Penyesalan selalu akan datang di akhir. Seperti yang sekarang aku rasakan. Awal nya setelah istri ku meninggal aku belum benar benar kehilangan nya. Bahkan saat dia meninggal dunia aku masih bisa tertawa dan merasa bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26.
Kini baik Ivan dan juga Renata sama sama duduk di sebuah meja yang ada di kedai, ke duanya terlihat sama sama kalut dengan pemikirannya masing masing.
"Mas?" panggil Renata dengan suara yang terdengar lembut ke arah suaminya.
Tubuh Ivan langsung meremang, bahkan dia terlihat terperanjat kaget kala istrinya itu memanggil namanya.
Ada sedikit rasa takut yang sekarang ini menghampiri Ivan, kala dia yang habis dari dalam kamar mandi, melihat Selly terlihat berbicara serius dengan istrinya.
Tapi Ivan buru buru mengubah ekspresi paniknya menjadi santai kembali. Lalu dia menatap wajah istrinya, lantas dia pun bertanya, "Ada apa Dek?"
"Em, ... tadi Mas Ivan kok lama banget sih di dalam kamar mandi?" tanya Renata sembari menatap suaminya itu dengan tatapan mendalam. Lalu Renata terlihat mengambil sebuah tisu, untuk mengelap baju suaminya yang kotor karena terkena noda saos mie ayam.
Ivan pun buru buru memaksa otaknya itu untuk berpikir dengan keras, berpikir untuk mencari alasan yang masuk akal untuk menutupi apa ayang sebenernya terjadi.
Karena dia tadi sangat lama berbicara dengan Esther, Iya ivan berbohong dan menutupi kebohongannya itu dengan kebohongan yang lain.
Sebenarnya Ivan ingin menggagalkan acara ke pantai dengan istrinya, demi menemui Esther dan meminta kejelasan pada Esther mengenai hubungan yang mereka berdua jalani sekarang ini.
"Mas, kok malah melamun sih!" tegur Renata kala melihat suaminya itu malah melamun, saat dirinya mengajak suaminya itu untuk berbicara. Lalu Renata terlihat mengambil tisu lagi yang memang tersedia di meja, untuk mengelap keringat yang terus bercucuran dari dahi suaminya.
Renata mengelap keringat yang membasahi wajah suaminya itu dengan penuh kelembutan dan juga ketulusan.
Lamunan Ivan langsung buyar, kala mendapatkan sebuah sentuhan dari istrinya. Lalu dia terlihat menatap lekat ke arah istrinya, bahkan Ivan juga bisa merasakan ketulusan yang di perlihatkan oleh istrinya itu.
Kadang Ivan juga sadar akan kesalahannya perihal selingkuh dan selalu menyakiti hati istrinya. Bahkan tak jarang dia juga merasa bersalah kepada istrinya yang selalu mencintainya dengan sepenuh hati itu.
Tapi Ivan sendiri juga kadang di buat bingung, kenapa dia juga merasa sangat kesulitan untuk terlepas dari bayang bayang Esther. Contohnya hari ini, Esther kembali lagi menghubunginya, setelah beberapa hari menghilang. Padahal baru beberapa hari lalu, Ivan sudah damai dengan pernikahannya yang sudah sepuluh tahun ini dia jalani.
"Mas .." panggil Renata dengan suara yang meninggi. Karena sedari tadi dia sudah memanggil nama suaminya itu berkali kali, tapi suaminya itu tetap diam mematung, sama sekali tidak merespon ucapannya sama sekali.
Ivan benar benar terkejut, saat mendengar teriakan istrinya yang berbicara dengan suara yang terdengar lebih tinggi.
"Eh, iya ada apa Dek? Maaf ya, tiba tiba pikiran Mas jadi banyak dan kacau," ujar Ivan dengan nada terbata bata pada istrinya.
"Mas tadi kok lama banget di dalam kamar mandi, apa karena perut Mas itu sakit?" tanya Renata pada suaminya itu dengan nada khawatir.
Ivan malah melongo, kala mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh istrinya. Dia menatap lekat ke arah wajah istrinya, untuk mengetahui apa yang sekarang ini di pikirkan oleh istrinya dengan melihat dari ekspresi wajah yang di tunjukkan oleh istrinya.
Akhirnya Ivan pun teringat akan sesuatu hal, lalu dia pun berkata pada istrinya.
"Iya Dek, perut Mas itu mules sama sakit!"
gimana kalau nanti karma nya dia juga merasakan sakit yg sama kaya istrinya, kanker prostat 😏😆
bukan nya menjalani hidup kali ke 2 Renata seperti harapannya dokter Leon?! 😁😁
dasar suami lucknut 😡😡