Malam itu, ayahku pulang bersama seorang wanita yang terlihat asing bagiku. "Ayah, siapa wanita ini?" ucapku dengan heran sambil melirik si wanita. Mulai sekarang dia adalah ibumu, namanya Kayla" mendengar itu dari mulut ayahku, membuatku tertegun dan sedikit deg-degan, karena selama ini aku tidak pernah mendengar atau merasakan sosok seorang ibu. Kemudian Kayla mendekatiku dan mengelus kepalaku "sekarang aku ibumu, salam kenal ya..." sentuhan itu membuatku malu dan aku terpaksa menunduk menyembunyikan wajahku dari pandangannya.
Keesokan paginya, aku bangun karena pagi ini ada aroma menyegarkan dan gurih dari arah dapur, aku melangkah ke dapur dan melihat Kayla sedang memasak menggunakan celemek pink yang begitu menggoda, dari kejauhan aku melihat wajahnya yang begitu cantik serta bentuk tubuhnya yang begitu menggoda imanku, aku menelan ludah dengan berat, dan mendekat pelan "ibu... Apa yang kau masak? Sepertinya enak" suaraku lumayan bergetar. "Ah.. Kamu sudah bangun? Ibu sedang masak sup jamur kesukaan ayahmu, kamu mau?" di saat yang sama, ayahku datang dari lantai atas, dia baru bangun dari tidur, "selamat pagi... Ada apa nih?" ucap ayahku dengan suara berat, aku segera mencuci muka dan setelahnya duduk di meja makan.
"Sayang, aku akan pergi bekerja, mungkin akan lembur selama satu minggu" ucap ayahku saat kami bertiga makan, kayla tersenyum lembut dan memegang lengan ayahku, "tidak apa apa sayang... Santai saja, aku akan menjaga rumah" suaranya benar-benar membuat suasana rumah tenang, aku memalingkan wajahku dan segera menghabiskan sisa makananku. Saat siang, ayahku sudah pergi dari rumah, kayla sedang duduk di sofa dekat tv hanya mengenakan tengtop dan celana pendek yang membuatku menelan ludah sekali lagi, pemandangan di depanku benar-benar malaikat. Saat malam hari tiba, aku sedang merebahkan badanku di kasur dan membaca buku, hingga kemudian, pintu kamar ku terbuka pelan, sosok kayla yang mengenakan baju tidur masuk kedalam kamar ku.
"Sayang... Bolehkah ibu masuk?" suara kayla benar-benar membuatku berdegup, aku langsung duduk di atas kasur dengan sedikit kaku "um... Yah silahkan saja..." lalu kayla mendekat dan duduk di pinggir kasur "sebenarnya... Ibu tidak bisa tidur sendirian..." suara kayla benar-benar lembut, keringat dingin meluncur dari pelipis ku "apakah, kamu mau tidur dengan ku?" bisik kayla tepat di telingaku hingga seluruh badanku merinding, sontak aku menjauh sedikit "ah!? T-tidur bersama? Tapi..." sebelum aku bisa bicara, jari kayla menutup mulutku, dan membuatku terbaring, kayla juga ikut merebahkan badannya di sisiku "jangan bilang pada siapapun tentang ini..." suaranya sangat pelan dan dia mencium pipiku. Malam itu aku tidak bisa tidur dengan tenang, hingga pagi tiba, aku terlelap dan tidak tau kapan kayla pergi dari kasurku. Semalam benar-benar pengalaman pertamaku yang paling mengerikan sekaligus indah bagiku.