"Sembilan Bulan Menjaga Langit yang Berbeda"
Januari 2022 menjadi saksi ketika dua jiwa dari dunia yang berbeda dipertemukan oleh algoritma takdir di beranda Facebook. Taufik, seorang pemuda dari tepian sungai Mahakam, Samarinda, menaruh hatinya
0
1
Mangu Opor Naga
Di kota kecil yang selalu berisik oleh toa masjid dan lonceng gereja setiap Minggu pagi, Nabila belajar hidup dalam dua dunia yang tak pernah benar-benar bertemu. Ia hijaber, dengan kerudung warna-wa
0
2
quotes sederhana untuk yang teristimewa
rintik air dari langit mengingatkan ku,saat pertama kali melihatmu,dulu. rintik air hujan itu membuatku teringat betapa tenangnya wajahmu kala itu . di kota yang istimewa itu aku menemukanmu di har
0
0
Layangan Bagian 9
Musim angin hampir habis. Angin tenggara mulai melemah, digantikan oleh angin barat yang lembap dan membawa mendung. Ini adalah kesempatan terakhirnya. Arip membawa Naga Malam ke lapangan. Kali ini t
0
1
Kota di bawah langit retak
_ Genre: fantasy romance _ Tema: cinta di tengah bencana _ Judul tema: Kota di Bawah Langit Retak Langit pecah pada hari Selasa. Bukan kiasan retakan bercahaya benar-benar membelah langit di atas
1
4
Layangan bagian 8
Satu minggu berlalu. Kamar Arip bukan lagi sekedar kamar. Itu adalah kuburan massal bagi ambisi yang prematur. Bau kopi basi menyatu dengan aroma apak lem kanji yang mengering di pinggiran kaleng. Ari
0
1
Lanyangan Bagian 7
Lalu, bunyi itu datang. Tik. Sangat halus. Lebih halus dari patahnya ranting kering. Tapi bagi telinga Arip, itu seperti ledakan meriam. Keping nomor lima belas. Benang penghubungnya tidak kuat. Gesek
0
1
Layangan Bagian 6
Sore itu, langit tak berwarna biru tapi Langit berwarna ungu lebam, seolah-olah baru saja dipukuli oleh badai yang gagal datang. Angin bertiup kasar. Bukan angin yang ramah, tapi angin yang ingin mero
0
1
ALL BLACK EVERYTHING
Kantor surat kabar Warta Harapan terasa lebih sepi dari biasanya malam itu. Lampu neon yang mulai berkedip-kedip menerangi lorong sempit, menciptakan bayangan panjang yang bergoyang seperti makhluk hi
0
0
Healing Jadi Horor
Gerimis tipis menyambut Reitama Azzai dan gengnya saat kaki mereka turun dari kereta lokal di Stasiun Kiso-Fukushima. Stasiunnya sepi, cuma ada satu petugas yang sudah sepuh dan suara mesin otomatis y
0
1
Layangan Bagian 5
Tiga puluh keping, Bukan kayu, Bukan plastik. Arip memandang tumpukan bambu wulung yang sudah dipotong melingkar sempurna. Diameternya tiga puluh sentimeter. Seperti piring makan, tapi ringan seperti
0
1
Layangan Bagian 4
"Ambil," kata Arip tiba-tiba. Maman mengerutkan kening. "Apa?" "Ambil gelasannya. Ambil bangkai layangannya. Gua nggak butuh." Arip berbalik. Dia berjalan menjauh. Langkahnya pelan, tidak lagi terb
0
1
Layangan Bagian 3
Si Kuning milik Koh Ahong tak lagi perkasa. Dia limbung. Menukik ke sebelah timur, ke arah pemukiman padat yang atap-atap sengnya berkilat seperti gigi hiu. Dan di bawah? Neraka pecah. "GATENG! GATEN
0
1
Layangan bagian 2
Langkah kaki Arip menghantam tanah kering. Dung, Dung, Dung. Tanah lapang di belakang pabrik tekstil itu sudah penuh. Bau debu bercampur dengan bau amis selokan. Angin bertiup kencang, menggoyang-goya
0
1
Layangan bagian 1
Matahari itu bukan bola api. Dia adalah pemangsa. Dia menjilat tengkuk Arip, mengubah keringatnya menjadi kerak garam yang perih di sela pori-pori. Di tangannya, sebilah bambu petung yang tadinya bisu
0
1
Separuh Jiwaku Tertinggal di Aspal
Sore Hari, 31 Desember 2020 (Pukul 17.00) Suara nada sambung telepon grup berbunyi, lalu satu per satu mengangkat. Arumi: "Halo? Kalian di mana? Ibuku bolak-balik tanya nih, jadi pergi nggak?" S
0
1
Gelap Gulita
Dengung itu. Apakah kamu tidak pernah benar-benar menyadarinya sampai dia memutuskan untuk pergi tanpa pamit, tanpa lambaian tangan, hanya sebuah jlep yang kasar dan seketika. Kota ini, Jakarta yang b
0
1
Dinyatakan Meninggal di Gunung Salak
Namaku Fajar Pradana. Atau setidaknya, itu nama yang masih kuingat ketika aku bangun pagi itu di kamar kosku yang lembap dan sempit di daerah Dramaga. Jam di dinding menunjukkan pukul 05.47. Tubuhku
0
3
Putra Presiden yang Salah Jatuh Cinta
Namaku Raka Ardiansyah. Seumur hidup, aku percaya bahwa nasib manusia itu seperti layang-layang: terbang tinggi atau tersangkut di kabel listrik, tergantung siapa yang memegang talinya. Ibuku meningg
0
2
Karma Itu Nyata
Di negeri bernama Aramaya, langit selalu tampak biru dari kejauhan. Istana berdiri megah di atas bukit batu pualam, berlapis emas dan kaca kristal. Dari kejauhan, orang akan mengira negeri itu makmur,
0
3