Di dunia tempat takdir manusia tercatat dalam sebuah Arsip, seorang pemuda terbangun tanpa data apa pun tentang dirinya.
Saat rahasia dunia mulai terbuka, ia menjadi satu-satunya orang yang tidak seharusnya ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sena himura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 — Manusia Tanpa Arsip
Bab 1 — Manusia Tanpa Arsip
Langit malam Kota Elarion tidak pernah benar-benar gelap.
Cahaya ungu dari menara pusat terus bersinar di atas langit seperti mata raksasa yang mengawasi seluruh kota. Di bawahnya, jutaan layar hologram melayang di antara gedung-gedung tinggi, menampilkan data kehidupan setiap manusia.
Nama.
Umur.
Pekerjaan.
Takdir.
Semua tercatat di dalam sistem bernama Archive.
Sistem yang mengatur dunia sejak ratusan tahun lalu.
Orang-orang percaya satu hal:
> “Jika datamu ada di Archive, maka keberadaanmu diakui dunia.”
Dan malam itu… seseorang yang seharusnya tidak ada sedang berlari di lorong sempit kota bawah.
Suara sirene menggema keras.
“Target masih bergerak di sektor tujuh!”
“Jangan biarkan dia lolos!”
Ren menoleh cepat ke belakang. Napasnya berat, sementara hujan dingin membasahi jaket hitam lusuh yang ia kenakan.
Tiga drone penjaga melayang di udara, memancarkan cahaya merah ke arah tubuhnya.
Ia mempercepat langkah.
Lorong kota bawah dipenuhi kabel menjuntai, pipa bocor, dan layar rusak yang berkedip tanpa arah. Bau logam dan asap memenuhi udara.
Ren melompat melewati pagar besi rusak lalu bersembunyi di balik tumpukan kontainer tua.
Tubuhnya gemetar.
Bukan karena takut.
Tapi karena bingung.
Semua ini terjadi terlalu cepat.
Satu jam lalu, hidupnya masih normal.
Ia hanya seorang pekerja pengantar barang di distrik bawah Elarion. Tidak punya keluarga. Tidak punya teman dekat. Hidup biasa yang nyaris tidak diperhatikan siapa pun.
Sampai layar pemeriksaan kota mendeteksi sesuatu yang mustahil.
Ren tidak memiliki Arsip.
Tidak ada data.
Tidak ada identitas.
Tidak ada catatan kelahiran.
Kosong.
Dan itu membuat seluruh sistem kota kacau.
“Bagaimana mungkin…” gumam Ren pelan.
Ia masih mengingat wajah petugas pemeriksaan tadi.
Pucat. Ketakutan.
Seolah melihat monster.
Tiba-tiba—
BRRRTT!!
Salah satu drone menembakkan cahaya listrik ke arah kontainer tempat Ren bersembunyi.
Ledakan kecil menghancurkan besi di samping wajahnya.
Ren langsung berlari lagi.
“Dia di sana!”
“Kejar!”
Langkahnya makin tidak stabil.
Tubuhnya lelah.
Namun di tengah pelariannya, sesuatu aneh mulai terasa.
Suara.
Seseorang berbisik di dalam kepalanya.
> “Temukan… pintunya…”
Ren membelalak.
“Apa…?”
> “Archive telah membuka matanya…”
Suara itu terdengar pelan, dingin, dan tidak manusiawi.
Ren menutup telinganya.
Tetapi suara itu tidak hilang.
Sebaliknya—
Cahaya ungu mulai muncul dari tangan kirinya.
Garis-garis bercahaya bergerak seperti pola misterius di kulitnya.
Drone penjaga tiba-tiba berhenti bergerak.
Lampu mereka berkedip kacau.
“Error?”
“Sistem terganggu!”
“Tidak bisa membaca target!”
Ren ikut terdiam.
Ia melihat tangannya sendiri dengan napas tidak beraturan.
Cahaya itu membentuk simbol lingkaran aneh.
Seperti lambang kuno.
Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya…
layar hologram di seluruh kota berubah bersamaan.
Semua layar hanya menampilkan satu tulisan:
> ERROR : ARCHIVE SUBJECT NOT FOUND
Orang-orang di jalan mulai panik.
Alarm kota berbunyi semakin keras.
Menara pusat memancarkan cahaya ungu raksasa ke langit.
Sementara itu, jauh di puncak kota—
seorang pria tua membuka matanya perlahan di dalam ruangan gelap.
Di depannya, puluhan layar data melayang liar.
“Tidak mungkin…” bisiknya pelan.
Tangannya gemetar.
“Setelah bertahun-tahun…”
Ia menatap layar utama yang menampilkan wajah Ren.
Lalu mengucapkan satu kalimat yang mengubah segalanya.
> “Archive Zero telah bangkit.”
Dan di bawah hujan malam Elarion—
Ren tidak sadar bahwa sejak detik itu, seluruh dunia mulai memburunya.
🙏🙏maaf gaes kalo jelek nya soal masih pemula di bidang ini
jangan lupa berkunjung ke novelku mas judulnya "Ovrien"