Bagaimana jika orang yang kamu anggap biasa dan tidak penting dalam hidup mu ternyata adalah belahan jiwamu yang selama ini kamu cari.
Murat terpaksa menikahi Hanna, sahabat dari mendiang istriny zahra. Bagi Hanna ini adalah pernikahan impian karena Murat adalah cinta pertamanya, sedangkan bagi Murat pernikahan ini merupakan amanah yang harus dijalankan demi putranya.
Bagaimana kelanjutan kisahnya... stay tune yah aku harap kalian suka dengan karyaku ini 🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fei yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2. Mengenang kekasih hati
Dipemakaman yang terlihat sepi, tampak Murat sedang berjongkok dan mengusap Nisan yang bertuliskan nama Zahra Alika binti Zaky Alam.
Murat sengaja menghilang dari kesibukannya dan keluarganya, bahkan dia mengambil cuti kerja hanya untuk hari ini. Seperti biasanya di tanggal 17 Oktober ini Murat akan selalu datang dan berlama lama hanya untuk menghabiskan waktu dengan sang kekasih hati yang telah pergi terlebih dahulu.
"Halo sayang apa kabarmu?" tak ada jawaban, Murat masih mengusap Nisan istri pertamanya dengan sayang. "Aku merindukanmu". Murat menunduk tergugu menangis.
"Keanu sudah besar sayang, usianya sekarang sudah 4 tahun". Suaranya bergetar, dia membuka kacamata hitamnya dan mengusap air mata yang terus saja mengalir tanpa bisa ditahan.
"Maaf hari ini aku tidak mengajak anak kita lagi". Suaranya masih bergetar. "Kau tidak marahkan? Keanu hari ini menginap dirumah Omanya". Murat meraup oksigen sebanyak banyaknya.
Hatinya masih terasa sesak, jika mengingat kematian istri pertamanya.
Flash back
4 tahun yang lalu, saat itu Keanu baru berusia 3 bulan. Zahra pun baru saja proses pemulihan pasca melahirkan. Tidak boleh banyak pekerjaan yang Zahra lakukan, Murat melarang keras istrinya melakukan kegiatan berat termasuk pekerjaan rumah tangga.
Tetapi hari itu Zahra mulai merasa jengah, suaminya yang posesif itu selalu melarangnya melakukan ini itu, bahkan untuk bertemu dengan kawan lamanya pun Murat melarang.
"Murat hari ini boleh yah, aku pergi. tidak jauh kok. Ada cafe baru disekitaran rumah mamah jadi aku bisa menitipkan Keanu disana sebentar".
Zahra memeluk suaminya dari belakang, bermaksud membujuk agar diizinkan pergi. Murat membalik badannya lalu memeluk istri tercintanya.
"tidak sayang, hari ini kamu dirumah saja, nanti setelah pulang kerja aku yang ajak kamu ke cafe itu, oke".
Zahra menengadahkan wajahnya untuk bersitatap dengan suami tampannya. Ada rasa geram dengan larangan suaminya. tidak seperti biasanya kenapa akhir akhir ini suaminya selalu menolak semua keinginannya.
Biasanya Murat selalu mengabulkan semua permintaannya. Zahra melepas pelukannya dan menggangguk "Baiklah". Dengan rasa kecewa dia berjalan kekamarnya.
Dikamar Zahra berbaring tanpa menghiraukan Keanu yang menangis. Hatinya sangat sangat dongkol dengan suaminya.
Murat yang melihat Keanu menangis lalu menggendongnya. " Ayuk nak, biar Papah gendong, mamahnya lagi ngambek".
Murat menimang nimang anaknya. Dia memeriksa pampers Keanu. " Oh pantes nangis, kamu pup yah nak". Murat terkekeh dia langsung cekatan mengganti pampers anaknya.
Tapi Zahra tetap tidak berkutik, dia masih marah pada suaminya. Murat hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya yang keras kepala itu.
Bukan tanpa alasan Murat melarang istrinya bertemu dengan temannya. Murat tidak mau Zahra lupa waktu, kini status istrinya sudah berubah menjadi seorang ibu.
Mungkin sebelum memiliki Keanu, Zahra diperbolehkan pergi kongkow kemana pun dia mau asal masih menjaga batasan sebagai seorang istri, biasanya Murat yang akan selalu menjemput istrinya selepas pulang kerja.
Tetapi kini keadaannya sudah berubah, Murat pikir setelah lahirnya Keanu, Zahra akan berubah menjadi wanita yang dewasa, yang mengerti tidak semua apa yang dia mau harus dituruti. Ternyata Zahra tetaplah Zahra, wanita yang paling keras kepala yang pernah Murat temui.
Setelah mengganti pampers anaknya Murat pun bersiap untuk berangkat kerja. " Baiklah sayang, papah berangkat kerja dulu, jangan nakal, oke, jangan bikin mamahmu ngambek hari ini yah".
Keanu si bayi lucu hanya tertawa girang karena diajak ngobrol oleh papahnya. Murat beranjak dan mendekati istrinya yang sedang ngambek. Murat membelai surai istrinya.
"Sayang aku berangkat kerja dulu yah, Aku janji akan pulang cepat hari ini. Kita akan berkencan di Cafe baru itu dan menitipkan Keanu pada mamah". Lalu Murat mencium kening istrinya dan beranjak.
Tetapi yang tidak Murat duga istrinya tetap memutuskan pergi untuk bertemu dengan kawan lamanya. Selepas kepergian Murat Zahra pun nekat pergi dan menitipkan Keanu pada mertuanya.
Namun setelah menitipkan Keanu, hal tak terduga pun terjadi. Taksi yang ditumpangi oleh Zahra mengalami kecelakaan beruntun. Taksi yang ditumpanginya tertabrak truk dari belakang dan menghantam mobil lainnya dari depan.
Zahra meninggal ditempat pada saat itu. Tidak ada firasat apapun yang Murat rasakan. Ada rasa sesal dan kesal yang mendalam yang dia rasakan, seandainya istrinya tidak nekat dan tetap mendengarkannya, maka kejadian itu tidak akan terjadi, mungkin saat ini mereka sudah bahagia dan memiliki anak kedua.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, Murat harus mengikhlaskan takdir yang dituliskan untuknya. Ada buah hati yang harus dijaga dan dibesarkan olehnya.
Flash back off
Murat menyimpan seikat bunga mawar kesukaan istrinya. " Selamat Ulang tahun sayang". memang setiap tanggal 17 Oktober Murat selalu berkunjung kemakam istrinya untuk memberikan seikat bunga mawar dan merayakan hari lahir Zahra.
"Aku Harap kamu bahagia disana". Sambil membelai Nisan yang tertulis nama istri pertamanya. Ponselnya sejak tadi berdering tapi Murat mengabaikannya. Dia tidak mau diganggu oleh siapa pun.
Karena merasa terganggu, akhirnya Murat mengangkat ponselnya sedikit kesal. "ADA APA..?". Intonasi suaranya meninggi karena dia pikir Hanna yang selalu mengganggu ketenangannya.
"HALO....Kamu berani membentak mamah Murat". Kesal Ny Amel, sejak tadi dia menghubungi putranya tetapi apa yang terjadi, putranya berani membentaknya.
"Mamah..".
"CEPAT KERUMAH SAKIT SEKARANG, ISTRIMU BARU SAJA MELAHIRKAN!!!" kesal Ny Amel dan langsung mematikan ponselnya.