Hari yang melelahkan bekerja setiap hari nya sepulang sekolah demi mendapatkan uang untuk makan sehari-hari itulah yang di rasakan gadis berusia 17 tahun bernama Naura.
Sepulang sekolah yang dia lihat di rumah bukanlah ketenangan keluarga namun sebuah pertengkaran yang selalu saja terjadi entah dari masalah ekonomi atau kebiasaan buruk Ayah nya yang suka berjudi dan mabuk-mabukan.
Suara benda pecah ke lantai sudah menjadi hal umum bagi nya, membersihkan ruangan yang berantakan adalah tugas nya setiap hari, ibu nya sudah seperti orang gila yang tidak sanggup hidup lagi.
"Kak. Sampai kapan Ayah dan Ibu terus seperti ini? Nara sudah lelah," ucap Nara adik Naura yang baru saja menginjak usia 14 tahun.
"Entahlah kita lihat saja sampai kapan mereka akan bertahan. Setalah mengumpulkan uang banyak Kakak janji kita akan pergi dari sini. Kita akan mencari rumah yang jauh lebih nyaman, tinggal berdua saja tidak terlalu buruk kan?" ucap Naura dengan nada tenang walau tidak dengan hati nya.
"Iya kak. Nara akan bantu Kakak cari uang yang banyak," ujar Nara ingin membantu Naura.
"Urusan uang biar Kakak saja. Kamu fokus sekolah saja." Naura tidak ingin masa sekolah Nara jadi berantakan seperti diri nya.
..........
Sepulang sekolah seperti biasa Naura bekerja di sebuah cafe dekat sekolah nya.
"Naura! Aku ada tawaran pekerjaan baru dengan gaji yang sangat besar, bahkan kamu bisa membeli rumah dengan uang gaji nya," beritahu seorang pelayanan cafe Bernama Lila.
Lila wanita muda berusia 22 tahun memiliki paras cantik dan sifat yang sangat ramah, Lila adalah satu-satunya nya sahabat dekat Naura. Naura sedari kecil sangat sulit mendapatkan teman, namun Lila dia sangat baik dan selalu ada saat Naura butuh bantuan.
"Seperti sangat menarik. Pekerjaan apa itu?" tanya Naura penasaran.
"Menjadi pembantu di rumah orang kaya. Aku juga akan bekerja disana, itu sebab nya aku mengajak mu juga kerja disana bersama dengan ku," beritahu Lila dengan nada semangat.
"Baiklah tawaran itu sangat menarik. Aku akan ikut bekerja dengan mu, menjadi pembantu tidak lah masalah bagi ku. Tapi apakah meraka tidak keberatan aku masih bersekolah?" sangat sulit mendapatkan pekerjaan sambil bersekolah, banyak tempat yang tidak mengizinkan anak yang bersekolah sambil kerja.
"Tenang saja aku sudah memberitahu ketua pembantu disana, dia mengizinkan kamu bekerja disana setiap sepulang sekolah," beritahu Lila yang sudah menduga kalau Naura pasti akan mempertanyakan hal ini.
"Terima kasih Lila."
........
Setelah berhenti bekerja di cafe, Naura memutuskan langsung menerima pekerjaan menjadi pembantu yang di tawarkan oleh Lila, sepulang sekolah Lila meminta nya datang ke alamat yang telah di berikan Lila.
Setiba nya disana Naura melihat Lila sedang menunggu nya di depan gerbang besar dan megah berwarna hitam. Naura tidak pernah melihat gerbang rumah sebesar itu sebelum nya.
"Maaf Lila membuat mu menunggu lama," ujar Naura merasa tidak enak dengan Lila.
"Santai saja. Mari masuk kita harus bertemu dengan Bu Luna," ajak Lila menarik tangan Naura.
Lila memandu Naura berjalan menuju ruangan tempat Bu Luna menunggu meraka, dari cara Lila memasuki mansion tadi Lila seperti tidak asing dengan mansion megah ini, dia seperti sudah mengenal jalan masuk mansion yang sangat luas.
"Lila kamu sudah sering kesini sebelum nya?" tanya Naura.
"Iya beberapa kali karena Bu Luna ketua pembantu di mansion ini adalah teman dekat ku," beritahu Lila dengan nada sedikit gugup. "Itu sebab nya dengan mudah kita berdua bisa masuk kerja disini, karena aku punya orang dalam hahaha."
Tidak butuh waktu lama kedua nya sudah sampai di sebuah ruangan khusus milik Bu Luna. Naura sama sekali tidak ingat jalan ke ruangan itu, mansion ini sangat luas seperti istanah megah membuat siapapun sangat mudah tersesat apalagi orang baru seperti Naura.
"Selamat datang Naura. Perkenalkan nama saya Bu Luna. Saya ketua pembantu di mansion Tuan Noah," ucap wanita paruh baya bernama Bu Luna yang memiliki paras sangat cantik.
"Saya Naura.Terima kasih sudah menerima saya bekerja disini Bu Laura," balas Naura dengan nada gugup.
"Sama-sama. Mulai hari ini kamu sudah bisa mulai kerja menjadi pembantu pribadi Tuan Noah. Tuan Noah sedang sakit dia butuh pembantu pribadi yang selalu stay membantu nya," beritahu Bu Luna dengan nada tenang.
"Hanya saya saja yang menjadi pembantu pribadi Tuan Noah?" tanya Naura kebingungan.
"Benar. Lila dan pembantu lain nya bekerja mengurus mansion ini, jika kamu butuh waktu kamu bisa meminta bantuan Lila dan pembantu lain nya," beritahu Bu Luna dengan nada tenang lalu di tutup senyuman hangat membuat Naura tidak bisa menolak.
"Baik Bu Luna." mau tidak mau Naura menerima pekerjaan ini, ini semua Naura lakukan demi impian nya membeli rumah baru untuk dia dan Nara.
"Kamu bisa mulai ganti baju dulu di ruangan itu." Naura pun segera pergi ke ruangan ganti.
"Bagaimana menurut anda?" tanya Lila dengan di tutup senyuman tipis.
"Mari kita lihat, dia bisa bertahan tidak dengan sikap Noah."
.........
Tok! Tok!
Naura sudah setengah jam mengetuk pintu kamar Tuan Noah namun tidak ada balasan sama sekali dari dalam kamar. "Kata Bu Laura. Tuan Noah ada di kamar nya, tapi kenapa dari tadi aku mengetuk pintu tidak ada balasan dari Tuan Noah?"
"Untuk memastikan keamanan Tuan Noah aku masuk saja... Pintu nya tidak di kunci, permisi Tuan Noah saya Naura izin masuk ke kamar Tuan Noah!" ujar Naura melangkah masuk kedalam kamar Tuan Noah.
Naura melangkah dengan hati-hati masuk ke kamar Tuan Noah yang sangat mewah, sesampai nya Naura di dalam Naura di kejutkan dengan seorang laki-laki terbaring lemas di lantai.
"Tuan!" Naura berlari menghampiri laki-laki itu yang tidak lain adalah Tuan Noah, Naura terkejut saat melihat wajah Tuan Noah yang ternyata masih sangat mudah sekitaran seusia dengan nya.
"Dia benar Tuan Noah atau bukan? Kenapa masih muda sekali? Dia terlihat seumuran dengan ku? Aah!! Jangan pikirkan hal itu dulu, sekarang apa yang harus aku lakukan?" panik Naura kebingungan dia harus melakukan apa.
Mata laki-laki itu terbuka perlahan dengan tatapan lemas, Naura yang menyadari nya segera membantu laki-laki itu yang tidak lain adalah Tuan Noah. Naura membantu Noah ke atas tempat tidur dengan sangat hati-hati.
"Tuan perlu saya panggilkan dokter untuk memeriksa keadaan Tuan Noah?" tanya Naura dengan nada khawatir.
"Ti-tidak perlu. Pergilah!" ucap Noah dengan nada dingin mengusir Naura.
"Saya tidak akan meninggalkan Tuan dalam keadaan seperti ini." Naura memeriksa suhu tubuh Noah dengan menempelkan punggung tangan nya di kening Noah, Noah yang lemas hanya bisa pasrah menatap kesal ke arah Naura.
"Panas sekali. Tuan demam, dokter!" Naura hendaklah melesat memanggil dokter melalui telfon rumah, namun segera Noah menahan tangan Naura membuat Naura tidak bisa melangkah pergi.
"Aku tidak butuh dokter. Ambilkan aku air dan obat di lemari itu," beritahu Noah dengan tatapan dingi nya.
"Ba-baik Tuan!"
Naura memberikan air dan obat yang di minta oleh Noah, Naura memastikan Noah meminum obat nya juga sampai selesai, setelah itu Naura pun menunggu Noah di sofa kamar.
Noah sedang tertidur saat ini, Naura tidak bisa meninggalkan Noah karena memang tugas nya selalu berada di dekat Noah kecuali saat Noah meminta nya pergi. Tadi Noah sempat meminta nya pergi namun Naura tidak bisa meninggalkan Noah dalam keadaan sakit.
Naura hanya takut saja Noah akan jatuh lemas lagi seperti tadi, kalau sampai terjadi apa-apa pada Noah dia bisa di pecat.
"Kursi roda?" saat sedang duduk santai di sofa panjangnya Naura teralihkan pada kursi roda yang berada di sudut ruangan.
"Tunggu... Dia lumpuh?" Naura melihat ke arah Noah yang sedang tertidur lelap.
........
"Lila! Boleh aku bertanya sesuatu?" lila yang sedang membersikan meja makan pun menghentikan aktivitas nya.
"Ada apa?" tanya Lila dengan senang hati dia akan memberi jawaban.
"Tuan Noah itu masih seumuran dengan ku?" Lila membalas dengan anggukan kecil. "Iya. Tuan Noah adalah anak dari Tuan dan Nyonya pemilik mansion ini, namun kedua nya sedang sibuk bekerja di luar negeri jadi hanya ada Tuan Noah saja di mansion ini," beritahu Lila.
"Oh begitu."
"Kamu tertarik dengan Tuan Noah? Bagaimana wajah nya sangat tampan kan?" goda Lila.
"Apaan sih kamu."
"Dia memang agak galak. Kamu harus sabar dan selalu ada di samping nya, dia sangat ceroboh dalam melakukan apapun," ujar Lila seperti mengenal dekat Noah.
.........
"Selamat Malam Tuan Noah. Saya sudah menyiapkan makanan malam Tuan," ujar Naura sambil meletakan nampan berisi sepiring makanan dan segelas air putih di meja samping tempat tidur.
"Saya bantu ya Tuan." Naura duduk di samping Noah hendak menyuapi Noah makanan, namun Noah dengan cepat menepis suapan yang di arahkan ke mulut nya, makanan itupun jatuh berserakan di lantai.
"Pergi! Aku bisa makan sendiri," ujar Noah dengan tatapan Marah.
"Baiklah. Silakan makan sendiri, saya akan menunggu di sofa," balas Naura menolak pergi dia harus pastikan Noah memakan makanan nya dulu seperti yang di perintahkan oleh Bu Luna.
Noah sangat sulit makan sejak dia mengalami kelumpuhan, Noah mengalami kecelakaan setahun lalu yang mengakibatkan kedua kaki nya mengalami kelumpuhan sementara namun sudah berbagai pengobatan di jalani Noah masih belum bisa berjalan dengan normal, akibat hal itulah Noah menjadi pemurung, pemarah, dan menyerah dengan keadaan nya.
Setiap hari sepulang sekolah Naura selalu berangkat kerja menjadi pembantu di mansion Noah, dia merawat dan selalu menjaga Noah dengan baik walau Noah selalu meminta nya pergi, namun Naura memilih tetap berada di sisi Noah membantu Noah ketika dia melakukan hal ceroboh.
Noah sering kali memaksakan diri latihan berjalan tanpa pengawasan siapapun, akibat nya sering kali dia jatuh lemas lalu sakit, namun semenjak ada Naura, Naura tidak membiarkan Noah sendiri Naura selalu membantu Noah latihan berjalan.
Naura tidak akan membiarkan Noah jatuh, setiap langkah Noah pasti ada Naura yang berada di belakang Noah memastikan Noah tidak jatuh.
Tidak terasa sudah setahun Naura bekerja dengan Noah. Hubungan kedua nya sudah tidak bermusuhan lagi, justru Noah selalu membutuhkan diri nya.
"Bekerja dengan Tuan Noah adalah hal yang melelahkan karena dia sangat suka marah dan mengusir ku, tapi aku senang bisa selalu membantu nya."
"Aku mengusir mu karena aku tidak ingin merepotkan siapapun, aku bisa sendiri. Aku tidak butuh bantuan siapapun," ucap Noah.
"Namun sekarang aku sadar aku tidak bisa sendiri selamanya, aku sangat butuh bantuan mu Naura. Kamu tidak membiarkan aku jatuh, selalu merawat ku saat aku sakit, dan selalu memastikan aku baik-baik saja."
"Itulah tugas ku Tuan Noah."
"Sekarang tugas mu setelah lulus sekolah menikalah dengan ku. Kamu bersedia?" tanya Noah dengan tatapan hangat nya.
"Dengan senang hati aku akan bersedia menikah dengan mu.
"Yey! Saya punya menantu!" ujar Bu Luna berteriak di belakang Naura mengejutkan Naura.
"Naura jadi adik ipar aku!" ucap Lila dengan nada senang.
"Kalian berdua?"
"Kami adalah keluarga Noah. Saya ibu kandung Noah, dan Lila adalah kakak kandung Noah. Kami sedang melakukan misi pencarian pasangan untuk Noah," beritahu Bu Luna dengan nada santai.
Itulah fakta mengejutkan yang di ketahui Naura. Selama ini Bu Luna dan Lila menyamarkan sebagai pembantu di mansion untuk mencarikan pasangan yang tepat untuk Noah. Kondisi Noah yang lumpuh membuat Noah sering kali ingin mengakhiri hidup nya sendiri, akibat hal itulah Bu Luna dan Lila ingin membantu Noah menemukan pasangan yang dapat merubah sikap buruk Noah.
"Saya Ayah Noah. Saya nyamar jadi tukang kebun. Ternyata jadi tukang kebun di mansion sendiri itu menyenangkan juga, apa saya pindah pekerjaan saja jadi tukang kebun?"
........ End........