NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Hilang kendali

Tubuh Ema langsung terjungkal karena tiba-tiba ada seseorang yang menendang tubuhnya dengan begitu kuat dari arah samping.

"Bella?" kaget Andrew setelah melihat sosok Bella yang ternyata pelaku yang telah menendang Ema barusan.

ARGGHHHTTTT SIAL INI SAKIT SEKALI! teriak Ema begitu marah dan mulai berbalik untuk menatap tersangka yang telah membuatnya seperti ini.

HEI SIAPA KAMU?, BERANI SEKALI MENENDANG KU! KAMU TIDAK TAHU SIAPA AKU YAH?!. Tunjuk Ema ke arah Bella dengan posisi masih terduduk di lantai.

KAMU TIDAK PERLU TAHU SIAPA AKU, LAGIAN AKU TIDAK ADA URUSAN DENGAN KU! ketus Bella menatap Ema sekilas.

"Ayo paman kita segera pergi dari sini, aku kesini khusus untuk menjemput mu karena paman Fatir tidak bisa di andalkan." Jelas Bella dengan raut wajah agak kesal jika meningat ia beberapa waktu yang lalu terus mengetuk pintu kamar paman Fatir namun orangnya tidak kunjung terbangun.

"Baiklah ayo kita segera pergi dari sini." setuju Andrew.

Andrew mulai berdiri dari posisi duduknya namun tubuhnya agak terhuyung dengan kepala begitu pusing dan tubuh yang sudah sangat kepanasan saat ini.

"Paman kenapa?" Tanya Bella refleks menangkap tubuh Andrew.

"Tidak apa-apa mungkin efek terlalu banyak minum."

Andrew tidak mau jujur kepada Bella jika tubuhnya terasa pusing dan panas karena efek obat. Ia tidak mau membuat keponakannya itu merasa khawatir.

"Mangkan nya jangan terlalu banyak minum paman!" Dengus Bella mulai memapah tubuh Andrew keluar dari club malam.

Tanpa di sadari oleh Bella saat ini Andrew terlihat memejamkan matanya mencoba menahan hasrat yang muncul karena sentuhan Bella barusan.

"Ya tuhan bisa gila aku!, hanya sentuhan lembut saja membuat tubuh ku bertambah panas!"

Sementara di bawah lantai Ema terus menatap tajam kepergian Andrew dengan wanita muda yang telah menggagalkan rencananya.

"sialan siapa wanita itu kenapa ia begitu akrab sekali dengan Andrew?, awas saja kalo ketemu lagi aku akan buat perhitungan sama dia!" geram Ema mengepalkan tangan nya kuat.

******

Kini Bella dan Andrew sudah berada di dalam mobil milik gadis itu bersiap untuk segera pulang ke Mansion.

"Nanti akan Bella suruh supir untuk membawa mobil paman ke Mansion, sekarang paman ikut pulang pakai mobil ku dulu." Ucap Bella sambil memasang sabuk pengamannya untuk Andrew.

"Jangan pulang ke Mansion, antarkan paman ke apartemen saja."

"Kenapa pulang ke apartemen paman?" Heran Bella.

Hening, tidak ada sahutan dari Andrew. namun saat Bella menoleh ke arah sang paman, terlihat Bella langsung panik karena pamannya kini berkeringat cukup banyak dan terlihat begitu gelisah.

"Paman kenapa?, kenapa berkeringat banyak sekali paman sedang sakit?" Cecar Bella khawatir sembari memegang bahu sang paman.

Merasakan sentuhan di tubuhnya, Andrew segera menghempas tangan Bella di bahunya.

"Paman merasa sedikit tidak enak badan maka segera antarkan paman ke apartemen saja" Desak Andrew memelas.

"Baik paman, Bella akan segera menyetir ke apartemen milik paman."

Selama di perjalanan Bella terlihat tidak fokus menyetir, karena sesekali ia melirik ke arah sang paman yang saat ini tengah bersandar dan terlihat menutup kedua matanya. Namun bibir pria itu terus bergumam dengan tubuh yang penuh dengan keringat.

"Apa paman sakit demam?, kenapa berkeringat sebanyak itu?"

*******

BRUK!

Sesampainya di apartemen Bella langsung menjatuhkan tubuh sang paman di atas kasur, kini ia terlihat sedang meregangkan otot-otot di tubuhnya yang agak terasa pegal karena telah menopang tubuh sang paman yang cukup berat itu.

"Astaga rasanya tubuh ku pegal sekali padahal cuma memapah paman Andrew saja."

Kini Bella berniat mencari obat demam, namun langkah kakinya langsung terhenti setelah mendengar suara sang paman.

PANAS! TOLONG SIAPKAN AIR DINGIN UNTUK KU MANDI! guman Andrew pelan.

"Dasar ada-ada saja lagi sakit demam minta mandi air dingin." Dumel Bella menatap sang paman, namun tidak menghiraukan dan malah keluar untuk mencari kotak obat.

Setelah Bella keluar dari kamar dan menutup pintu, Andrew telihat betambah gelisah di atas kasur. Ia terus bergerak kesana kemari seperti cacing kepanasan. tanpa sadar ia berjalan sendiri ke dalam kamar mandi dan langsung menyalakan shower air mengguyur tubuhnya yang terasa begitu panas.

Tes...tes...tes...

Air mulai mengalir dari atas shower kamar mandi, seketika tubuh Andrew sudah basah kuyup semua. kemeja putih yang sedang ia pakai terlihat tembus pandang dan memperlihatkan tubuh gagah berotot milik pria itu.

Kini pria itu mulai merasa lebih baik dari sebelumnya, tubuhnya tidak terasa terlalu panas lagi karena terguyur air. namun tetap saja miliknya sudah menegak sempurna.

Andrew mulai berpikir apakah ia harus bermain solo malam ini agar hasratnya tersalurkan. Namun pria itu segera mengelengkan kepalanya kuat menolak untuk bermain solo ia terpaksa akan mencari seorang wanita malam untuk memuaskan hasratnya malam ini.

Kini Bella kembali memasuki kamar dengan membawa kotak obat, namun tatapan matanya terlihat begitu kaget karena tidak menemukan sang paman terbaring di atas tempat tidur. namun Bella sayup-sayup mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.

"Astaga jangan-jangan paman Andrew bermain air di dalam kamar mandi, ini gak bisa di biarkan yang ada nanti sakit paman Andrew bertamah parah."

Dengan panik Bella segera menyimpan kotak obat yang sedang ia pegang secara asal ke sembarang tempat dan mulai berjalan mendekat ke arah kamar mandi.

DEG!

GLUK!

Bella terlihat menelan ludah nya sendiri saat menatap pemandangan yang ada di depannya saat ini.

"Kenapa ia begitu sexy padahal masih berpakaian lengkap?"

Jangan salahkan Bella tiba-tiba tergiur

setelah melihat tubuh sang paman, usianya sudah memasuki 23 tahun. hal tersebut sangat wajar gadis itu rasakan saat ini.

"Paman Andre cepat matikan airnya nanti paman bisa sakit!"

Bella berusaha mengintruksi sang Paman untuk segera mematikan shower air. Namun ucapanya itu tidak di hiraukan, Bella yang sudah terlanjur kesal langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mematikan sendiri shower air tersebut.

Namun tindakanya itu langsung di halangi oleh sang paman, dan mulai terjadilah adegan saling tarik menarik di antara mereka.

"Paman stop nanti paman bisa sakit!"

"Tidak mau!." Tolak Andrew sembari menarik tangan Bella ke arahnya.

Bella terlihat terkejut saat tangan nya di tarik ke depan oleh sang paman.

BRUK!

tubuh belakang Andrew terlihat menubruk tembok kamar mandi, sementara tubuh Bella menabrak dada bidang milik sang paman yang sudah basah kuyup tersebut.

DEG!

DAG! DIG! DUG!

Detak jantung mereka berdua saling bersahutan saat ini, mereka berdua sama-sama diam dengan tubuh yang terus di guyur air dari atas sehingga tubuh Bella pun sudah basah kuyup saat ini.

Seakan tersadar dengan apa yang telah terjadi, di saat sang paman hanya diam dan tidak ada pergerakan gadis itu segera mematikan shower air yang ada di samping tubuh sang paman.

Tanpa di sadari oleh Bella sedari tadi sang paman terus menatap ke arah tubuh gadis itu, kaos putih oversize yang di pakai Bella terlihat sudah sangat basah dan memperlihatkan dua buah gunung kembar yang terhimpit oleh bra di dalam sana yang terlihat begitu menantang di mata Andrew.

GLUK!

Andrew menelan ludahnya sendiri saat melihat bagian tubuh Bella yang terlihat begitu jelas.

"Shit bisa gila aku!, sumpah udah gak tahan lagi!"

"Tuh kan Bella jadi....."

Belum sempat Bella menyelesaikan ucapanya kini tubuhnya menegang sempurna saat mendongak ke arah atas, karena ternyata sang paman terus menatap ke arahnya dengan mata sayu penuh hasrat seperti siap untuk memakan Bella.

GREP!

Seakan hilang kendali Andrew langsung memeluk erat tubuh Bella, kini wajah pria itu telah berada di celuk leher Bella sembari mendengus pelan seperti seekor kucing.

Seketika pria itu langsung bisa mencium aroma tubuh Bella yang begitu harum dan memabukan bagi dirinya.

PAMAN KENAPA MEMELUK KU BEGITU ERAT?!

*****

Bella berusaha melepaskan pelukan sang paman di tubuhnya, namun sayang paman nya itu malah bertambah erat memeluk tubuhnya. malahan saat ini wajah Andrew telah bertengger di celuk lehernya dan mulai mengendus di area sana.

Tanpa sadar Bella memejamkan matanya dan mengigit bibir bawahnya pelan saat merasakan hembusan nafas sang paman di celuk lehernya saat ini.

"Hmmmm.... ahhhhhh.." satu desahan lolos dari bibir Bella.

"Maaf aku sudah tidak tahan lagi!"

Ucapan ambigu Andrew barusan membuat Bella langsung mengerutkan keningnya heran. namun detik berikutnya Andrew mulai sedikit melonggarkan pelukanya di tubuh Bella. kini kedua mata pria itu langsung tertuju ke arah bibir pink mengoda milik Bella.

CUP!

bibir Andrew mulai mendarat di belahan bibir Bella, pria itu mulai memejamkan matanya merasakan sensasi seperti tersengat listrik yang baru dia rasakan selama ini.

Bella terlihat membulatkan kedua matanya saat benda kenyal dan hangat mendarat di belahan bibirnya dengan mulus, dan ternyata pelakunya adalah sang paman.

EUHHHMMMM......!

Bella berusaha memberontak namun kini tubuhnya langsung di dorong ke arah tembok dan kedua tangannya langsung di tahan sang paman di atas kepalanya saat ini.

Andrew terus menghisap dan melumat habis bibir ranum milik Bella, gadis itu terlihat begitu kewalahan berusaha melepas ciuman tersebut.

HENTIKAN PAMAN!, BELLA MOHON KITA TIDAK BOLEH SEPERTI INI, KITA ADALAH SAUDARA!

suara Bella terdengar menggelegar di dalam kamar mandi, namun sayang ucapan wanita itu barusan tidak di dengar oleh Andrew.

Awalnya Bella terus memberontak dengan terus memukuli dada Andrew, namun lama kelamaan gadis itu mulai terbuai dengan sentuhan sang paman pada tubuhnya.

Tangan Bella yang awalnya di pegang kuat oleh Andrew di atas kepalanya kini sudah bertengger di leher pria itu dan mulai memeluk dan membalas ciuman Andrew yang begitu menuntut dan penuh nafsu.

Saat mengetahui tidak ada perlawanan lagi dari Bella, Andrew segera mengendong tubuh Bella ala anak koala di depan tubuhnya tanpa melepas tautan bibir mereka.

Ummmm.....ahhhhhh.....

BRUK!

dengan agak kasar Andrew melempar tubuh Bella ke atas kasur dan mulai menindih tubuh wanita itu. Andrew langsung mencium kembali Bella dengan penuh hasrat dan mengebu-gebu.

Bella yang memang sudah di penuhi hawa nafsu pula hanya bisa pasrah saja sembari terus membalas dan menyeimbangi ciuman dari Andrew.

"Paman ini tidak benar." Lirih Bella pelan setelah Andrew berhasil meloloskan semua pakaian milik wanita itu.

"I want you baby to night." Goda Andrew di depan wajah Bella.

melihat Bella yang hanya diam dan tidak ada penolakan Andrew kembali melancarkan aksinya.

********

"Ahhh.....Amanda sayang.....ahhhh...." lirih Andrew pelan.

DEG!

NYUT!

Entah kenapa hati Bella tiba-tiba terasa sakit dan ngilu saat mendengar pria yang sedang bercinta dengan nya itu malah menyebut nama wanita lain bukan dirinya.

Perlahan air mata Bella mulai mengalir di kedua pipinya, kini ia sedang memikirkan bagaimana keesokan paginya setelah paman nya itu sadar jika wanita yang bercinta dengan dirinya bukanlah Amanda melainkan dirinya Bella.

"Aahhhhhh..... baby kamu begitu nikmat dan sempit, Amanda i love you."

Entah berapa kali Andrew terus mendesah sembari menyebut nama wanita lain, namun yang pasti benih pria itu telah tertanam cukup banyak di dalam rahim Bella malam ini.

Sekitar jam 2 pagi, mereka baru saja menyelesaikan pertarungan di atas kasur. kini kedua tubuh mereka sudah tertutup selimut dengan kedua lengan Andrew yang memeluk tubuh Bella dari belakang.

ternyata Andrew telah tertidur pulas sedari tadi, sementara Bella masih terjaga dan membuka kedua matanya. Bella kini terlihat tengah menangis terisak seorang diri. Ia sedang menyesali apa yang telah terjadi di antara dirinya dan sang paman beberapa waktu yang lalu.

"Hiks...hiks....hiks... dasar kamu bodoh!, kenapa kamu malah tidur dengan paman mu sendiri!. Besok pagi entah apa yang akan di pikirkan paman Andrew tentang mu!, mungkin saja paman Andrew akan sangat membenci dan menganggap mu seorang pelacur jika mengetahui hal ini." batin Bella merutuki kebodohannya.

Dengan gerakan pelan Bella mulai menyingkirkan lengan Andrew yang tengah memeluk tubuhnya saat ini, sekilas Bella menatap wajah terlelap sang paman. Kini Bella sangat mengakui jika paman nya itu memang begitu tampan dan mempesona tidak salah banyak wanita yang tergila-gila kepada pamannya itu termasuk mungkin dirinya sendiri.

Setelah puas memandang wajah terlelap Andrew, Bella segera turun dari atas kasur dengan tubuh polosnya.

Awwww!

Rintih Bella pelan merasakan bagian bawahnya begitu perih dan ngilu saat kedua kakinya baru menyentuh lantai.

Bella berusaha menahan rasa perih dan sakit di bagian tubuh bawahnya, ia mulai memunguti pakaian miliknya yang berserakan di lantai. dengan cepat ia memakainya mumpung sang paman sedang tertidur lelap.

"Aku harus segera pergi dari sini sebelum paman Andrew terbangun dan tahu siapa yang telah tidur dengan."

Namun sebelum benar-benar keluar dari kamar sang paman, terlihat raut wajah Bella yang begitu sedih. Ia seperti sangat menyesali kejadian malam ini bersama Andrew yang seharusnya tidak pernah terjadi.

"Aku akan menganggap malam ini hanya sebuah mimpi buruk saja dan akan segera melupakanya."

*****

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!