NovelToon NovelToon
Gadis Manja Vs Pria Urakan

Gadis Manja Vs Pria Urakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy / Romantis / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:676
Nilai: 5
Nama Author: Eliana Rovelle

Christian sudah menyukai Maya sejak lama—gadis manja, pemarah, dan tertutup yang selalu menjauh darinya.

Sementara itu, Chris adalah kebalikan dari semua yang Maya benci. Pria urakan, berisik, mesum, dan terlalu bebas.

Chris selalu mengejar Maya. Bahkan sampai menunda kelulusannya hanya untuk tetap berada di dekat gadis itu.

Awalnya, Maya menganggap Chris gangguan. Seseorang yang tak pernah ia anggap serius.

Tapi perlahan, perhatian yang tak pernah hilang itu mulai melemahkan pertahanannya.
Sampai tanpa sadar, Maya jatuh cinta.

Namun saat perasaan itu akhirnya saling terbalas, kenyataan justru datang menghantam mereka. Perbedaan keyakinan membuat cinta mereka… mustahil.

Sekarang Chris harus memilih, melawan segalanya atau kehilangan Maya untuk selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eliana Rovelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 1. Maya si cewek manja

Maya Nur Cantika seorang gadis yang memancarkan pesona alami dengan kecantikannya yang lembut dan elegan. Kulitnya sehalus porselen, dengan mata besar yang selalu tampak sendu, seolah menyimpan seribu rahasia. Rambut panjangnya yang hitam berkilau jatuh dengan sempurna di punggungnya, memberikan kesan anggun yang tak terbantahkan.

Tubuhnya ramping dengan lekuk yang sempurna, mencerminkan keanggunan tanpa perlu usaha. Setiap gerakannya terukur, lembut, dan penuh keanggunan, seakan dunia berjalan lebih lambat hanya untuk mengaguminya. Meski begitu, di balik pesonanya yang nyaris tak bercela, Maya adalah seorang introvert yang lebih nyaman dalam dunianya sendiri. Ia tak suka keramaian, ia lebih memilih keheningan dan kenyamanan daripada hingar-bingar kehidupan luar.

Kepribadiannya yang lembut dan sedikit manja membuatnya tampak rapuh, namun di balik itu, ada keteguhan yang hanya sedikit orang mampu melihatnya.

Gadis yang sebentar lagi akan berusia dua puluh tahun itu, tak henti-hentinya menekan nomor di layar ponselnya dengan wajah tertekuk cemberut. Kakinya ia hentakkan berkali-kali ke tanah karena panggilannya yang tidak kunjung diterima.

"Ish!! Christian ini sebenarnya sedang apa sih?! Kenapa tidak diangkat-angkat?!"

Teriakkan kecil yang keluar dari bibir mungil dan cerewet itu membuat para pejalan kaki di kota yang memiliki pesona khas yang menenangkan, dengan jalanan yang dipenuhi aroma gudeg dan kopi, serta suara gamelan yang mengalun dari sudut-sudut kota, ikut menoleh ke arahnya.

Sekali lagi Maya berusaha menelpon Christian dan bersumpah akan memberinya pelajaran jika laki-laki menyebalkan itu tidak juga menerima panggilannya. Jika perlu, Maya akan memblokir nomornya lagi.

Ya, itulah salah satu kebiasaan buruk Maya. Dia suka sekali memblokir nomor orang yang sudah membuatnya kesal atau marah. Dan Chris adalah salah satunya, laki-laki menyebalkan yang menjadi korban tersering yang Maya blokir.

...****************...

Alunan musik Beautiful world oleh Blasterjaxx dan DBSTF feat Ryder yang di remix sempurna oleh Andre, salah satu disk jockey di salah satu club ternama di Yogyakarta membuat pria bertato di lengan kirinya mengangkat satu botol minuman miliknya untuk sang DJ.

"Good remix, Ndre!" Teriaknya di antara kebisingan.

Chris bersandar di sudut bar dengan senyum miring di wajahnya, menikmati dentuman bass yang menggema di dalam klub. Tempat ini memang tidak sebesar dan semewah yang ada di ibu kota, tapi justru itu yang membuatnya nyaman. Lampu neon berpendar dalam warna ungu dan biru, menciptakan atmosfer yang lebih intim, tanpa kesan terlalu eksklusif.

Di lantai dansa, orang-orang bergerak mengikuti irama, tubuh mereka menyatu dengan musik yang menggelegar. Aroma alkohol bercampur dengan parfum mahal dan asap rokok yang melayang di udara, menciptakan campuran bau khas kehidupan malam.

Chris menikmati semuanya, minuman dingin di tangannya, wanita-wanita yang sesekali melirik genit, dan kebebasan yang terasa lebih nyata di tempat seperti ini. Tidak ada aturan kaku, tidak ada tuntutan. Hanya musik, minuman, dan kebebasan yang mengalir dalam setiap ketukan lagu.

Christian Lee Setiawan, pria yang memiliki pesona yang sulit diabaikan. Wajahnya membawa jejak keturunan Tionghoa dari sang nenek, dengan garis rahang tegas, mata sedikit sipit yang tajam, dan kulit terang yang selalu tampak terawat. Rambutnya hitam pekat, sering kali ditata sedikit berantakan, memberikan kesan cuek yang justru menambah daya tariknya. Saat ia tersenyum, ada sesuatu yang menggoda dan sedikit nakal dalam caranya menatap, seakan mengisyaratkan bahwa ia bukan pria yang mudah ditebak.

Lahir dari keluarga kaya yang berasal dari kota Jakarta dengan bisnis konstruksi yang berkembang pesat, Chris seharusnya menjalani hidup yang teratur dan penuh tanggung jawab. Ayahnya adalah sosok disiplin yang membangun usahanya dari nol, sementara ibunya adalah wanita elegan yang menjaga citra keluarga tetap sempurna di mata sosialita. Namun, Chris bukan tipe yang suka dikendalikan.

Laki-laki yang postur tubuhnya terlalu tinggi untuk kota kecil yang berbudaya ini yakni 185cm, sekarang mengikuti jejak sang ayah dengan mengambil gelar sarjana di fakultas teknik yang berada di kota pelajar Yogyakarta. Guna menjadi penerus dari usaha milik ayahnya.

Tapi yang namanya jiwa muda, alih-alih mengikuti jalur bisnis keluarganya dengan serius, ia lebih suka menghabiskan waktu di dunia malam, menikmati kebebasan yang jauh dari ekspektasi orang tuanya. Meskipun begitu, pesona dan latar belakangnya tetap membuatnya menjadi sosok yang menarik, kombinasi antara darah bangsawan bisnis dan jiwa pemberontak yang sulit dijinakkan.

"Chris, dari tadi ponsel lo bunyi terus nih!" Teriak pemuda berambut gondrong pada Chris.

"Bilang aja gue sedang sibuk!"

Chris sedang duduk santai di sofa klub, jemarinya memainkan gelas berisi sisa minuman saat temannya menepuk bahunya dengan ekspresi geli.

"Yakin nih? Ini Maya loh.." kata temannya, menyodorkan ponselnya yang masih bergetar dan menampilkan nama 'Maya' di layar.

Mendengar nama Maya, Chris tiba-tiba melotot kaget dan ia memutar tubuhnya 180 derajat ke arah Abi.

"Maya. Cewek cerewet yang suka marah-marah itu?," tanya Elvan yang duduk di sebelah Chris sambil terkekeh.

"Sialan! Kenapa nggak bilang dari tadi sih!" Chris mengambil ponselnya dari tangan Abi.

"Ya, ini juga kan baru dikasih tahu kalau—"

Chris langsung menegakkan tubuhnya, mengabaikan ucapan Abi dan berjalan cepat menuju tempat yang lebih tenang. Dia masih menatap layar ponselnya yang terus bergetar. Nama Maya terpampang jelas di sana.

"Kemarin baru juga diblokir, sekarang bisa-bisa nomor gue diblokir lagi nih.. Ini pasti ada yang nggak beres," gumamnya sambil terus berjalan keluar dari club dan melewati beberapa pengunjung yang malam ini tampak begitu ramai.

Saat akan mengangkat panggilan dari Maya, tiba-tiba saja Maya memutuskan panggilan teleponnya. Dan akhirnya setelah menemukan tempat yang tepat, Chris beralih menelpon Maya.

Dering pertama..

Dering kedua..

Dering ketiga..

Chris menarik napas sebelum akhirnya tersenyum ketika Maya akhirnya mau mengangkat telepon darinya. "Maaf, Honey—"

"KAMU KEMANA AJA SIH SEBENARNYA! KENAPA LAMA SEKALI MENGANGKAT TELPON KU! CEPET JEMPUT AKU DI TEMPAT LES SEKARANG!!"

Tutt!

Chris cengok dan langsung terdiam. Baru saja ia membuka mulut, suara Maya langsung menghantam telinganya seperti petir di siang bolong. Maya bahkan tidak memberikannya kesempatan untuk berbicara.

"Fuck!!"

Chris menendang tong sampah yang ada di depannya hingga terlempar begitu jauh dan isinya jatuh berserakan.

"Be patient, dude! Maya memang seperti itu."

Chris menghela napas panjang, mengusap wajahnya dengan tangan, dan mencoba menenangkan dirinya sendiri. Setelah merasa cukup tenang, Chris kembali ke dalam club untuk mengambil barang bawaannya.

"Mau kemana lo, Chris? Udah mau pulang?" tanya Riski dengan putung rokok yang masih terselip di sudut bibirnya.

Chris mengabaikan pertanyaan itu dan lebih memilih untuk membereskan barang-barangnya lalu memakai kembali jaket kulitnya.

"Halah, biasa itu. Pasti karena si cewek manja, siapa lagi kalau bukan Maya," sahut temannya yang lain karena Chris tak kunjung menjawab pertanyaan Rizki.

"Ck. Ngapain sih lo Chris, mau-maunya jadi pelayan si Maya? Hampir dua tahun usaha lo deketin dia, tapi nggak pernah tuh dia respon lo. Bro, masih banyak kali cewek cantik disini yang bisa—"

BRAKK!

Chris yang awalnya santai, tapi begitu temannya mulai melontarkan komentar buruk tentang Maya, matanya langsung menyipit. Rahangnya mengeras, jemarinya mengepal di atas meja.

Chris yang marah, selalu melampiaskan kemarahannya dengan menendang apa saja yang ada didekatnya. Seperti saat ini, Chris menendang kursi yang ia arahkan langsung kepada Riski. Dan membuat Elvan yang baru saja minum tiba-tiba tersedak.

"Serius lo ngomong kayak gitu?" suara Chris terdengar lebih rendah dari biasanya, nyaris berbahaya.

Temannya mengangkat bahu dengan santai. "Gue cuma bilang yang sebenarnya. Maya itu kan cewek nyebelin, manja, gampang marah."

bruk!

Chris menaruh gelasnya di meja dengan sedikit tenaga lebih, membuat suara dentuman kecil yang cukup membuat orang-orang di sekitarnya menoleh. Matanya kini dingin, tajam, dan penuh peringatan.

"Kalau lo nggak suka sama dia, simpan aja buat diri lo sendiri. Gue nggak butuh dengar omong kosong lo tentang Maya," kata Chris marah.

Temannya menatapnya dengan sedikit terkejut, tidak menyangka reaksi Chris akan sekeras ini. Tapi Chris sudah berdiri, menatapnya dengan rahang yang mengatup kuat.

"Maya mungkin cerewet, mungkin manja, tapi kalau lo cuma bisa ngomongin keburukannya tanpa benar-benar mengenal dia, lebih baik lo diem."

Setelah itu, Chris berbalik, melangkah pergi dengan amarah yang masih membara di dadanya. Tidak peduli seberapa banyak orang menilai buruk Maya, dia tahu gadis itu lebih dari sekadar omongan orang lain.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!