Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Azure Cloud
Rasa sakit itu datang tiba-tiba, menyengat seperti ribuan jarum beracun yang ditusukkan langsung ke pusat jantungnya.
Ye Chen terkapar tak berdaya di atas tanah berbatu yang kasar dan berdebu. Darah segar berwarna merah pekat mengalir deras dari sudut bibirnya, membasahi jubah putih khas murid inti Sekte Azure Cloud yang kini robek compang-camping. Dadanya naik turun dengan tidak teratur, mengembuskan napas yang terasa mencekik tenggorokannya. Setiap kali dia mencoba menarik napas, rasa perih yang luar biasa merubung seluruh tubuhnya.
Di depannya, seorang pemuda berdiri dengan tegak dan angkuh. Pemuda itu mengenakan jubah mewah berlapis benang emas, melambangkan statusnya yang tinggi. Tangan kanan pemuda itu menggenggam sebilah pedang perak yang berkilau tajam di bawah sinar matahari pagi. Di ujung bilah pedang itu, tetesan darah segar masih mengalir perlahan, jatuh ke tanah dengan bunyi yang terdengar seperti lonceng kematian bagi Ye Chen. Darah itu adalah milik Ye Chen.
"Mengapa... Mengapa kamu melakukan ini, Bai Long?" suara Ye Chen terdengar sangat serak, bergetar menahan rasa sakit fisik dan kehancuran batin yang teramat sangat.
Mata Ye Chen menatap tidak percaya pada sosok di depannya. "Kita adalah saudara seperguruan. Kita berjanji untuk mencapai puncak dunia kultivasi bersama-sama. Mengapa kamu tega menghancurkan meridianku?"
Bai Long tidak langsung menjawab. Dia hanya menatap Ye Chen dari atas ke bawah, lalu sudut bibirnya terangkat, membentuk sebuah senyuman dingin yang penuh dengan penghinaan dan kepuasan yang kejam. Gelak tawa yang hambar kemudian keluar dari mulutnya, menggema di sekitar puncak tebing yang sunyi itu.
"Saudara? Jangan naif, Ye Chen," ucap Bai Long sambil melangkah maju dengan santai.
Tanpa peringatan, Bai Long mengangkat kaki kanannya dan menginjak dada Ye Chen dengan sangat keras. Bunyi gemertak tulang rusuk yang retak terdengar jelas, membuat Ye Chen memuntahkan seteguk darah lagi.
"Di dunia kultivasi yang kejam ini, tidak ada yang namanya saudara sejati. Yang ada hanyalah kepatuhan dan keuntungan. Bakat kultivasimu terlalu mengerikan, Ye Chen. Dalam waktu singkat, kamu sudah melampaui semua murid di angkatan kita. Jika aku membiarkanmu terus tumbuh, posisiku sebagai penerus tunggal keluarga Bai di sekte ini akan terancam!"
Ye Chen mencengkeram pergelangan kaki Bai Long dengan sisa-sisa tenaganya, mencoba melepaskan tekanan yang membuat paru-parunya hampir meledak. "Hanya karena ambisi bodohmu itu... kamu meracuni minumanku dan menyerangku dari belakang?!"
"Tentu saja tidak hanya itu," Bai Long membungkuk sedikit, mendekatkan wajahnya ke telinga Ye Chen, lalu berbisik dengan nada yang sangat licik. "Ini juga perintah langsung dari Tetua Mo Feng. Beliau sudah lama mengincar Liontin Giok hitam kuno yang selalu menggantung di lehermu itu. Jadi, jangan salahkan aku. Salahkan dirimu sendiri yang terlalu bodoh dan lemah karena memercayai kami."
Mendengar nama Tetua Mo Feng, jantung Ye Chen rasanya seperti berhenti berdetak. Seluruh dunianya runtuh seketika. Tetua Mo Feng adalah orang yang mengangkatnya dari seorang anak yatim piatu menjadi murid inti. Selama ini, Ye Chen menghormati dan menyayangi tetua itu seperti ayahnya sendiri. Ternyata, semua kebaikan, semua bimbingan, dan semua senyuman hangat yang diberikan selama bertahun-tahun hanyalah topeng sandiwara yang menjijikkan. Mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk menyembelihnya dan merampas hartanya.
"Kalian... sungguh iblis yang berbaju manusia! Aku telah memberikan seluruh kesetiaanku pada sekte ini!" teriak Ye Chen dengan sisa kekuatan terakhirnya. Matanya memerah, urat-urat di leher dan dahinya menonjol, memancarkan kemarahan dan kebencian yang membakar jiwanya.
"Teriaklah sepuasmu, melolonglah seperti anjing yang sekarat. Siapa yang akan memercayaimu sekarang? Di mata seluruh sekte nanti, kamu hanyalah seorang murid murtad yang mencoba mencuri pusaka sekte dan berhasil dieksekusi olehku," kata Bai Long dengan nada datar tanpa penyesalan sedikit pun.
Bai Long menarik kembali kakinya, lalu menendang tubuh lemah Ye Chen dengan kasar ke arah tepi tebing.
Tubuh Ye Chen berguling beberapa kali di atas batu-batu tajam sebelum akhirnya berhenti tepat di ujung jurang yang sangat curam. Di bawah tebing itu, kabut hitam pekat yang tebal bergulung-gulung tanpa henti, memancarkan hawa dingin yang menusuk tulang. Tempat itu dikenal oleh seluruh penduduk benua sebagai Lembah Ratapan—sebuah zona terlarang dan kuburan massal bagi para kultivator legendaris. Selama ribuan tahun sejarah benua, tidak ada satu pun manusia atau makhluk hidup yang pernah kembali dengan selamat setelah jatuh ke dalamnya.
"Selamat tinggal, mantan jenius Azure Cloud. Nikmati sisa waktumu di neraka," bisik Bai Long sambil tersenyum seringai puas.
Dengan satu jentikan energi pedangnya, Bai Long menciptakan gelombang angin yang mendorong tubuh Ye Chen meluncur bebas, jatuh melewati batas tebing dan masuk ke dalam kegelapan Lembah Ratapan.
Angin kencang yang sangat dingin langsung menyayat kulit dan pakaian Ye Chen saat tubuhnya melesat jatuh dengan kecepatan tinggi. Keheningan kabut hitam mulai menelan sosoknya. Namun, rasa dingin angin malam itu sama sekali tidak sebanding dengan rasa sakit, kehinaan, dan pengkhianatan yang membakar lubuk hatinya.
Kehilangan kultivasi, kehilangan masa depan, dan dikhianati oleh orang-orang terdekatnya membuat jiwa Ye Chen bergejolak hebat. Di tengah kepasrahannya menghadapi kematian yang sudah di depan mata, sebuah tekad yang mengerikan lahir di dalam batinnya.
Jika aku mati hari ini, jiwaku tidak akan pernah tenang! Aku akan merangkak kembali dari neraka terkubur sekalipun! Bai Long, Mo Feng... Aku bersumpah demi langit dan bumi, jika ada kehidupan kedua, aku akan membalas perbuatan kalian seribu kali, sejuta kali lebih menyakitkan!
Pandangan Ye Chen perlahan-lahan mulai menggelap. Kesadarannya terkikis habis oleh tekanan angin dan hancurnya organ dalam tubuhnya. Detik berikutnya, tubuh Ye Chen membentur dasar lembah yang keras dan dingin dengan sangat keras, sebelum akhirnya sunyi total menyelimuti dirinya.