Kisah perjalanan cinta gadis tomboy yang di jodohkan dengan seorang pria yang ternyata seorang ketua mafia bernama Leonathan Nugroho. Dia adalah putra pertama dari pasangan Shandy Nugroho dan Merlin Syafira. Nathan itu terkenal dengan kekejamannya di dunia hitam. Bahkan dia juga sering di juluki dengan sebutan king dragon.
Gadis tomboy itu bernama Seinara horison dia adalah anak kedua dari Ardi horison dan Adelia Rasya. Seinara mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Abraham horison. Abraham lebih memilih untuk membangun bisnisnya sendiri di luar negeri. Sehingga dia jarang punya waktu untuk keluarganya, namun dia sangat menyayangi adik semata wayangnya yaitu Seinara. Apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan sang adik, sepeti saat mendengar Seinara akan di jodohkan. Abraham adalah orang pertama yang menentang keras rencana tersebut. Namun apalah dayanya, dia tidak bisa mengubah keputusan kedua orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nita mengadu
Esok paginya, Seinara berjalan menuju ke ruang makan. Ternyata Nathan sudah ada di sana, dia sedang duduk sambil menikmati sarapan. Seinara segera menyapanya, namun Nathan hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Pagi...!" sapa Seinara pada Nathan.
"Dih nyebelin banget sih! Orang tinggal jawab aja kok" gerutu Seinara dalam hati yang kesal mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya.
Di tengah kekesalannya, tiba-tiba Nita datang dengan gaya centilnya.
"Pagi tuan...!" sapa Nita dengan centilnya.
Nathan juga menjawab sapaan Nita dengan anggukan kepala, membuat Nita sedikit kesal.
"Eh, ada nyonya juga ternyata. Kok nyonya hari ini terlihat lebih seger, apa mungkin gara-gara kejadian semalam?" tanya Nita mencoba mencari gara-gara.
"Apa maksud kamu?" tanya Seinara segera sambil menghentikan suapannya.
"Ups... Maaf nyonya, kelepasan" ucap Nita.
"Iya apa maksud kamu bicara seperti itu pada Istri saya?!" tanya Nathan tegas pada Nita.
"Maaf tuan, semalam saya melihat nyonya bertemu dengan pria lain di luar" jawab Nita dengan hati-hati.
Nita sangat takut jika Nathan marah, namun dia sudah merencanakan sejak semalam. Jadi memutuskan untuk melanjutkan rencananya itu.
" Pria lain? Apa maksud kamu ngomong seperti itu?!" tanya Seinara yang mulai terpancing emosi.
"Lihat deh tuan, semalam aku lihat sendiri. Kalau nyonya sedang makan malam sama seseorang di cafe" ucap Nita sambil memberikan handphone miliknya pada Nathan.
Nathan pun menerima handphone tersebut, lalu melihat foto-foto yang ada di sana. Merasa tak dianggap, Seinara pun kesal pada kedua orang itu.
"Oh, jadi begini cara kamu memperlakukan saya di rumah ini!" ucap Seinara sambil menghentikan sarapannya.
"Kan saya hanya memberikan fakta pada tuan saya! Biar nggak terus di bohongi kamu!" tegas Nita.
"Maaf ya tuan Nathan, bukannya anda sudah sepakat untuk tidak mengganggu hidup masing-masing? Terus apa yang sudah anda lakukan sekarang? Kenapa Anda menyuruh dia untuk membuntuti saya?!" tegas Seinara kesal.
"Ekhem... Iya saya memang sudah janji sama kamu, dan saya nggak mungkin mengingkarinya!" jawab Nathan tegas.
"Dan kamu Nita! Siapa yang suruh kamu untuk mengikuti istri saya?!" Bentak Nathan pada Nita.
"Tapi tuan, saya hanya ingin membantu tuan..." jawab Nita manja.
"Saya nggak butuh bantuan kamu! Saya masih bisa melakukannya sendiri!" tegas Nathan.
"Cukup...! Saya nggak mau lihat drama kalian lagi. Lagian semalam saya makan malam bersama kakak saya, bukan orang lain. Bukannya tuan Nathan juga sudah pernah ketemu sama kakak saya?" ucap Seinara tegas.
Kemudian Seinara pergi meninggalkan ruang makan, moodnya sudah hancur pagi ini. Begitu juga dengan selera makannya, sehingga dia lebih memilih untuk segera berangkat ke kampus. Meski sebenarnya hari ini dia tidak ada jadwal kuliah, tapi rencananya dia ingin mendaftarkan diri untuk ikut lomba. Sedangkan di ruang makan Nathan sedang memarahi Nita. Dia tidak habis pikir kenapa pembantunya itu bisa melakukan hal nyeleneh seperti itu.
"Sekali lagi saya tanya siapa yang menyuruhmu untuk mengikuti istri saya?!" bentak Nathan.
"Nggak ada yang nyuruh tuan, ini murni inisiatif saya sendiri. Karena saya nggak mau kalau tuan di khianati sama perempuan itu" jawab Nita pelan, jujur dia sangat takut jika Nathan sudah dalam mode seperti itu.
"Kamu pikir saya ini siapa kamu? Ingat ya, kamu itu hanya pembantu di rumah ini! Jadi jangan berharap kamu bisa mengambil posisi nyonya rumah!" tegas Nathan.
Yang kemudian ikut berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut. Kini hanya tinggal Nita yang ada di ruangan tersebut. Nita pun menghela nafasnya lega, karena Nathan sudah pergi.
" Huft... Akhirnya tuan pergi juga. Udah takut banget aku tadi, takut kalau tuan Nathan bakal pecat saya dari rumah ini" lirih Nita sambil menghela nafasnya.
"Makanya lain kali jangan ikut campur urusan mereka, yang ada kamu bakal kehilangan kesempatan untuk bekerja di rumah ini" ucap bi Surti menasehati Nita.
"Iiiiiihhh... Apaan sih bi Surti, main nyamber aja kayak petasan!" protes Nita kesal pada bi Surti.
"Ingat kita di rumah ini tuh pekerja, jadi jangan mimpi untuk bisa jadi nyonya!" tegas bi Surti yang kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Nita sambil membawa sapu dan alat pel.
Namun langkahnya segera di berhentikan oleh Nita, Nita sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh bi Surti.
"Eeeeehhh... Tunggu!!" seru Nita menghentikan bi Surti.
"Ada apa lagi saya mau kerja?!" tanya bi Surti kesal.
"Bi Surti mau kemana dan mau ngapain?!" tanya Nita penasaran.
"Saya mau bersihin kamar nyonya Seinara dan tuan Nathan! Kenapa apa kamu juga marah sama saya? Gara-gara saya yang beresin kamar mereka?!" jawab dan tanya bi Surti tegas.
"Bukannya itu tugas saya? Terus kenapa sekarang jadi tugas bi Surti?" tanya Nita bingung.
"Karena tuan yang minta saya untuk membereskan kamarnya. Apa kamu puas?" jawab dan tanya bi Surti.
"Nggak bisa gitu dong! Inikan tugas saya, kenapa harus di ganti bi Surti? Saya nggak terima ini!" tegas Nita protes.
"Kalau kamu nggak terima, sana protes sendiri sama tuan. Semoga saja tuan mau mendengarkan protesan kamu" jawab bi Surti sambil berlalu meninggalkan Nita yang masih berdiri kesal di ruang tamu
Bi Surti tersenyum penuh kemenangan melihat kekesalan Nita. Sebenarnya bi Surti juga sudah lama tidak suka sama Nita yang suka sekali mencari perhatian pada Nathan. Meski Nathan tudak pernah perduli pada Nita, tapi cukup membuat bi Surti khawatir. Pasalnya sejak kecil yang merawat Nathan adalah bi Surti. Bahkan sejak baru lahir, bi Surti yang merawat Nathan, karena kondisi Merlin sangat lemah setelah melahirkan Nathan. Sehingga bi Surti yang merawat Nathan hingga saat ini.
Bahkan Nathan sendiri sudah menganggap bi Surti sebagai ibu keduanya. Itulah kenapa bi Surti ikut pindah ke rumah Nathan, karena dia ingin terus menjaga anak asuhnya itu. Bi Surti orang yang baik dan sabar, sehingga Merlin mempercayai dirinya hingga saat ini.
Nita sangat kesal pagi ini, karena semua rencananya gagal. Bahkan dia juga gagal mendekati Nathan.
"Nyebelin...! Ini semua gara-gara perempuan berandal itu! rencanaku berantakan! Sekarang bagaimana caranya mengambil simpati tuan lagi? Uuuuh... Awas kamu perempuan berandal, aku nggak akan menyerah begini aja. Aku akan bikin rencana baru lagi yang pasti membuat kamu pergi sendiri dari rumah ini" ucap Nita tegas.
"Aku pasti akan dukung kamu Nit, karena aku juga nggak suka sama perempuan itu!" ucap salah satu teman Nita.
"Iya Nit, saya juga dukung kamu!" tambah teman Nita yang lain.
"Saya juga dukung kamu!" tambah yang lain lagi.
Beberapa orang teman Nita mendukung apapun rencana Nita. Karena di rumah itu memang banyak pembantu yang masih lajang. Jadi nggak heran jika mereka sangat mengagumi tuan rumahnya. Dan mereka juga saling berlomba untuk mendapatkan perhatian juga. Yang kerja jujur hanya bi Surti dan beberapa satpam, karena mereka memang sudah usia lanjut.