NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 2

Deg.

Suara itu keras.

Dan terlalu tiba-tiba.

Dan… terlalu dekat.

Keira membeku.

Tubuhnya yang tadi sudah tegang, kini terasa benar-benar kaku. Jantungnya yang sejak tadi berdegup cepat… sekarang seperti ingin melompat keluar dari dadanya.

Matanya membesar.

Pelan… ia menoleh ke arah sumber suara.

Di depan pintu—

beberapa orang berdiri.

Dua pria. Satu wanita. Dengan ekspresi yang sama—curiga… sekaligus yakin.

“Hayo!! Kalian ketahuan buat mesum di sini!”

Kalimat itu menggantung di udara.

Terlalu kasar. Terlalu tiba-tiba.

Dan… terlalu tidak masuk akal.

“Apa?” Keira reflek bersuara pelan, nyaris tidak terdengar.

Otaknya seperti butuh waktu untuk mencerna.

Mesum?

Dengan… siapa?

Ia bahkan baru saja bertemu pria di depannya ini.

Baru beberapa detik yang lalu.

Keira menoleh cepat ke arah pria itu—yang tadi menyalakan lampu.

Tatapan mereka kembali bertemu.

Sama-sama bingung.

Sama-sama… tidak siap dengan situasi ini.

Pria itu mengernyit pelan. Rahangnya mengeras sedikit, tapi ia tidak langsung bicara.

Sementara salah satu pria di depan pintu melangkah masuk.

Langkahnya cepat.

Penuh tekanan.

“Jangan pura-pura nggak tahu!” katanya dengan nada tinggi. “Kami udah lama ngawasin rumah ini! Dan sekarang malah dipakai begituan!”

Keira langsung menggelengkan kepalanya cepat. “Nggak! Bukan—bukan gitu!” suaranya keluar lebih panik dari yang ia kira.

Tangannya terangkat sedikit, seperti ingin menjelaskan… tapi tidak tahu harus mulai dari mana. “Aku cuma—”

“Kamu diem dulu!” Ucapan itu memotongnya.

Keira langsung terdiam.

Napasnya tercekat di tenggorokan.

Sementara wanita di belakang ikut melangkah masuk, matanya menyapu Keira dari atas sampai bawah.

Tatapan yang… menghakimi.

“Keliatan kok,” katanya sinis. “Masuk rumah kosong berduaan. Terus bilang bukan apa-apa?”

Keira menelan ludah.

Tangannya perlahan turun, dingin langsung melingkupinya. Ia ingin menjelaskan. Ingin sekali. Tapi semua terasa berantakan di kepalanya. Ia tidak tahu harus bilang apa dulu. Tentang hujan?

Tentang ia yang hanya ingin sembunyi?

Atau tentang… pria di depannya ini yang bahkan belum sempat ia kenal?

Sementara itu—

pria di sampingnya akhirnya bergerak.

Satu langkah ke depan.

Tenang.

Tidak terburu-buru.

Tapi cukup untuk menarik perhatian.

“Maaf,” suaranya keluar rendah, sangat terkontrol. “Sepertinya ada kesalahpahaman di sini.”

Nada bicaranya tidak tinggi.

Tidak juga memohon.

Tapi… cukup untuk membuat suasana sedikit mereda.

Sedikit saja.

“Kesalahpahaman apanya?” pria tadi menyahut cepat. “Kami lihat sendiri!”

“Lihat apa?” balasnya tenang.

Hening sejenak, hanya suara rintik hujan yang masih terdengar di sana.

Pria itu tampak kesal.

“Ya… kalian berdua di sini! Di rumah kosong!”

“Dan itu langsung berarti kami melakukan hal yang Anda tuduhkan?” Kalimat itu diucapkan tanpa emosi berlebih. Tapi justru itu yang membuatnya terasa… menekan.

Keira melirik pria itu diam-diam.

Ada sesuatu di cara bicaranya.

Tenang dan terlalu santai. Seolah ia terbiasa menghadapi situasi seperti ini.

Berbeda jauh dengan Keira yang bahkan masih berusaha mengatur napasnya.

Wanita tadi mendecih pelan.

“Sudahlah. Nggak usah muter-muter. Kalau nggak salah, kenapa kalian sembunyi di sini?”

Pertanyaan itu seperti menampar.

Keira terdiam lagi.

Salah satu tangannya tanpa sadar meremas ujung jaketnya. Ia ingin menjawab.

Tapi… lagi-lagi, kata-kata itu tidak mau keluar.

Karena kalau ia jujur— semuanya akan semakin rumit.

Pria di sampingnya menoleh sekilas ke arah Keira. Singkat tapi cukup.

Seolah membaca… bahwa gadis ini tidak akan mampu menjelaskan apa pun sekarang.

Ia kembali menghadap ke depan.

“Saya ke sini untuk survei rumah ini.”

Jawaban itu sederhana dan cukup jelas.

Dan… masuk akal.

Ketiga orang di depan tampak sedikit terdiam.

“Survei?” pria itu mengulang.

“Iya. Saya diminta teman saya untuk melihat kondisi rumah ini. Dia berencana membelinya.”

“Terus dia?” pria itu menunjuk ke arah Keira.

Keira langsung menegang lagi.

Semua mata kembali tertuju padanya.

Ia menelan ludah.

Pelan.

Sebelum sempat bicara—

pria di sampingnya menjawab lebih dulu.

“Saya juga tidak mengenalnya.”

Keira menoleh cepat.

Matanya membesar sedikit.

Ada sesuatu di dalam dadanya… yang ikut tersentak.

Tidak mengenal.

Kalimat itu benar.

Tapi tetap saja—

rasanya aneh mendengarnya diucapkan seperti itu.

Seolah mereka benar-benar… tidak ada hubungan apa-apa.

Dan memang tidak ada.

Harusnya.

“Dia tiba-tiba sudah ada di dalam saat saya masuk,” lanjutnya.

Semua kembali hening.

Penjelasan itu—

tidak sepenuhnya meredakan kecurigaan.

Tapi juga… tidak bisa langsung disalahkan.

Wanita tadi mengernyit.

“Jadi kalian nggak kenal?”

“Tidak.”

Jawaban itu cepat dan sangat tegas.

Keira menunduk sedikit.

Tangannya makin dingin.

Ia merasa seperti… seseorang yang sedang diadili.

Padahal ia hanya—

ingin berteduh. Hanya itu.

Pria di depan menghela napas kasar.

“Kalau gitu, tetap aja aneh. Cewek sendirian masuk rumah kosong. Terus ketemu laki-laki. Terus kebetulan banget?”

Nada suaranya masih penuh curiga.

Keira menggigit bibir bawahnya, terasa sakit.

Tapi ia tidak peduli.

Ia tahu… dari sudut pandang mereka, ini memang terlihat salah. Dan tidak ada penjelasan sederhana yang bisa memperbaikinya.

Hening lagi.

Lebih panjang.

Lebih berat.

Sampai akhirnya— pria di samping Keira kembali bicara.

Kali ini… sedikit lebih pelan.

“Tapi tetap saja, menuduh tanpa bukti juga bukan hal yang benar.”

Nada suaranya tidak berubah.

Tapi ada sesuatu yang lebih tegas di sana.

Seolah memberi batas.

Ketiga orang itu saling pandang. Namun salah satunya menggelengkan kepalanya seperti memberikan sebuah kode.

"Halah itu hanya alasan klise! Mana mungkin hal ini terjadi hanya sebuah kebetulan semata. Pasti kalian memang mau macam-macam di sini kan? Jangan mengelak lagi." Ucap wanita itu sambil terus menyudutkan.

Pria itu menghela nafasnya kasar. "Saya sudah katakan sebelumnya, kami memang tidak saling mengenal."

"Pembohong! Ayo, bawa mereka ke KUA, kita nikahkan saja mereka. Jangan sampai karena ulah kedua orang ini tempat tinggal sekitaran sini jadi sial." Ucap salah satu bapak-bapak itu, ia langsung melangkah masuk dan memegang tangan pria tadi.

Keira tersentak, ia memberontak saat seorang wanita menarik tangannya. "Bu, saya berani bersumpah, jika saya dan mas ini nggak melakukan apapun. Kami nggak bohong, kami memang ketemu pas di sini."

"Kalau sudah ketahuan memang semua pasti akan mengatakan itu. Kalau belum saja pasti melakukan hal terlarang! Sudah jangan banyak alasan, kamu harus nikah sekarang juga sama pria itu. Jangan bodoh dek, dia udah dapat enaknya, masa' kamu mau di buang begitu saja? Nanti kalau kamu hamil bagaimana dek?" Sang wanita itu malah ceramahin Keira.

"Tapi buk –"

Tidak memperdulikan permohonan Keira lagi, wanita itu langsung menarik tangan Keira pergi dari tempat itu...

1
Nadia Zalfa
lanjut kak....semngat ya keyra jangan pikiran macam"...semoga segera datang kebahagiaan mu 😍
keynara
ayo keira pergi aja daripada punya suami nggak percaya sama kamu lagian udah ditalak
palingan ntar gus Zayn nyesel
Julia and'Marian: 😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Della Nuri delima
thorrrrr plisss double uppp😭😭😭😭
Della Nuri delima
kok jahat banget sihhh😭
Della Nuri delima: semangat terus kakkk
total 2 replies
Cah Dangsambuh
dasar sontoloyo ning yang ga ngerti akidah ngga pernah mempelajari kitab uqudhulijayn yo cuma mbakyu afifah🙏🤣🤣🤣🤣
Cah Dangsambuh
tuh kan mosok seorang ning kok kelakuanya nggak banget pasti lagi bayinya ketuker sama anak kunti
Julia and'Marian: hahahaha
total 1 replies
Della Nuri delima
double up kenapa sih thorrrr😭😭🙏🏻
Julia and'Marian: kak, sinyal tempatku susah banget ini...😭
total 1 replies
Nadia Zalfa
kira" keluarganya keira gimana ya bisa nemuin Keira nggak yaa...jadi penasaran sama kehidupan Keira sebelum ketemu Gus Zain
Julia and'Marian: ini konfliknya nanti ya kak,
total 1 replies
Cah Dangsambuh
brak pintu terbuka aku yang panik kirain ning nong ning gung mantan tunangan ga taunya adik somplak🤣🤣🤣
Cah Dangsambuh
aku juga ikut nangis zizah ,terlalu haru,emang abangmu cintanya ugal ugalan cinta luar biasa👍👍👍👍
Cah Dangsambuh
kok bapaknya yang ngotot kecewa boleh tapi kalo gus udah memolih keyra mosok harus tetep suruh nikahin anaknya hanya demi nama baiknya walah ga mikirin hati anaknya ya
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
keynara
lanjut thor🙏
Della Nuri delima
plisss double upp thorrrrr
Cah Dangsambuh
lope lope sekebon pokoknya buar kak authornya baca sambil nangis nyeseknya dari ujung rambut sampe ujung kaki
Cah Dangsambuh
sabar fifa seberapa besar harapanmu tapi takdirmu bukan sama gus zayn
Cah Dangsambuh
aku ga tau mo komen apa tapi yang jelas aku suka banget di sini keyra yang jujur banget satu sisi sangat jatuh cinta tapi satu sisi dia merasa jauh dan rendah untung suaminya peka sekali endingnya aku yang baper kak othor😆 kenapa sih kak othor pinter banget nggiring masuk ke dalam cerita🤣👍🙏
Cah Dangsambuh
akupun ikut nyesel keyra wuuuuhhhh bakal rumit ni gus zayn belum sempet njelasin perkaranya tunanganya dah dateng duluan di antara 2 wanita pasti merasa tersakiti apa lagi sebelumnya belum ada penjelasan
keynara
lanjut thor update yg banyak biar makin seru🙏
Julia and'Marian: siap kak keyyy🤭
total 1 replies
Cah Dangsambuh
yasalaaaamm bacanya sambil tahan napas😆maniiiiiiiiis pol polan gus zayn ga ada lawan👍
Julia and'Marian: hehehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!