Seorang ibu yg rela berkorban demi ...
Seorang ibu yg rela berkorban demi anaknya
0
0
Dia masih menatap lurus dengan raut...
Dia masih menatap lurus dengan raut wajah tembok. Menatap seorang gadis yang masih terlelap damai dalam mimpinya. Dia tahu, gadis itu sangat anti dengan orang asing. Jadi dia tetap menjaga jarak denga
0
2
Berjuta Rasa
Pada waktu yang tidak sengaja, masa kelas 8 semester terakhir, saya menemukan seorang laki laki yang tidak pernah saya duga. Diwaktu itu bertepatan hari Sabtu anak kelas 8 seperti biasa mengikuti kegi
0
0
Naura dan Tuan Noah
Hari yang melelahkan bekerja setiap hari nya sepulang sekolah demi mendapatkan uang untuk makan sehari-hari itulah yang di rasakan gadis berusia 17 tahun bernama Naura. Sepulang sekolah yang dia lih
0
1
Waited Years
Dalam hujan yang diikuti petir aku mengingat tentang dirinya yang dulu bermain, tertawa, menangis dan menghadapi masalah yang ada. Tapi setelah 8 tahun berlalu ku hanya dapat mengingatnya dan memendam
0
0
Berujung Persahabatan
Semilir angin sejuk di pagi hari berhembus pelan menerpa badan ulat yang berada di atas pohon besar. “Sejuknya pagi hari ini” kata ulat sambil menikmati kesejukan angi itu. Setelah itu ulat berjalan-j
0
0
Merelakan Yang Sebenarnya
Mungkin yang dikatakan banyak orang “nyaman itu jebakan” ada benarnya. Sudah banyak pula orang-orang yang membuktikan akan kebenarannya pepatah ini. Begitu juga dengan gadis remaja yang sedang duduk s
0
0
Ombak Cinta
Ombak melambai lambai. Bersahut-sahutan dengan desiran alam, Terombang ambing tak bertujuan. Ombak adalah aspek pantai yang paling menginspirasi. Gemuruh ombak yang terdengar dari arah lautan. Ini sem
0
0
aku di benci keluarga ku
Hai ini karya baru ku 😗semoga kalian suka
0
1
Rumahku adalah sebuah rumah kecil y...
Rumahku adalah sebuah rumah kecil yang berada di tepi pantai. Namun, rumah ini memiliki ciri khas yang unik, yaitu tidak memiliki atap. Rumahku dibangun oleh kakekku pada zaman dahulu. Kakekku adalah
0
1
Impian masa kecil.
"Lari. Kamu harus lari. Terus berlari. Jangan pernah berhenti berlari. Lari dan terus berlari--karena ini yang kamu inginkan!" Begitu bunyi isi sepucuk surat dari seseorang tanpa nama pengirim. Ini su
0
0
Cinta Beda Agama
Mencintai itu mudah, yang sulit adalah merealisasikan dalam satu ikatan resmi. Ikatan menyatu dalam biduk rumah tangga yang sah di depan negara. Cinta beda agama, itulah yang dirasakan oleh Jelita
0
2
Dinding Ratapan
Memperhatikan ponsel. Sudah seperti memperhatikan diri sendiri, sering sekali hari ini orang-orang terlalu sibuk dengan ponselnya. Saking sibuknya, ada yang lupa kalau di depannya ada sebuah kendaraan
0
0
“Perempuan yang Tak Bisa Dibeli”
Di balik blazer hitam dan wajah tenangnya, Nadra menyimpan badai yang tidak pernah diceritakan pada siapa pun. Ia bukan wanita sempurna, tapi ia punya satu hal yang tak bisa digadaikan: harga diri.
0
3
Ciuman masa depan
Cheren memiliki kemampuan melihat masa depan orang yang dia cium . Suatu hari dia tidak sengaja mencium bosnya ( Noah ) . dia jadi tahu kalau di masa depan dia dan bosnya berpacaran . Karena dia sang
0
1
Mengharapkan mu adalah kesalahanku
aku yang kala itu tengah duduk termenung dibawah hujan, dikagetkan olehnya. seorang yang akan merubah segala hidup suram ku. "kalau ada masalah cari solusinya, jangan sakiti diri kamu sendiri!" se
0
0
Sepatu Kesayangan Riri
“Pakai sepatu itu lagi?” Riri yang sibuk mengelap sepatunya harus rela mendongak, ia mendengus malas manakala mendapati Dewi bertolak pingggang di depannya. Sahabatnya ini selalu saja mengomentari. Me
0
0
Vas Bunga Pecah, Tersusun Kembali Tanpa Rancangan
“Tik tik tik..,” gemercik hujan membantu pikiranku lebih tenang, tak kusangka ini harinya. Kupilih bus, sebagai teman menanti hasil. Juga bersama teman seperjuanganku, yang duduk disamping kaca jendel
0
0
ONLY YOU
"Percayalah padaku, aku pasti akan bisa lulus tahap ini" tutur Riva menatap punggung Barika yang hendak melangkah kaki menjauh. Tetapi saat kedua kaki itu berhenti Riva tersenyum dan menyelaraskan dir
0
1
[Tantangan-Hari11] Seandainya aku jadi konglomerat
Banyak duit?..hehehe, tentu saja bahagia. Aku akan berteriak," Alhamdulillah, hore!". Hari gini siapa yang menolak jadi kaya, jawabannya tentu saja," mana ada". Jika aku jadi konglomerat, aku akan
0
6