Corneige Scott Carlyle-,
Kehidupan gadis itu seolah terhenti! ayahnya dibunuh, kakaknya di siksa hidup-hidup didepan matanya sendiri! gadis itu hanya mampu bersembunyi, tapi sayang-, pihak dari pembenci sang ayah justru berhasil menangkapnya dan menjadikan Cornei sebagai seorang tawanan!!
Perlakuan kasar serta tindakan semena-mena dari pihak bawahan keluarga Hutcheson membuat gadis itu hampir menyerah, namun Cornei mencoba untuk terus merajut asa!!!
Adakah seseorang yang akan menyelamatkan nya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JackRow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis Angkuh vs Pria Menjijikkan??!!!
Apa gadis ini tinggal di area perbatasan kota?? bagaimana caranya supaya dia bersedia untuk menyapa diriku lebih dulu??! aahh!! sialan!!! kenapa aku justru mengikuti seorang gembel seperti dirinya??
Jalanan asri dengan pepohonan rindang yang berdiri pada tepian kanan serta kiri jalan agaknya menampilkan suasana yang berbeda, saat ini-, dua orang anak manusia saling melangkah beriringan dalam situasi hening!! hanya semilir angin yang terdengar dan menyapa hingga sampai pada telinga keduanya.
Pria itu??!! kemana sebenarnya tujuan nya??
Apa ia tengah mencari seseorang??!! atau-, pria itu justru membuntuti ku?? apa dia merupakan mata-mata dari pemerintahan?? bagaimana jika ia merupakan penyidik yang mencari orang-orang illegal yang tinggal di kota ini?? aaahh!!! aku bisa saja diseret dan dimasukkan ke dalam sel tahanan dingin seperti beberapa pelancong nahas yang tertangkap karena berbuat onar!!! apa lebih baik aku lari saja??!! tapi-, barang belanjaan ini sungguh berat!! aku pasti akan berakhir menyedihkan jika diriku memilih untuk berlari!! tidak Cornei!! hadapi saja pria itu! ya!! kau harus percaya diri, jangan terlihat lemah!!! kau harus mampu mengelabui pria satu ini!!!
Cornei seketika memutar badan!! dan yaap!! gadis itu harus mendapatkan benturan di kepala karena sang pria tiba-tiba berdiri tepat pada posisi dibelakang tubuhnya.
"Astaga-,"
"Kau terluka??!!"
"Lepas!!!"
"Okay!! fine!!" Coinneach seketika mengangkat kedua tangan saat sang gadis menatap nya dengan sorot mata tajam.
"Apa Anda sengaja mengikuti saya??!!"
"Mengikuti mu??!! kau ini sungguh lucu sekali??!! gadis lusuh seperti dirimu?? untuk apa aku mengikuti dirimu, wahai kecoak??"
"Kecoak??!"
"Mmmm-hmm!!?? jika aku mau-, aku bisa saja memilih beberapa gadis dengan perawakan yang jauh lebih menggoda daripada kau!!"
Pernyataan remeh yang kembali terlontar dari lisan sang pria lagi-lagi membuat Cornei membuang nafas kasar, gadis itu mencoba untuk tetap tampil tenang sebelum akhirnya membuka suara.
"Rupanya kebiasaan Anda mengunjungi rumah bordil terbesar di kota ini belum juga berakhir ya??!!"
"Aaaaahh!!! jadi gadis tak tahu diri saat itu adalah dirimu??!"
"Peut-être!!"
"Ciiihhh!!! seorang gadis kumuh seperti dirimu?? apa kau memiliki pendidikan yang cukup tinggi?? lidah mu cukup menarik meski kau hanya seorang gembel!!"
Cornei terdiam!! ia mengigit bibir demi bisa menghentikan kalimat umpatan yang hampir mencuat dari ujung lidah.
Angkuh sekali manusia satu ini, Tuhan!?? jika dilihat dari perawakannya, sepertinya dia memang bukan dari kalangan orang biasa seperti paman Zabiguel!!
"Ada apa??!! berani sekali kau menatap ku seperti itu??!! apa kau sedang memaki diriku dalam hati??!?!"
Gertakan dari lisan Coinneach seketika membuat Cornei memalingkan wajah, gadis itu mendengus kesal atas segala perkataan sarkas yang diucapkan oleh sang pria.
Tolong jaga sikapmu Cornei!! dirimu ..., sungguh bukan siapa-siapa di tempat asing ini!! kau harus memiliki hati yang lapang!!
"Maaf!! untuk uang yang Anda keluarkan di kedai Nyonya Dunedin tadi-, sebisa mungkin saya akan segera mengganti nya!!"
Coinneach terkekeh!! ia melipat lengan diatas dada dengan tatapan yang menjelajahi setiap detail dari paras serta tubuh sang lawan bicara.
"Kau ingin mengganti uang itu?? apa kau yakin?? bukankah dirimu tak memiliki penghasilan sama sekali?!!"
"Mmmm-, itu?? saya sungguh akan berusaha!!"
"Bagaimana caramu mengusahakannya??!!"
"Tolong berhenti!!!"
Coinneach justru menyeringai!! ia sama sekali tak menghiraukan peringatan dari lisan sang gadis dan terus mendekat.
"Bagaimana?? bagaimana caramu untuk mengusahakan uang yang telah ku keluarkan untuk mu??"
"Saya akan memikirkan nya nanti!!" telapak tangan Cornei seketika menahan tubuh sang pria yang terus melangkah maju hingga akhirnya ia terpojok pada sebuah pohon besar. "Saya berjanji tidak akan berhutang pada pria seperti dirimu!!"
"Memang nya kenapa dengan pria seperti diriku??"
"Apa Anda yakin ingin mendengar kalimat saya??!!"
"Mmmm-hmm??!! apa kau sengaja ingin membuat ku mengemis hanya demi sebuah kalimat yang kau simpan??!!"
"Pria sampah!!!"
"Hyyaaaakkk!!!!"
"Kenapa?? apa itu benar adanya, Tuan?!?"
"Jaga bicara mu!!! atau-,"
"Anda sungguh tak bisa mengelaknya bukan??!! mana ada pria baik-baik yang bermain dengan tiga orang perempuan sekaligus didalam satu waktu yang sama??!!"
"Kau??!!! siapa dirimu sebenarnya?????"
"Saya hanya seorang gadis pengantar susu saat itu!!"
"Jadi kau mengingat diriku!!??"
"Jujur tidak dengan diri Anda!! saya hanya mengingat perihal kelakuan Anda yang tidak patut untuk dibahas!! Anda mungkin terlahir dari kalangan keluarga menengah keatas seorang bangsawan!! tapi sikap Anda sungguh menjijikkan!!"
Gadis ini, kenapa ia angkuh sekali??!! apa dia benar-benar berniat untuk menjatuhkan harga diriku?? ia juga sangat berbeda dengan gadis-gadis yang pernah ku temui!! sikap acuh tak acuhnya ini-, kenapa diriku justru merasa tertantang karena dirinya??
*****
"Hhhuuuuffftt!!! diriku masih beruntung!! terima kasih, Tuhan!!" lisan Cornei berucap lirih, gadis itu tampak membungkuk memegangi area perut dengan nafas yang tak beraturan.
Tenaga ku ..., bisakah aku tidur siang untuk sebentar saja??!!
Cornei kembali menelan ludah!! ia melangkah memasuki pintu halaman samping dari kediaman keluarga Zabiguel dengan tubuh letih.
"Corn!!????!!"
"Bibi???!!"
"Kemana saja kau??!! haaaghh??!! kau lihat pukul berapa sekarang??!!"
"Maafkan aku bi!! aku-,"
"Kau mampir bermain ke area padang rumput??!!"
"Tidak!! sungguh!! aku tidak mampir kemanapun bi!!"
"Dia berbohong ibu!! aku bahkan sempat mendapatkan laporan dari salah satu temanku bahwa Cornei menggoda seorang pria saat berada di kedai Nyonya Dunedin!!"
"Apa itu benar, Corn??!!" tatapan sinis nan mengerikan dari sosok wanita gembul iti seketika membuat Cornei tertunduk bungkam. "Katakan!!!!"
"Dia-, pria itu hanya membantu ku untuk membayar uang belanja yang kurang!! aku sungguh tidak melakukan apapun, bi!"
"Waaah!!! lihatlah ibu!! ternyata gadis yang tak memiliki asal-usul jelas ini mampu memperalat seorang pria demi memenuhi kebutuhannya!! sungguh licik sekali kau ini, tikus kecil?!!"
"Rusty!!!"
Plaaaakkkk!!!
Lagi,
Tubuh letih itu harus tersungkur!! beberapa barang belanjaan bahkan nampak berceceran karena terlepas dari genggaman si gadis malang.
Bibir Cornei kembali bungkam!! ia tak mampu melanjutkan kalimat karena Nyonya Magdalena dengan sengaja menampar pipinya.
"Jangan pernah berani kau meneriaki nama putriku!! tetaplah berada di batasan mu, Corn!! kau-, gadis asing seperti dirimu ..., aku tak akan pernah membiarkan kau mengintimidasi putriku!! masih untung kami tak memiliki niatan untuk menyerahkan dirimu pada pihak pemerintah kota!! seharusnya kau bersyukur, bukan??!!"
"Kenapa diam saja?!! ayolah tikus!! teriakan lagi namaku!!" Rusty terkekeh!! ia bahkan dengan sengaja memainkan telapak tangan di area kepala Cornei,
"Aaaa aww!!!!"
"Apa ini sakit?!!"
"Tolong, Rusty-,"
"Rambut mu ini, bukankah akan lebih baik jika kau memotongnya??!!"
"Hentikan Rusty!! biarkan Corn segera menyelesaikan tugasnya!! aku sungguh sudah lapar!!"
"Kau selamat kali ini!!"
Ancaman dari mulut Rusty hanya ditanggapi Cornei dengan senyum getir!! gadis itu akhirnya beranjak dan memunguti beberapa bahan makanan yang berserakan di sekeliling tubuhnya.
"Mari bekerja lebih keras, Cornei!! semua ini pasti berakhir!!"
'Carlyle!!! hey!!! kau bukan gadis yang lemah!! kakak sungguh tahu betul bagaimana dirimu!!'
Isak tangis Cornei akhirnya pecah tatkala ingatan nya melayang ke masa lalu, kebahagiaan singkat bersama orang-orang yang ia sayangi, hal itu seolah menjadi pelita untuk menerangi kegelapan dalam hari-harinya saat ini.