NovelToon NovelToon
Blazing Asura: The Untamed God

Blazing Asura: The Untamed God

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:909
Nilai: 5
Nama Author: fandy syahputra

Di puncak tertinggi Sembilan Ranah, Yu Fan adalah legenda—seorang Master Tingkat 9 yang menyentuh ranah kedewaan. Namun, kepercayaan adalah pedang bermata dua; ia dikhianati oleh sahabat masa kecilnya dan dibuang ke Dunia Fana dalam keadaan hancur.
Setelah 50.000 tahun tersegel dalam kegelapan yang sunyi, Yu Fan terbangun di dunia yang telah berubah total. Kekuatannya sirna, ingatannya terkikis, namun api amarah di jiwanya tetap membara. Di dunia baru ini, sang pengkhianat dipuja sebagai Dewi Kebajikan, dan sekte yang membantainya telah menjadi penguasa tunggal yang paling disegani.
Mengenakan jubah hitam dan memikul kutukan energi Yin yang dingin, Yu Fan harus memulai kembali perjalanannya dari titik terendah. Di antara kepingan ingatan yang hilang dan dunia yang penuh kebohongan, Sang Ashura akan bangkit kembali—bukan untuk menjadi pahlawan, melainkan untuk menghancurkan langit yang telah memuarakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fandy syahputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Seribu Langkah Menuju Langit

Langit di dalam dimensi ujian tidak berwarna biru, melainkan berwarna perak yang berpendar, menciptakan suasana yang asing dan menekan jiwa. Di depan ribuan peserta ujian yang berhasil lolos dari seleksi administrasi, berdiri sebuah struktur yang membuat nyali siapa pun menciut. Seribu Anak Tangga Langit. Tangga itu begitu luas, terbuat dari batu hitam yang memancarkan hawa dingin, dan puncaknya seolah menembus awan perak yang tebal.

Di puncak tertinggi, sebuah patung raksasa tanpa wajah duduk bersila. Meski patung itu terbuat dari batu, aura yang terpancar darinya terasa seperti kehadiran seorang dewa yang sedang mengawasi semut-semut kecil di bawahnya.

"Sambutlah ujian pertama kalian," suara itu datang dari seekor rubah berekor tiga yang terbang melayang di udara, sebuah binatang roh tingkat tinggi yang bertindak sebagai pengawas. "Kalian memiliki waktu tujuh hari. Lewat dari itu, kalian gugur. Aturannya sederhana: dilarang membunuh, dilarang menggunakan pil terlarang, dan dilarang berbuat curang. Gerbang ini merekam setiap detak jantung dan niat kalian."

Setelah rubah itu menghilang ke dalam kabut, keheningan pecah. Satu per satu peserta mulai melangkah. Yu Fan menarik napas panjang, merapikan jubah hitamnya, dan menatap ke puncak. Aku sudah berjanji pada Baginda Raja dan Yuexin. Aku adalah pelindung Tianwu. Aku tidak akan jatuh di sini.

Langkah pertama terasa biasa saja. Namun, saat mencapai anak tangga kesepuluh, Yu Fan merasakan beban di bahunya seolah-olah dia sedang memikul karung gandum yang berat. Di sekelilingnya, bisik-bisik ketakutan mulai terdengar.

"Tekanan ini... setiap langkah terasa seperti berat badanku bertambah dua kali lipat!" keluh seorang peserta yang sudah bermandikan keringat.

Saat mencapai anak tangga ke-100, pemandangan mulai menjadi tragis. Banyak peserta yang sudah tersungkur, napas mereka terengah-engah, dan darah mulai merembes dari hidung mereka akibat tekanan internal yang luar biasa. Mereka yang memaksakan diri justru jatuh pingsan dan segera diteleportasi keluar oleh sistem dimensi.

Yu Fan terus melangkah. Energi Yin di dalam tubuhnya mulai bergerak secara naluriah, membentuk lapisan tipis di permukaan kulitnya untuk menahan beban gravitasi yang tidak wajar itu. Di sampingnya, ia melihat para perwakilan dari enam sekte besar lainnya bergerak dengan stabil, meski wajah mereka menunjukkan konsentrasi yang mendalam.

...****************...

Tiga hari telah berlalu. Dimensi ini mengacaukan persepsi waktu, namun kelelahan fisik tidak bisa berbohong. Di anak tangga ke-500, langkah Yu Fan terhenti. Ia merasa seolah-olah ada gunung yang benar-benar diletakkan di atas kepalanya. Di depannya, perwakilan dari sekte-sekte besar juga berhenti. Mereka semua terengah-engah.

Seorang wanita cantik dengan jubah putih bersih yang memancarkan aura suci, perwakilan dari Sekte Teratai Putih bernama, Lin Xueru menoleh ke arah rekan-rekan pesaingnya. Wajahnya yang biasanya sedingin es kini tampak sedikit pucat.

"Jika kita terus berjalan sendiri-sendiri, tidak akan ada satu pun dari kita yang sampai ke puncak sebelum hari ketujuh," suara Xueru terdengar tenang namun tegas. "Celah dalam aturan ini adalah, mereka tidak melarang kita untuk bekerja sama. Kita semua adalah harapan dari sekte kita masing-masing. Bagaimana jika kita melupakan persaingan sejenak?"

Yu Fan menoleh, matanya bertemu dengan mata jernih Xueru. Ia mengangguk pelan. "Setuju. Seutas benang mudah putus, namun seribu benang mampu mengikat naga. Kekuatan kolektif adalah satu-satunya jalan."

Seorang wanita genit dengan pakaian sutra tipis dari Sekte Penggoda menyeringai, "Ah, jika gadis cantik dari Teratai Putih yang meminta, mana mungkin aku menolak?"

Perwakilan dari Sekte Budha, seorang biksu muda bernama Fa Hai, merapatkan tangannya. "Amitabha. Menolong satu sama lain adalah jalan kebajikan."

Mereka pun membentuk formasi unik. Fa Hai berdiri di paling depan, menggunakan tubuh emasnya yang kuat untuk membelah tekanan udara. Yu Fan dan yang lainnya saling berpegangan tangan, menyalurkan energi internal mereka satu sama lain untuk menciptakan satu perisai energi besar yang melindungi seluruh kelompok.

...****************...

Langkah demi langkah mereka lalui. Tekanan di tangga ke-700 dan ke-800 terasa mematikan. Sering kali, kaki Lin Xueru goyah atau gadis dari Sekte Penggoda hampir terjatuh karena kelelahan energi. Namun, setiap kali itu terjadi, Yu Fan adalah orang yang paling sigap menahan lengan mereka, memberikan tumpuan yang kokoh dengan tenaga dalam Yin-nya yang stabil.

Lin Xueru sempat menatap Yu Fan saat pemuda itu menariknya berdiri untuk ketiga kalinya. Ada sesuatu yang aneh pada pemuda berbaju hitam ini, energinya dingin namun terasa sangat protektif. Meski hatinya terlatih untuk tidak memikirkan pria, Xueru merasakan rona tipis di pipinya yang segera ia sembunyikan dengan memalingkan wajah. Yu Fan sendiri bersikap biasa, fokusnya hanya satu: mencapai puncak.

Hari ketujuh hampir berakhir. Mereka berada di anak tangga ke-999. Puncaknya hanya tinggal satu langkah lagi, namun patung raksasa di atas sana tiba-tiba melepaskan aura keemasan yang luar biasa dahsyat. Itu adalah ujian terakhir.

"Genggam erat!" teriak Yu Fan, suaranya parau.

Mereka semua saling mencengkeram tangan hingga buku-buku jari mereka memutih. Energi mereka menyatu menjadi satu aliran yang meluap-luap. Dengan satu teriakan serentak yang menggetarkan dimensi tersebut, mereka mengayunkan langkah terakhir.

BUM!

Tekanan itu tiba-tiba sirna. Mereka semua ambruk di lantai puncak yang terbuat dari giok, terengah-engah, tubuh mereka basah oleh keringat, namun hati mereka penuh dengan kemenangan.

Sabda Sang Patung dan Kelulusan

Patung raksasa itu perlahan membuka matanya yang bercahaya. Sebuah suara yang dalam dan kiasan mengalun di udara.

"Bunga mekar karena hujan, bukan karena guntur. Kalian telah belajar bahwa kekuatan sejati tidak ditemukan dalam kesendirian, melainkan dalam keselarasan. Puncak ini bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju penderitaan yang lebih mulia."

Patung itu kemudian menyebutkan nama-nama mereka yang berhasil lulus. Hanya 13 orang dari ribuan peserta yang sanggup berdiri di titik itu.

Yu Fan, Lin Xueru (Sekte Teratai Putih), Fa Hai (Sekte Budha), Mo Han (Sekte Pedang Iblis), Mei Er (Sekte Penggoda), Xiao Feng (Sekte Pencuri),Li Wei (Murid Berbakat Kerajaan) dan enam orang lainnya dari sekte biasa.

"Selamat, para praktisi muda. Gerbang dunia baru menanti kalian," sabda sang patung seraya memancarkan cahaya terang yang membuka sebuah gerbang dimensi keluar.

Kemegahan Akademi Langit Biru

Saat Yu Fan dan rombongan melangkah keluar dengan tubuh tertatih dan napas yang masih belum stabil, mereka disambut oleh pemandangan yang menakjubkan. Mereka berdiri di sebuah lapangan luas yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan yang melayang di udara, air terjun yang mengalir ke atas, dan ribuan murid senior yang berdiri rapi dengan pakaian seragam biru muda yang elegan.

"YU FAN! KAU BERHASIL!"

Sebuah suara nyaring yang penuh kegembiraan memecah keheningan formal itu. Di barisan paling depan, Jin Yuexin melompat-lompat kecil sambil melambaikan tangannya dengan liar. Wajahnya yang periang tampak sangat kontras dengan suasana serius di sana. Yu Fan, meski lelah, tidak bisa menahan senyum tipisnya. Ia mengangkat tangan kecilnya, menyahut sapaan sang putri.

Di podium utama, berdiri seorang pria paruh baya dengan janggut panjang yang memancarkan aura kebijaksanaan luar biasa, sang Dekan Akademi. Di sampingnya, seorang pria yang lebih muda dengan tatapan tajam dan dingin, Wakil Dekan, memperhatikan Yu Fan dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia mengelus janggutnya perlahan, menyadari ada sesuatu yang "berbeda" dari energi Yin pemuda itu.

"Selamat datang di Akademi Langit Biru," ucap sang Dekan, suaranya mencapai setiap sudut lapangan tanpa perlu berteriak. "Kalian adalah 13 mutiara yang berhasil disaring dari lumpur. Di sini, tidak ada pangeran atau rakyat jelata. Yang ada hanyalah praktisi yang mencari kebenaran. Setiap tahun, kita akan mengadakan Pertarungan Antar-Akademi. Persiapkan diri kalian, karena dunia tidak akan menunggu kalian menjadi kuat."

Setelah pidato sambutan yang panjang mengenai aturan ketat akademi,termasuk larangan duel maut di dalam asrama dan kewajiban mengikuti kelas alkimia, para murid baru pun dibubarkan untuk menuju asrama mereka.

Saat Yu Fan hendak berjalan menuju Yuexin, ia merasakan seseorang menyentuh bahunya. Ia berbalik dan menemukan Lin Xueru berdiri di sana. Wanita dari Sekte Teratai Putih itu menundukkan kepalanya sedikit, sebuah gerakan yang sangat langka bagi murid sekte suci tersebut.

"Terima kasih... atas bantuanmu di tangga tadi, Yu Fan," ucap Xueru pelan. Wajahnya yang cantik terlihat sedikit merona di bawah sinar matahari sore. "Jika bukan karena pegangan tanganmu yang kuat, aku mungkin sudah terlempar keluar."

Yu Fan sedikit tersipu, menyadari betapa cantiknya wanita di depannya ini saat ia melepaskan topeng kedinginannya. "Kita semua saling membantu, Lin Xueru. Aku hanya melakukan bagianku."

Xueru tersenyum tipis, sebuah senyum yang bisa meluluhkan hati banyak pria. "Mulai besok, kita akan bersaing di akademi ini. Aku tidak akan mengalah padamu, tapi... jika kau butuh bantuan, carilah aku."

Satu per satu perwakilan sekte lain juga datang memberikan hormat sebelum pergi ke paviliun sekte masing-masing. Mereka sadar, persahabatan di atas tangga tadi hanyalah gencatan senjata sementara. Di dalam Akademi Langit Biru, persaingan sesungguhnya baru saja dimulai.

Yu Fan menatap langit akademi yang luas. Ia merasakan energi di tempat ini begitu padat. Di sinilah ia akan bangkit. Di sinilah ia akan mencari tahu siapa sebenarnya Xe Yu'er dan mengapa hatinya bergetar setiap kali nama itu disebut.

"Ayo, Yu Fan! Aku akan mengantarmu ke asrama terbaik!" Yuexin menarik lengan Yu Fan dengan semangat, membuyarkan lamunannya.

Yu Fan tertawa kecil, melangkah masuk ke dalam babak baru kehidupannya dengan tekad yang lebih kuat dari baja. Sang Asura telah menginjakkan kaki di tempat para dewa bernaung.

1
WER
semangat author 👍👍👍👍
Fandi Syahputra: 💪 semangat 45
total 1 replies
Fandi Syahputra
hehehe🤭 support terus
T28J
cocok sama saya Thor... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!