NovelToon NovelToon
Senandung Malam Yang Menghancurkan

Senandung Malam Yang Menghancurkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Pelakor / One Night Stand / Selingkuh / Romansa / Playboy
Popularitas:855
Nilai: 5
Nama Author: Siti yulia Saroh

Felix yang kecewa karena kekasihnya berselingkuh dengan orang lain, menghabiskan malam penuh gairah bersama seorang gadis penyanyi bar.

Syerly adalah seorang penyanyi bar yang cantik. Suara Syerly membuat Felix terpesona.

tetapi, semuanya berubah ketika Felix mengetahui kebenarannya.

Syerly ternyata sudah memiliki kekasih, dan kekasih Syerly adalah orang yang berselingkuh dengan pacarnya sendiri.

"Mengapa kau pura-pura tidak mengenaliku? Apa kau takut, pacarmu tahu?" Felix mendorong tubuh Syerly ke dinding.

Syerly hanya tertawa kecil, sambil menatap Felix.

"Kita hanya cinta satu malam. Mengapa kau menganggap serius? Atau... "
Syerly menarik kerah Felix dan wajah mereka sangat dekat.

"Kau mulai ketagihan denganku." Senyum kecil dari bibir Syerly membuat jantung Felix berdetak kencang.

"Ya." Felix tidak menyangkal. dia berbisik didekat telinga Syerly.

"Bahkan suara desahanmu masih aku ingat dengan jelas."

Hubungan mereka makin rumit dan berbahaya. Dan menja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti yulia Saroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1

Didalam Bar Musik, Felix memegang gelas alkoholnya. Musik mengalun dengan meriah, tapi mata Felix menatap semuanya dengan kesepian.

Teman-temannya sudah menyuruh untuk berhenti minum, tapi Felik tidak menghiraukannya.

Malam ini ia ingin merasa bebas. Ia ingin mabuk sampai pagi. Ia ingin mengobati sedikit luka di hatinya.

Bayangan pacarnya yang sedang memeluk laki-laki lain masih mengganggunya.

Felix meraih botol didepannya dan menuangkan isinya kedalam gelas.

Felix menatap panggung didepannya. Lampu sorot menyinari seorang gadis yang membawa gitar. Suara petikan gitar yang begitu lembut membuat suasana meriah itu tampak damai sebentar.

Semua mata pengunjung Bar menatap penampilan gadis itu. Rambutnya yang terurai tampak bebas.

Setiap bait yang dinyanyikan, seolah bercerita tentang kehidupan cinta setiap orang.

Untuk beberapa saat, Felix lupa pada rasa sakitnya.

Ia terpaku pada gadis di panggung. Setiap nada yang ia nyanyikan membuat Felix merasa dunia di sekitarnya melambat.

Lalu, tanpa ia duga, gadis itu menoleh ke arahnya.

Mata mereka bertemu.

Felix terdiam. Jantungnya berhenti sepersekian detik, lalu berdetak cepat, seolah kehilangan ritme.

Dan ketika gadis itu memberikan kedipan kecil yang menggoda, Felix hanya bisa terpaku.

Geo menyenggol bahu Felix, dan sedikit menggodanya.

"Apa kau mulai jatuh cinta?"

Felix sedikit terkejut lalu mengalihkan perhatiannya dari penyanyi cantik itu.

"Tidak." Felix menggelengkan kepalanya dan mulai menyesap minumannya.

"Beberapa waktu lalu kau hampir menghabiskan semua minuman di Bar ini, apa kau tertarik dengan gadis itu, sampai membuatmu berhenti minum?" Tanya Geo.

Felix tidak memberi jawaban, ia hanya diam sambil matanya tidak lepas dari bayangan gadis diatas panggung.

Geo yang memperhatikan Felix, hanya tersenyum miring.

"Hati-hati! Pacar kecilmu dirumah akan marah."

Felix tidak menoleh, hanya mengetuk gelasnya dengan jari-jarinya dengan ketukan ringan.

Ivan juga ikut berbicara, sambil mendesah pelan.

"Benar. Aku tidak ingin diteror oleh Thea. Gadis itu sangat merepotkan."

"Thea bukanlah masalah besar." Felix akhirnya berbicara dengan suara santai.

Jika Thea berani berselingkuh, bukankah dia juga bisa?

Ada senyum tipis diwajah Felix, seolah senyumannya menyembunyikan rencana jahat.

Geo dan Ivan saling menatap. Ada kekhawatiran di mata mereka.

Ivan memecah keheningan dengan suara ragu

"Apa kau tidak takut, jika Thea tahu kau berbohong?"

Felix tidak menjawab hanya menatap gelas ditangannya dengan ringan. Seolah ia sedang menimbang dosa dan balas dendam.

"Bukankah aku sudah bilang, itu bukan masalah besar. Kalian tidak perlu khawatir." Kata Felix dingin.

Geo mendesah dan menatap Felix.

"Felix,kami tidak khawatir denganmu. Kamu bebas melakukan apa saja. Hanya kami ingin tahu apa kamu yakin semuanya akan baik-baik saja?"

Felix mengangkat kepalanya, menatap dua temannya itu dengan kepercayaan diri yang berbahaya.

"Ya." Jawab Felix tegas.

"Dan... tentang Thea. Kalian tidak perlu cemas. Jika aku tidak meninggalkannya, Thea tidak akan meninggalkanku." Keyakinan diri Felix membuat Gio dan Ivan terdiam.

"..." Ivan.

"..." Geo.

Mempunyai wajah tampan dan kaya memang sangat sayang jika tidak untuk dipamerkan.

Felix kembali menatap ke arah panggung. Saat Syerly, turun dan berjalan ke belakang panggung. Tanpa berpikir panjang, tubuh Felix mulai bergerak untuk mengikuti.

Namun sebelum ia sempat berdiri sepenuhnya, Ivan menahan lengannya.

"Kau serius ingin mengikutinya?" Tanya Ivan.

"Lalu bagaimana dengan Thea?" Lanjutnya.

Felix menatap Ivan sebentar lalu menepuk pundak temannya pelan.

"Tolong bantu aku cari alasan untuknya malam ini."

Lalu Felix pergi dengan tergesa-gesa.

"Lihat dia! Ketika dia sedang menggila, aku yang harus menghadapi pacarnya." Keluh Ivan kepada Geo.

Geo hanya tersenyum kecil, dan menghibur temannya dengan alkohol.

Disebuah sudut yang gelap, dengan alunan musik dari dalam Bar yang masih terdengar. Felix memeluk Syerly dan menciumnya.

"Kau sangat cantik. Bagaimana kalau kita berkenalan lebih lanjut?"

Tangan Syerly melingkar pada leher Felix menatap laki-laki itu dengan mata menawan. Senyuman kecil dari bibirnya semakin memikat, membuat Felix kehilangan akal begitu saja.

"Kalau begitu, ayo kita kita lakukan!" Bisik Syerly, seperti undangan terbuka bagi Felix.

Di sudut bar yang gelap, pasangan itu berdiri saling berhadapan begitu dekat hingga napas mereka bercampur. Lampu redup hanya memberi cahaya tipis pada wajah mereka, membuat suasananya terasa lebih intim dan tersembunyi.

Suara desahan dan gairah panas berlangsung sangat lama. Felix tidak ingin berhenti, ia menatap wajah Syerly yang memerah.

"Apa kau ingin menginap di tempatku?" Felix merapikan rambut tipis gadis itu yang sedikit berantakan menutupi wajahnya.

Dengan nafas yang masih berantakan, Syerly menatap wajah tampan Felix dengan senyum kecil.

"Enn."

Melihat anggukan kecil dari gadis didepannya Felix dengan semangat menarik gadis itu keluar dan membawanya pulang.

Disebuah kamar, Felix menutup pintu dengan suara keras, lalu mencium Syerly dengan gairah tidak pernah padam.

Mereka tidak berhenti dan malam semakin panas penuh semangat. Keringat manis malam itu membuat Felix gila dan merasakan perasaan yang berbeda dengan Syerly.

Pagi hari.

Felix membuka matanya, menatap siluet seorang gadis yang berdiri didepannya.

"Apa kau ingin pergi?"

Felix menatap Syerly yang sudah berpakaian rapi.

"Ya." Jawab Syerly tanpa menoleh kebelakang.

Syerly mengambil tas hitamnya dan bersiap pergi, tiba-tiba mendengar suara Felix berbicara lagi

"Tunggu! Kau belum memberi tahu namamu?"

"Kau tidak perlu tau."

"Lalu bagaimana aku bisa menghubungimu?" Tanya Felix.

Syerly menoleh kebelakang menatap Felix dengan dingin.

"Jangan lakukan itu! Kita cuma cinta satu malam."

Lalu Syerly membuka pintu dan pergi.

Felix yang terdiam menatap pintu dengan bingung.

Ada apa dengan gadis itu?

Ia juga tahu jika apa yang ia lakukan hanyalah cinta satu malam.

Tapi ekpresi dingin dari gadis itu membuat Felix merasa tidak nyaman.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!