namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata pasangan laknat
Sore hari sesampainya Kiara dan Checilia tiba di rumah ternyata Mahendra belum sampai juga di tempat tinggal om Jo, kemudian Kiara mengajak bocil imut itu ke kamarnya dan sekaligus memandikannya, terdengar suara gaduh di ruang tamu ternyata si kakek ganteng lagi kegirangan karena putri tersayangnya pulang untuk menjenguknya.
"Kak karina". Gumam Kiara, checill yang seperti pernah mendengar nama tersebut jadi kepo ingin tahu.
"Siapa Kak Kia". Tanya si checill.
"Kak karina itu kakaknya kak Kia ,putri kesayangan kakek ganteng mu". Jawab Kia ngasal, tapi membuat checill bertanya dalam hati.
"Seperti nya namanya sama dengan Tante cantik yang di seret seret tadi". Batin checill
setelah selesai mandi Kiara dan Checilia sudah harum dan wangi, checill dengan baju piyama cantiknya warna pink kembaran dengan yang di pakai Kiara, sungguh benar benar seperti kakak beradik sampai baju dan sandalnya pun sama persis, bedanya hanya Kia belum pake hijab tapi checillia tetap dengan hijab mungilnya .
Sesampai di ruang tamu Kiara langsung memeluk sang kakak karena memang sudah hampir enam bulan Kirani tidak menjenguk ayahnya karena kesibukannya, dan dia sudah menyelesaikan pendidikan akhirnya, otomatis semua perusahaan akan segera di hibahkan ke sang putri sulung mengingat ayahnya sudah tua dan sakit sakitan.
"Mbak karin, kangen deh mana mas Devan?" tanya Kiara.
"Mbak juga kangen, dia masih ada di mobil tuh masih terima panggilan telephon, ee adik cantik kita tadi ketemu kan ya?" Sapa Karina setelah sadar dan tahu ada si kecil yang tengah bengong menatapnya.
Sementara itu checill hanya tersenyum dan mengangguk sambil nemplok bergelayutan di tangan Kiara.
"Siapa dia Kia?" tanya Karina dan Kiara menjelaskan bahwa dia adalah teman kecilnya yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri,anak dari tabib yang sedang mengobati ayahnya, kemudian om Jo menjelaskan kini kesehatannya sudah banyak berubah, kaki sudah mulai bisa di gerakkan sudah mulai bisa berdiri meski belum bisa melangkah, Karina jadi penasaran ingin kenalan dengan tabib yang menurut Daddy nya sangat hebat itu ,mungkin bisa memberikan obat atau solusi agar dia bisa punya keturunan misalnya, mengingat pernikahannya dengan Devan Rajendra laki laki keturunan India jodoh pilihannya itu sampai di usia pernikahan yang ke lima belum juga di beri keturunan.
Mereka akhirnya ngobrol dengan santai dan akrab, Karina juga sangat menyukai sikap dan pribadi dari bocil ini yang menurut nya sopan dan ceria serta cerdas sekali mengingat apapun yang ditanyakan oleh orang di sekelilingnya dia mampu menjawab dengan tepat.
Sementara Mahendra yang masuk kerumah mewah itu seperti biasa dia tak membawa motornya ke dalam rumah tapi dititipkan di tempat satpam pos depan, dia masuk seperti biasa dan di lihatnya ada sebuah mobil expander warna hitam bergoyang goyang seperti ada yang sedang beraktifitas di dalamnya, Mahendra yang biasanya tidak terlalu kepo itu jadi ingin tahu karena tak seperti biasanya, dan mobil ini selama dia bekerja di tempat om Jo baru pertama kali Mahendra melihatnya.
Mahendra mengendap endap seperti maling ayam takut ayamnya berteriak, samar dia mendengar suara laki-laki dan perempuan ada di dalam.
"Mas Devan, kapan perkawinan kalian berakhir, aku sudah tidak sabar menunggunya, aku sangat cemburu melihatmu bersama istrimu itu". Suara si cewek.
"Sabar lah sayang, kurang sedikit lagi aku bisa menguasai segalanya, setelah semua jatuh ke tanganku, kita lari bersama, kita nikmati semua hartanya si tua bangka Jonathan itu". Jawab sang lelaki.
"Kamu masih terus memberikan ramuan itu kan, jika kamu rutin memberikannya niscaya si Jo itu akan segera mampus menyusul istrinya". Suara lelaki itu lagi membuat Mahendra yang mendengarnya sungguh merasa sangat terkejut dan tak percaya, ternyata penyakit om Jo ada yang menghendaki, pantas saja si checill dulu pernah bilang bahwa kakek gantengnya di ikuti perempuan dengan mata melotot, firasat bocil itu sungguh nyata adanya.
Dengan terus berciuman dan menuntaskan hasratnya kedua makhluk pezina itu saling memuaskan satu sama lain selayaknya sepasang kekasih yang telah lama tak bertemu, Mahendra tak sanggup lagi mendengar desahan dan kecupan dari suara itu, dia langsung ngacir ke dalam dan di dapatinya semua orang lagi berkumpul mengerumuni checillia yang lagi bercerita random, setelah mendengar celotehan yang menurut penghuni rumah itu lucu mereka tertawa terbahak bahak termasuk Karina yang saat ini sudah mandi dan ganti baju, tak ingat lagi dimana saat suaminya berada, itu tidak penting.
Kemudian Karina yang mendengar ucapan salam dari Mahendra menjawab salam tersebut lalu menoleh kearah si duda ini, Karina tertegun seperti dia pernah melihat wajah pria ini sebelumnya, tapi karena tak ingin di bilang sok akrab, Karina memendam rasa penasarannya.
"Ayah... Lihat baju checill cantik kan, seragam sama punya nya kak Kia". Checill dengan bangga memamerkan baju barunya sementara Hendra hanya tersenyum, checillia Salim pada ayahnya lalu mencium tangan ayahnya dan memeluknya, Karina merasa sangat terharu dia membayangkan seandainya dia mempunyai anak, pasti hidupnya akan bahagia meski suaminya sangat pencemburu dan suka kdrt berhubung Devan adalah suami pilihan orang tuanya sendiri maka apapun yang terjadi Karina harus rela diperlakukan seperti apapun asal tidak di duakan, padahal rasa cemburunya hanyalah kedok untuk menyembunyikan rencana licik yang telah di susun rapi.
"Dari mana saja sayang, lama banget nelpon nya?" tanya Karina pada Devan suaminya, Hendra menoleh ke arah suara itu suara yang tadi persis yang di dengar dalam mobil expander hitam, tak jauh dari Devan berdiri masuklah Ririn, Hendra melongo tak percaya bahwa yang di dengar dan di lihatnya tadi kedua makhluk laknat ini?
"kenalkan ini tabib yang sedang mengobati Daddy, mas Hendra kenalkan ini suamiku Devan". Ucap Karina.
Kedua laki laki tampan yang satu bermata bulat berkulit gelap dengan lelaki tinggi jangkung berkulit kuning Langsat dengan bibir penuh hidung mancung itu saling bersalaman, Hendra merasakan aura gelap menyelimuti muka Devan lelaki keturunan India yang memang berkulit gelap ini.
Mahendra kemudian naik ke lantai atas untuk memijat dan mengobati om Jo, tak seberapa lama Ririn datang membawa teh dalam gelas keramik kesayangan om Jo, setelah menyediakan minumannya Ririn kembali turun ke bawah, tinggal lah kini Mahendra dan om Jo.
"Om sudah lama minum teh ini?" tanya Mahendra.
"Sudah lama Hendra, bahkan almarhum istriku dulu selalu minum ini setiap hari, karena ini adalah ramuan ginseng dan obat obatan dari Korea Ririn yang memperkenalkan, ada efeknya kok nyatanya setelah minum teh ini badan enteng dan segera tidur nyenyak ". Om Jo memberikan penjelasan tentang efek dari ramuan yang di minumnya.
Hendra yang mendengan obrolan dua penghianat ini merasa harus menyelidiki kandungan apa yang ada di dalamnya, Hendra tak mau gegabah dengan menceritakan apa yang di dengarnya tadi ketika dua orang saling beradu peluh sambil ngobrol membicarakan sebagian dari rencana busuknya.
******