NovelToon NovelToon
MEMBURU ATAU DIBURU

MEMBURU ATAU DIBURU

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Zombie
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: zhar

Di tengah panas Kalimantan yang tak kunjung reda, Budi Santoso-seorang sales biasa di Palangkaraya menemukan kehidupan yang berubah drastis setelah sebuah “sistem” misterius muncul di kepalanya. Awalnya hanya alat untuk naik level dan bertahan hidup, sistem itu kini menjadi satu-satunya harapannya saat alam mulai bermutasi dengan kejam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Begitu Budi kembali ke kamar sewanya yang sederhana, ia langsung mengeluarkan kepala dan paha Raja Tikus dari dalam karung hitam yang sudah agak basah oleh darah. Meski lelah, matanya sedikit berbinar penuh semangat. Dengan cepat, ia mengaktifkan teknik identifikasinya pada potongan daging tersebut.

“Kepala Raja Tikus”

Fungsi: Makanan, Bahan

Kelangkaan: Biru Muda

Berat: 10 kg

Efek:

Sedikit memperkuat stamina tubuh

Sedikit meningkatkan kekuatan fisik

Sedikit meningkatkan persepsi sensorik

Dapat mengembangkan tubuh, meskipun kemungkinannya sangat kecil

Komentar: Gigi dan tulangnya yang sangat kuat dapat digunakan untuk membuat senjata. Dagingnya kaya akan komponen aktif yang mampu meningkatkan kualitas batin tubuh serta berpotensi mengembangkannya.

“Paha Raja Tikus”

Fungsi: Makanan, Bahan

Kelangkaan: Biru Muda

Berat: 7 kg

Efek:

Sedikit memperkuat stamina tubuh

Sedikit meningkatkan kekuatan fisik

Dapat mengembangkan tubuh, meskipun kemungkinannya sangat kecil

Komentar: Tulangnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan senjata. Dagingnya mengandung komponen aktif yang kaya, mampu meningkatkan kualitas batin tubuh dan bahkan berpotensi mengembangkannya.

Setelah mencerna semua informasi yang muncul di benaknya, Budi merasa darahnya berdesir. “Jadi ini alasan kenapa orang-orang itu berjuang mati-matian demi Raja Tikus. Bahkan tentara ikut turun tangan. Kalau semua orang tahu bahwa makhluk level biru memiliki efek sebesar ini, pasti banyak yang rela membunuh demi mendapatkannya.”

Ia baru menyadari bahwa organisme level biru tidak hanya bisa memperkuat kualitas batin tubuh, tapi juga berpotensi menyebabkan evolusi.

“Apakah ada manusia yang sudah berevolusi? Beberapa waktu terakhir, banyak makhluk level biru yang mati di sekitar Kalimantan ini. Mungkin ada orang yang beruntung…”

Budi mengerutkan kening. “Bagaimana rasanya saat berevolusi? Apakah tubuh akan membesar seperti makhluk-makhluk itu, atau ada perubahan lain?”

Ia langsung teringat sesuatu. Budi bergegas mengambil ponselnya yang tergeletak di atas kasur tipis. Ternyata baterainya sudah habis total. Karena di daerah ini sering sekali mengalami pemadaman listrik, ia selalu menyiapkan empat hingga lima baterai cadangan. Setelah mengganti baterai dan mendengar nada nyaring khas ponsel menyala, ia segera membuka browser dan mengetik “manusia berevolusi”.

Hasil pencariannya cukup banyak, tapi sebagian besar informasi tidak bisa dipercaya. Banyak yang hanya omong kosong tanpa bukti. Namun saat Budi membuka postingan terbaru, wajahnya langsung berubah serius.

“Seorang pria berevolusi ditemukan di Samarinda! Ia membunuh seekor anjing mutan hanya dengan satu tinju hingga mati. Buktinya ada di foto!”

Gambarnya cukup jelas: seorang pria membelakangi kamera dalam posisi memukul. Di depan tinjunya terlihat seekor anjing mutan besar yang sudah tak bergerak. Di bawah postingan tersebut sudah ada ratusan komentar.

“Gila, aku juga butuh kekuatan segitu!”

“Aku tinggal di Samarinda, kok aku nggak tahu ada orang kayak gini?”

“Palsu kali, anjing mutannya pasti dari kulkas.”

“Kasian anjingnya… hu hu hu…”

Sebagian besar komentar tidak berguna. Budi terus menggulir hingga menemukan beberapa yang lebih masuk akal.

“Aku punya teman yang berevolusi. Kemampuannya soal kekuatan. Dia sudah dipanggil pemerintah untuk bertugas.”

“Aku juga manusia berevolusi, tapi aku nggak berani pamer biar nggak ketahuan orang.”

“Memang ada manusia berevolusi, tapi mereka nggak sehebat itu. Aku kerja di kantor polisi, sering lihat. Mereka masih bisa ditembak pistol, cuma punya kemampuan khusus saja.”

Setelah tahu bahwa manusia yang berevolusi tidak berubah menjadi raksasa seperti makhluk-makhluk mutan, Budi merasa lega. Namun di saat yang sama, ia juga merasakan desakan yang kuat di dada.

Di masa sulit seperti sekarang, bukan kekayaan atau jabatan yang paling penting, melainkan kekuatan pribadi.

Karena ia tidak punya kekayaan maupun kekuasaan, satu-satunya yang bisa diandalkannya hanyalah kekuatannya sendiri. Ia bisa bertahan hidup dengan cukup layak di tengah kekacauan ini justru karena ia lebih kuat daripada manusia biasa. Dunia sudah berubah, tapi hukum rimba tetap berlaku: yang kuat akan memangsa yang lemah. Dan hal itu semakin terlihat jelas setiap harinya.

Begitu pikiran itu muncul, Budi langsung bertindak.

Ia mengeluarkan Parang-nya dan mulai mengupas kulit kepala Raja Tikus dengan hati-hati. Setelah dicuci bersih, tengkorak itu tampak mengkilap seperti batu permata. Budi mencoba menusuknya dengan pisau, tapi tengkorak tersebut sangat keras. Ia takut Parang-nya akan rusak, maka ia tidak berani memaksa terlalu keras.

Akhirnya ia mengambil kapak kecil dari kotak perkakasnya dan memukul tengkorak itu beberapa kali hingga retak. Ketika pecah, cairan otak berwarna putih keabu-abuan mengalir ke dalam mangkuk besar.

Ia langsung menggunakan teknik identifikasi. Hasilnya menunjukkan bahwa cairan otak tersebut hanya mampu meningkatkan persepsi sensorik. Hal itu masuk akal, karena persepsi memang berhubungan dengan otak.

Setelah itu, Budi memotong sisa daging menjadi beberapa bagian, membersihkannya, lalu mengisi satu baskom besar. Ia menyiapkan panci, menyalakan kompor gas, dan mulai merebus air. Dengan cerdas, ia tidak memasukkan semua daging sekaligus agar panas tidak merusak khasiatnya.

Ia hanya memasukkan sepotong kecil daging ke dalam air mendidih. Setelah matang, ia mengidentifikasi lagi. Hasilnya sesuai dugaan: efek “dapat mengembangkan tubuh” hilang. Memasak ternyata menghancurkan sebagian komponen aktif di dalamnya.

“Harus kumakan mentah?” Budi ragu sejenak.

Sebagai orang yang terbiasa makan makanan matang, bau anyir dan tekstur daging mentah membuatnya mual. Namun keraguannya hanya bertahan kurang dari satu detik. Godaan untuk berevolusi jauh lebih kuat daripada rasa jijik.

Mengorbankan kenyamanan demi kesempatan menjadi lebih kuat tidak ada yang salah dengan pilihan itu.

Meski dagingnya sudah dibersihkan dan dipotong rapi, Budi tetap merasa mual saat memasukkannya ke mulut. Ia butuh waktu beberapa saat untuk menekan refleks muntahnya. Perlahan, tubuhnya mulai terasa hangat. Sensasi itu mirip saat ia naik level, hanya saja jauh lebih lemah.

Budi sangat gembira dan terus melahap daging mentah itu.

Setelah menghabiskan dua piring penuh, perutnya terasa sangat kenyang. Namun ia tidak merasakan perubahan istimewa apa pun.

“Mungkin belum langsung terasa…” hiburnya pada diri sendiri.

Ia menunggu lebih lama lagi. Kehangatan itu perlahan hilang, tapi ia tetap tidak merasakan peningkatan apa pun selain rasa kenyang biasa.

Budi segera membuka panel status dan memeriksanya dengan teliti. Tidak ada perubahan sama sekali. Ia tidak berevolusi, dan atributnya pun tidak naik.

“Apakah aku terlalu sial… atau dagingnya memang belum cukup?”

Budi kecewa, tapi ia hanya bisa menerima kenyataan. Akhirnya, ia mengasinkan sisa daging Raja Tikus agar bisa bertahan lebih lama.

Setelah semua pekerjaannya selesai, Budi sempat melirik jam di ponselnya.

Sudah pukul 12 malam.

Aneh… tapi dia sama sekali tidak merasa mengantuk.

Alih-alih tidur, dia malah berdiri di tengah ruangan sempit itu, menggenggam pisaunya erat. Tanpa banyak pikir, dia mulai berlatih.

Satu tebasan.

Dua tebasan.

Gerakan berulang, terus diasah.

Sepanjang malam, suara angin dari ayunan pisau memenuhi kamar kontrakannya. Keringat mulai membasahi tubuhnya, tapi dia tidak berhenti. Fokusnya tajam seolah semua kegelisahan dan tekanan yang dia rasakan dilampiaskan lewat setiap gerakan.

1
Jack Strom
Lanjut... 😁
Jack Strom
Mantap... Lanjut lagi!!! 😁
Jack Strom
Mantap... Lanjuuut!!! 😁
Jack Strom
Waktunya berburu... 😁
Jack Strom
Asah terus skillnya sambil bertahan hidup... 😁
Jack Strom
Asem... Kirain tadi yang namanya Jali itu manusia, eh ternyata seekor anjing... hahaha 😁
Jack Strom
Cih... Pura² jual mahal... 😁
Jack Strom
Eh... Blong??? 😁
Jack Strom
Hah??? 😁
Jack Strom
Bertahan... 😁
Jack Strom
Wow... Seram 😁
Jack Strom
Keren... 😁
Jack Strom
Chaos!!! 😁
Jack Strom
Lanjuuut... 😁
Jack Strom
Masih hmmm 🤔
Jack Strom
Hmmm??? 🤔
Jack Strom
Tekan dong... 😁
Jack Strom
Hmmm??? 🤔
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Era gede²... 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!