Hujan Bulan November
Aku berlari menuju sebuah kedai dipinggir jalan. Bulan September ini cuaca mulai mendung. Hujan mulai turun meskipun tidak deras amat. Kadang pagi ini cerah dan nanti sore hujan sampai malam. Burukny
0
2
Antara Seragam dan Senyum yang Memudar
Pagi itu, namaku masih tertempel di pojok kanan meja kelas XI-IPS 3. Bumi, itulah aku. Seorang remaja yang lebih suka menghabiskan waktu dengan mencoret-coret pinggiran buku paket sosiologi daripada m
0
2
Apa yang terjadi di balik kaca ini....
Eh teman pernah gak kamu ngerasa dunia ini seperti... kurang sinkron? Jadi gini ceritanya... Tadi pagi, saat aku sedang menyikat gigi di depan cermin. Rutinitas biasa yang aku lakuin tiap pagi, samp
0
2
DENTANG KE DUA BELAS
Langit sore itu tampak kelabu, seperti enggan memberi cahaya. Hujan baru saja reda, meninggalkan aroma tanah basah yang meresap di udara. Mobil berhenti di depan rumah tua bercat krem pudar, dengan pa
0
1
Ibadah
Seperti biasa, setiap setelah Asar. Anak-anak di kampung kami pergi mengaji. Begitupun setelah Subuh dan Magrib. Tiba-tiba, suara tegas namun penuh rayuan terdengar. "Dek Anjani cantik! Cepet banget
2
7
Ketukan di Jam Tiga
Setiap malam, jam dinding di rumah Rani selalu berhenti tepat pukul 03.00. Awalnya Rani mengira jam itu rusak. Tapi anehnya, hanya jam itu saja yang berhenti—jam di ponsel dan laptopnya tetap berjalan
0
0
Lubang Yang Tak Kusadari
Halo! Perkenalkan, namaku Yaya. Ini adalah kisahku—bertemu dengan dia. Seseorang yang memberiku arah, tujuan hidup yang selama ini tidak kusadari. *** Sejak kecil aku tahu… aku selalu berbeda. Buka
2
6
Masa kecil ratu layla
Di sebuah gubuk tua yang sunyi, Layla duduk memeluk lututnya. Perutnya melilit hebat karena lapar yang tak tertahankan. Seulas senyum dingin muncul di wajahnya saat ia melihat sesosok Centaur melintas
1
3
Resonansi di Barisan Terakhir
Aroma pembersih lantai dan sisa keringat dari klub olahraga selalu menyelimuti koridor SMA Minami-Sora di sore hari. Di pojok kiri paling belakang kelas 2-B, aku merasa aman. Di sini, di balik benteng
0
0
Jurit jerit LDKS dan ketos dingin
01.30 malam di salah satu smp terkenal di jakarta selatan. Seharusnya pada saat malam, tidak ada lagi siswa yang berkeliaran di smp ini apa lagi tertidur pulas Namun tidak untuk jumat malam sabtu ini
1
2
Puisi Untuk Naya
Di kota kecil yang selalu basah oleh hujan, Arya belajar memahami dunia dengan caranya sendiri. Kota itu tidak istimewa—jalanannya sempit, bangunannya tua, dan langitnya sering kelabu. Namun bagi Ar
0
0
Judul: Diam-Diam Kamu
Nara selalu duduk di bangku dekat jendela kelas. Ia suka melihat hujan turun pelan, seolah setiap tetesnya membawa perasaan yang tak pernah ia ucapkan. Di bangku depan, ada Raka—siswa pendiam yang jar
0
1
Taman Bintang di Malam Natal
Di sebuah taman yang dihiasi dengan lampu-lampu natal, Lintang dan Rio berdansa dengan mesra. Lintang adalah seorang penari balet yang sangat berbakat, sementara Rio adalah seorang komposer yang sel
0
0
Di Atas Puncak Gunung
Di atas puncak gunung yang diselimuti awan, Maya dan Gilang berdiri berpegangan tangan. Maya adalah seorang pendaki gunung yang sangat berpengalaman, sementara Gilang adalah seorang fotografer yang se
0
0
Perpustakaan Hati
Di sebuah perpustakaan yang tenang, Rina dan Bayu duduk berdekatan. Rina adalah seorang pustakawan yang sangat mencintai buku, sementara Bayu adalah seorang penulis yang sedang mencari inspirasi untu
0
0
Di Balik Layar Teater
Di balik gemerlap panggung teater, Arya dan Citra saling bertatapan. Arya adalah seorang aktor yang sedang naik daun, sementara Citra adalah seorang penata rias yang selalu setia mendampingi Arya.
0
0
Kebun Teh di Bukit Senja
Di tengah hamparan kebun teh yang menghijau, Lila dan Danu berdiri berdampingan. Senja mulai merayap, mewarnai langit dengan semburat oranye dan merah. Lila adalah seorang ahli teh yang sangat berded
0
0
Jejak Kaki di Pantai Cinta
Pantai yang indah dengan pasir putih dan air laut yang jernih menjadi saksi bisu cinta antara Arini dan Bayu. Mereka sering menghabiskan waktu bersama di pantai, menikmati keindahan alam dan berbag
0
0
Bintang di Langit Impian
Di sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau membentang, hiduplah seorang gadis bernama Lintang. Ia memiliki mata yang berbinar seperti bintang dan mimpi yang sebesar langit. Lintang ingin menja
0
0
Lukisan di Kanvas Hati
Galeri seni itu ramai dikunjungi orang-orang yang ingin menikmati keindahan lukisan. Di antara para pengunjung, ada seorang wanita bernama Sinta. Ia sedang mengagumi sebuah lukisan abstrak yang penuh
0
0