NovelToon NovelToon
Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Vaelisse

Ketika kakaknya, Orla, kabur dari pernikahan dengan pria berbahaya bernama Lorcan, Pearl dipaksa menggantikannya demi menyelamatkan keluarga dari kehancuran.

Terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pria dingin yang seharusnya menikahi orang lain, Pearl harus hidup dalam kebohongan yang bisa merenggut nyawanya kapan saja jika kebenaran terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vaelisse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Setelah kejadian dengan Orla, ketenangan kembali menyelimuti Pearl's Bloom.

Tapi ketenangan itu terasa seperti permukaan danau di musim dingin, jernih dan tenang di atas, tapi tidak ada yang bisa menjamin apa yang bergerak di bawahnya.

Lorcan menempatkan dua orang berpakaian sipil untuk berjaga di sekitar toko, tidak mencolok, tidak berseragam, tapi Pearl tahu mereka ada. Awalnya ia merasa risih. Tapi setelah Lorcan menjelaskan bahwa Orla kemungkinan tidak bekerja sendiri, Pearl memilih untuk tidak berdebat.

**

Pagi itu dimulai seperti biasa.

Greta sudah membuka toko sejak setengah tujuh. Aroma roti gandum dan kayu manis mengisi seluruh ruangan. Pearl sedang memeriksa pesanan minggu depan di mejanya ketika lonceng pintu berbunyi, bukan nada masuknya pelanggan biasa, tapi sesuatu yang terlalu keras dan terlalu terburu-buru.

Greta menerima paket dari kurir tanpa nama pengirim.

Pearl menatapnya dari balik mejanya.

"Siapa yang mengirim?"

"Tidak ada nama, Pearl." Greta meletakkannya di konter dengan ragu. "Tidak ada tanda pengiriman resmi juga."

Pearl mendekat.

Ia membuka paketnya.

Di dalamnya, sebuah jam tangan pria yang sangat tua. Kacanya pecah. Ada noda cokelat kemerahan di tali kulitnya yang sudah mengeras. Dan di bawahnya, selembar kertas dengan tulisan mesin ketik yang rapi dan sangat terukur, seperti seseorang yang sudah memikirkan setiap kata sebelum mengetiknya.

"Hutang darah harus dibayar dengan nyawa. Keluarga Rowan menghancurkan hidupku, dan Darragh membiarkannya. Sekarang, aku akan mengambil apa yang paling berharga dari kalian berdua."

Pearl menatap jam tangan itu.

Tangannya mendingin.

Ia mengenal jam itu.

Milik ayahnya, hilang bertahun-tahun lalu saat bisnis keluarga Rowan runtuh dan membawa serta banyak hal lain bersamanya. Pearl masih ingat betapa ayahnya selalu memakainya di pergelangan kiri, bagaimana bunyi kliknya saat dikencangkan setiap pagi.

"Pearl?"

Lorcan masuk dari pintu belakang, ia sudah tahu jadwal toko lebih dari yang pernah Pearl minta ia tahu. Senyumnya hilang dalam satu detik saat melihat wajah Pearl.

Ia mendekati konter, membaca kertas itu, memeriksa jam tangan itu dengan tangan yang rahangnya mengeras tanpa ia sadari.

"Roland--" ia menghentikan dirinya sendiri, lalu mengeluarkan ponselnya. "Periksa rekaman CCTV gedung sekitar toko. Cari tahu siapa yang mengantarkan paket ini. Sekarang."

Pearl masih menatap jam tangan itu.

"Lorcan," suaranya pelan, "ayahku punya musuh yang sampai sekarang masih..."

"Iya." Lorcan membawa Pearl ke ruang belakang, jauh dari pandangan Greta yang sudah terlihat cemas. "Saat Rowan Group jatuh, banyak investor yang kehilangan segalanya. Beberapa menyalahkan ayahmu. Beberapa menyalahkan keluargaku karena kami menolak memberikan dana talangan saat itu."

"Kenapa sekarang? Bertahun-tahun sudah berlalu."

"Karena sekarang mereka melihat titik lemah." Suara Lorcan turun. "Mereka melihatmu. Dan mereka melihat aku yang sudah tidak lagi peduli pada apa pun kecuali dirimu."

**

Sore itu, Pearl's Bloom mengalami insiden.

Seseorang menyebarkan sesuatu di dalam toko saat jam paling sibuk. Tidak ada korban jiwa, tapi kepanikan menyebar cepat. Pelanggan berlari keluar. Beberapa orang pingsan. Berita tentang insiden keamanan di toko roti milik mantan istri CEO Darragh Group langsung mengisi kolom berita daring dalam hitungan jam.

Pearl duduk di kantor Lorcan, menatap layar laptop yang menampilkan artikel demi artikel tentang tokonya.

"Semua yang aku bangun..." suaranya tidak selesai.

Lorcan berlutut di depannya, menggenggam tangannya. "Toko itu bisa diperbaiki. Yang penting kamu dan ibumu aman. Aku ingin kalian pindah ke tempat yang lebih aman malam ini--"

"Tidak."

Lorcan menatapnya.

Pearl berdiri, matanya berkilat dengan cara yang tidak pernah Lorcan lihat sebelumnya, atau mungkin belum pernah ia izinkan dirinya untuk benar-benar melihat. "Jika aku terus lari dan bersembunyi, mereka tidak akan berhenti. Aku sudah muak menjadi korban. Dulu aku menjadi korban Orla, lalu menjadi korban dendammu, sekarang aku harus menjadi korban musuh ayahku?" Ia menggeleng. "Tidak lagi."

Lorcan berdiri.

"Ini berbahaya, Pearl. Orang-orang seperti ini tidak punya apa-apa lagi yang bisa mereka pertaruhkan."

"Justru itu,"* jawab Pearl. "Aku harus tahu siapa mereka."

**

Malam itu, asistennya datang membawa laporan.

Pengirim paket itu bernama, Cormac, mantan mitra bisnis ayah Pearl yang kehilangan segalanya saat Rowan Group runtuh dan mendekam dalam penjara selama bertahun-tahun atas kasus yang ia klaim sebagai jebakan. Ia baru bebas beberapa bulan lalu.

Tapi yang lebih mengejutkan, Cormac tidak bekerja sendiri. Ada spekulan bisnis di belakangnya yang ingin menjatuhkan saham Darragh Group dengan menciptakan ketidakstabilan di sekitar Lorcan.

"Mereka menggunakan aku untuk menghancurkanmu," kata Pearl pelan setelah mendengar semua itu. "Jika aku terluka, kamu hancur secara emosional. Dan saat kamu hancur, perusahaanmu goyah."

Lorcan terdiam lama.

"Mungkin perpisahan kita dulu adalah hal yang benar," katanya akhirnya, suaranya berat. "Jika kamu tidak bersamaku, kamu tidak akan menjadi target."

Pearl menatapnya.

Lalu, tanpa peringatan, ia menampar pipi Lorcan pelan. Bukan keras. Tapi cukup untuk membuat pria itu terdiam total.

"Jangan pernah katakan itu lagi," kata Pearl. "Kamu mengajariku untuk menjadi kuat, meskipun caramu sangat salah. Sekarang biarkan aku menunjukkan bahwa aku bisa berdiri di sampingmu, bukan di belakangmu."

Lorcan menatap Pearl dalam diam yang panjang.

Lalu sesuatu di wajahnya bergerak, bukan kejutan, bukan tidak percaya. Lebih seperti seseorang yang baru saja melihat sesuatu yang sudah lama ada di depannya tapi baru sekarang benar-benar terlihat.

1
Dede D
ceritanya sangat bagus
Dede D
lanjut kak
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Gegara Kk nya, adikny jdi korban😭
Dan demi ibunya, pearl rela melaksanakan pernikahan yg ia sendiri tidak mau sbnrnya🙏😓
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Vaelisse: makasii kak, jangan lupa like dan komen nya ya 😀
total 1 replies
Juli Queen
bagus
Juli Queen
kaa kapan update nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!