"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar
kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta
tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya
bagaimana kelanjutan ceritanya???
mari kita simak........
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
Mobil yang di bawa oleh Baskara kini sudah sampai di gebang sekolah, mobil sport itu mulai berjalan memasuki sekolah yang bangunan nya menjulang tinggi dan juga megah
"ARSENA SCHOOL"
Hanya memiliki beberapa huruf, tapi mampu mengocek uang puluhan juta rupiah, salah satu sekolah bergengsi yang mayoritas di dalam nya adalah orang kaya
hanya orang yang mempunyai jabatan dan memiliki kasta lah yang di terima oleh sekolah itu, terkecuali dengan siswi yang bernama Viona, gadis itu sengaja di masukan di sekolah yang sama oleh Baskara
jika di tanya mengapa Baskara memasukan nya ke dalam sekolab elite itu, jawaban nya pasti_
"cuma iseng-iseng aja"_, dan menurut Viona itu bukan lah sebuah jawaban, melainkan sebuah rencana yang sudah di susun matang-matang oleh tuan muda nya itu
ketika laki-laki itu turun dari mobil, banyak sekali pasang mata yang menatap nya dengan pandangan memuja, bahkan ada dari beberapa kaum hawa, ada yang sengaja mefoto Baskara hanya untuk di jadikan koleksi foto album pribadi nya
Baskara sendiri tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitar, laki-laki itu terus berjalan tegap dengan pandangan lurus ke depan, di belakang nya di ikuti oleh Cakra dan juga Radit yang penampilan nya tak kalah keren di bandingkan dengan Baskara
ketiga laki-laki itu di juluki most wanted nya sekolah ARSENA, dari segi ketampanan dan juga kekayaan, tidak ada siswa yang menandingi kasta mereka bertiga
masing-masing memiliki ciri khas tersendiri, Baskara terkenal paling cuek si antara kedua teman nya, sedang kan Radit dan Cakra sedikit humble tetapi hanya pada orang-orang tertentu, mereka paling anti dengan orang miskin, apalagi dengan gadis yang bernama Viona
..."omg! Baskara makin ganteng banget gila!! rasa nya gue mau pingsan kalo liat dia senyum!!"...
..."gak cuma Baskara aja yang makin ganteng, Radit sama Cakra juga tiap hari gue liat-liat makin ganteng, mana sok cool lagi!!"...
..."ngomong-ngomong, mereka sekolah disini kan hampir mah 3 tahun ya, masa iya sih mereka gak pernah naksir cewek di sekolah kita, padahal mereka bertiga tuh cocok loh kalo pacaran sama geng nya Aurel"...
Jihan yang mendengar ucapan itu pun langsung mendekat, ia menarik tangan Aurel dan menghadap kan nya langsung pada segerombolan ciwi-ciwi yang sedang bergosip itu
"ya pasti dong, secara Aurel itu cantik, kaya, baik terus apa yang kurang dari dia?" tanya nya sembari memperlihatkan wajah Aurel
"gak ada yang kurang kok, tapi kenapa Baskara gak pernah ngelirik Aurel ya?"
ucapan itu membuat Bella langsung maju beberapa langkah, gadis itu mulai menunjuk mereka satu persatu dengan jari telunjuk nya
"elo, elo dan kalian semua, disini Aurel tuh udah berapa kali di chat sama Baskara, sayang nya Aurel masih belum bisa buka hati buat cowok itu, karena selera dia itu tinggi" jelas Bella yang membuat semua orang terkejut
"apa! beneran Aurel pernah di chat sama Baskara! beruntung banget sih jadi Aurel!!"
"wah wah wah, kalo gue jadi Aurel sih, langsung gue sikat aja tuh si Baskara, secara dia itu udah jadi CEO di kantor bokap nya loh!"
Aurel yang mendengar itu hanya bisa menunduk malu, padahal yang di katakan oleh Bella iu hanyalah sebuah kebohongan, nyata nya Aurel lah yang sering mengirim pesan dan sampai detik ini pesan itu tidak pernah di buka oleh Baskara
"tapi kalian jangan ngomong sama siapa-siapa masalah ini, takut nya nanti Baskara marah gara-gara berita dia ngejar-ngejar Aurel ke sebar" ucap Jihan
"itu mah tenang aja, lagian kita-kita juga gak pernah di denger sama Baskara, jadi mana mungkin kita mau ngomongin hal itu ke dia"
Aurel merasa sangat lega mendapatkan jawaban seperti itu, ia sangat takut jika nanti mereka menanyakan tentang ucapan Bella kepada Baskara, pasti laki-laki itu akan murka
"ya udah, yok kita ke kelas, bentar lagi bel masuk" ajak Jihan yang di angguki oleh Bella dan juga Aurel
ketika di tengah perjalanan, tak sengaja ketiga wanita itu melihat Baskara dan kedua teman nya sedang duduk di depan kelas, Jihan sendiri memeberikan kode kepada kedua teman nya untuk segera mendekati laki-laki itu
"emm, boleh gabung gak?" tanya Bella dengan suara yang di buat-buat
"boleh" jawab Radit tanpa mengalihkan pandangan nya dari ponsel
Aurel sendiri sengaja memilih duduk di samping Baskara, sedangkan kedua teman nya duduk di bangku yang agak jauh dari mereka
"pemandangan nya bagus ya?" ucap Aurel yang mencoba mencairkan suasana
tetapi Baskara tak memberkkan ekspresi apapun, malah laki-laki itu asik bermain ponsel tanpa mau menoleh ke arah Aurel
"cuek banget sih jadi cowok, tapi gak papa-papa, mungkin dia malu gue deketin, secara gue kan cewek paling populer di sekolah ini" batin Aurel dengan percaya diri
Jihan dan juga Bella yang melihat sahabat nya di perlakuan seperti itu merasa sangat kasihan, tetapi mereka tetap memberikan semangat kepada Aurel untuk terus mendekati Baskara
"kalian gak masuk kelas?" Tanya Cakra yang memiliki sifat sedikit ramah di bandingkan dengan Baskara
"kata nya sih hari ini jamkos, barusan gue liat di grup kelas, guru-guru lagi ngadain acara rapat buat pertandingan basket minggu depan" jelas Bella
"loh? sekarang jamkos?" Radit memasukan ponsel nya ke dalam saku celana dan ikut bergabung dengan obrolan mereka
"iya jamkos, kalo gak percaya liat aja di grup kelas" jawab Bella lagi
Aurel sendiri sibuk menatap Baskara dari samping, laki-laki itu memang sangat lah tampan, hidung nya yang mancung di pasukan dengan bibir merah merona membuat Aurel menjadi salah tingkah sendiri
ini baru pertama kali nya diri nya bisa melihat Baskara dari jarak yang sangat dekat, tubuh laki-laki itu juga sangat maskulin dan juga wangi
"kalo jamkos, mending ke rooftop aja yok" ajak Radit sembari bangkit dari duduk nya
"ayok! di sana tempat nya adem, mana sinyal nya full lagi" timpal Cakra
"kita boleh ikut enggak?" tanya Jihan dengan wajah memelas
"gak!"
jawaban Baskara membuat ketiga gadis itu menjadi kecewa, terlebih lagi Aurel yang sudah berdiri dan merapikan rok dan juga rambut nya, gadis itu merasa sangat kesal dan juga dongkol, tanpa berpamitan lagi, Aurel langsung pergi begitu saja, hal itu membuat kedua sahabat nya langsung menyusul gadis itu dengan wajah penuh tanda tanya