sang kekuatan dewa
sang kekuatan dewa Hujan turun sejak pagi. Bukan hujan biasa. Ini hujan abu. Hukiy membuka matanya di tengah reruntuhan. Punggungnya sakit. Seluruh tubuhnya ditimpa beton dan besi berkarat. Langit d
0
1
Sarwendy Gunung Kawi (Part 4)
Malam jahanam di rumah aman itu kian menderu. Tubuh Nur di atas ranjang kayu meliuk-liuk ekstrem dalam posisi yang tidak masuk akal bagi anatomi manusia normal; tulang punggungnya melengkung ke atas h
0
2
Sarwendy Gunung Kawi (Part 3)
Keheningan lantai delapan puluh penthouse mewah milik Sarwendy malam itu mendadak pecah bukan oleh suara angin gunung, melainkan oleh getaran konstan dari lusinan gawai pintar yang diletakkan di atas
0
1
Sarwendy Gunung Kawi (Part 2)
Sepuluh tahun telah berlalu sejak nisan terakhir dari keluarga kandung Sarwendy tertanam di tanah pemakaman, dan selama satu dekade itu pula, nama "Aura Luxury" tidak lagi sekadar menjadi merek kosmet
0
1
Sarwendy Gunung Kawi
Malam itu, lereng Gunung Kawi tidak menyisakan ruang bagi udara hangat. Kabut tebal turun seperti tirai putih yang menelan pepohonan beringin tua, menyembunyikan akar-akar raksasa yang mencengkeram ta
0
1
Jakarta
Jarak Karena Cinta Keheningan perpustakaan diputuskan oleh tawa kami selama bertahun-tahun. Tempat dimana banyak buku bersinggah itu juga menjadi tempat dimana kami bertemu setiap harinya. Di sanal
0
0
Namaku Raina Amelia Putri
Sekolah ini memiliki aroma yang khas, sesuatu yang tidak akan bisa kau temukan di gedung perkantoran modern atau pusat perbelanjaan. Ini adalah perpaduan antara debu semen yang menempel di dinding-din
0
0
Jalan yang Berbeda
Perpisahan itu Suasana Di sebuah kafe yang tenang, sore hari,ada Keduanya pasangan duduk berhadapan. Suasana hening sejenak sebelum Dimas memulai pembicaraan Dimas: (Menatap cangkir kopinya, lalu memb
0
0
Pengalaman pertama
Malam itu, ayahku pulang bersama seorang wanita yang terlihat asing bagiku. "Ayah, siapa wanita ini?" ucapku dengan heran sambil melirik si wanita. Mulai sekarang dia adalah ibumu, namanya Kayla" mend
0
1
Troma masa kecil
Terkadang sedikit kasih sayang bisa menjadi pelukan ternyaman Aku tidak pernah berfikir kehidupan yang terlihat sempurna ternyata tidak seperti sampulnya yang indah tapi dalam bukunya hanya ada luka
0
0
𝙈𝙞𝙧𝙞𝙥 𝘼𝙠𝙪?
𝘽𝘼𝘽 11 𝙏𝙞𝙜𝙖 𝙊𝙧𝙖𝙣𝙜, 𝙎𝙖𝙩𝙪 𝙈𝙚𝙟𝙖 𝘽𝙚𝙡 𝙞𝙨𝙩𝙞𝙧𝙖𝙝𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙗𝙪𝙣𝙮𝙞. "𝙏𝙚𝙣𝙜! 𝙏𝙚𝙣𝙜! 𝙏𝙚𝙣𝙜!" 𝙎𝙚𝙠𝙚𝙩𝙞𝙠𝙖 𝙨𝙚𝙡𝙪𝙧𝙪𝙝 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙧𝙖𝙢𝙖𝙞. "𝙉𝘼𝙔!" "𝘼𝙮𝙤 𝙠𝙖𝙣𝙩𝙞𝙣!" "𝘽𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧!" 𝙄𝙣𝙙𝙞𝙧𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙞𝙗𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙠𝙪 𝙠𝙚 𝙩𝙖𝙨. 𝙏𝙖𝙠 𝙨𝙖
0
3
3 gadis yang akhirnya berkumpul
∆§¶\\𝗛𝗮𝗽𝗽𝘆 𝗿𝗲𝗮𝗱𝗶𝗻𝗴\\∆§¶ 𝗕𝗔𝗕 𝟴 "𝗞𝗮𝗹𝗮𝘂 𝗖𝗮𝗽𝗲𝗸, 𝗜𝘀𝘁𝗶𝗿𝗮𝗵𝗮𝘁." 𝗕𝗲𝗹 𝗶𝘀𝘁𝗶𝗿𝗮𝗵𝗮𝘁 𝗸𝗲𝗱𝘂𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗯𝘂𝗻𝘆𝗶. "𝗧𝗘𝗡𝗚! 𝗧𝗘𝗡𝗚! 𝗧𝗘𝗡𝗚!" "𝗞𝗔𝗡𝗧𝗜𝗡𝗡𝗡𝗡!!" 𝗦𝗲𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝗸𝗲𝗹𝗮𝘀 𝗯𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵 𝗿𝗶𝗰𝘂𝗵. "𝗞𝗮𝗿𝗮!" 𝗜𝗻𝗱𝗶𝗿𝗮 𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗺𝗽𝗶𝗿𝗶 𝗺𝗲
0
3
Gadis yang Menyimpan Segalanya
§¶//𝙃𝙖𝙥𝙥𝙮 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙞𝙣𝙜//¶§ 𝗕𝗔𝗕 𝟰 𝗛𝘂𝗷𝗮𝗻 𝘁𝘂𝗿𝘂𝗻 𝘀𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗽𝗮𝗴𝗶. 𝗦𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗵𝗮𝗺𝗽𝗶𝗿 𝗱𝘂𝗮 𝗯𝘂𝗹𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗸𝗲𝗰𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂. 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝘂𝗹𝘂 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗵 𝘁𝗮𝘄𝗮... 𝗞𝗶𝗻𝗶 𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮 𝗯𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂 𝘀𝘂𝗻𝘆𝗶. 𝗝𝗮𝗺 𝗺𝗲𝗻𝘂𝗻𝗷𝘂𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗽𝘂𝗸𝘂𝗹 𝟬𝟰.𝟰𝟱. 𝗬𝘂𝗺𝗶 𝗺𝗲𝗺𝗯𝘂𝗸
0
2
Rumah yang Tak Pernah Sama
¶\\𝘏𝘢𝘱𝘱𝘺 𝘙𝘦𝘢𝘥𝘪𝘯𝘨\\¶ 𝘽𝘼𝘽 1 𝙅𝙖𝙢 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙟𝙪𝙠𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙪𝙠𝙪𝙡 05.47 𝙥𝙖𝙜𝙞. "𝙆𝘼𝙆 𝙉𝘼𝙔! 𝘽𝘼𝙉𝙂𝙐𝙉! 𝙉𝘼𝙉𝙏𝙄 𝙏𝙀𝙇𝘼𝙏!" 𝙎𝙪𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙗𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙧 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙗𝙖𝙬𝙖𝙝. 𝘿𝙞 𝙖𝙩𝙖𝙨 𝙠𝙖𝙨𝙪𝙧, 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙖𝙙𝙞𝙨 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙜𝙪𝙡𝙪𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙡𝙞𝙢𝙪𝙩 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙜𝙚𝙧
0
3
Debie yang malang
Di suatu desa yang sedang di landa salju, ada sebuah kluarga yang terlihat begitu rukun jika di lihat dari luar, tetapi berbeda dengan kenyataannya, Rouni seorang pria sekaligus seorang ayah yang haru
0
1
Bahagia Sederhana
Bab 1 — Kopi yang Tak Direncanakan Hujan turun pelan sore itu, seperti tidak ingin mengganggu siapa pun. Arka berdiri di depan sebuah kedai kecil yang bahkan tidak pernah ia perhatikan sebelumnya. P
0
2
Cinta Itu Luka
Langit sore yang awalnya cerah kini berubah menjadi gelap pekat. Sebentar lagi, mungkin hujan akan turun membasahi jalanan kota. Karina duduk termenung sembari menatap secangkir matcha miliknya. Sedan
0
0
Trauma
Untuk dirimu yang masih menungguku, Ini adalah kisah seorang laki laki pengecut. Semenjak kecil hidup ku penuh dengan bunga. Maksudku, dari kecil ekonomi keluarga ku berjalan dengan stabil. Ayah bek
0
2
Ruang Nostalgia
Ruang Nostalgia Aroma bubuk kopi yang pekat bercampur dengan embun dari mesin pendingin ruangan langsung menyambut Della begitu dia mendorong pintu kaca kafe. Suasana sore itu cukup ramai. Della me
0
1
Satu Titis Cairan Rembulan
Malam itu, bulan kembali menghiasi langit dengan cahayanya yang memancar lembut, ditemani bintang-bintang yang bertaburan. Di bawah sinarnya yang tenang, seorang remaja berjalan perlahan menuju aparte
0
1