NovelToon NovelToon
WHISPERS OF THE HEART

WHISPERS OF THE HEART

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Duda / Dunia Masa Depan
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Oviamarashiin

Davika Ovwua Mwohan adalah siswi kelas 3 SMA yang tidak hanya berpenampilan memikat layaknya boneka hidup dengan tubuh *gitar spanyol* yang seksi, tetapi juga memiliki kepribadian paling random dan kocak di antara teman-temannya. Di balik tingkah ajaibnya, Clara adalah koki andalan rumah yang jago menyulap segala jenis masakan mulai dari jajanan pasar hingga kuliner barat menjadi hidangan favorit keluarga, teman, hingga tetangga.

Keseharian Clara dipenuhi dinamika hubungan persaudaraan yang seru dan penuh warna. Ia terlibat hubungan ala "Tom and Jerry" dengan kakak pertamanya, Mas Gara, pria cuek dan berotot yang selalu bersedia menjadi ATM berjalan demi menuruti hobi makan dan tingkah acak Clara. Sementara itu, Mbak Nara, kakak keduanya yang cantik dan manis, turut melengkapi kehangatan dan keseruan lika-liku kehidupan masa muda Clara di dalam keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oviamarashiin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menembus Jantung Badai

Bzzzzt... Dug!

Guncangan hebat langsung menghantam lambung kokpit Boeing 747-8F seberat ratusan ton itu begitu moncong pesawat menembus gumpalan awan kumulonimbus di ketinggian tiga puluh lima ribu kaki. Di luar kaca kokpit, kegelapan malam seketika pecah oleh kilatan petir yang menyambar-nyambar kasar, menerangi sayap raksasa "Ratu Langit" yang tampak meliuk menahan tekanan udara ekstrem.

Indikator sabuk pengaman di panel atas berbunyi ting nyaring berkali-kali. Sistem autopilot mendadak berbunyi beep-beep-beep tajam, menandakan komputer pesawat kewalahan menghadapi perubahan kecepatan angin yang radikal secara tiba-tiba.

"Kapten Gara! Windshear! Kehilangan gaya angkat sepuluh knot di sayap kiri!" seru kopilot asing di sampingnya dengan wajah pucat pasi, tangannya gemetar menahan getaran tuas kendali yang bergerak liar secara otomatis.

Sagara tetap tenang. Detak jantung sang singa langit tidak bergeser satu milimeter pun dari ritme normalnya. Dengan gerakan taktis yang sangat matang, tangan kanannya mematikan sistem autopilot dengan satu klik bersih. Ia mengambil alih kendali manual seutuhnya.

"Saya kendalikan," ucap Sagara rendah. Suara baritonnya mengalun begitu stabil di dalam interkom kokpit, memotong kepanikan sang kopilot bagai pisau es.

Tangan besarnya yang terbalut sarung tangan kulit hitam mencengkeram tuas yoke, menahannya dengan kekuatan otot lengan yang kekar untuk mengoreksi kemiringan pesawat. Empat tuas gas didorongnya maju satu inci secara presisi, memaksa empat mesin jet raksasa memuntahkan daya dorong maksimal guna menembus pusaran angin vertikal.

Bagi pilot biasa, situasi ini adalah skenario darurat tingkat tinggi. Namun bagi Kapten Sagara, turbulensi internasional ini tidak berbeda dengan mengendalikan motor sport dua silinder milik mas Gara yang dikendalikan Davika di darat, semuanya hanya masalah kalkulasi draf momentum dan nyali maskulin yang mutlak.

Setelah tiga menit bertaruh nyawa di dalam pusaran awan hitam yang mencekam, Boeing 747-8F itu akhirnya melesat keluar dari dinding badai dengan sentakan akhir yang bersih. Indikator navigasi kembali stabil, menampilkan jalur udara terbuka di atas Laut Cina Selatan yang kini bertabur pendar cahaya bintang-bintang malam.

Kopilot di sampingnya mengembuskan napas panjang, bersandar lemas pada kursinya sembari menatap Sagara dengan pandangan penuh kekaguman tingkat dewa. "Pendaratan manual yang luar biasa, Kapten. Anda benar-benar tidak punya rasa takut."

Sagara tidak menyahut pujian itu. Ia hanya melirik layar radar cuaca yang kini sudah kembali berwarna hijau bersih, lalu mengaktifkan kembali sistem autopilot untuk menjaga efisiensi bahan bakar menuju Jakarta. Tangan kirinya bergerak santai meraih cangkir termas berisi kopi hitam pekat tanpa gula di samping kursinya.

"Mwohan Zero-One-Eight, Singapore Control. Welcome back to our radar coverage. Maintain flight level three-five-zero. Direct to Jakarta," suara petugas ATC Singapura terdengar di headset-nya, menyambut kepulangan sang penguasa langit.

"Singapore Control, Mwohan Zero-One-Eight, maintaining three-five-zero. Direct to Jakarta. Thank you," sahut Sagara pendek.

Sambil menyesap kopi hitamnya yang pahit, pikiran taktis Sagara mendadak melayang kembali ke darat, ke rumah monokrom minimalis di Jakarta Selatan. Ia melirik jam tangan titaniumnya pukul tiga dini hari waktu Jakarta.

Sagara menarik sudut bibirnya tipis, membentuk sebuah senyuman dingin yang sarat akan arti. Ia membayangkan bagaimana reaksi Gus Zayyad malam ini setelah menerima kiriman paket madu hitam dan ramuan herbal stamina dosis tinggi dari Beijing yang ia kirimkan lewat kurir khusus pagi kemarin.

‘Kuharap ipar kaku-mu itu meminumnya, Jerry. Karena setelah aku mendarat di Halim besok pagi, aku tidak mau mendengar laporan dari Hendra bahwa perimeter darat Al-Anwar loyo hanya karena urusan stamina,’ batin Sagara bergolak jenaka di balik ketatnya disiplin aviasi internasional. Pesawat kargonya terus melaju membelah langit malam, bersiap mengunci takdir kemenangan mutlak di bumi Nusantara.

1
Sriati Rahmawati
maaf Thor buku biologi bukan kitab
selalu bilangnya kitab😄😄😄
Protocetus
Mampir ya ke novelku Remontada
Manman
it so good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!