Cinta Sepihak Deska
Sebagian besar orang mengatakan kalau tidak ada yang namanya persahabatan murni tanpa perasaan cinta atau suka antara laki-laki dan perempuan. Entah itu benar atau tidak, tapi Deska- begitulah nama pa
0
0
Summer Love
Aku hanya berjalan-jalan di sekitar sini, bermaksud untuk mengakrabkan diri sebelum tinggal untuk beberapa waktu lamanya. Udara yang semakin menghangat padahal jam baru menunjukkan pukul 8 pagi, panta
0
0
Tak Tergapai
Siang itu aku masih scroll layar handphoneku dengan fokus. Padahal ada beberapa pekerjaan rumah yang menunggu untuk diselesaikan. “Lian! Jemurannya cepat diangkat, nak. Nanti keburu hujan,” teriak ibu
0
0
Sisi Kelam
Sambil merapikan rambutnya, memandangi wajahnya di cermin, Nana termenung juga berpikir, umurnya sudah tidak lagi muda. Orangtua dan keluarga seringkali memintanya membawa pasangan ke Kampung. Nana ju
0
0
Revenge
Caramel gadis tomboy itu melangkah kaki masuk ruangan loker di sekolah. Setelah tadi masih tampak ramai oleh beberapa teman yang juga masih berada didalam. Cara membereskan pakaian seseorang memanggil
0
0
Hai, Namaku Luka
Suara derak halus mengiringi laju kereta yang membawanya pulang. Bangunan, pepohonan, sawah, tegalan dan sungai silih berganti bermunculan di pelupuk matanya bagaikan slide-slide film dokumenter yang
0
0
Aku, Seth, Dinding dan Aroma Pinus
Aku hanya ingin disini, duduk diantara himpitan dinding dan aroma pinus yang menusuk-nusuk hidung. Aku tidak pernah mengerti mengapa mereka begitu menikmati semua kepedihan yang aku rasakan. Apakah ak
0
0
Takdir Bintang
Aku memggeram kesal dan kembali menatap senja di taman. Namun kali ini dengan tatapan sayu yang kentara. Mata berkedut, dengan bibir yang menipis selalu menjadi ciri khas diriku. “Lihatlah, kamu tidak
0
0
UN1Ty I Need Me 2
Megan Revicka menghentakkan kaki ke atas lantai. Ia merasa kesal baru saja putus dari Arkan. Baginya ini semua musibah terburuk. “Anjir gak nyangka bisa putus dari Arkan.” “Kenapa sih berisik banget d
0
0
AdhanMawar
“Mawar, tadi kulihat Adhan menatapmu sinis,” kata Niazhara setelah duduk di kursi. Mereka barusan sampai di kelas usai shalat Zuhur berjamaah. Tak lama, teman-teman mereka berhamburan masuk dan ramai
0
0
Antara Cinta dan Keadilan (Part 2)
“Jangan Bohong kamu!” kataku dengan menatapnya tajam. “Ini Buktinnya Boss..” katannya sambil mengeluarkan sejumbla Duit dari Kantong celanannya “Ya sudah kalau gitu, lekas kita tinggalkan tempat ini s
0
1
Sahabat Jadi Cinta
Tidak, semua orang merasakan apa yang dirasakan Sinta dan Gilang. Sebut saja namaku Sinta, aku sekarang duduk di bangku kelas 3 SMA. aku dengannya (sebut saja namanya Gilang) nggak kenal sama sekali!!
0
0
Sepucuk Perih Yang Mendamaikan
Pagi yang cerah bagiku, meskipun sebenarnya petir terdengar di mana-mana dan tetes air hujan pun turut mengguyur bagian dalam rumahku lewat sela-sela atap yang bocor. Tapi, aku tak peduli. Hujan seder
0
0
The Love Interest
Angin berhembus lembut menerbangkan dedaunan kering dari rantingnya, jatuh dan menari sampai akhirnya hinggap di sebuah buku yang sedang dibaca oleh seorang cowok. Sendari tadi dia terus menatap seriu
0
0
Antara Cinta Dan Keadilan (Part 1)
Aku Ilham, Aku dulu adalah seorang Anak yang patuh, dan sangat menghormati kedua orangtuaku, dan kedua orangtuaku sangat menyayangiku. Alhamdulillah Aku Dilahirkan di keluarga yang bisa dibilang mapan
0
0
Surat
Aku masuk ke dalam kelas. Ternyata ada Nauval, dia sudah sampai duluan. “tumben datang pagi-pagi sekali, kerasukan setan darimana kamu?” ejekku. “ya pengen aja berangkat awal, males kena hukuman terus
0
0
Happier
Mungkinkah waktu bisa diulang kembali? Sungguh aku menyesalinya kini. Ketika kulihat kau jauh lebih bahagia dengannya. Aku masih duduk di bangku panjang taman ini. Tempat dimana dulu kau biasa menungg
0
0
Kesempurnaan Milis
Bukankah kita tahu bahwa kesempurnaan hanya milik sang pencipta. Setidaknya itu yang ada di pikiran orang lain, selain sumbu. Sumbu yang ceroboh telah jatuh cinta pada milis yang sempurna. Wajah yang
0
0
Tanah Lengger
Hari itu senja semakin menepi. Entah mengapa Ben ingin berlama-lama disini. Merasakan sepoi angin yang sedikit mengigit. Memang, tidak seperti biasanya. Kakinya terus melangkah. Menyusuri tepian tanah
0
0
Lukisan Tentangmu (Part 1)
Pagi dengan enggannya menyambut bumi, mungkin dia malu karna bulan masih berayun disana ataukah mungkin sebenarnya pagi enggan pergi dari sarang yang amat nyaman? Sekiranya itulah yang kutulis di buku
0
0