NovelToon NovelToon
Hanya Cinta Yang Bisa

Hanya Cinta Yang Bisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:608
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Helen Kusuma adalah seorang putri konglomerat yang jatuh miskin setelah ibu tirinya, Beatrix Van Amgard mengusirnya paksa pasca mendiang papa Helen, Aditya Kusuma tewas dalam sebuah kecelakaan tragis! Helen harus menghadapi penderitaan dan kehinaan oleh kejamnya Beatrix walau ia sudah tak punya apa pun lagi namun takdir mempertemukannya dengan seorang pria bernama Aryo Diangga membuat hidupnya jauh lebih baik. Bagaimana akhir kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Proklamasi Sang Ratu

Helen meronta lemah, namun pelukan Ario terasa seperti benteng yang tak tergoyahkan. Perlahan, tenaganya habis. Ia bersandar pada dada Ario, mendengarkan detak jantung pria itu yang berdegup kencang—sama kencangnya dengan miliknya.

"Kenapa, Ario?" tanya Helen lirih di sela isaknya. "Kenapa kau kembali untukku?"

Ario melepaskan pelukannya sedikit, memegang kedua bahu Helen dan menatap langsung ke matanya yang sembab. "Karena aku menyadari, menghancurkan Beatrix tidak akan ada artinya jika aku kehilanganmu dalam prosesnya. Sekarang, ikutlah denganku. Kita tidak punya banyak waktu sebelum polisi sampai di sini."

Ario membimbing Helen masuk ke dalam mobil. Saat pintu tertutup, Helen melihat sebuah mobil polisi dengan sirine menyala melintas di seberang jalan.

Di dalam mobil yang melaju kencang, Helen menatap profil samping wajah Ario. Ia tahu pria ini masih menyimpan banyak rahasia. Ia tahu jalan di depan mereka akan dipenuhi oleh darah dan pengkhianatan. Namun, untuk pertama kalinya sejak kematian ayahnya, Helen tidak merasa sendirian.

Sementara di menara Van Amgard, Beatrix berdiri membelakangi kota, menatap bayangannya sendiri di kaca. Ia merasa telah menang, namun ia lupa satu hal: cinta yang lahir dari penderitaan seringkali memiliki kekuatan yang lebih besar daripada kebencian yang lahir dari ketamakan.

****

Mobil Mercedes hitam itu melaju membelah jalanan lingkar luar Jakarta, menjauh dari hiruk-pikuk pusat kota menuju sebuah rumah persembunyian di pinggiran Bogor yang rimbun dengan pepohonan. Di dalam kabin, ketegangan terasa begitu pekat, seolah oksigen telah habis digantikan oleh kecurigaan yang menyesakkan.

Helen duduk memeluk tubuhnya sendiri, matanya yang sembab menatap lurus ke arah dasbor. Kata-kata Ario di bawah jembatan layang tadi terus terngiang, namun ada satu hal yang mengganjal di hatinya seperti duri.

"Ario," suara Helen memecah kesunyian, kecil namun tajam. "Tadi kau bilang... menghancurkan Tante Beatrix tidak akan ada artinya jika kau kehilangan aku. Tapi kau juga bilang kau punya dendam pada keluargaku. Katakan padaku yang sebenarnya. Kenapa kau membenci Papaku?"

Ario mencengkeram kemudi hingga buku-buku jarinya memutih. Rahangnya mengeras, membentuk garis yang begitu tegas dan dingin. Ia menghela napas panjang, sebuah embusan napas yang membawa beban belasan tahun.

"Kau mengenal Aditya Kusuma sebagai ayah yang penyayang, Helen. Sosok dermawan yang membangun panti asuhan dan mencintai budayanya," suara Ario rendah, bergetar oleh amarah yang dipendam dalam-dalam. "Tapi bagiku, dia adalah malaikat maut dengan senyum palsu."

Helen menggeleng kuat. "Tidak mungkin. Papa orang baik. Dia tidak pernah menyakiti siapa pun!"

"Dua puluh tahun yang lalu," potong Ario, suaranya kini seperti parutan logam di atas batu, "Ada sebuah pabrik tekstil bernama Diangga Fabrics. Itu adalah bisnis keluarga kami. Kecil, tapi jujur. Ayahku, Baskoro Diangga, adalah sahabat sekaligus pesaing sehat bagi papamu saat itu."

Ario memelankan laju mobilnya saat mereka memasuki jalanan setapak yang sepi.

"Papamu ingin menguasai pasar ekspor ke Eropa, tapi ayahku memegang kontrak eksklusif untuk bahan sutra terbaik. Suatu malam, pabrik kami terbakar habis. Tidak ada yang tersisa. Ayahku... dia terjebak di dalam ruang kerjanya saat mencoba menyelamatkan dokumen-dokumen penting. Dia meninggal dalam kobaran api yang dikirim oleh seseorang."

Air mata Helen jatuh tanpa permisi. "Dan kau menuduh Papaku?"

"Bukan menuduh, Helen. Aku punya buktinya," Ario menepi di bawah pohon kenari besar yang rimbun. Ia memutar tubuhnya menghadap Helen, matanya berkilat penuh luka. "Setelah kebakaran itu, seluruh aset tanah ayahku dibeli oleh Kusuma Group dengan harga sampah melalui perantara. Dan siapa perantaranya? Beatrix. Tapi tanda tangan di atas surat perintah akuisisi itu adalah tanda tangan Aditya Kusuma. Ayahmu membangun kerajaannya di atas abu jenazah ayahku."

"Tidak!" jerit Helen, tangannya menutupi telinganya. "Itu pasti Tante Beatrix! Papa tidak akan pernah membakar pabrik orang! Tante Beatrix-lah yang ular, dia yang licik! Dia pasti memanipulasi Papa!"

"Mungkin," jawab Ario pahit. "Tapi papamu membiarkannya terjadi. Dia menikmati hasilnya. Dia diam saat temannya menjadi arang. Bagiku, diamnya seorang sahabat atas sebuah kejahatan adalah pengkhianatan yang paling keji."

Helen terisak hebat. Ia terjepit di antara cinta pada mendiang ayahnya dan kenyataan pahit yang disodorkan pria yang kini menjadi satu-satunya pelindungnya. "Aku tidak percaya... Papa bukan orang jahat..."

****

Di Jakarta, matahari menyinari gedung Van Amgard International dengan keangkuhan yang sama dengan pemiliknya. Di dalam ruang rapat utama, suasana terasa seperti pengadilan militer.

Beatrix van Amgard berdiri di ujung meja panjang yang terbuat dari marmer Italia. Di hadapannya, sepuluh direktur baru berkulit putih yang ia bawa dari Amsterdam duduk tegak, menatapnya dengan rasa hormat yang bercampur takut.

Ia tidak lagi mengenakan warna duka. Hari ini, ia memakai setelan power suit berwarna putih gading dengan bros emas berbentuk mahkota di dadanya. Dagunya terangkat tinggi, matanya yang biru sedingin es memindai setiap wajah di ruangan itu.

"Vandaag begraven we het verleden," (Hari ini, kita mengubur masa lalu,) ucap Beatrix, suaranya menggema penuh otoritas di ruangan yang kedap suara itu.

Ia berjalan perlahan, tumit sepatunya berdentang di atas lantai, seolah-olah setiap langkahnya adalah tancapan bendera di tanah jajahan.

"Dit is geen familiebedrijf meer. Dit is een imperium. De cultuur van de inheemse bevolking, hun zwakte, hun zogenaamde 'vriendelijkheid'... het is weg. Vanaf nu regeer ik hier als een koningin, en jullie zijn mijn generaals." (Ini bukan lagi perusahaan keluarga. Ini adalah sebuah kekaisaran. Kebudayaan penduduk asli, kelemahan mereka, apa yang mereka sebut 'keramahan'... itu sudah hilang. Mulai sekarang, aku memerintah di sini sebagai seorang ratu, dan kalian adalah jenderalku.)

Salah satu direktur mengangguk. "Dan bagaimana dengan gangguan dari Ario Diangga, Nyonya?"

Beatrix tersenyum sinis, sebuah lengkungan bibir yang tampak haus darah. "Ario Diangga pikir dia bisa menantangku hanya karena dia punya beberapa perusahaan investasi kecil? Bodoh sekali."

Ia menekan sebuah tombol di meja, memunculkan layar proyektor besar. Di sana terlihat grafik saham beberapa perusahaan milik Ario yang mulai anjlok.

"Aku sudah memerintahkan untuk menarik semua likuiditas dari bank-bank mitra Diangga Group," ucap Beatrix dalam bahasa Indonesia agar para asisten yang berjaga di pintu mengerti betapa berkuasanya dia. "Aku akan mencekik bisnisnya sampai dia tidak punya cukup uang bahkan untuk membeli sebotol air untuk Helen. Aku akan menghancurkan sistem logistiknya, meretas servernya, dan memfitnah setiap manajernya. Dalam tiga hari, Ario Diangga akan menjadi sejarah, sama seperti ayahnya yang malang."

Beatrix mengangkat gelas kristal berisi champagne mahal.

"Proost, op de ondergang van onze vijanden!" (Bersulang, untuk kehancuran musuh-musuh kita!)

Tawa Beatrix pecah, keras dan melengking, mengisi setiap sudut ruangan yang kini terasa asing bagi siapa pun yang pernah mengenal Aditya Kusuma. Ia merasa telah mencapai puncak dunia, berdiri di atas puing-puing kebahagiaan orang lain dengan mahkota yang ia curi dari sebuah peti mati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!