hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Langkah kecil
Pagi hari sesampainya di sekolah Inda langsung menghampiri Tempat duduk mori.
" Selama pagi, Mori "? Ucap Inda suaranya hampir terdengar seluruh kelas
" pagi " mori menjawab dengan singkat
" pulang sekolah nanti kita main yuk berdua aja"
" gak bisa aku sibuk " mori menolak ajakan Inda
Inda menunjukkan ekspresi kecewa
" kenapa"
" seharusnya kamu udah, aku cuman mau bilang gak usah ikut campur " Inda menjawab dengan nada tinggi lalu berdiri dan segera meninggalkan kelas.
Inda sedikit terkejut dengan jawaban yang di beri mori, melihat teman dekatnya berubah membuat kekhawatiran Inda semakin parah.
( apa yang sebenarnya dilakukan oleh kakak kelas itu kepada mori ) pikir Inda yang terus menatap tempat duduk mori.
......................
Pelajaran olahraga masih terus berlangsung dan Aidan masih duduk di pinggir lapangan sendirian.
" Aidan, gantiin aku dulu dong, mau beli minum dulu nih " ucap salah satu temannya
" haaahh...oke oke aku gantiin, tapi cuma sebentar yak " Aidan berdiri memasuki lapangan
Pertandingan berlangsung sangat imbang kedua belah tim saling membalas serangan, Aidan berhasil mencetak beberapa point dan kembali beristirahat setelah temannya kembali.
setelah selesai Aidan menghampiri lapangan badminton yang sedang digunakan oleh para murid perempuan, melihat siapa yang sedang bermain Aidan langsung teriak memberi semangat.
" AYO!! KETUA KELAS AKU MENDUKUNG MU"
Teriakan Aidan membuat semua murid laki-laki ataupun perempuan menoleh kearahnya.
Imel yang juga mendengar teriakan Aidan membeku tak bisa bergerak akibat menahan rasa malu, sampai akhirnya sebuah kok menghantam wajahnya,
" aduh.."
" Imel kamu gak apa-apa?" tanya murid perempuan yang berdiri disamping Imel
" terlihat menyakitkan " ucap murid perempuan yang lain
" kesini Aidan kamu harus tanggung jawab antar ke uks "
" eh....kenapa harus aku yang bertanggung jawab" jawab Aidan sedikit mengeluh
" berisik, cepetan bawa Imel ke uks kalau bisa kamu gendong"
Aidan menoleh memandang wajah Imel yang dahinya sedikit bengkak
" perlu aku gendong?" tanya Aidan
"tidak usah aku bisa berjalan sendiri" jawab Imel memalingkan sambil memalingkan wajahnya.
Aidan mengulurkan tangan berniat membantu Imel berdiri.
Setelah Aidan dan Imel pergi Imel sedikit menoleh kebelakang dan melihat teman temannya memberi dia semangat.
Didalam uks tidak ada guru yang berjaga membuat situasi agak canggung karna hanya ada mereka berdua, Aidan menyuruh Imel untuk duduk dan mencari kotak p3k.
" ah ketemu " ucap Aidan setelah menemukan kotak p3k
" sini mana lukanya " tanya Aidan sambil duduk di depan Imel
" gak usah aku bisa sendiri " jawab Imel sambil terus menundukkan kepalanya kebawah
kemudian Aidan menaruh tangannya ke dahi Imel dan mengangkat poni rambutnya ke atas
" hah?" reaksi terkejut Imel setelah Aidan memegang dahinya
" uwah...ini merah banget loh ketua kelas, kamu yakin gak merasakan apa-apa"
Imel hanya diam kemudian Aidan mengoleskan salep yang dahinya yang memerah
" aw "
" tahan sedikit, sebentar lagi selesai"
Aidan dengan serius mengoleskannya sampai seluruh lukanya terkena salep
" sekarang sudah lebih baik ketua kelas "
Aidan menurunkannya tangannya dari wajah Imel membuat mata mereka saling bertatapan, situasi membeku wajah mereka berdua memerah bukan karena luka tapi oleh rasa malu.
" ah...terima kasih " setelah mengucapkan terima kasih Imel langsung berdiri meninggalkan ruang UKS sambil berlari.
...****************...
Setelah pelajaran olahraga selesai bel istirahat berbunyi, para murid berkumpul di kantin untuk membeli makanan.
Aidan sedang makan bersama Keiza, tak lama teman-temannya yang lain pun datang memenuhi meja makan.
" Aidan kamu makin Dekat aja nih sama si ketua kelas " ucap Keiza dengan nada menggoda
" apa maksudmu, aku hanya bersikap seperti biasanya" jawab Aidan
" yap, karena biasanya kamu selalu dekat dengan Imel, semua orang yang melihat pun bakal berpikir kalau kalian berdua berpacaran lagian kenapa gak pacaran beneran aja sih lagian kamu udah putus juga sama sih mori "
jawab Keiza dengan sangat panjang
" APA " teman-temannya yang duduk di sebelah mereka berdua terkejut mendengar bahwa Aidan sudah putus dengan pacarnya.
" kapan kamu putus " kenapa kamu putus "
Kabar
Pertanyaan-pertanyaan itu terus di tanyakan pada Aidan
" bisakah kalian diam aku sedang makan dan kamu juga Keiza " Aidan menoleh kearah Keiza dan Keiza langsung mengerti apa maksudnya
Kabar bahwa Aidan putus dengan pacarku menyebar ke seluruh kelas dengan cepat, para murid perempuan yang sedang memakan bekal, mereka mendapat info bahwa Aidan sudah putus dengan pacarnya dari murid laki-laki yang sengaja ke kelas untuk menyebarkan informasi tersebut.
" bukankah ini waktu untuk bersinar Imel " ucap murid perempuan bernama Lia
" benar kamu udah suka Aidan dari SMP kan "
" itu benar, setelah menunggu begitu lama ini kesempatan kamu mel"
Suasana kelas menjadi ramai, Imel tak bisa menjawab selain karena senang dengan informasi yang dia dapat dia juga memikirkan alasan Aidan putus, Imel tahu bahwa Aidan sangat mencintai pacarnya itu terkadang Aidan bercerita tentang kencan mereka kepada Imel, mendengar cerita yang diceritakan oleh Aidan membuat Imel sedikit iri dan juga dia senang melihat wajah bahagia Aidan yang sedang bercerita.
jam 4 sore murid-murid mulai meninggalkan sekolah sementara Aidan dan Imel sedang membersihkan perpustakaan, Aidan menyusun buku yang berserakan di meja sedangkan Imel membersihkan lantai dengan sapu.
Waktu berlalu, mereka berdua membutuhkan setengah jam untuk membersihkan seluruh perpustakaan.
" ayo naik aku antar pulang sampai rumah" ucap Aidan mengajak Imel menaiki sepedanya.
Setelah Imel naik Aidan menggoes sepedanya dengan santai menikmati pemandang di sore hari.