NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Daratan Kuno yang Terkoyak dan Umpan Berdarah

​Sensasi ditarik melintasi pusaran spasial terasa seperti organ dalam yang diputar dan diaduk. Namun, dengan Fondasi Inti Bintang miliknya yang sangat padat, Lin Tian hanya merasakan pusing sesaat sebelum kakinya kembali menjejak tanah yang keras.

​Ia membuka matanya dan segera mengaktifkan indra spiritualnya.

​Pemandangan di hadapannya bukanlah istana emas atau taman surga seperti yang dibayangkan banyak orang tentang reruntuhan kaisar. Ini adalah sebuah benua terapung raksasa yang hancur berkeping-keping. Langit berwarna jingga redup, dihiasi oleh retakan spasial hitam yang sesekali memancarkan kilat ungu. Udara di tempat ini sangat berat, dipenuhi bau karat, darah kering, dan debu waktu.

​Hukum gravitasi di sini setidaknya lima kali lipat lebih berat daripada di dunia luar. Kultivator biasa di Pembentukan Pondasi Tahap 1 pasti akan merasa seperti memanggul batu besar di punggung mereka, membuat gerakan mereka menjadi lambat dan menguras Qi dengan sangat cepat.

​Namun, di dalam tubuh Lin Tian, dantian sehitam malamnya berputar pelan.

​[Ding!]

[Mendeteksi Hukum Gravitasi Kuno yang menekan Inang.]

[Inti Bintang menyerap tekanan... Adaptasi selesai. Gravitasi spiritual Inang kini selaras dengan frekuensi dimensi ini.]

​Seketika, tubuh Lin Tian kembali terasa seringan kapas. Ia menghembuskan napas pelan, menatap daratan tandus di sekitarnya. Portal spasial memiliki sifat pengacakan; kelima puluh murid Sekte Awan Azure pasti telah tersebar ke berbagai penjuru reruntuhan.

​"Medan perang yang sempurna," senyum dingin terukir di wajah Lin Tian. Tanpa adanya aturan sekte dan mata-mata Pemimpin Sekte, ia tidak perlu lagi menahan diri.

​BUM! BUM! BUM!

​Tiba-tiba, suara getaran keras terdengar dari balik bukit batu merah di sebelah kirinya, diiringi oleh teriakan panik manusia.

​Tiga sosok berjubah hitam dengan kepala plontos melompat melewati puncak bukit, berlari pontang-panting menuju arah Lin Tian. Mereka adalah murid dari Kuil Teratai Hitam, yang dikenal mempraktikkan seni iblis Buddha. Ketiganya berada di Pembentukan Pondasi Tahap 2.

​Di belakang mereka, mengejar dengan kecepatan mengerikan, adalah seekor monster raksasa setinggi tiga meter. Wujudnya menyerupai kalajengking, namun seluruh tubuhnya dilapisi oleh cangkang batu kristal berwarna merah darah, dan ekornya memancarkan racun korosif yang melelehkan tanah saat menetes.

​Kalajengking Kristal Darah! Binatang buas kuno yang kekuatannya setara dengan kultivator Pembentukan Pondasi Tahap 3!

​Salah satu murid Teratai Hitam yang berlari di depan melihat Lin Tian yang berdiri santai berjubah putih Awan Azure. Matanya berbinar licik.

​"Hei! Ada kambing hitam dari Awan Azure di sana!" teriaknya pada dua rekannya. "Gunakan dia sebagai umpan!"

​Sambil berlari melewati Lin Tian pada jarak beberapa puluh meter, murid Teratai Hitam itu merogoh lengan jubahnya dan melemparkan sebuah jimat berwarna merah pekat yang langsung meledak di udara, menaburkan serbuk berbau sangat amis ke arah Lin Tian.

​Jimat Penarik Darah. Kalajengking Kristal Darah yang memiliki indra penciuman sensitif langsung mengalihkan perhatiannya. Mata majemuk monster itu mengunci Lin Tian, mengabaikan ketiga biksu iblis yang kini tertawa puas di kejauhan.

​"Maafkan kami, Saudara Awan Azure! Kami akan mendoakan jiwamu!" ejek salah satu dari mereka sebelum mempercepat langkah.

​Lin Tian bahkan tidak melirik jimat yang menaburkan serbuk ke jubahnya. Ia berdiri diam di tempatnya, menatap kalajengking raksasa yang kini menerjangnya bagaikan tank lapis baja yang mengamuk. Capit raksasanya terbuka lebar, siap memotong tubuh Lin Tian menjadi dua.

​"Bagus," Lin Tian bergumam pelan. "Aku memang sedang ingin menguji kerasnya kepalan tanganku setelah mencapai Pembentukan Pondasi."

​Lin Tian menarik tangan kanannya ke belakang. Ia tidak menggunakan senjata atau teknik Niat Pedang. Ia hanya mengalirkan setetes Qi Cair Murni dari Inti Bintangnya ke dalam kepalan tangannya. Setetes Qi itu membawa berat puluhan ribu pon.

​BAM!

​Tepat saat capit raksasa itu hendak menjepitnya, Lin Tian melepaskan pukulan lurus yang menabrak langsung cangkang kristal mematikan monster tersebut.

​Suara benturan yang memekakkan telinga meledak. Angin kejut menyapu daratan, menerbangkan bebatuan di sekitarnya.

​Kalajengking yang sedang melaju kencang itu terhenti seketika secara tidak wajar. Sedetik kemudian, retakan halus muncul di cangkang capitnya, lalu menyebar dengan cepat ke seluruh tubuhnya.

​KRAAAK... DUAAR!

​Cangkang kristal yang konon tidak bisa dihancurkan oleh senjata tingkat bumi itu meledak berantakan. Tubuh monster raksasa itu hancur menjadi bubur daging bercampur darah hijau yang berhamburan ke segala arah. Pukulan murni Lin Tian membunuhnya secara instan.

​Di kejauhan, ketiga murid Kuil Teratai Hitam yang baru saja berbalik untuk menikmati pemandangan "umpan" mereka dimakan, kini membeku bak patung es. Rahang mereka nyaris lepas melihat pemandangan tersebut.

​"D-dia menghancurkan Kalajengking Kristal Darah... dengan satu pukulan tangan kosong?!"

​"Lari! Anak itu monster!"

​Ketakutan absolut mencengkeram hati mereka. Menggunakan umpan ini adalah kesalahan paling fatal dalam hidup mereka. Mereka berbalik dan memacu sisa Qi mereka untuk kabur.

​Namun, suara sedingin es tiba-tiba berbisik tepat di telinga mereka.

​"Siapa yang mengizinkan kalian pergi setelah melempar sampah ke jubahku?"

​Langkah Badai Astral!

​Kecepatan Lin Tian di bawah gravitasi normal reruntuhan ini benar-benar melawan hukum alam. Ia muncul di hadapan mereka layaknya hantu.

​Sebelum mereka sempat berteriak, Lin Tian menjentikkan jarinya tiga kali. Tiga bilah udara yang sangat padat melesat memotong leher ketiga murid Teratai Hitam itu dengan akurasi bedah. Tiga kepala plontos menggelinding ke tanah bersamaan.

​Lin Tian berjalan santai menghampiri tumpukan mayat monster dan tiga manusia tersebut.

​"Sistem, tidak ada sisa. Ekstrak semuanya."

​[Ding!]

[Mendeteksi sumber daya. Memulai Ekstraksi Puncak...]

​Cahaya emas menyelimuti area itu. Bangkai kalajengking dan ketiga mayat manusia mengering menjadi abu dalam hitungan detik.

​[Memperoleh: 10 Tetes Qi Cair Murni (Disimpan di Inti Bintang).]

[Memperoleh: Kristal Inti Binatang Kuno (Elemen Tanah).]

[Berhasil mengekstrak Pemahaman Teknik: 'Tangan Besi Vajra Iblis' (Tingkat Bumi Menengah).]

​Energi mengalir ke dalam tubuh Lin Tian, menyegarkannya. Namun, tiba-tiba sistem memberikan notifikasi tambahan yang membuat Lin Tian menaikkan alisnya.

​[Ding!]

[Peringatan: Energi yang diekstrak dari Kalajengking Kuno mengandung jejak 'Hukum Logam Kuno'.]

[Melacak asal jejak energi... Sistem mendeteksi fluktuasi monumen kuno berjarak 3 mil ke arah utara. Tingkat kepadatan energi: Sangat Tinggi (Beresiko menarik banyak praktisi).]

​Lin Tian menatap ke arah utara. Di sanalah sumber dari jejak energi monster ini berasal. Di tempat seperti ini, bahaya selalu berbanding lurus dengan harta karun.

​"Jika itu bisa menarik banyak praktisi, berarti itu adalah ladang panen yang sempurna," seringai Lin Tian.

​Ia membungkuk untuk mengambil tiga cincin penyimpanan milik murid Teratai Hitam, memasukannya ke dalam jubahnya, lalu menggunakan Langkah Badai Astral untuk melesat cepat ke arah utara, meninggalkan abu yang beterbangan tertiup angin jingga.

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!