NovelToon NovelToon
System Kultivasi Level Maksimal

System Kultivasi Level Maksimal

Status: tamat
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Kultivasi Modern / Tamat
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀

Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Jawaban datar itu justru membuat Zhao Wei semakin kesal. Dia ingin melihat ketakutan. Dia ingin melihat Xiao Yan memohon ampun, tapi wajah di depannya ini sama seperti batu.

"Kau benar-benar keras kepala!" Zhao Wei melepaskan kerah Xiao Yan dengan kasar, mendorongnya mundur.

Xiao Yan berpura-pura kehilangan keseimbangan dan melangkah mundur satu langkah, menabrak kursinya sendiri.

Zhao Wei melihat ke arah atas meja. Matanya tertuju pada kotak makan siang Xiao Yan yang terbuka.

"Apa ini?" Zhao Wei mengambil kotak makan siang itu dengan tangan kirinya. Dia menatap isinya dengan pandangan merendahkan. "Nasi putih dan sayur murahan? Makanan anjing di rumahku bahkan jauh lebih mahal dari ini. Pantas saja tubuhmu lemah dan tidak punya energi Qi."

Mata Xiao Yan menatap kotak bekalnya yang kini berada di tangan Zhao Wei. Itu adalah bekal yang dimasak ibunya pagi-pagi sekali. Ibunya selalu memastikan Xiao Yan makan makanan bergizi.

"Letakkan kembali kotak bekal itu," ucap Xiao Yan. Nadanya masih datar, namun sedikit lebih berat dari sebelumnya.

"Kau mau ini?" Zhao Wei membalikkan tangannya.

Prang!

Kotak bekal itu jatuh ke lantai. Nasi putih, telur dadar, dan sayuran berserakan di atas lantai kayu yang kotor.

Lin Fan membelalakkan matanya. Siswa-siswa lain di kelas menahan napas mereka. Tindakan membuang makanan adalah sebuah penghinaan yang sangat besar.

Zhao Wei tertawa keras.

"Ups, tanganku licin," kata Zhao Wei dengan nada mengejek. Dia menginjak telur dadar yang jatuh di lantai, menghancurkannya dengan sol sepatunya. "Makanlah dari lantai jika kau mau."

Xiao Yan menatap telur dadar ibunya yang hancur diinjak. Wajahnya sama sekali tidak berubah. Dia tidak menangis, tidak berteriak, tidak juga melayangkan pukulan. Dia hanya berdiri diam di sana.

"Status... Mengganti prioritas dari 'Abaikan' menjadi 'Pembalasan'," batin Xiao Yan.

Dia mengunci pandangannya pada wajah Zhao Wei. Dia merekam struktur wajah itu, pola energinya, dan cara jalannya.

"Pembalasan harus dilakukan. Tapi, pembalasan terbuka akan menghancurkan fasad murid lemahku. Aku akan menargetkan titik kelemahannya tanpa meninggalkan satu pun jejak fisik atau energi," rencananya di dalam kepala.

"Ayo pergi," perintah Zhao Wei kepada dua pengikutnya. "Ternyata dia benar-benar sampah yang bahkan tidak berani marah saat makanannya dibuang. Membosankan."

Zhao Wei berbalik dan berjalan keluar dari kelas, diikuti oleh dua pengikutnya. Mereka tertawa keras saat melewati pintu.

Setelah Zhao Wei pergi, suasana kelas perlahan mulai mencair. Beberapa siswa berbisik-bisik, membicarakan kejadian barusan. Namun tidak ada satu pun yang berani mendekat untuk membantu Xiao Yan.

"Ugh... Xiao Yan, kau tidak apa-apa?" tanya Lin Fan. Dia segera berlutut di dekat meja dan melihat makanan yang berserakan. "Orang itu benar-benar jahat! Dia sudah keterlaluan!"

"Hah..." Xiao Yan menghela napas pendek.

Dia berjongkok perlahan. Dia mengambil kotak bekalnya yang kosong dan membersihkan nasi yang menempel.

"Biar aku bantu," kata Lin Fan. Dia mengambil sapu dari sudut kelas dan mulai membersihkan lantai yang kotor. "Kau jangan bersedih, Xiao Yan. Kita tidak bisa melawan mereka. Keluarga mereka terlalu kuat. Nanti aku akan membagi separuh roti dagingku untukmu."

"Terima kasih, Lin Fan," jawab Xiao Yan datar.

Dia berdiri membawa kotak bekalnya yang sudah kosong. Dia memasukkannya kembali ke dalam tas kainnya.

"Peringatan pertama selesai," batin Xiao Yan. "Zhao Wei berpikir dia menang hari ini. Dia bisa menikmati perasaan itu selama beberapa jam ke depan. Besok, saat pelajaran praktik berikutnya, aku akan memastikan dia tidak akan pernah ingin menyentuh barang milik orang lain lagi."

Xiao Yan duduk kembali di kursinya. Dia mengeluarkan buku catatannya.

"Lin Fan," panggil Xiao Yan.

"Ya? Kenapa?" tanya Lin Fan sambil meletakkan sapu di tempatnya.

"Apakah kau tahu jadwal pelajaran praktik Kelas Unggulan 1 besok?" tanya Xiao Yan.

"Ugh, tunggu sebentar, aku lihat di grup forum siswa dulu," Lin Fan mengeluarkan ponselnya dan menggulir layarnya. "Ah, ini dia. Besok pagi mereka ada ujian Ketahanan Fisik di fasilitas gravitasi buatan di gedung sayap barat. Kenapa kau bertanya? Kau tidak berniat mendatangi mereka, kan?"

"Tidak. Aku hanya bertanya," jawab Xiao Yan.

Dia mengambil penanya dan mulai mencatat jadwal tersebut di ujung bukunya.

"Fasilitas gravitasi buatan. Tempat yang sangat sempurna untuk sebuah kecelakaan teknis yang tidak disengaja," batin Xiao Yan.

Hari itu berakhir tanpa insiden tambahan. Xiao Yan mengikuti sisa pelajaran dengan wajah datarnya yang biasa. Dia pulang ke rumah, membantu ibunya di kedai, dan mengatakan bahwa bekalnya sangat enak hingga habis tanpa sisa. Ibunya tersenyum karena senang mendengarnya.

Malam itu, di dalam kamarnya yang gelap, Xiao Yan duduk bersila di atas tempat tidur. Dia tidak sedang bermeditasi menyerap Qi seperti kultivator lain. Dia sedang memfokuskan kecerdasan maksimalnya untuk meretas sistem keamanan fasilitas gravitasi akademi melalui gelombang pikirannya.

Dia mempersiapkan sebuah pembalasan yang seratus persen bersih, terencana, dan tanpa ampun untuk Tuan Muda Sombong tersebut.

1
💫Penjelajah Novel💫
kolo gw jadi Xiao yan itu udah gw tunjukkin kekuatan gw. biar semua orang tau. dan gw bakal hidup tenang di pegunungan dan menerima murid yg jenius 😑
petelgeuse romanee-contuol: Xiao Yan bocil labil kak, malah ambil pendekatan yang sulit😑
total 1 replies
adib
wah ini.. udah diungkap aja..
Ironside
Lanjut Kak /Smile/, aku tunggu 100 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Ironside: Bagus Kak, Kamu harus semngat update Kak /Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
Sang M
T A H I........👊stop cerita. cerita gak waras...
Sang M
stop cerita dancokkk ini
Sang M
ganti cerita/ganti Host ini. karakter tikus payah malas dancokk.
Sang M
Coookkkk tikus comberan.
Sang M
matamu...
Sang M
skip....dancokkkk
Sang M
Tahi...
Sang M
cerita seorang host anjing
Sang M
tikus.pengecut. cerita melulu di sekolah. bosan. gak bisa cerita yg lain kah.??????
Sang M
pengguna system goblok. jadi memaksa jadi tikus pengecut. gak punya semangat. payah.. mati aja lu gak berguna. dancok... Otak Thor ini gak benar
Sang M
Bosan..Host gak punya greget.. sikap pengecut kayak tikus takut masalah. sampah...
Sang M
matamu.... karakter Host bocil tolol..
Ari Deo Saputra
semangat Thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
adib
💪💪 semangat thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
Ari Deo Saputra
bagus
Imran Syahputra
apaan ini kebanyakan cerita tanpa aksi jadi gk ada gunanya level maksimal
Imran Syahputra
ceritanya membosankn ganti mc aja mendingan gk ada aksi sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!