" seru bibik pembantu rumah tangga yang sudah lama bekerja di sana saat menyambut kedatangan Fiora.

"Hahaha! Iya, Bik! Aku diajak makan malam sama Galang di rumahnya!" jawab Fiora dengan mata berbinar-binar. Saking senangnya, Fiora mencium pipi bibik itu dengan sayang, sudah menganggapnya seperti ibu sendiri.

Mama yang baru keluar dari ruang tengah langsung terheran-heran melihat tingkah putri tunggalnya itu. "Kenapa kamu, Fi? Kayak seneng banget sampai bibik dicium-cium gitu?"

"Aku mau makan malam di rumah Galang, Ma! Undangan resmi dari Om Dirga juga!" Fiora memeluk Mamanya sebentar sebelum berputar-putar layaknya penari balet.

Mama tersenyum melihat semangat Fiora yang kembali pulih setelah kemarin pulang dengan muka coreng-moreng arang. "Yaudah, kalau gitu dandan yang cantik dong. Jangan sampai memalukan. Pakai gaun yang paling bagus, mama bantu pilihkan?"

"Nggak usah, Ma! Fiora udah tahu mau pakai apa. Pokoknya malam ini Fiora harus jadi bintangnya!" seru Fiora sambil berlari menuju kamarnya di lantai atas.

Di Dalam Kamar Fiora...

Fiora langsung membuka walk-in closet-nya yang luas. Ia mengambil sebuah gaun berwarna emerald green (hijau zamrud) yang sangat elegan namun tetap memberikan kesan seksi yang sopan. Ia juga sudah menyiapkan perhiasan berlian simpel yang akan melengkapi penampilannya.

"Lihat aja nanti, Galang. Kalau tadi di kantor kamu udah berani peluk aku, malam ini aku bakal bikin kamu lupa gimana caranya napas pas liat aku," gumam Fiora penuh percaya diri sambil mulai memoleskan skincare di wajahnya.

Ia pun mengirim pesan singkat ke grup The Circle:

"Gais, malam ini target terkunci. Doakan 'Operasi Permaisuri' berjalan lancar!"

Jojo dan Vanya langsung membalas dengan rentetan emoji api dan sorakan semangat. Fiora siap untuk menunjukkan kelasnya di depan keluarga Dirgantara malam ini.

Fiora menuruni tangga dengan sangat anggun. Gaun yang ia pilih benar-benar membalut tubuhnya dengan sempurna, memancarkan aura kelas atas yang sulit dibantah.

"Da, Mama!" pamit Fiora sembari melambaikan tangan.

"Hati-hati, Sayang. Jaga sikap ya!" jawab Mama dengan senyum bangga.

Di depan gerbang rumah keluarga Gabriela, mobil mewah Galang sudah terparkir rapi. Galang berdiri bersandar di pintu mobil, tampak sangat tampan dengan kemeja formal yang pas di tubuh tegapnya. Begitu Fiora melangkah keluar, Galang mematung. Matanya menyisir penampilan Fiora dari ujung rambut hingga ujung kaki tanpa berkedip.

"Malam, Pak Galang," sapa Fiora dengan senyum manis yang penuh percaya diri.

"Malam," jawab Galang sembari segera membuyarkan lamunannya. Ia berdeham kecil, mencoba menetralkan detak jantungnya yang tiba-tiba berpacu cepat.

"Cantik..." gumam Galang sangat lirih, hampir tak terdengar oleh siapa pun kecuali dirinya sendiri.

Fiora yang melihat reaksi Galang hanya tersenyum simpul di dalam hati. Ia tahu rencananya berhasil. Saat Galang membukakan pintu mobil untuknya, ponsel di saku jas Galang bergetar. Galang melirik layar ponselnya—itu dari Mira.

Galang sempat ragu untuk mengangkatnya, namun ia melihat Fiora sudah duduk manis menunggunya. Ia memutuskan untuk mengabaikan getaran itu. Nanti saja, jangan sekarang, batin Galang sambil memasukkan kembali ponselnya ke saku dan masuk ke kursi pengemudi.

Malam ini, Galang memacu mobilnya menuju rumah orang tuanya. Suasana di dalam mobil terasa hangat, jauh berbeda dari biasanya. Fiora tahu, malam ini adalah panggungnya, dan ia tidak akan membiarkan "debu jalanan" mana pun merusak momen ini.

Suasana makan malam di kediaman Dirgantara terasa begitu hangat. Begitu masuk, Fiora langsung disambut dengan pelukan oleh Mama Galang.

"Permisi... Malam, Tante, Om," sapa Fiora dengan senyum paling anggun.

"Ayo sini, masuk. Duduk di sini, Nak Fio," ajak Mama Galang dengan antusias.

"Makasih, Tante Mama," jawab Fiora sopan.

Sambil menikmati hidangan mewah, Mama Galang bertanya, "Fiora, apakah kamu bisa masak?"

"Sedikit, Tante Mama. Dari kecil sampai sekarang Bibik di rumah sabar banget ngajarin aku masak," jawab Fiora rendah hati.

Papa Galang tertawa bangga. "Tuh, liat Galang! Calon istri kamu memang pintar, paket lengkap."

Uhuk! Uhuk! Galang tersedak mendengar kata 'calon istri' dari papanya. Namun, suasana hangat itu seketika pecah saat ponsel Galang yang berada di atas meja berdering keras. Nama MIRA terpampang jelas.

"Sebentar Ma, Pa, Fiora... ada urusan kantor, aku angkat telepon dulu," pamit Galang sembari menjauh dari meja makan.

"Hallo, Mira? Kenapa?" tanya Galang dengan nada khawatir yang tidak bisa disembunyikan.

"Tolong... tolong aku! Aku dibuntuti orang yang mau perkosa aku! Sekarang aku emmm—" Pip! Panggilan terputus secara sepihak.

Wajah Galang pucat pasi. Ia kembali ke meja makan dengan terburu-buru. "Ma, Pa, Fio... ada hal penting, aku harus keluar dulu!"

"Galang, ada apa?" tanya Papa Galang dengan dahi berkerut, merasa tidak sopan meninggalkan tamu di tengah makan malam.

Fiora yang sudah bisa menebak ini adalah taktik Mira, tidak tinggal diam. Ia segera berdiri. "Tante, Om, biar saya yang menyusulnya bersama Galang."

Fiora mengejar Galang sampai ke garasi. "Pak Bos Galang, ada apa?!"

"Mi—Mira bahaya! Dia dalam bahaya!" seru Galang panik sambil membuka pintu mobil.

"Bahaya apa? Ada apa sebenarnya?" tanya Fiora dengan nada menyelidik.

"Ada orang jahat... pokoknya bahaya!" Galang sudah menyalakan mesin.

"Saya ikut!" tegas Fiora sambil memegang pintu mobil.

"Jangan! Bahaya!" bentak Galang.

"Pokoknya saya ikut! Kalau Bapak nggak ijinin, saya bakal bilang ke Papa kamu kalau kamu pergi demi asisten itu di tengah acara keluarga kita!" ancam Fiora telak.

Galang mendengus frustrasi, namun ia tidak punya pilihan. "Cepat masuk!"

Mobil mewah itu pun melesat keluar dari rumah Dirgantara pada Minggu malam. Fiora duduk di samping Galang dengan pikiran yang berputar cepat. 'Bagus, Mira. Kamu mau main drama bahaya? Kita lihat siapa yang akan menang di akhir sandiwara ini,' batin Fiora penuh dendam. Malam ini benar-benar menjadi awal perang terbuka bagi Fiora.

Galang memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menembus kegelapan malam, matanya terus terpaku pada pelacak lokasi di ponselnya [1]. Mobil itu akhirnya berhenti di depan sebuah rumah tua yang sangat sepi, terpencil, dan dikelilingi semak belukar.

"Tolonggggg!" Suara jeritan Mira terdengar melengking dari dalam rumah.

Galang sudah bersiap membuka pintu mobil, namun Fiora menahan lengannya dengan kuat. "Jangan Galang! Tunggu dulu, bisa jadi ini jebakan!"

"Jebakan apa Fio? Jelas-jelas itu suara Mira!" bentak Galang yang sudah dibutakan oleh rasa iba. Ia tak menggubris peringatan Fiora sama sekali.

"Terserah!" seru Fiora kesal, namun ia tetap ikut turun karena khawatir.

Galang mendobrak pintu tua itu hingga terbuka lebar. Di dalam, cahaya remang-remang menunjukkan Mira yang terikat di kursi dengan keadaan memprihatinkan, dikelilingi tiga orang pria berbadan besar.

"Lepaskan wanita itu!" teriak Galang.

"Siapa kau? Berani-beraninya masuk ke tempat kami!" salah satu preman itu maju dengan tatapan mengancam.

Galang langsung memasang posisi bertarung dan menghajar mereka. Fiora, meski kesal dengan Mira, tetap tidak tega melihat sesama wanita dalam bahaya. Ia segera berlari menghampiri Mira yang terikat.

"Tenang Mira, tenang. Saya lepaskan..." bisik Fiora sambil berusaha membuka ikatan tali yang kuat itu.

Namun, di saat Fiora fokus membantu, salah satu pria yang lepas dari jangkauan Galang mengendap-endap di belakangnya. Brakk! Punggung Fiora digebuk menggunakan kayu balok dengan sangat keras.

"Aaakhh! GALANG!" teriak Fiora kesakitan sebelum akhirnya pandangannya gelap dan ia ambruk ke lantai. Mira sendiri sudah jatuh pingsan karena syok.

Melihat Fiora terluka di depan matanya, Galang mengamuk. Amarahnya memuncak hingga ia menghajar ketiga preman itu bertubi-tubi tanpa ampun sampai mereka tersungkur tak berdaya.

Dengan napas memburu, Galang menghampiri kedua wanita itu. Ia tampak panik melihat keduanya tak sadarkan diri. Ia segera merogoh ponselnya dan menelepon sahabatnya. "Bro, bantuin gue! Ke sini sekarang juga, gue kirimin alamatnya!"

Galang menatap Fiora dengan rasa bersalah yang mendalam. Ia tak menyangka Fiora yang tadinya ia anggap manja justru berkorban membantu Mira sampai dia sendiri yang terkena imbasnya. Pada hari Minggu ini, Galang sadar bahwa tunangannya memiliki hati yang jauh lebih tulus dari yang ia kira.

Teman Galang datang tepat waktu dengan beberapa anak buahnya untuk mengamankan lokasi. Galang tidak membuang waktu; dengan sisa tenaga dan napas yang memburu, ia segera menghampiri kedua wanita itu.

Namun, ada sesuatu yang berbeda di mata Galang kali ini. Meski Mira yang memulai drama ini, pandangan Galang justru tertuju pada Fiora yang tergeletak pucat. Galang dengan lembut menggendong Fiora lebih dulu, membawanya dengan sangat hati-hati ke dalam mobil.

"Maaf... maaf karena saya, kamu harus jadi seperti ini," bisik Galang lirih tepat di telinga Fiora yang masih tak sadarkan diri.

Setelah sampai di rumah sakit pada malam  itu, Fiora segera dilarikan ke kamar VIP. Tak lama kemudian, keluarga besar Gabriela dan Dirgantara datang dengan wajah penuh kecemasan. Galang hanya bisa terduduk lemas di kursi tunggu dengan keadaan gelisah, kemeja putihnya berantakan dan terkena noda debu.

"Galang! Bagaimana putri saya?!" tanya Mama Fiora dengan suara bergetar menahan tangis.

"Maaf Tante... maafkan Galang," ucap Galang sambil menunduk dalam, tak berani menatap mata calon mertuanya.

Mama Fiora mengusap air matanya dan mencoba tegar. "Sudah, tak apa. Kita berdoa saja ya agar Fiora baik-baik saja."

Melihat kekacauan itu, Papa Galang, Om Dirga, menghampiri putranya. Ia menarik Galang ke sudut lorong yang sepi. Tatapan Om Dirga sangat tajam dan kecewa.

"Galang, Papa tahu semuanya. Fiora terluka karena kau berusaha membantu gadis itu, bukan?" tanya Om Dirga dengan nada rendah namun menekan. "Lihat sekarang! Anak Om Baskoro terbaring di sana gara-gara keteledoran kamu!"

Galang menggeleng pelan, mencoba membela diri. "Papa jangan salahkan Mira. Ini salahku, aku yang tidak waspada."

Om Dirga mendengus sinis. "Terserah kamu, Galang. Tapi ingat satu hal: jika terjadi sesuatu yang buruk pada Fiora, jangan harap Papa akan memaafkanmu, apalagi mengizinkan gadis itu ada di sekitar kita lagi!"

Galang terdiam membisu. Di dalam hatinya, ada rasa bersalah yang berkecamuk. Ia melirik ke arah pintu kamar VIP tempat Fiora dirawat, lalu beralih ke bangsal biasa tempat Mira berada. Untuk pertama kalinya, Galang merasa bimbang tentang siapa yang sebenarnya tulus berada di sisinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!