NovelToon NovelToon
KAMAR KOSONG

KAMAR KOSONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:907
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .

Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .

Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .

Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?

Ikuti kisahnya sampai selesai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Abdul Hilang

Satu keluarga itu sedang dalam hening tanpa ada suara orang bicara padahal sedang berkumpul di ruang televisi . Semua sibuk dengan pikiran masing-masing seolah mencari sesuatu di dalam rumah itu .

“Apakah kalian pernah melihat makhluk misterius ada di dalam rumah ini ?" tanya Samsuri kepada istri dan ke tiga anaknya . Semua menggelengkan kepala tapi Alif mengangguk membuat Samsuri mengerutkan dahi .

“Apa yang pernah kamu lihat ?" tanya Samsuri kepada Alif . " Aku pernah melihat makhluk seperti asap hitam ada di kamarku tapi itu berlangsung sebentar tidak lama terus menghilang kemana aku tidak tahu ," jawab Alif .

“Bukankah kamu juga pernah melihat perempuan duduk di sini , waktu itu aku pulang siang hari kamu mau mencekik leherku ," kata Murni melihat wajah suaminya tampak tegang .

"Awalnya aku mendengar suara tangis setelah aku masuk ada seorang perempuan duduk di depan televisi tapi di kaca televisi tidak ada bayangannya aku kagetlah Bu ," ungkap Samsuri .

"Sudah malam kalian tidur besok sekolah ," perintah Samsuri . Kepada ketiga anaknya mereka akhirnya nurut perkataan bapaknya dan pergi ke kamar .

"Sekarang kita masuk kamar ," kata Samsuri memainkan alisnya sambil melihat ke arah istrinya . Murni nurut saja kata suaminya meskipun hatinya kesal .

Tengah malam makhluk itu keluar dari ruang bawah tanah melewati celah bawah lemari milik Alif . Makhluk itu seperti orang bangun tidur langsung bergerak mencari makanan namun tidak ada yang ia inginkan .

Setiap melihat ke arah cermin makhluk itu menjerit histeris seolah ketakutan yang sangat luar biasa secepatnya ia menjauh , ketika melihat Alif ia menatap wajah pria remaja dengan paras rupawan , makhluk tersebut menatap dengan tajam .

Makhluk itu menuliskan sebuah kalimat di dalam buku milik Alif lalu pergi menyusuri seluruh kamar milik Alif kemudian keluar menuju kamar Abdul . Di kamar itu ia melihat Abdul tidur dengan posisi terlentang mulutnya terbuka makhluk itu merasakan udara dingin dari mulut Abdul .

Makhluk itu tertawa sangat kencang , Abdul merasakan seperti di peluk oleh seseorang tapi enggan membuka mata karena ia masih dalam posisi tidur nyenyak .

Makhluk itu merasa ada dorongan untuk masuk ke dalam tubuh Abdul seketika Abdul berubah tanpa ia sadari . Abdul bangun dan berjalan keluar rumah dengan langkah pelan pandangan kosong .

Abdul pergi keluar rumah di saat semua terlelap . Tiba di suatu tempat ia duduk di akar pohon besar yang timbul dari tanah di depan ada seorang lelaki paruh baya sedang membaca mantra sambil menatap Abdul .

"Kamu akan ikut aku kemana aku pergi jadi menurut lah jangan membangkang jika ingin selamat ," kata pria tersebut bernama Pamungkas . Abdul mengangguk patuh . Mereka berjalan masuk ke dalam hutan lalu menghilang .

Abdul belum juga sadar sampai saat ini ia berada di sebuah bangunan kuno bersama Pamungkas seorang juru kunci hutan terlarang yang bisa melihat berbagai makhluk astral .

Pamungkas masuk ke sebuah ruangan yang penuh dengan berbagai macam alat sesaji , harum semerbak wangi bunga di ruangan itu sangat menyengat di indra penciuman .

Abdul masuk ke salah satu ruangan dan merebahkan tubuhnya lalu memejamkan mata dengan tenang . Makhluk itu keluar dari tubuh Abdul dan pergi menghadap tuannya .

"Kerjamu sangat bagus , pergilah biar anak itu jadi urusanku ," kata Pamungkas mengusir makhluk tersebut . Makhluk itu pergi ke tempat asal yaitu ruang di bawah lemari milik Alif .

Pagi hari waktunya semua beraktifitas seperti biasa , kedua anak Samsuri sedang menikmati sarapan dengan kedua orang tuanya .

"Abdul belum selesai lama sekali keluar kamar ," kata Murni merasa heran dengan Abdul yang tak kunjung keluar dari kamar .

"Aku tidak tahu ," sahut Alif sambil menyuapkan makannya ke dalam mulut .

"Manaf semalam kakakmu tidur sampai malam banget ya ?" tanya Samsuri kepada Manaf .

"Aku tidak tahu , Pak semalam kami tidak keluar dari kamar ," jawab Manaf jujur .

Murni menghentikan makannya beranjak dari tempat duduk berjalan menuju kamar Abdul , ia mengetuk kamar Abdul tapi tidak ada sahutan dari dalam akhirnya membuka ternyata tidak di kunci .

Murni masuk begitu saja ia melihat ke dalam ternyata Abdul tidak ada , hatinya merasa khawatir , pikirannya tidak tenang ,Murni merasa telah terjadi sesuatu pada Abdul .

"Bapak , pak ," teriak Murni sangat kencang dari kamar Abdul sambil menangis . Samsuri sedang menikmati sarapan terkejut begitu juga dengan kedua kakak beradik . Mereka bertiga beranjak dari tempat duduk dan berlari ke kamar Abdul .

"Ada apa Bu ,dimana Abdul ?' tanya Samsuri melihat Murni duduk di lantai sedang menangis sesenggukan . "Abdul tidak ada di kamar ," jawab Murni menahan rasa sesak didadanya .

Samsuri terkejut mendengar jawaban istrinya , ia pun mencari Abdul kesemua sudut ruangan dan keluar dari kamar mencari ke semua isi rumah dengan wajah panik dan khawatir .

Samsuri teringat semalam ia mendengar bunyi pintu di buka tapi ia enggan keluar karena malam larut dan sepi . Samsuri mendekati Murni .

"Bu , aku semalam mendengar suara pintu di buka tapi aku tidak kepikiran kalau Abdul kelar dari rumah , justru pikiranku adalah maling tapi tidak ada barang atau pergeseran barang yang ada di dalam rumah ," jelas Samsuri .

Murni menoleh ke arah suaminya kemudian beranjak bangun . "Apakah ini ada hubungannya dengan meninggalnya Kakek dan nenek , bapak ingat tidak dulu kakek mempunyai musuh ,"kata Murni .

Samsuri mengingat kejadian waktu dulu ketika ia akan melamar Murni dimana kejadian tak terduga Seorang Pamungkas pemilik rumah yang ditempati oleh Raditya , meminta haknya dan mengusir mereka dari rumah tersebut namun tanpa di duga Raditya berkata kalau rumah tersebut adalah miliknya .

Pamungkas tidak terima dia akan membalas dendam karena Raditya sudah mengambil paksa dan tanpa sepengetahuannya sedangkan ia dan seorang pekerja sedang membangun ruang bawah tanah sebagai ruang rahasianya namun pekerjanya meninggal di dalam ruang tersebut saat Pamungkas sedang berada di luar kota .

Mendapat kabar orang suruhannya meninggal ia tidak tinggal diam secara diam-diam pamungkas menggunakan ilmunya merencanakan ingin balas dendam atas kematian orang suruhannya .

"Ibu tidak usah khawatir , aku akan mencari Abdul , kalian berangkatlah nanti terlambat masuk sekolah ," kata Samsuri kemudian pergi keluar rumah dengan wajah menahan marah .

Samsuri bukanlah orang bodoh yang tidak tahu apapun hanya saja kendala dalam ekonomi .

Kedua anaknya sudah berangkat sekolah dan Murni sudah berangkat bekerja . Samsuri berjalan ke suatu tempat dengan bermodalkan tekad dan mental .

Tepat di sebuah pohon besar dengan akar timbul di permukaan tanah , Samsuri berdiri menghadap pohon tersebut , Pamungkas keluar dari persembunyiannya sambil tersenyum menyambut kedatangan Samsuri .

“Apa kamu akan ikut bersama anakmu ?" tanya Pamungkas tersenyum tipis .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!