NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami
Popularitas:33.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 4.

Pria yang memperhatikan Leya tadi berdiri di balkon lantai dua, dia melihat Leya berjalan keluar menuju area simulasi.

Seseorang berdiri di belakang pria itu, “Menarik, bukan? Jarang ada orang yang kembali setelah enam tahun vakum.“

“Dia bukan orang biasa,“ jawab pria bernama Kaisar itu.

Temannya menimpali. “Kau kenal?“

Kaisar menggeleng, tapi tatapannya tetap mengikuti langkah Leya di bawah sana. Lalu ia tersenyum tipis. “Aku hanya menduga satu hal, wanita itu... akan membuat tempat ini ramai.“

Area simulasi penerbangan berada di sisi belakang akademi. Gedungnya besar, dindingnya sebagian besar adalah kaca tebal yang memantulkan cahaya matahari pagi.

Beberapa trainee atau peserta latihan sudah berkumpul disana. Bagitu Leya datang, bisik-bisik langsung terdengar lagi.

“Dia benar-benar ikut tes?“

“Enam tahun tidak terbang, serius?“

“Ah! Dia pasti cuma cari perhatian!“

Leya tak menanggapi, ia berjalan tenang menuju meja instruktur. Pria tadi yang menemuinya di kantor administrasi berdiri di sana sambil memegangi tablet.

“Simulasi Airbus A320, situasi darurat.“ Kata pria itu singkat, lalu dia menatap Leya dengan ekspresi datar. “Kau masih ingat prosedurnya?“

“Masih.“ Leya menjawab tanpa ragu.

Beberapa trainee langsung tertawa kecil. “Percaya diri sekali!“

“Kalau gagal, ini selesai!“ Instruktur itu tidak tersenyum.

“Baik," jawab Leya singkat.

Ia berjalan menuju ruang simulator, begitu pintu otomatis terbuka aroma mesin dan elektronik langsung menyambutnya. Di dalam ruangan itu berdiri simulator kokpit berukuran besar, replika yang hampir sempurna dari kokpit pesawat sungguhan. Panel kontrol penuh tombol, layar digital serta lampu indikator berkedip redup.

Leya berhenti sebentar di depan pintu selama beberapa detik, tangannya menyentuh sisi simulator. Selama enam tahun ia tak menyentuh semua itu. Namun bukannya canggung, justru ada sesuatu yang bangkit dalam dadanya. Perasaan lama yang selama ini ia tekan, rasa rindu dan adrenalin.

Leya naik ke kursi pilot tanpa berkata apapun, ia mengenakan headset dan menarik kursinya sedikit ke depan. Tangannya langsung bergerak di panel, mengecek beberapa tombol secara refleks. Gerakannya terlalu cepat untuk seseorang yang sudah berhenti selama enam tahun.

Instruktur berdiri di belakang Leya sambil menyilangkan tangan.

“Oke! Simulasi dalam tiga... dua... satu...“

Layar besar di kokpit langsung berubah, landasan pacu muncul. Pesawat virtual berada di posisi siap lepas landas.

Diluar ruangan, para trainee menonton dari balik kaca.

“Paling lima menit dia panik.“

“Engine failure saja sudah cukup membuatnya menyerah.“

Namun di dalam kokpit, Leya sudah memegang throttle.

“Power set.“ Ujar Instruktur.

Mesin pesawat virtual mengaum, pesawat mulai meluncur di kandang.

“Speed alive.“

Jarum indikator bergerak naik.

“V1... rotate.“

Pesawat simulasi terangkat dari runway.

Diluar ruangan, suara bisik-bisik mulai mereda.

Gerakan Leya stabil, tangannya tidak bergetar dan tak ada gerakan panik darinya. Instruktur menekan beberapa tombol di panel kontrol belakang. Sekejap kemudian alarm berbunyi, lampu merah menyala di kokpit.

ENGINE FAILURE.

Salah satu mesin mati, pesawat simulasi langsung miring tajam ke kanan.

“Sudah di mulai! Kita lihat sekarang!“ Beberapa trainee langsung berseru.

Di dalam ruangan, Leya tidak bereaksi dengan panik. Matanya tetap fokus pada panel. “Engine one failure confirmed.“

Tangan Leya bergerak cepat, ia menyeimbangkan kontrol pesawat.

“Maintaining heading.“

Pesawat perlahan stabil kembali, Instruktur tidak berkata apa-apa tetapi matanya sedikit menyipit. Beberapa lampu peringatan menyala bersamaan.

HYDRAULIC SYSTEM WARNING.

Pesawat simulasi kembali terguncang, semua orang yang menonton tampak tegang.

Salah satu trainee yang menonton menelan ludah. “Ini kombinasi yang sulit...“

Namun di dalam kokpit, Leya justru terlihat semakin fokus.

“Switching to backup system.“

Klik... Klik... Klik...

Tangannya bergerak cepat menekan tombol, beberapa detik kemudian pesawat kembali stabil.

Ruangan kontrol menjadi sunyi. Tak ada yang tertawa lagi, bahkan tak ada yang berani mengejek. Hanya suara mesin simulasi yang terdengar. Beberapa menit kemudian, simulasi selesai. Layar kembali gelap, mesin pun berhenti.

Leya melepas headset dan berdiri dari kursinya, ia tidak terlihat lega dan juga tak terlihat bangga. Seolah semua itu adalah hal biasa.

“Kau masih ingat semuanya.“ Instruktur menatap Leya dengan pandangan baru, ekspresinya tetap datar tapi nada suaranya sedikit berubah saat bicara.

Leya turun dari kursi kokpit. “Iya, saya belum lupa.“

Ia berjalan menuju pintu keluar, tapi sebelum pintu terbuka sepenuhnya, suara tepuk tangan terdengar pelan dari sisi ruangan luar. Semua orang menoleh, disana Kaisar berdiri. Dan hanya pria itu lah, satu-satunya orang yang bertepuk tangan. Tatapannya tertuju pada Leya, begitu tenang tapi penuh rasa ingin tahu.

“Lumayan,“ ucap Kaisar dengan nada santai.

Beberapa trainee langsung saling berpandangan, setelah simulasi sulit seperti itu... Kaisar hanya berkata lumayan?

Leya ikut menoleh, alisnya terangkat. “Lumayan?“

Kaisar tersenyum tipis, “Untuk seseorang yang katanya sudah enam tahun tidak terbang.“

Leya menatap pria itu dengan tatapan dalam, lalu ia kembali bicara. “Kalau menurutmu hanya lumayan, kau boleh coba.“

Beberapa trainee seketika menahan nafas mereka, berani sekali Leya bicara seperti itu.

Namun Kaisar tidak terlihat tersinggung, ia justru tertawa pelan. “Mungkin nanti.“

Pria itu berjalan mendekat, langkahnya tenang lalu berhenti berjarak satu langkah di depan Leya.

“Namaku... Kaisar.“ Pria itu mengulurkan tangannya.

Leya tak menyambut uluran tangan Kaisar. “Aku tidak bertanya.“

Kaisar tertawa kecil lagi, ia menarik tangannya lalu memasukkannya ke dalam saku celana. “Kamu memang benar, tapi kita akan sering bertemu disini. Jadi... aku hanya bermaksud untuk saling mengenal.“

Tatapan mereka saling beradu.

“Belum tentu akan bertemu lagi,“ jawab Leya singkat.

Wanita itu lalu berbalik dan berjalan pergi dari ruangan simulasi. Namun sebelum ia pergi jauh, suara Kaisar terdengar lagi dari arah belakang.

“Ngomong-ngomong, kalau itu performa mu setelah enam tahun berhenti... aku penasaran seperti apa kau terbang saat masih aktif menjadi pilot dulu.“

Langkah Leya terhenti, ia menoleh sedikit. “Sedikit lebih baik dari sekarang.“

Setelah mengatakannya, Leya kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan ruangan.

Kaisar masih berdiri di tempatnya, tiba-tiba seseorang berdiri di samping Kaisar, temannya tadi. Ia menyilangkan tangan sambil melihat pintu tempat Leya pergi.

“Kau benar, sepertinya akademi ini akan ramai karena dia.“

Kaisar tak menjawab, dia hanya tersenyum tipis.

Sementara Leya tak sadar, jika dia baru saja menarik perhatian seorang pilot sekaligus pewaris maskapai terbesar di negeri ini. Dan langit yang pernah ditinggalkan Leya, kini akan mulai membuka jalannya kembali.

1
Puput Assyfa
aduh aq deg2kan klo Rafi deket2 sama leya,Dy pasti merencanakan sesuatu yg jht
Puput Assyfa
akhirnya badai telah berlalu muncul pelangi dgn penuh warna,dua bulan bukan waktu yg lama untuk kalian bersatu
Puput Assyfa
dasar wanita gak tau diri bukannya sadar malah makin jadi km Shanaz,apa yg dapatkan blm cukup jadi pelajaran untukmu
Shee_👚
dah g usah nyesel telat 😏
Muft Smoker
jgn bilang rafi juga mulai tertarik dg leya ,, 😒😒😒😒
biasa ny kn benci jd berubah jd cinta ,,
eeeits tp anda bukan tokoh utama dsni ,, mending kerja aj yg professional yx rafii ,, jgn menghancurkn apa yg sudh km miliki skrang ,, jgn kaya si arkana2 tu ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
udh slah tp Mah gx tau diri ,,
perlu berendam di kawah gunung merapi ni shanaz biar otak ny rileks🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Laporin saja masih mengganngu
sunaryati jarum
Rafi kenapa kamu harus iri,kamu tidak berkaca dari pengalaman.Sifat irimu menjadi benci membuat kegagalan.
nayla tsaqif
Sepertinya rafi jatuh cinta,, 🤣
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Tiara Bella
jangan sampe Rafi bikin ulah ya Thor.....
Miss Typo
kok makin deg²an bacanya, semogaa apapun yg direncanakan Rafi gatot dan mlh berbalik padanya
Miss Typo
gak sabar mereka berdua bersatu 😁
Miss Typo: nah ini baru bener 🫢🤣
total 2 replies
Ariany Sudjana
waspada terus yah Leya Dan kaisar, jangan sampai Rafi menjalankan rencana busuk untuk menjebak Leya
Miss Typo
belum sadar sadar juga tuh nanas 🙄
ρυтяσ✨
Rafi memang menyebalkan, entah apa yang sedang dia rencanakan😏😏syukur" nanti'y jadi bumerang buat diri sendiri
ρυтяσ✨
bahagia'y memiliki keluarga yang hangat🥰🥰🥰Waah Kikan bisa saja ya kalo menggoda abang'y😁😁
ρυтяσ✨
sueee... Shanaz bener" belum belajar dari kemalangan yang menimpah hidup'y, masih bisa dia menyindir Leya, kau tau Shanaz apa yang qita tanam itu lah yang akan qita tuai... sooo u sedang memetik buah yang kau tanam kan??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!