Toko yang Menjual Waktu
Ardi, seorang pria yang selalu sibuk dan kekurangan waktu, menemukan sebuah toko aneh yang menjual waktu. Toko itu menjual waktu dalam bentuk jam pasir. Ardi membeli beberapa jam pasir dan menggunaka
0
0
Bayangan yang Mencuri Tawa
Rani, seorang gadis yang ceria dan penuh tawa, kehilangan kemampuan untuk tertawa setelah mengalami kejadian traumatis. Ia menjadi pendiam dan murung. Suatu hari, Rani bertemu dengan seorang pria mist
0
0
Rahasia di Balik Panggung
Seorang aktris muda bernama Sinta mendapatkan peran utama dalam sebuah pertunjukan teater yang megah. Pertunjukan itu bercerita tentang seorang ratu yang dikhianati oleh kekasihnya. Sinta sangat bers
0
0
Mereka yang Tidak Pernah Paling Keras
--- Judul: Mereka yang Tidak Pernah Paling Keras Hello, Reader— cerita ini bukan tentang yang paling kuat, tapi tentang mereka yang bertahan dengan caranya sendiri. Happy reading 🤍 --- Cheryl s
0
3
Suara Yg menemani Diam (final)
--- Ending Final Cerpen Judul: Suara Yg menemani Diam (final) Tempat yang Tidak Pergi Hello, Reader— kalau kamu sampai di sini, berarti kamu sudah ikut duduk bersama mereka. Happy reading 🤍 ---
2
3
Suara yg menemani Diam (4)
--- Gabungan POV Judul:Suara yg menemani Diam (4) Tiga Cara Bertahan Hello, Reader— cerita ini tidak memilih satu suara, karena setiap hati punya caranya sendiri untuk hidup. Happy reading 🤍
1
3
Suara yang Menemani Diam(3)
Judul ch:Suara yg menemani Diam (3) --- Lanjutan Cerpen darii Suara yg menemani Diam (2) Sudut Pandang: Naira Hello, Reader— kali ini ceritanya datang dari suara paling keras, yang ternyata menyi
1
3
Suara yang menemani diam(2)
--- Lanjutan Cerpen Suara yang menemani diam Sudut Pandang: Aretha Hello, Reader— kali ini ceritanya tidak datang dari diam, tapi dari sarkas yang terlalu sering disalahpahami. Happy reading 🤍
6
4
Suara yang Menemani Diam
Suara yang Menemani Diam Hello, Reader— selamat datang di cerita tentang diam, sarkas, dan suara yang terlalu keras. Happy reading 🤍 Rosetta terbiasa dengan keheningan. Ia menyukai pagi tanpa sap
6
4
Gerimis di sudut ingatan
Malam itu, ia kembali. Bukan sebagai badai yang mengobrak-abrik tidurku, melainkan sebagai gerimis yang lembut dan samar, persis seperti yang selalu kurindukan di tengah kemarau. Mimpi itu bukanlah
0
3
MASUK KE DUNIA FANTASI
Mezz menatap layar ponselnya dengan wajah yang tidak menunjukkan emosi sama sekali. Tangannya yang ramping melayangkan jari telunjuk untuk menggulir halaman komik fantasi yang tengah dibacanya. Di seb
0
0
Jejak Cahaya di Hutan Larangan
Pagi itu, kabut masih menggantung ketika Arga, Nara, dan Bima berdiri di tepi Hutan Larangan. Konon, hutan itu tak pernah benar-benar menolak orang—ia hanya menguji siapa yang berani melangkah dan sia
0
0
Di Antara Jam yang Terhenti
Hujan turun sejak sore, rintiknya kecil namun rapat, seperti seseorang yang sengaja memperlambat waktu. Jalanan basah memantulkan cahaya lampu kota, sementara aroma tanah dan aspal menyatu di udara. A
0
5
Cerita Anak Kedua
aku kira pada tahun 2025 akan terlewati seperti tahun tahun yang lalu, selalu biasa saja ada sedih ada senang. tapi di tahun 2025 adalah tahun yang paling menyakitkan, dan juga sedikit melegakan (?)
1
0
Hujan Bulan November
Aku berlari menuju sebuah kedai dipinggir jalan. Bulan September ini cuaca mulai mendung. Hujan mulai turun meskipun tidak deras amat. Kadang pagi ini cerah dan nanti sore hujan sampai malam. Burukny
0
2
Antara Seragam dan Senyum yang Memudar
Pagi itu, namaku masih tertempel di pojok kanan meja kelas XI-IPS 3. Bumi, itulah aku. Seorang remaja yang lebih suka menghabiskan waktu dengan mencoret-coret pinggiran buku paket sosiologi daripada m
0
2
Apa yang terjadi di balik kaca ini....
Eh teman pernah gak kamu ngerasa dunia ini seperti... kurang sinkron? Jadi gini ceritanya... Tadi pagi, saat aku sedang menyikat gigi di depan cermin. Rutinitas biasa yang aku lakuin tiap pagi, samp
0
2
DENTANG KE DUA BELAS
Langit sore itu tampak kelabu, seperti enggan memberi cahaya. Hujan baru saja reda, meninggalkan aroma tanah basah yang meresap di udara. Mobil berhenti di depan rumah tua bercat krem pudar, dengan pa
0
1
Ibadah
Seperti biasa, setiap setelah Asar. Anak-anak di kampung kami pergi mengaji. Begitupun setelah Subuh dan Magrib. Tiba-tiba, suara tegas namun penuh rayuan terdengar. "Dek Anjani cantik! Cepet banget
2
7
Ketukan di Jam Tiga
Setiap malam, jam dinding di rumah Rani selalu berhenti tepat pukul 03.00. Awalnya Rani mengira jam itu rusak. Tapi anehnya, hanya jam itu saja yang berhenti—jam di ponsel dan laptopnya tetap berjalan
0
0