NovelToon NovelToon
Pita Hitam Kala Senja

Pita Hitam Kala Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Trauma masa lalu
Popularitas:106
Nilai: 5
Nama Author: Shourizzz BP

Semua sudah berakhir. Aku yang sulit dalam bergaul, pasti akan mudah dilupakan oleh orang – orang. Tidak dekat dengan siapapun, mau itu teman atau bahkan keluarga, pasti membuat kematianku sama seperti angin yang berlalu. Tidak dikenang oleh siapapun. Hanya kesendirianan yang tersisa. Akhir yang pantas bagi orang sepertiku. Seharusnya begitu, tapi …,
Kenapa aku bisa merasakan tetesan air mata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shourizzz BP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERJALANAN TERASA PANJANG

Langit – langit berwarna biru, terdapat lampu LED bulat ditengah – tengahnya. Dinding putih dengan berbagai hiasan yang terpajang disetiap sisi dinding. Cahaya rembulan yang memasuki ruangan melalui celah – celah jendela. Aku sedang ada di kamar, baru saja terbangun dari tidur. Aku terlalu lelah setelah memaksakan diri dikelas. Siapa sangka begitu aku masuk kamar, hal yang pertama kulakukan adalah berbaring dikasur. Padahal niatku hanya untuk istirahat sejenak, tau – tau malah ketiduran.

Ingatan tentang apa yang baru saja terjadi sebelumnya, kembali terlintas dipikiranku. Aku yang selalu diam memperhatikan, tanpa berbuat apa – apa, akhirnya bisa melakukan tindakan yang berguna untuk orang lain. Aku yang tidak begitu dikenal, menjadi pusat perhatian untuk sesaat. Meski gugup, aku tetap berusaha memberanikan diri. Nadhifa meminta maaf pada Clarissa, tidak ada dendam diantara mereka. Clarissa pun memaafkan Nadhifa serta berterimakasih padaku, aku hanya mengangguk karena tidak tau harus bicara apa. Untuk pertamakalinya aku berada dalam situasi begitu. Sedangkan untuk Yasmine, dia langsung keluar kelas begitu guru meninggalkan ruangan, begitu juga dengan gengnya. Tidak ada kata maaf yang keluar dari mulutnya.

Untuk pertamakalinya dalam hidup, aku merasa begitu bernilai. Mungkin dari sudut pandang orang lain tindakanku cuma hal biasa, tapi bagiku itu adalah sesuatu yang sangat berharga. “Wih! Keren juga kamu!” Kalimat basa – basi yang dikatakan Awan padaku, membuatku sangat senang. Aku tidak tau rasanya akan begitu luar biasa ketika aku berhasil melewati hal besar. Sebenarnya tidak terlau besar juga sih, cuman tindakan yang diluar dari kebiasaanku. Aku yakin ada banyak orang yang lain yang bisa melakukannya dengan mudah. Hanya saja, itu adalah hal yang tidak bisa kulakukan seumur hidupku, bahkan sampai aku mati. Kalau saja aku tidak pernah mendapatkan kesempatan kedua, aku tidak akan pernah merasakan perasaan yang kurasakan sekarang.

“Jangan lupa! Malam ini ya." Tiba – tiba aku teringat sambungan pembicaraan setelah Awan menyanjungku. Aku langsung bangkit dari kasur dan memeriksa jam yang ada diponselku, “19.21.” Untung saja belum dimulai, kurang lebih masih ada waktu 30 menit lagi. Ada banyak waktu untuk bersiap – siap. Lagipula, acara yang ingin kudatangi bukan acara formal. Bebas untuk datang jam berapapun selama masih ada orang. Acara itu adalah pesta kecil – kecilan sebelum perpisahan.

Aku selalu menolak jika ada acara diluar sekolah, tapi kali ini berbeda. Aku yang sudah terlanjur dikenal oleh teman – teman kelas, diundang secara langsung oleh pemilik acara, ketua kelas. Dia sangat berterimakasih padaku karena bisa mencegah Clarissa tertuduh. “Syukurlah kalau cuman salah paham! Aku gak mau ada masalah dipestaku nanti.” Kira – kira begitulah kesimpulan yang kutarik dari kata – katanya. Sebenarnya dia menjelaskan dengan sangat panjang dan tidak mengatakan langsung soal pesta yang berantakan, tapi itu poin yang kuambil dari cara bicaranya.

Awan yang tau kalau aku akan ikut pesta, tiba – tiba menjadi menjengkelkan. “Kamu sakit ya? Sini aku temenin ke UKS.” Aku tau dia bercanda, tapi memang Awan aja yang orangnya menjengkalkan. Dia juga menawariku untuk dijemput, “takut kamu nyasar ke hutan,” katanya. Aku memang tidak pernah ke rumah ketua kelas, tapi bukan berarti aku akan tersesat. Sekarang kan sudah ada teknlogi canggih bernama, “maps.” Selain itu, rumah kami tidak searah, malah sangat jauh, dia seperti harus memutar kota jika ingin menjemputku, itu sebabnya kutolak tawarannya.

Dalam perjalanan menuju rumah ketua kelas, aku menggunakan motor Xeon. Motor yang sama dengan motor yang selalu menemaniku pergi ke sekolah sehari – hari. Kebanyakan orang pasti akan tau ketika membahas soal motor beat atau mio, keduanya memiliki pasar sendiri – sendiri. Berbeda dengan motor yang kugunakan, tidak semua orang tau merk motorku. Merk unpopuler yang bahkan jika disebutkan ke orang – orang awam, mereka akan mengira itu adalah jenis lampu yang dijual di toko elektronik. Walaupun begitu, motor ini sangat berharga untukku, karena ini adalah hadiah spesial yang dibelikan Ayahku. Hadiah yang diberikan saat aku berulang tahun.

Hari ini malam minggu, jadi jalanan lumayan macet. Padahal di maps tertulis waktu yang dibutuhkan untuk kendaraan hanya sekitar 15 menit. Aku sudah dijalan lebih dari waktu yang dikatakan maps, tapi baru setengah perjalanan, mungkin lebih dikit sekitar 2/3 dari jarak.

Dijalan aku melihat banyak sekali orang yang sedang berpacaran, tidak sedikit juga yang jalan – jalan bersama keluarganya. Jujur aku merasa iri pada mereka. Bisa menghabiskan waktu dengan orang – orang yang disayang. Kalau tidak salah ingat, terakhir kali aku berjalan bersama keluarga adalah saat berada di sekolah dasar kelas 6.

Waktu aku masih berumur 10 tahun, aku diajak mengunjungi tempat pemancingan. Ayahku dulu sangat senang menghabiskan waktu untuk memancing. Waktu itu pertamakalinya aku diajak, aku tidak terlalu mengerti tentang apa yang harus dilakukan, jadi aku melempar semua pakan ke air. Pikirku tempat itu semacam wahana untuk memberi makan ikan. Aku sempat dimarahi, tapi pada akhirnya aku diajarkan cara yang benar untuk memancing. Hari yang tidak akan pernah kulupakan. Semenjak ada kejadian tidak mengenakkan, Ayahku tidak lagi mau bicara padaku, hanya pada saat ulang tahunku saja dia mengucapkan dan memberikanku kado. Itu sebabnya motor yang kugunakan sekarang sangat berharga.

Aku sudah hampir sampai dirumah ketua kelas, tapi aku merasa ada yang aneh. Bukan karena tersesat atau semacamnya, tapi karena alasan lain yang lebih buruk. Aku sempat mengabaikannya karena pikirku cuman kebetulan. Setelah kusadari, ternyata memang benar kalau ada orang yang mengikutiku. Aku tidak tau darimana dia mulai muncul, aku juga tidak tau dia siapa. Terlebih alasannya mengikuti, aku juga tidak tau. Hanya satu yang kupikirkan sekarang, “KABUR!”

Kulajukan kendaraanku untuk melihat orang yang kemungkinan mengikutiku. Benar saja, dia menambah kecepatan ketika aku mulai melaju. Didepan kulihat ada persimpangan, kukeluarkan lampu riting ke kiri dan membelokkan motorku kearah yang sama. Saat sudah mepet, kubanting stang motorku kearah berlawanan dan langsung belok tajam kearah kanan. Meski tindakanku termasuk ekstrem, tapi saat kulihat kaca spion, dia terlihat bisa melakukannya dengan mudah. Sekarang dia bahkan kembali menambah kecepatan dan berada di sebelah kiriku.

Persimpangan kembali muncul dihadapanku, aku didorong secara paksa untuk berbelok ke kanan. Aku tidak bisa melawan dan terpaksa masuk ke sisi kanan jalan. Anehnya, orang itu malah berbelok ke kiri. Aku tau kalau itu bukanlah pertanda baik. Kalau aku maju kedepan, kemungkinan ada orang yang menungguku. Kucoba untuk berputar balik secepat mungkin agar terhindar dari masalah. Tapi, sebelum aku sempat melakukannya, cahaya terang menyinariku dan motorku, aku tidak bisa melihat dengan jelas karena terlalu silau. Tau – tau sudah ada motor dibelakangku, ditambah tidak hanya satu. Aku benar – benar terjebak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!