Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.
Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.
Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.
Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?
Namun.
Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.
"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."
"Ka...kamu siapa?"
"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."
Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.
Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepertimu
Tambahan modal dari menukar poin, ditambah dengan uang tabungannya. Mungkin sama sekali tidak banyak sejatinya.
Butik yang dikhususkan untuk menjual gaun pengantin dan pesta. Jemari tangannya bergerak cepat, mempromosikan melalui influencer. Mungkin itu akan lumayan efektif.
Cara yang diambilnya adalah bekerja sama dengan influencer untuk membuat konten mencoba gaun pengantin.
Mungkin satu hal yang ada di fikiran sang pemuda hostnya cukup cerdas. Berkonsentrasi mengembangkan satu usaha, dengan merubah konsepnya.
"Galan! Hubungi desainer dan beberapa konfeksi yang tadi siang kita kunjungi." Perintah Violetta dalam mode serius. Untuk terbebas dari keluarganya, dirinya harus mengembalikan uang 3 milliar dalam waktu 3 bulan.
Dapat mengumpulkan poin, kemudian ditukarkan menjadi uang dengan bantuan sistem. Tapi akan ada pertanyaan pada akhirnya darimana asal uang dengan jumlah yang cukup besar.
"Baik Nona..." Pemuda yang melaksanakan semua tugas dengan sempurna. Opsi bantuan sistem memang sangat berguna.
Sedangkan Violetta hanya sedikit melirik. Masih berkonsentrasi menghubungi beberapa influencer untuk bekerjasama.
Matanya tertuju pada Galan yang tengah menghubungi beberapa desainer dan konfeksi guna membuat kesepakatan. Benar-benar dingin bagaikan snow drop. Terlihat kaku, namun pelukannya entah kenapa benar-benar hangat.
Pemuda yang melangkah mendekat, kemudian berucap."Saya sudah membuat kesepakatan dengan salah satu desainer yang memiliki kualitas desain gaun terbaik. Kesepakatan dengan sistem pembagian keuntungan."
"Pembagian keuntungan? Pintar! Jika kerja desainer tidak baik, maka aku tidak perlu memberikan tawaran gaji yang besar. Tapi jika kerja desainer bagus, desainer akan mendapatkan tambahan gaji dari persentase penjualan." Tebak Violetta, yang belum sepenuhnya mendapatkan penjelasan.
"Kurang lebih seperti itu. Jika manusia merasa ikut memiliki bisnis, maka akan bekerja dengan lebih bersungguh-sungguh." Pemuda yang menuangkan teh untuk Violetta. Senyuman menawan sama sekali tidak ada celah dalam penampilannya.
Violetta meminum sedikit teh. Menghela napas, kala beberapa e-mailnya mendapatkan tanggapan positif.
"Nona, jika lelah berhentilah sejenak. Akan ada cukup waktu. Nona melakukannya dengan baik." Sang pemuda berucap pelan. Membuat Violetta menoleh padanya.
Tidak ada yang pernah menyuruhnya beristirahat. Kedua orang tuanya selalu membebankan segalanya padanya. Bahkan kerja kerasnya tidak mendapatkan pujian.
"Galan, kamu menyebalkan, membuatku menangis!?" Violetta meraih tissue. Entah kenapa dengan beberapa kata dirinya dapat benar-benar terharu.
"Apa nona menangis karena protagonis pria? Saya sarankan untuk menggunakan metode wanita polos, karena penjelajah dimensi juga menggunakan metode wanita polos guna meningkatkan rasa suka protagonis pria." Kalimat demi kalimat yang membuat Violetta patah hati sepersekian detik.
Benar-benar lupa, yang ada di otak pemuda ini hanyalah misi untuk menyingkirkan Chantika dan mempersatukan dirinya dengan makhluk sejenis cumi-cumi.
Mengangkat salah satu alisnya. Ini adalah sebuah kesempatan untuk mempermainkan pemuda ini.
"Aku tidak tahu caranya. Bisa aku belajar darimu?" Tanya Violetta.
"Siap melayani anda nona..." Galan menunduk memberi hormat.
Sedangkan Violetta tersenyum picik."Kalau begitu aku harus belajar cara menjadi wanita penggoda."
***
"Sayang...apa kamu menyukai ini?" Tanya Violetta telah mengikat tangan Galan, dengan posisi sang pemuda duduk di atas kursi. Sedangkan Violetta berada di pangkuannya dengan posisi berhadapan.
"Mungkin protagonis pria akan menyukainya." Benar-benar sebuah jawaban datar. Penuh senyuman bagaikan kasir minimarket Indoapril.
Violetta berusaha tersenyum, benar-benar berusaha. Tapi pria ini memang menyebalkan.
"Kalau begini?" Gadis yang begitu usil, menyesap leher sang pemuda.
"Nona, ada beberapa jenis protagonis pria yang tidak menyukai sentuhan fisik berlebih." Kalimat kaku dari Galan.
Astaga! Orang ini benar-benar membuat Violetta sakit kepala.
Tapi, pasti akan tergoda bukan? Ini menyenangkan menggoda pria tampan.
"Tapi, ada juga yang menyukainya." Violetta mendekat, dengan bibirnya berjarak beberapa centimeter dari bibir sang pemuda.
Gadis yang menelan ludahnya, ciuman pertama bagaimana rasanya? Benar-benar hampir bersentuhan.
Tapi suara handphone terdengar, pertanda notifikasi pesan masuk. Ikatan di tangan Galan terlepas dengan mudah. Pemuda ini memang benar-benar bukan manusia.
"Kesempatan dengan konfeksi sudah dilakukan. Mohon nona mendekorasi bangunan butik kembali." Ucapnya penuh senyuman tidak bersalah.
Tapi sukses membuat bibir Violetta dari manyun menjadi, hanya helaan napas yang terdengar. Memang apa yang diharapkannya dari makhluk yang tidak memiliki hati.
"Baik! Kita kembali bekerja malam ini!" Teriak Violetta penuh semangat, kembali duduk di meja kerjanya.
"Saya akan membuatkan kopi." Galan menunduk, kemudian melangkah mundur. Barulah berjalan pergi, benar-benar bagaikan butler profesional. Padahal pemuda ini hanya makhluk yang melayani hostnya.
Hanya senyuman di bibir Violetta, meskipun bukan manusia. Tapi hanya ada Galan di sisinya saat ini.
Hari sudah terlalu larut. Violetta tertidur di meja kerjanya. Pemuda yang mengangkat tubuh Violetta pelan. Membaringkannya di atas tempat tidur, kemudian menyelimutinya.
Melangkah menuju balkon, kala menjentikkan jari, lampu kamar padam.
Tidak ada yang diucapkannya. Hanya tertegun menatap ke arah bulan di dimensi ini. Ada banyak protagonis yang telah dibantunya. Dimensi yang dipenuhi dengan zombie, hingga kerajaan dimana penjelajah dimensi merebut perhatian kaisar dari protagonis pria.
Ada begitu banyak dunia yang berbeda. Dalam dunia yang dipenuhi dengan zombie, hostnya akan menekan opsi bantuan sistem. Memberikan perintah untuknya menyingkirkan ribuan zombie.
Dalam dunia dimana terdapat kerajaan kuno, hostnya akan memilih opsi bantuan sistem untuk berpura-pura menjadi kasim. Memberikan teh berisikan obat pembangkit napsu pada kaisar.
Tidak ada yang membuang-buang poin untuk opsi bantuan sistem. Tapi hostnya kali ini, memilih opsi bantuan sistem untuk menghina protagonis pria? Bukankah seharusnya mendekatinya?
"Host...aku tidak mengerti dengan jalan fikiranmu." Gumamnya mengulurkan tangan. Seketika itu sepiring kecil cheese cake berada di tangannya.
Makan bukan hanya untuk kenyang, tapi juga untuk merasakan sensasinya. Bukankah itu kesimpulan dari ucapan Violetta.
Menggunakan dessert spoon, pemuda yang merasakan lumeran makanan manis di mulutnya. Menatap dari balkon ke arah Violetta yang berbaring di atas tempat tidur.
"Benar-benar cheese cake." Gumam sang pemuda tersenyum.
***
Opsi bantuan sistem masih berlaku. Sebelum 24 jam.
Koki yang bekerja di rumah ini tertegun. Hanya dapat kagum menatap kecakapan pemuda yang mengikat rapi rambut panjangnya ke belakang.
Memotong sayuran dan bumbu dengan cepat. Bahkan fillet ikan dan daging terlihat sempurna seperti chef restauran berbintang.
Memasak berbagai makanan dengan suhu dan ketepatan yang sempurna. Ini sudah biasa untuknya, ketika host menekan opsi bantuan sistem. Maka sudah pasti hanya untuk kebutuhan darurat mengingat akan menguras cukup banyak poin.
Memasak benda seperti ini sudah terbiasa untuknya. Bahkan pemuda ini pernah membunuh monster setinggi 10 meter, kemudian memasak dagingnya atas perintah hostnya.
Hidangan yang disajikan dengan sempurna, dilengkapi dengan garnis. Aroma begitu memikat.
"Boleh aku belajar padamu?" Tanya salah seorang koki.
"Maaf, saya hanya melayani nona." Pemuda yang mendorong troli yang dipenuhi dengan makanan. Menuju kamar Violetta.
Namun, Chantika berdiri menghalangi jalannya."Kita sudah berkenalan sebelumnya bukan? Namaku Chantika. Kakakku Violetta sebenarnya sering---"
"Maaf nona Chantika, 5 menit lagi waktu terbaik untuk sarapan akan berakhir. Mohon jangan menghalangi jalan saya." Sebuah jawaban yang begitu dingin, masih penuh senyuman.
melewati lembah?
atau melewati bukit?
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih