NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter / Tamat
Popularitas:276.2k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Caniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

"Baiklah, aku akan membangun rumah dulu, kurang lebih tiga bulan kita akan pindah dari rumah ini Luna," Ilham mengalah, daripada pusing mendengar Luna membahas itu terus.

"Tiga bulan? Lama sekali Mas, makanya kita tinggal di rumah mantan istri kamu saja," Luna sudah tidak sabar menunggu selama itu.

"Jangan ungkit-ungkit rumah itu, karena sudah menjadi milik Sekar."

"Untuk Sekar? Berarti kamu masih komunikasi sama dia Mas?" Potong Luna, lagi-lagi emosi lalu bangun dengan cepat. Ia duduk di tempat tidur memandangi Ilham dengan mata merah.

Ilham tidak menjawab, ia tidak akan membuka mulut bahwa Suster Sekar itulah mantan istrinya. Jika Luna sampai tahu, pasti akan mengusir Sekar dari rumah ini.

"Kan, ditanya malah diam saja!" Sungut Luna.

 "Kamu ini kenapa, Luna? Dulu aku ajak tinggal di rumah itu tidak mau kan?" Ilham mengalihkan. Dia bingung dibuatnya. Alasan Luna tidak mau tinggal di rumah lama karena tidak mau ada bayang-bayang Sekar, tapi sekarang justru ngotot ingin tinggal di rumah itu.

"Bukan begitu Mas, aku hanya tidak ingin kehilangan kamu dan Arka," Luna kembali merebahkan tubuhnya di sebelah Ilham. Sepi di kamar itu, tidak ada lagi yang bicara. Tidak lama kemudian Luna mendengar dengkur lembut dari Ilham.

Perlahan Luna turun dari tempat tidur lalu naik ke atas rooftop. Dia aktifkan handphone mencari nama seseorang, lalu menekan tombol telepon.

"Hallo..." suara pria yang jauh di sana.

"Hallo, cari wanita yang bernama Sekar, jika sudah kamu temukan, laporkan pada saya."

"Baik, Non."

************

Di tempat lain Sekar baru selesai makan, ia menggendong Arka keluar dari restoran diikuti Rayyan. Sekar menarik jaket tipisnya untuk menyelimuti tubuh Arka karena udara malam sudah mulai dingin. Dokter Rayyan yang berdiri di sebelahnya mengangkat tangan sedikit, menunjukkan arah mobil yang terparkir tidak jauh dari situ.

"Maaf ya kalau makan malamnya agak singkat, ada pesan dari rumah sakit bahwa ada pasien yang perlu diperiksa ulang nanti malam," ujar Rayyan sambil membuka pintu mobil untuk Sekar.

Sekar mengangguk, tersenyuman hangat. "Saya juga tidak bisa terlalu malam Dokter, kasihan Arka," Sekar menatap anaknya dalam gendongan.

Setelah keduanya memasuki mobil dan mesin menyala dengan suara halus, Rayyan mengendara hati-hati karena kabut mulai menyelimuti jalan raya. Jalanan malam di kota Tangerang masih cukup ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang, meskipun tidak sesibuk jam siang hari.

"Bagaimana tanggapan Luna setelah tahu kamu mantan istri Ilham?" Rayyan sampai lupa menanyakan ini.

"Saya rasa Luna belum tahu siapa saya, Dok,"Sekar sengaja tidak memberi tahu Luna, kecuali Ilham sendiri yang bercerita. Lagi pula ia masih menunggu nyonya Pratiwi pulang.

"Oh iya, kapan Nyonya Pratiwi kembali ke Indonesia?" Rayyan sebenarnya ingin masalah Sekar cepat selesai.

"Kemarin saya telepon, beliu belum bisa pulang karena kesehatan Tuan Caniago belum pulih, Dok," Sekar sebenarnya sudah menghubungi nyonya Pratiwi.

"Sekar, kapan kamu mau menerima aku untuk menjadi suami? Aku mencintaimu Sekar," ucap Rayyan sungguh-sungguh.

Sekar menoleh cepat, menatap Rayyan yang fokus dengan stir. "Maaf Dokter, jika memang kita berjodoh suatu saat nanti akan ada jalan untuk kita menuju ke sana, tapi maaf, untuk saat ini saya belum bisa menerima Dokter." Tegas Sekar.

Rayyan hanya mengangguk, ia akan bersabar. Dokter itu tahu apa yang Sekar risaukan, tidak mudah bagi Sekar untuk cepat mempercayai pria lain termasuk dirinya setelah sakit hati yang Sekar terima.

Mobil melaju dengan stabil, Sekar melihat pemandangan jalanan di luar jendela, cahaya lampu jalan yang berderet menerangi pedagang kaki lima yang masih berjualan makanan hangat, dan juga beberapa keluarga yang sedang berjalan santai di trotoar. Rayyan pun sesekali berbagi cerita ringan tentang pengalaman bekerja di rumah sakit, sementara Sekar mendengarkan dengan penuh perhatian, terkadang memberikan tanggapan yang hangat.

Tak lama kemudian, mobil mulai memasuki perumahan tempat Sekar tinggal. Rayyan menghentikan mobil tepat di depan gerbang pintu rumah besar itu. "Sampai bertemu besok Sekar, jangan lupa minum vitamin ya supaya badan kamu sehat," ujar Rayyan dengan nada khawatir.

"Terima kasih sudah mengantar dan memperhatikan saya, Dokter." jawab Sekar sambil membuka pintu mobil. Setelah berpisah dengan senyuman, Rayyan mengemudikan mobilnya pergi, sementara Sekar memasuki rumah dengan hati sedikit tenang. Dokter Rayyan rupanya bukan hanya dokter anak, tapi juga bisa menenangkan hati Sekar.

Setelah membuka pintu rumah dengan hati-hati agar tidak membuat suara keras, Sekar menggendong Arka yang masih pulas tidak terganggu sepanjang perjalanan hingga tiba di rumah. Kakinya melangkah perlahan melewati lorong menuju kamar anaknya, tapi tiba-tiba lampu ruang tamu menyala, membuat Sekar sedikit terkejut.

Di sana, Luna berdiri dengan mata yang mendelik tajam ke arah Sekar, tangannya menyilang di dada.

"Sekar! Kok tega kamu mengajak Arka keluar malam-malam begini?! Dia baru saja sembuh dari kekecelakaan, bukan kamu tahu itu!" ucap Luna dengan suara tinggi tapi tetap ditekan agar tidak membangunkan Arka.

Sekar mengernyitkan dahi, segera menjemput kata Luna sambil menyejajarkan badan agar Arka tidak terganggu. Bisa-bisanya wanita itu berkata demikian, tapi pernahkah ia peduli ketika Arka kecelakaan hingga masuk rumah sakit? "Ibu Luna, tenang dulu... Saya memang membawa dia keluar, tapi hanya sebentar kok, Bu. Dokter Rayyan bilang Arka sudah sembuh," Sekar menjawab dengan kata-kata yang lembut, tidak ingin Luna curiga bahwa dia ibu kandung Arka.

"Seharusnya kamu izin padaku dulu sebelum mengambil keputusan sembarangan!" ujar Luna semakin naik pitam, menginjakkan kaki ke depan. "Aku sudah capek mengurus dia hingga umur tiga tahun lebih, lalu kamu bawa keluar begitu saja tanpa kabar, kamu pikir siapa kamu? Ibu kandung Arka?"

Sekar menahan tawa. "Saya memang ibu kandungnya, Bu," batin Sekar menatap Luna pura-pura merasa bersalah. "Maaf, saya seharusnya memberitahu Ibu, Tapi waktu itu Arka menangis ingin ikut, dan saya pikir tidak apa-apa karena ada Dokter Rayyan yang menyertainya. Sekaligus menghibur Arka karena pahanya bekas ada yang mencubit, khawatir trauma Bu," Sindir Sekar.

Luna semakin marah. "Awas kamu kalau sampai Arka sakit lagi saya tidak main-main, akan mengusir kamu!" Luna menghentakkan kaki meninggalkan Sekar.

"Tidak usah kamu usir, saya tahu apa yang harus saya lakukan, Luna," Sekar bergumam, tapi sudah tidak ada Luna. Sekar melanjutkan perjalanan ke kamar. Namun, ketika melewati kamar Luna dan Ilham, telinga Sekar menangkap kemarahan Luna dari dalam sana.

"Aku sudah tidak tahan lagi Mas, pokoknya kita harus membawa Arka pergi! Kalau kamu tidak mau, aku yang akan mengajaknya pergi sendiri!"

Sekar melanjutkan perjalanan ke kamar lalu menidurkan Arka di kasur. Setelah ganti baju daster yang paling nyaman untuk tidur, ia mengunci pintu kamar lalu merebahkan tubuhnya sambil memeluk Arka.

Waktu berganti pagi, panggilan shalat subuh menggema dari masjid yang berdiri di sekitar komplek. Sekar segera bangun, mandi, lalu menjalankan kewajiban shalat. Namun, betapa kagetnya Sekar ketika Arka tidak ada di kasur.

"Arka!" Pekik Sekar, tanpa melepas mukena ia panik mencari Arka.

...~Bersambung~...

1
aristi
jgn2 ini anak kandung Sekar, kyanya Ilham memanipulasi kematian anaknya, mungkin dia menikahi Sekar untuk mendapatkan penerus
Patrick Khan
trimakasih ceritanya kak😍😍😍
Buna Seta: Sama-sama
total 1 replies
Eka ELissa
minal aidzin walfaizin mohon maaf lahir dan batin juga Mak 🙏🙏🙏🙏
Ahir nya brahir bhgia.....😘😘
tamat....
mksih Yo Mak....🙏🙏🙏😘
Buna Seta: Sama sama say
total 1 replies
Eka ELissa
suka yg lebih garang di ranjang dn di luar klie dia ham...🤣🤣🤣lbih hot dri kmuu dia...🤣🤭mknya brtahn ma yg bertato itu...🤣🤭
Buna Seta: Kwek kwek kwek
total 1 replies
Eka ELissa
yeee Yyy.... tembakan ku bneran dia mo kasih undangan 🤣🤭
Eka ELissa
penjara bikin idup nya lebih baik Sekar....
semoga bneran yooo... bukan hoax
Eka ELissa
mo anterin undang pling Sekar 🤣🤭
Rohmi Yatun
maaf lahir batin juga Thor..
terimakasih udah kasih hiburan yg menarik.. ditunggu karya selanjutnya👍🙏
Buna Seta: Terima kasih juga Kak
total 1 replies
Atmita Gajiwi
/Kiss//Rose/
sunaryati jarum
Luna pasti
Marini Suhendar
Happy Ending...
Hatur Nuhun Thor Ceritanya Bagus banget...
Sukses Sll Buna🥰🥰🥰
Buna Seta: Terima kasih, Aamiin
total 1 replies
Lia siti marlia
dah tamat aja thorr di tunggu judul selanjutnya
Buna Seta: Siap kak
total 1 replies
Teh Yen
smoga luna jg bahagia dengan Willem yah
Buna Seta: Semoga yah
total 1 replies
Ita rahmawati
bagus ceritanya berakhir dg bagus juga 🤗
Buna Seta: Terima kasih sudah mendukung hingga akhir cerita
total 1 replies
Herman Lim
thanks cerita y Thor di tgg karya baru lain nya
hana roichati roichati: karya"nya selalu kami tunggu kak 👍👍🙏
total 2 replies
Lilik Juhariah
memaafkan bukan harus bersama ,
Patrick Khan
banyak tamu dadakan😂
sunaryati jarum
Luna sudah keluar penjara
Teh Yen
siap lagi itu Luna bukan sih?
Teh Yen
siapa.tuh ???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!