NovelToon NovelToon
Gadis Berjari Enam

Gadis Berjari Enam

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Reinkarnasi / Penyesalan Suami
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: adawiya

Nara mengira kehidupan barunya setelah transmigrasi akan berjalan indah. Nyatanya, dia malah terlempar ke masa kuno dan menjadi anak sulung dari keluarga miskin yang dibenci semua orang karena cacat fisik.

Pemilik tubuh yang asli mati tragis karena memotong jari keenamnya demi mencari keadilan. Kini, dengan jiwa modern yang mengisi tubuh tersebut, Nara bersumpah tidak akan membiarkan ibu dan adiknya diinjak-injak lagi.

bertahun-tahun kemudian "haaaaa mencapai puncak kekuasaan dengan enam jari emang berat"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adawiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 ada mbah dukun

Nara merasa suasana di rumah sejak pagi ini mendadak berubah aneh.

Selesai sarapan, Nenek Lou yang pelit bersama Han Ruo langsung pergi terburu-buru ke luar rumah. Sementara itu, Yan Shong dan anggota keluarga lainnya terus menatap Nara dengan pandangan tidak bersahabat, bahkan cenderung waspada.

Benar, mereka semua mendadak jaga jarak. Baik Yan Shong, Yan Ran, ataupun yang lainnya, tatapan mereka ke arah Nara dipenuhi rasa curiga yang amat sangat.

Nara hanya bisa mengerutkan bibir sambil memikirkan keanehan yang terjadi sejak semalam. Han Ruo, Yan Ran, dan yang lainnya mendadak rajin mengerjakan tugas rumah tanpa berani memerintah mereka bertiga seperti biasanya.

Bahkan Yan Shong sama sekali tidak melayangkan makian atau bentakan kepada Nyonya Mu.

"Kak, lagi memikirkan apa sih? Daun sayurnya malah dibuang semua," tegur Yan Ning sambil menarik lengan baju Nara.

Anak itu menunjuk ke arah tumpukan sawi di atas tanah. Nara spontan menunduk dan baru sadar kalau dari tadi dia malah membuang semua daun dan cuma menyisakan batang tengahnya saja.

Dia tersenyum canggung ke arah adiknya. "Eh, iya... Kakak agak kurang fokus."

Belum sempat Nara melanjutkan omongannya, pintu pagar halaman tiba-tiba didorong terbuka dengan keras.

Nenek Lou melangkah masuk duluan, diikuti oleh seorang wanita tua bermata sipit yang memakai jubah kuning mencolok. Rambut wanita tua itu disanggul tinggi menggunakan jepit dari kayu persik.

Han Ruo berjalan paling belakang, mengiringi keduanya masuk ke halaman sambil melemparkan tatapan penuh arti ke arah Nara. Nara langsung menyisipkan matanya, membaca situasi.

"Kak..." Yan Ning merasa gelisah melihat kedatangan mereka. Dia langsung bergeser mundur dan merapatkan tubuhnya di balik punggung Nara.

"Mbah Kusno, tolong periksa rumah kami dengan teliti ya. Kalau ada setan atau roh jahat, langsung dibersihkan saja," ujar Han Ruo dengan suara yang sengaja dikeraskan.

"Kedamaian Keluarga Yan sekarang bertumpu pada keahlian Mbah," lanjut Han Ruo sambil matanya sengaja melirik sinis ke arah Nara.

Dukun itu tidak menyahut. Dia cuma mengeluarkan sebuah kompas kuno dari dalam tas kainnya, lalu mulai berjalan keliling halaman rumah.

Mulutnya komat-kamit merapalkan mantra sambil sesekali menghitung menggunakan jari tangannya. Nenek Lou mengekor tepat di belakang dukun itu dengan raut wajah cemas.

"Hawa mistis di rumah ini kuat sekali," ujar Mbah Kusno setelah mendadak menghentikan langkahnya dengan gaya misterius.

Nara mengangkat sebelah alisnya melihat sandiwara itu. Kalau sampai detik ini dia tidak paham apa yang sedang direncanakan ibu tirinya, dia pasti sudah jadi orang bodoh.

"Mbah Kusno, tolong selamatkan Keluarga Yan," pinta Nenek Lou panik dengan wajah yang langsung pucat pasi setelah mendengar ucapan si dukun.

"Tenang saja, selama ada saya di sini, tidak akan ada makhluk halus yang bisa lolos dari petunjuk kompas ini," sahut dukun itu dengan nada sombong sambil sedikit mendongak.

Han Ruo maju selangkah lalu bertanya dengan tidak sabar, "Mbah Kusno, apa Mbah bisa melihat di mana roh jahat itu bersembunyi sekarang?"

"Tolong cepat lakukan ritualnya dan singkirkan makhluk pembawa sial itu dari rumah kami!" seru Han Ruo berapi-api.

Mbah Kusno mendengus pelan lalu kembali berjalan memutari halaman rumah. Langkah kakinya perlahan mendekat, sampai akhirnya dia berhenti tepat di depan Nara dan Yan Ning.

"Kakak..." Wajah Yan Ning langsung pucat karena takut. Tangsansya refleks menggenggam erat jemari tangan kanan Nara.

"Jangan takut," bisik Nara menenangkan adiknya. Pandangan matanya tetap lurus, menatap dingin ke arah dukun palsu di depannya itu.

Mbah Kusno memperhatikan gadis kurus di hadapannya yang bertubuh ringkih dengan tangan kiri yang masih terbalut kain kasa tebal. Dukun itu tahu, ini pasti anak sulung Keluarga Yan yang dirumorkan sebagai si pembawa sial berjari enam.

Sebagai seorang dukun keliling, dia tentu aja harus pintar mencari tahu gosip di desa-desa sekitar demi mendapatkan kepercayaan warga. Berhubung dia sudah tahu latar belakang masalah di rumah ini, melihat kondisi Nara sekarang membuatnya makin percaya diri.

Dukun itu berdeham keras untuk menenangkan diri, lalu menatap tajam wajah Nara. Namun, begitu sepasang mata sipitnya beradu dengan mata Nara, dia mendadak terpaku di tempat.

Sepasang mata phoenix milik Nara terlihat begitu tajam, sedingin bilah pedang yang seolah bisa langsung menusuk ulu hati dan membuat bulu kuduk dukun itu merinding.

Mbah Kusno tanpa sadar melangkah mundur karena terkejut dengan intimidasi itu. Namun, pas dia mengucek mata dan melihat lagi, Nara cuma diam menunduk seolah tatapan tajam tadi hanyalah halusinasinya saja.

Sadar kalau Nenek Lou dan Han Ruo sedang memperhatikannya dari belakang, dukun itu langsung menegakkan tubuhnya kembali untuk menjaga gengsi.

Dia menunjuk wajah Nara lalu berteriak lantang dengan suara menggelegar, "Roh jahat dari mana kamu?! Berani-beraninya kamu merasuki anak perempuan dari Keluarga Yan?!"

1
Andira Rahmawati
hadir thor..👍
Ntaaa___
Jangan lupa mampir ya ka💪😇😍
Ntaaa___
Jangan lupa mampir ya ka💪😇
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
maaf kak aku skip ya
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
aduh... makin kesini makin kesana
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
tahap ini masih belum apa-apa ya 🤔
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
saran kak jangan terlalu lembek ya pemeran utama nya🤭
Puji Pangestuti: iya PU nya lembek bnr dah,yg jahat malah yg berkuasa😎
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
masih nyimak aku kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!