NovelToon NovelToon
Pengasuh Sang Pewaris (Dia Tahu Segalanya)

Pengasuh Sang Pewaris (Dia Tahu Segalanya)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Ibu susu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Dituduh menjual jasad anak kandungnya sendiri, Raznalira Utami (28 th) tidak hanya kehilangan buah hatinya tetapi juga rumah tangganya. Suaminya menceraikannya tanpa memberi kesempatan untuk menjelaskan.

Dalam keterpurukan hidupnya, Razna menerima tawaran menjadi ibu susu bagi bayi laki-laki milik seorang duda muda konglomerat, Rendra Mahardika (35th). Demi bertahan hidup, ia menekan masa lalunya dan masuk ke dunia baru yang terasa asing, dingin, dan penuh rahasia.

Namun takdir seolah belum selesai mempermainkannya.
Di rumah megah itu, Razna bertemu dengan seorang wanita misterius yang membuat darahnya seketika membeku. Wanita tua yang dulu membeli jasad anaknya.

Apa tujuan sebenarnya wanita itu membeli jasad bayi Razna?
Apa hubungan wanita tua itu dengan Rendra?

Kecurigaan Razna berubah menjadi ketakutan saat perlahan ia menyadari sesuatu yang mustahil, apakah itu?


Happy reading 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 Nyawa Atau Biaya?

Mobil yang ditumpangi Razna akhirnya berhenti mendadak di pelataran rumah sakit. Suara mesin yang dimatikan seolah menjadi tanda bahwa waktu semakin sempit untuk dilalui.

Napas Razna tersengal, tangannya mencengkeram erat kursi, menahan rasa sakit yang datang bergelombang tanpa jeda. Wajahnya yang lelah seolah belum bisa mengurangi rasa sakit yang semakin membuncah.

“Cepat turun, Pak!” kata Bu RT panik sambil membuka pintu mobil.

Pak RT segera turun dan berteriak memanggil petugas rumah sakit. Beberapa perawat datang membawa kursi roda. Dengan hati-hati, mereka memindahkan Razna yang sudah hampir tak berdaya.

Tubuh Razna menggigil, bajunya basah karena air ketubannya sudah pecah. Keringat membasahi wajahnya, matanya terpejam, menahan sakit yang tak lagi bisa ia sembunyikan. Namun langkah mereka terhenti di meja administrasi.

“Maaf, Pak, sebelum tindakan, harus ada biaya administrasi yang dibayarkan terlebih dahulu sekaligus mengisi identitas pasien," ucap petugas dengan nada datar, seolah situasi itu hal biasa.

Pak RT terdiam sesaat.

“Suster untuk identitas pasien bisa menyusul, kan? Begitu pun dengan biayanya karena keluarga pasien belum ada yang datang. Tolong Sus, ini darurat. Ibu ini sudah mau melahirkan,” katanya, berusaha menahan emosi.

Petugas itu tetap menggeleng pelan. “Kami mengerti, Pak. Tapi prosedur tetap harus dijalankan baru kami bisa ambil tindakan,"

Pak RT mengeratkan giginya karena kesal dengan prosedur rumah sakit yang lebih mengutamakan uang dari pada nyawa seseorang.

Bu RT menatap Razna dengan terenyuh. Disaat persalinan anak pertama tidak ada pihak keluarga yang mendampinginya bahkan sampai sekarang pun suaminya tidak ada beritanya.

Waktu terasa berjalan sangat lambat, sementara kondisi Razna semakin melemah. Tanpa banyak bicara lagi, Pak RT merogoh saku dan mengeluarkan uang yang ia punya. Uang yang seharusnya untuk biaya sekolah anaknya harus terpakai saat ini juga.

“Jadi berapa yang harus dibayar sekarang?” tanyanya sambil menghitung uang yang ada di dompetnya.

Setelah mendengar jumlahnya, wajahnya sempat berubah. Seraya menghela nafas dalam-dalam. dengan rasa empati yang tinggi, akhirnya Pak RT tetap menyerahkan uang itu. Bu RT pun menambahkan kekurangannya. Mereka tak peduli lagi soal nanti yang penting salah satu warganya bisa diselamatkan.

Setelah administrasi selesai, Razna segera dibawa masuk ke ruang tindakan.

Pasangan suami istri itu hanya menatap nanar salah satu warganya yang sedang bertarung melawan rasa sakit akan melahirkan.

"Memang sesakit itu ya, Bu?" tanya Pak RT pada istrinya yang berdiri di sampingnya.

"Banget. Pertarungan antara hidup dan mati. Makanya para suami harus tahu proses persalinan istrinya, agar suami lebih menghargai, mencintai dan menyayangi istrinya dengan tulus, ikhlas dan bisa menjadikan istrinya ratu di dalam rumah sendiri,"

Pak RT menggenggam erat tangan istrinya yang sudah melahirkan keturunan sebanyak 4 anak. Sungguh luar biasa.

Di dalam ruang bersalin, kondisi Razna semakin mengkhawatirkan. Tenaganya hampir habis. Ia sudah terlalu lama menahan rasa sakit tanpa penanganan yang memadai.

Dokter yang memeriksa menggeleng pelan.

“Kita tidak bisa menunggu waktu lebih lama. Harus segera ambil tindakan operasi sesar. Kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk melahirkan normal.”

Perawat segera bersiap. Segala sesuatu berjalan cepat, terukur, namun menegangkan.

Di luar ruangan, Bu RT masih merasakan genggaman tangan suaminya.

“Semoga semuanya baik-baik saja ya, Pak,” bisiknya.

Pak RT hanya mengangguk, meski dalam hatinya dipenuhi kecemasan. Seraya melepaskan genggaman tangannya manakala melihat seorang perawat yang keluar dari ruang tindakan.

"Suami pasien?"

"Belum datang, Sus. Gimana keadaan pasien?"

"Pasien harus segera dioperasi. Kami tidak bisa menunggu lama lagi. Suami pasien harus menandatangani persetujuan sesar,"

"Apa tidak bisa salah satu dari kami yang menandatanganinya, sus?"

"Mohon maaf, tidak bisa Pak. Tanda tangan harus oleh suaminya. Kecuali kalau suaminya memang meninggal atau karena hal lain,"

"Baik Sus. Saya akan coba mencari suaminya langsung. Tadi saya hubungi, hapenya ga aktif terus. Jadi mohon tunggu ya Sus!"

"Baik, secepatnya ya Pak,"

Pak RT mengangguk. Setelah menitipkan Razna pada istrinya, Pak RT dengan langkah cepat menuju mobilnya, dia memutuskan untuk mencari suami Razna. Ia tahu, bagaimanapun juga, kabar ini harus disampaikan.

Ia menemukan Ragil di rumah, duduk santai seolah tak terjadi apa-apa.

“Assalammualaikum, Mas Ragil!” panggil Pak RT sedikit terengah.

Ragil menoleh. “Waalaikumussalam. Eh Pak RT. Ada apa, Pak?”

“Istrimu, Mbak Razna… sekarang ada di rumah sakit. Kondisinya sudah mau melahirkan. Sekarang cepatlah ke sana!"

Ragil langsung berdiri. “Rumah sakit? Siapa yang bawa Pak?”

“Saya dan Bu RT. Kondisinya darurat. Sekarang sedang ditangani dokter.”

Namun bukannya panik atau khawatir, wajah Ragil justru berubah kesal.

“Kenapa dibawa ke rumah sakit, Pak?” suaranya meninggi. “Saya kan sudah bilang, saya sedang tidak punya uang! Hadeuuuh si Razna itu ngeyel banget jadi orang, Mana perginya ga bilang-bilang lagi, ampun deh si Razna, dasar istri ga tahu diri! Bikin suami malu aja," omelnya kesal.

Pak RT tertegun. Seraya menggelengkan kepalanya, “Ini soal nyawa, Mas. Istrimu tidak mungkin dibiarkan di rumah dengan kondisi seperti itu. Kami menemukannya di pinggir jalan sedang merintih kesakitan," jelas pak RT berharap ada empati dari Ragil.

“Tapi biaya rumah sakit itu mahal, Pak! Apalagi kalau sampai operasi!” bantah Ragil.

"Saya tidak sanggup bayar!” lanjutnya sambil menggelengkan kepalanya, penuh dengan kekesalan.

Pak RT menatapnya dalam-dalam. Kalau saja posisinya bukan RT, dia ingin melakban mulut berbisanya Ragil.

“Istrimu sekarang sedang berjuang antara hidup dan mati. Yang kamu pikirkan cuma uang?” Pak RT tidak kalah kesal dengan sikap Ragil yang masa bodo pada istrinya.

Ragil terdiam, tapi raut wajahnya masih menunjukkan ketidaksetujuan.

“Dokter bilang harus operasi sesar,” lanjut Pak RT.

Mata Ragil membelalak. “Sesar? Nah kan, Itu lebih mahal lagi, Pak! Saya tidak setuju!”

Ucapan itu membuat suasana mendadak hening.

Pak RT menghela napas panjang, mencoba menahan amarah. Baru kali ini dia berhadapan dengan lelaki yang cuek pada istrinya yang hendak melahirkan.

“Kadang, kita tidak bisa memilih jalan yang paling murah, Mas,” katanya pelan namun tegas.

“Kita harus memilih hal yang bisa menyelamatkan nyawa orang yang kita cintai. Kamu mencintai istri dan calon bayimu kan?"

Cinta? Ah rasanya setelah banyak beban hidup yang menderanya, rasa cinta itu terkikis dengan sendirinya. Ternyata rumah tangga itu tidak semanis yang ia bayangkan. Membutuhkan banyak pengorbanan dan kesabaran. Sementara pengorbanan dan kesabaran dirinya masih setipis kulit ari.

Ragil memalingkan wajah, terlihat bimbang, tapi egonya masih kuat menahannya dalam bersikap.

"Kami sudah menghandle uang masuk rumah sakit. Sudah keluar sekitar satu juta untuk biaya rumah sakit. Jadi tolong Mas Ragil mengusahakan untuk menutupi kekurangannya. Ingat Mas, istri Mas sedang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan seorang bayi. Dan bayi yang akan dilahirkannya adalah anakmu."

"Iya...iya...nanti aku cari kekurangannya. Emang berapa sih kurangnya?"

"Dua puluh juta,"

"Hah!"

1
Yuningsih Nining
👎mampooosh loe danara, bukti ada noh, mental mu mungkin langsung down kena tuh fakta, cardihlgan nya masih loe pk hahah serasa puas, iih dosa sebener nya ya ini sy begini tp kesel sm si danara
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Lahh niatan buruk mu ituhh nara
raz.. kan dia kerja.. tp kmcemburu .. dan km yg berharap sama Rendra
padahal Rendra ngk suka ma km.. dia ngangap km adik .. pahamm!
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
nahhh kembalikan aja dia.. fiadisitu kan sebagai tantenya firza bukan ibunya
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Nahh .. kecerobohan yg akan mengungkapkan kebenaran...
udah jadi adek ipar masih aja ngelunjak pgen jdi istri... ngk tau diri
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pembohong, rasakan akibatnya 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
akhirnya ada bukti akurat 👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tuh dengerin 😔
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
mampus luuu Danara semoga Rendra bisa membuka kebusukan adik iparnya sendiri yang membuat Finza jatuh dari atas tempat tidur biar sekalian diusir keluar dari rumah bahaya kali ada Danara didekat Finza bisa bisa dia lakukan aksi lanjutan 🤔
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
Rendra kau kau kan orang berada mumpung Danara ada di RS suruh orang pasang cctv di kamar Finza atau ditiap ruangan biar kau lihat sendiri kelakuan Danara 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sabar Razna kebenaran pasti akan terungkap 😔
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Dasar Nara.. mulut mu kudu di lskbann.... SE enak yaaa bilang kyak gtu..
Degar sendiri kan dra klakuan adek ipar mu...
Yuningsih Nining
Rendra gercep. lah pasang CCTV tersembunyi disekitaran kmr debay mu finza diam²Gak Razna bi surti aplg danara tau , biar ada kejelasan dari bertigaan itu mn yang bener, buat km jg ada tenang mungkin gas was?
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
Danara ini berbahaya keknya agak sakit jiwanya Razna harus waspada karena pasti masih akan ada rencana busuk lainnya yang akan dilakukannya 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
rencanamu gagal total 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu memang tidak tau diri,udah numpang belagu kayak nyonya besar 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😤
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
sabarr raz .. kebenaran pasti akan terungkap.. tetap jaga hati mu..
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
alangkah lebih baiknya kalo dipasang cctv dalam kamar Finza tanpa sepengetahuan siapakah biar Rendra tahu sendiri kebusukan kelicikan adik iparnya yang berusaha naik ranjang buat gantiin kakaknya 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dih ngaku" 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!